malam menyelimuti tubuh telanjangmu,
dalam kerinduan di selembar tikar kehidupan.
bibirmu merekah seperti tiap matahari datang,
memintaku kembali menyentuh tiap detak asa_asamu.
ahhh, kau mulai membaca gerikku, sayang.
kau buka kembali kaki mu di bawahku,
vagina birumu mentapku tanpa kedip,
menghakimi tiap sesal di kepala kosong ini.
aku tertunduk, meletakan selusin nama mu.
sayang,
biarkan vagina birumu melukaiku,
sampai malam berakhir abadi.
*eiger