Help - Search - Members - Calendar
Full Version: SKETSA ACEH
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Community > BlueFame Localizations > Aceh
exgelo
Thread ini spesial buat semua kejadian yg terjadi (politik,ekonomi,wisata, kontradiksi,lucu,dll) di aceh yg terekam dalam lensa baek sengaja ataw insidentil, disertai sedikit deskripsi. ditunggu sumbangan semuanya...smile.gif

firstly, tentu aja dimulai dengan gambar yg ini

SALEUM TEUKA DI ACEH


exgelo
Aceh coastal zone before and after tsunami

terlihat perubahan yg begitu menyolok kondisi pantai banda aceh sebelum dan sesudah tsunami desember 2004. what a sad story..sad.gif
exgelo
TSUNAMI ATTACKS!!!


















exgelo
AYO BANGKIT KEMBALI!!!



















exgelo
ERA N.G.O

masa2 banyak duit mengalir ke aceh (banyak yg tidak akuntabel), banyak bule, banyak orang bekerja di aceh, banyak orang kaya baru, banyak kejahatan, banyak maksiat, banyak WH, banyak....

tapi intinya PEACE Peace.gif Praying.gif






exgelo
STARBLACK - KOPI ACEH



"Starblack" dan Kopi Aceh

Tradisi minum kopi dikenal di banyak masyarakat di berbagai negara. Tetapi, barangkali hanya ditemukan di Aceh, entah di kota maupun desa, sejak subuh hingga tengah malam warga silih berganti ke kedai kopi.

Di desa, sejak dulu orang biasa ke kedai kopi setelah shalat subuh," kata Sulaiman Tripa, peneliti budaya dan penulis beberapa buku di Banda Aceh. Sulaiman sendiri pernah bekerja di kedai kopi kakaknya di Trieng Gading, Pidie, saat masih duduk di bangku SLTP.

Masalah kemudian muncul. Beberapa waktu lalu Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Irwandi Yusuf, yang juga "pengunjung" kedai kopi, sempat gusar karena banyak pegawai negeri tidak di tempat ketika jam kerja. Ia melakukan "sweeping" ke kedai kopi favorit pejabat di Banda Aceh. Sejak itu orang berseragam pegawai negeri gerah duduk di kedai kopi.

Kedai kopi juga mengundang masalah rumah tangga. "Sarapan yang disediakan istri kerap tidak disentuh. Banyak suami memilih sarapan di kedai kopi," kata Tarmizi, pengusaha kedai kopi di dekat Bandara Blang Bintang, Aceh Besar.

Berubah fungsi

Menurut Sulaiman, fungsi kedai kopi telah berubah dari tempat minum kopi menjadi sejenis ruang sosial, tempat tukar-menukar informasi.

Pendapat senada dikemukakan Teuku Kemal Fasya, antropolog di Universitas Malikussaleh, Lhok Seumawe. Di kedai kopi tersedia jawaban atas hal-hal yang tidak terselesaikan melalui jalur formal.

Di kedai kopi, warga berbincang mengenai masalah keluarga, politik lokal, nasional, dan isu yang sedang hangat dalam sorotan pers. Pergantian pejabat kerap lebih dulu terdengar di kedai kopi, termasuk skandal pejabat.

Sosok kedai kopi itu sendiri mungkin akan mengejutkan mereka yang belum pernah ke Aceh. Di Banda Aceh, ratusan manusia berjubel di beberapa kedai kopi favorit. Kendaraan roda dua dan empat diparkir memanjang seperti di kompleks pertokoan.

Kedai kopi umumnya berada di sebuah atau beberapa ruko. Ada pula yang berbentuk warung seperti di Jawa. Dapat dibayangkan ketika ruangan sempit tersebut dijejali manusia pada tengah hari yang terik. Ditambah lagi asap rokok. Tetapi, semakin berjubel manusia justru semakin menarik minat pelanggan.

"Di kedai kopi orang dapat bertemu segala rupa dan jabatan manusia. Gubernur, bupati, wali kota, anggota DPRD, pengusaha, kontraktor, guru, ulama, bahkan pengangguran," ujar Kemal Fasya. Lebih mudah menemui pejabat atau pengusaha di kedai kopi ketimbang di kantornya. "Pertemuan di kedai kopi membuka jalan bagi langkah selanjutnya."

Suasana ini sulit ditemukan di daerah lain. Di Jawa, misalnya, jangankan gubernur atau bupati, seorang pejabat eselon II atau III di daerah pastilah enggan duduk di kedai kopi bersama warga biasa atau penganggur karena dianggap dapat mencederai wibawa korps pegawai negeri.

Pelepas stres

Lebih seru komentar yang terbetik di dunia maya seputar keberadaan kedai-kedai kopi khas Aceh ini.

Seorang blogger, Dudi Gurnadi dan teman-teman misalnya. Ia memelesetkan "warkop" di Aceh ini dengan sebutan "Starblack".

Kata Starblack merupakan kata plesetan dari warung kopi internasional yang saat ini merambah di berbagai belahan dunia, Starbucks. Warna hitam kopi di kedai-kedai Aceh, serta cita rasa yang tersendiri, membuat kopi Aceh cocok disebut oleh blogger ini sebagai Starblack.

Blogger lain menyatakan, kedai kopi di Aceh juga menjadi semacam tempat dugem (dunia gemerlap). Tiadanya tempat hiburan di Aceh seperti di ibu kota, diskotek, bioskop, ataupun kelab malam yang menyuguhkan musik hidup lengkap dengan hiburan-hiburannya, membuat kedai kopi Aceh sebagai salah satu "tempat hiburan" yang menyenangkan bagi orang-orang Aceh.

Nia (29), misalnya. Pekerja kemanusiaan di salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berafiliasi dengan pemerintahan Amerika Serikat ini mengaku ingin pergi ke Nanggroe Aceh Darussalam karena kangen kongko-kongko dengan teman-teman koleganya di kedai kopi Aceh. Entah di kedai Ayah-Solong, Ulee Kareng, atau di Warkop Chek Yukee, di Jalan Pinggir Kali, Banda Aceh.

Lain lagi dengan kalangan kampus ini. "Ketika tiba di kedai kopi, hal pertama yang kami lakukan membaca koran lokal," ujar seorang mantan aktivis mahasiswa. Setelah itu, dimulai pembahasan isu menarik dalam koran tersebut. Masing-masing punya pendapat dan kerap tidak masuk akal. "Maka, kami menyebut ke kedai kopi itu meng-update fitnah," ujarnya.

"Masalah apa saja dapat diselesaikan di kedai kopi," ujar Tarmiji (42), pengusaha kedai kopi Pak Geuchik, di dekat Bandara Blang Bintang, Aceh Besar. Ia merujuk Jamil, kontraktor gurem, yang ikut berbincang saat itu. Ketika membutuhkan tenaga tukang bangunan, Jamil cukup menyebarkan informasi di kedai kopi. Esoknya beberapa tukang menemui Jamil di kedai yang sama.

Ketika darurat militer masih diberlakukan, bencana mulai menimpa mereka yang masih nekat ke kedai kopi. Apalagi kedai kopi merupakan salah satu target sweeping aparat keamanan.

Mereka yang dicurigai identitasnya diangkut ke markas militer atau Polri. Di Teupian Raya, beberapa tahun lalu, aparat keamanan membakar kedai kopi setelah sebuah bom meledak dekat jembatan dan menewaskan tiga anggota pasukan Siliwangi. Kedai yang merupakan satu-satunya bangunan dekat lokasi kejadian dicurigai sebagai pos pengendalian serangan bom itu.

Teungku Yahya, penasihat Teungku Abdullah Syafei, panglima perang Gerakan Aceh Merdeka (GAM), harus menukar keinginan duduk di kedai kopi di Pidie dengan nyawanya. Aparat keamanan ternyata sudah mengetahui rute favorit gerilyawan GAM. Teungku Yahya pun tewas kena peluru aparat.

Perubahan

Suasana kedai adalah salah satu kunci sukses bisnis kedai kopi di Aceh. Kedai kopi milik H Nawawi di Ulee Kareng, Solong Banda Aceh, misalnya. Kedainya selalu ramai, bahkan sering pengunjung berdesak-desakan duduk di kedainya.

Keributan? Tidak juga pernah terjadi keributan maupun keluhan. Padahal, setiap hari rata-rata 2.500 orang minum kopi di kedai Nawawi yang dilayani 13 karyawan itu.

Di Ulee Kareng, harga secangkir kopi biasa Rp 3.500 dan kopi susu Rp 6.000. Berarti, setiap hari ada perputaran uang sekitar Rp 10 juta.

Hebatnya lagi, harga di kedai-kedai kopi ini juga bisa menjadi semacam "indikator ekonomi" di Aceh.

"Sebelum tsunami (2004), penghasilan Rp 20.000 per hari dapat memenuhi kebutuhan hidup. Harga secangkir kopi hanya Rp 1.000. Sekarang penghasilan Rp 50.000 tidak cukup. Harga secangkir kopi sudah Rp 2.500," ujar Ramond. Ramond (64) adalah seorang pengemudi becak bermotor yang kerap mangkal di depan Hotel Sultan, Banda Aceh.

Di sana, harga secangkir kopi lebih dipercaya sebagai indikator baik-buruknya keadaan ekonomi. Kenaikan harga BBM atau kebijakan makro lain adalah hal berikut. Di sini, ke kedai kopi adalah bagian dari irama kehidupan dan dianggap menyangkut "hak asasi manusia".

Sumber: Maruli Tobing & Mahdi Muhammad (Kompas, Minggu, 02 Desember 2007)
exgelo
STARBLACK - JEEP KUPI HAI

Roasted (Gonseng)


Kopi Tarek


Siap Saji


Sluuurps....


Bule Ngopi


Starblack??? Laughing.gif
exgelo
Kota Langsa

Langsa kota kaya minyak dan kebun sawit yang selalu asik untuk disinggahi, apalagi ditambah gadis-gadisnya yang rada2 centil (mungkin karena masyarakatnya heterogen)BigGrin.gif, and jangan lupa...sop langsa yang lezat itu..hmm yummy..smile.gif

Lapangan Merdeka

Langsa's Market

Hiroek Pikoek

hmm yummy...
exgelo
Saman

absolutely energetic dance





exgelo
Saman



Satu ciri menarik dari tari Aceh adalah bahwa ia dilakukan secara berkelompok. Seudati yang heroik dilakukan oleh delapan orang. Saman, sebagian menyebutnya “tari tangan seribu” alias “a thousand hand dance” yang rampak dan dinamis biasanya dilakukan oleh sepuluh orang laki-laki atau sepuluh orang perempuan. Likok Pulok juga demikian, walaupun bisa juga ditarikan delapan atau dua belas orang. Tari Ranub Lampuan yang indah untuk memuliakan tamu biasanya dilakukan oleh enam atau delapan dara Aceh. Tak ada tari Aceh yang dilakukan sendiri alias secara solo.
Apakah karena orang Aceh tidak berani menari sendiri? Rasanya bukan. Karena konon orang Aceh punya keberanian individu yang hebat. Tak kurang Sang Pramoedya mengakuinya. ”Orang Madura beraninya carok, orang Jawa kalau berantam suka tawuran, tapi orang Aceh punya keberanian individual yang luar biasa” begitu kira-kira kata Pram dalam salah satu wawancara menjelang akhir hayatnya.

Saat Perang Aceh, ketika perlawanan pasukan Aceh mulai lemah, pasukan kolonial Belanda sering diamuk pejuang Aceh secara individu sehingga dikenal "Atjehnese murder" (Atjeh-moord). Fenomena yang sama pernah muncul dimasa DOM dan aneka operasi militer serdadu Indonesia di Aceh 1980-an ke atas.

Ciri khas lainnya aneka tarian Aceh adalah adanya syekh (pemimpin) dan kadang-kadang juga aneuk syech, semacam wakil atau asisten dari syech. Ini bisa jadi ada hubungannya dengan kosep imam dan amir dalam Islam yang mempunyai wajah unik tersendiri di Aceh. Bahwa setiap kelompok lebih dari satu orang, harus memilih satu orang pemimpin. Jika dua orang melakukan perjalanan, maka salah satunya dipilih jadi amir perjalanan.

Konsep pemimpin dalam Islam juga mewujud dengan jelas dalam shalat berjamaah yang sangat demokratis dan egaliter, yang konon menjadi sumber inspirasi pencipta Likok Pulok. Siapa saja boleh menghadap Tuhan-nya di barisan terdepan di belakang imam atau bahkan menjadi imamnya. Siapa pun bisa jadi imam asal memenuhi syarat yang dapat dipenuhi siapa saja yang mau belajar dan mengamalkannya. Makmum, pengikut imam, harus ikut gerakan imam. Tapi makmum bisa mengingatkan jika imam lupa. Bila imam, maaf, kentut, siapapun di belakang imam boleh menggantikannya dan imam dengan kesadaran snediri harus mundur. Imam perlu jamaah. Sebaliknya, jamaah tidak jalan tanpa imam. Karena itu, tarian Aceh adalah tarian berjemaah!

Dalam beberapa gerakannya, seperti dalam tari Seudati dan Ranub Lampuan, ”konsep ruang berupa titik-sentral-di-tengah-lingkaran” seringkali muncul. Margaret Kartomi, profesor seni tradisional Nusantara dari Australia menuliskan: “…the central point-in-a-circle concept of space is believed to have its parallels in Perso-Arabic thinking and points to Aceh's links with Persian, Moghul, Turkish, and Arabic cultures over the past millennium. It governs mosque-centred town planning, some visual art designs and some formations of dancers and musicians who circle around their leader at the centre point.” (Kartomi 2004)

Tak salah rasanya jika kita katakan bahwa tari Aceh adalah salah satu wujud peradaban Aceh. Bagaimana Aceh memandang dirinya di tengah peradaban Persia, Moghul, Turki, dan Arab terlihat dalam konsep ruang tari Aceh. Mewujud juga dalam perencanaan gampong dan kota dimana mesjid adalah titik pusatnya, baik secara fisik maupun mental.

Syeikh, amir, atau imam menentukan gerakan dinamis dan serempak tarian jamaahnya. Maju bersama, mundur, duduk, bersila seperti dalam Saman; berjingkrak, bahkan berlari dengan bersemangat seperti dalam Seudati. Lemah gemulai dan lembut seperti dalam Ranub Lampuan. Dibantu aneuk syeikh, seorang syeikh menentukan irama, emosi, dan gerak para penarinya.

Kerjasama dan saling percaya antara syeikh dengan para penarinya adalah keniscayaan. Tak ada tari Aceh tanpa kerjasama dan saling percaya. Tari kehilangan keindahan dan pesonanya. Coba bayangkan tangan, tubuh, kepala yang saling berbenturan di tengah kegesitan gerakan serempak Tari Saman! Taripun buyar. Taripun kehilangan eksistensinya!

Seperti tarian Aceh, orang Aceh bisa maju dan mempesona jika dia berjamaah. Kelemahannya, setiap jamaah sangat rentan terhadap ”bisikan syeitan”. Jika satu penari khianat karena kepentingan pribadi atau kena rayuan dari luar tarian—dan ini sangat mudah dalam dunia yang makin hedonistik ini, maka rusaklah seluruh tarian. Penari bisa terpengaruh atau dibeli. Kalau satu terbeli, shaf jamaah bolong. Kalau shaf jarang setan bisa lewat!

Seperti tarian Aceh, orang Aceh bisa maju dan bahagia jika syeikh-nya adalah imam yang berilmu, tegas, tapi juga demokratis dan terbuka. Banyak orang Aceh masih menderita sampai sekarang karena Aceh sudah lama kehilagan pemimpin yang bisa memimpin gerak maju rakyatnya. Seperti Tari Saman atau Likok Pulok tanpa syeikh.

Selama ini, pemimpin Aceh juga banyak yang pelupa. Adalah kewajiban rakyat yang tahu untuk mengingatkannya, seperti kewajiban makmum mengingatkan imam yang lupa dalam shalat jamaahnya. Supaya jamaah tidak perlu bubar; supaya tarian tetap rampak mempesona.

Semoga Aceh tidak (lagi) mendapat imam yang suka kentut ketika sedang berjamaah; dan tidak ada (lagi) syeikh yang kehilangan suara di tengah puncak semangat para penarinya. Jika ada, semoga sang imam tahu diri untuk mundur dan ada yang mau maju menggantikannya!(Saiful Mahdi]
AndyDeris
QUOTE (exgelo @ Mar 16 2008, 01:13 AM) *
STARBLACK - JEEP KUPI HAI



kalo ngopi kayak gini...rasa kopi aceh tambah mantappp..BigGrin.gif
AndyDeris
SIGLI

Kota Sigli atau Sigli adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Pidie, Nanggröe Aceh Darussalam, Indonesia. Sigli adalah ibukota Kabupaten Pidie, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia.

Terletak 112 km di sebelah timur Banda Aceh, Sigli termasuk kota strategis yang dilalui oleh Jalan Raya Lintas Sumatera. Wilayah ini dulunya merupakan bengkel kereta api terbesar di Aceh. Tetapi sejak vakumnya kegiatan perkereta-apian di Aceh, kota ini menjadi tidak seramai dulu
sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Sigli,_Pidie

Kota Sigli


Downtown


Krupuk Mulieng tergurih di dunia


Masakan Lezat khas Sigli


Adee bileh (jemur ikan bilis/teri)


Kuala Pidie


Gunung Peut Sagoue


exgelo
FROM HELSINKI WITH LOVE

Serambi Indonesia
Jum'at, 15 April, 2005

Maria-Elena Cowell

ELSINKI - Perundingan damai antara delegasi RI dan GAM yang Kamis (14/4) kemarin memasuki hari ketiga tetap berlangsung dalam suasana konstruktif dan positif. Selama berlangsung pembicaraan dalam upaya mencari solusi damai terhadap konflik bersenjata di Aceh, kedua pihak ´saling tersenyum.

Pihak penyelenggara dialog RI-GAM yang sekarang memasuki putaran ketiga, yaitu Crisis Management Initiative (CMI), tetap menunjukkan rasa optimismenya. Para pihak sebelumnya telah melakukan pertemuan putaran pertama dan kedua, pada Januari dan Februari lalu. Perundingan RI-GAM ditengahi oleh mantan Presiden Filandia, Martti Ahtisaari ––pendiri dan sekaligus Ketua CMI.

Dialog putaran ketiga yang direncanakan berlangsung hingga hari Minggu (17/4) lusa, tetap dilaksanakan di kawasan elit Koeningstedt Manor, Vantaa, 25 km dari Helsinki, ibukota Finlandia. Jurubicara CMI, Maria-Elena Cowell, dalam e-mail (surat elektronik) yang khusus dikirim pada Serambi, kemarin, menyatakan bahwa proses perundingan berlanjut dalam suasana positif dan konstruktif. Kedua pihak saling tersenyum satu sama lain dan mereka juga berbicara satu sama lain di luar negosiasi resmi, tuturnya.

Dijelaskan juga selama putaran perundingan sebelumnya, kedua pihak makan malam bersama. Begitu juga setelah berakhirnya dialog hari pertama, Selasa (12/4), dilaporkan para pihak makan malam bersama. Setelah itu mereka makan terpisah sehingga memberi kesempatan untuk berdiskusi secara internal selama istirahat, katanya. Seusai pertemuan hari kedua, Rabu (13/4), kedua pihak mengaku mereka telah mencapai pedoman kesepahaman. Kami telah membuat banyak kemajuan hari ini dalam suasana baik, suasana bersahabat, dan kami telah mencapai apa yang kami sebut sebagai pedoman kesepahaman, kata Menteri Hukum dan HAM, Hamid Awaluddin.

Jurubicara GAM, Bakhtiar Abdullah, menambahkan, Pertemuan sangat konstrukti dan kami membuat kemajuan. Kami telah memasuki sejumlah pedoman kesepahaman terutama menyangkut masalah-masalah ekonomi. Suasana (perbicaraan) kondusif, katanya. Tetapi, dia menambahkan banyak hal yang belum dicapai, terutama soal keamanan. Wakil Ketua CMI, Matti Kalliokoski menyatakan kedua pihak menyentuh masalah sebenarnya, substansi solusi konflik. Itu menggembirakan.

Kedua pihak sudah komit untuk menggunakan waktu demi tercapainya sesuatu, ujarnya. Sekarang mereka berada dalam fase yang membutuhkan kerja keras. Sementara itu, penasihat delegasi GAM, Damien Kingsbury ––dosen ilmu politik dari Universitas Deakin, Australia, menyatakan bahwa pihak GAM, mempresentasikan proposal bentuk self-government kepada delegasi RI dalam pertemuan kemarin setelah kedua pihak mencapai kesepahaman tentang masalah ekonomi.

Mereka (delegasi RI dan GAM) mendiskusikan kerangka politik. GAM pertama mempresentasi secara formal posisinya dalam satu dokumen, jelasnya ketika pertemuan sedang berlangsung. Pihak Indonesia menyatakan proposal itu membutuhkan perubahan undang-undang, dan itu akan sulit.

Dalam kerangka politik yang dipaparkan GAM mencakup masalah-masalah status warga Aceh dan partai politik, pemerintahan provinsi dan pemilu lokal serta menggantikan nama Aceh itu sendiri, katanya seperti dikutip Reuters. Pihak Indonesia tentu saja membutuhkan persetujuan DPR terhadap usulan GAM itu, tambahnya. Satu masalah yang tidak masuk meja perundingan adalah tuntutan GAM bagi kemerdekaan penuh, sesuatu yang ditentang keras Pemerintah Jakarta. Kedua pihak telah setuju memakai istilah untuk menganti tawaran otonomi pada Aceh dengan apa yang disebut, pemerintahan sendiri untuk Aceh dalam kerangka Republik Indonesia, kata Cowell.

Selain masalah self-gevornment (pemerintahan sendiri) untuk Aceh, dalam perundingan, Rabu (13/4), juga dibahas cara mengintegrasikan anggota GAM ke tengah masyarakat Aceh, masalah ekonomi, pengaturan keamanan dan pemantau asing untuk memonitor implementasi perjanjian yang mungkin disepakati kedua pihak.

Menyangkut pengintegrasian anggota GAM di tengah masyarakat, Cowell menyatakan itu artinya apa yang dilakukan dengan anggota GAM untuk melibatkan mereka di tengah masyarakat setelah perjanjian damai dicapai. Para pihak sebelumnya telah menyatakan perjanjian damai permanen kemungkinan akan dicapai pada tahun ini.

Perundingan RI-GAM diharapkan bisa tercapai solusi damai terhadap konflik Aceh yang telah berlangsung hampir 30 tahun. Kesepakatan damai jug asangat diharapkan dalam upaya mempercepat dan memudahkan penyaluran bantuan internasional, terutama saat proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pascatsunami.

Terwujudnya perundingan Helsinki yang dimulai akhir Januari lalu disebut-sebut setelah terjadi bencana gempa bumi dan tsunami di Aceh, 26 Desember lalu yang menewaskan hampir 130.000 orang dan 500.00 lebih mengungsi. Perundingan Januari lalu adalah pertemuan informal pertama kedua pihak setelah mereka terakhir bertemu di Tokyo, Mei 2003. Perundingan RI-GAM diharapkan bisa membawa perdamaian yang sangat dibutuhkan masyarakat Aceh dan juga dalam upaya mengakhiri salah satu dari konflik terlama di dunia. Selama berlangsungnya konflik hampir tiga dekade terakhir dilaporkan telah mengakibatkan belasan ribu orang tewas.
exgelo
PEACE ACEH

Hidup Damai


Hidup Sejahtera


Pulanglah...aceh telah damai


Ikrar


Nice Martii


The Delegations
exgelo
DEMO BRR

Hantam saja


Bek Rioh-Rioh


Bagi Rata-Rata
Falculus
kok jarang diupdate bang...sibuk ya:)
The Rambo
kenangan terindah selama di aceh ... smile.gif

ziarah ke makam Tengku Abdullah Syafei di Cubo - Pidie ... Praying.gif
exgelo
Setiap yang bernyawa pasti mati" ( QS. Ali Imran [3] : 185

exgelo
SANG PEMIMPIN NANGGROE



kampanye


Nyoblos


bersama pak jarwo kuat eh Jusuf Kalla


bersama si butet yogya eh pak SBY


dikerubuti wartawan


saat nyetir heli sendiri

salut pak!!!


selesai rapat


berbaris menunggu acc sang donatur
puteh
mantyap2..
AndyDeris
sudut kota (sp. 5)
dok jail
Nanggroe aceh nanggroe makmue...naggroe aceh jino eeeeeeeee...rata jip sago aneuk jiklik merangrong..
harboy
Nangggoreee Leun Makmu,,,
Beusejahtera,,,
Beuaman,
Beutentram,
Seumu masa.....
Falculus
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.