The Beginning

Kuakui, tatapan matamu setajam belati
Menusuk jantungku dengan sekedipan saja.
Kau menyuguhkan rasi yang penuh bintang
Pada sejumput awan kosong di rimba langitku.

Kusadari, waktu ini berhenti sejenak
Saat kau mencairkan kegugupan di mulutku.
Kalimatku berurai asa yang tak kunjung berakhir
Tentang sejurus pandangan jauh ke batas mayapada.

Kau meniupkan kesejukan
Dengan getaran pesonamu
Aku takluk !
Terpancang bumi yang beraroma cinta.
Aku ini lelaki, duhai perempuan
Takkan mampu memandangmu sedekat ini
Kecuali hatiku keluar dari rusuk ini.

Aku tak butuh lagi setumpuk puisi kosong
Yang memuja tentang kerinduan hampa,
Aku telah butuh puisi hidup
Yang terbaca lewat genggaman tanganmu.
Semua akan kuhapal dalam-dalam
Terhujam ke segenap sudut-sudut jiwaku.


*eiger