Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Antologi Puisi - Qoe
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Poetry Room
aqoe
Berikan Aqoe, Diam-mu


Berikan padaku diammu
Yang memberiku ruang untuk mengenalmu
Yang membawaku melihat masa lalumu
Yang olehnya kau menjadi diam

Berikan padaku diammu
Yang senantiasa mengalunkan puisi-puisi sunyi
Yang senantiasa menyanyikan lagu sepi
Di sudut hati yang selalu diam

Berikan padaku diammu
Yang memberiku ruang untuk mengenalmu
Yang membawaku melihat masa lalumu
Yang olehnya kau menjadi diam

Berikan padaku diammu
Yang senantiasa mengalunkan puisi-puisi sunyi
Yang senantiasa menyanyikan lagu sepi
Di sudut hati yang selalu diam
Dodolkupang
gila ni puisi... mantap banget....
~Princess~
good post... lagi donk...
aqoe
Qoe_Curi Waktu


Kucuri waktu

Pada dentang malam yang dalam

Menyapamu

Dari sela rimbun bambu yang menusuk dalam


Menyibak daun

Menyingkirkan penghalang tatap

Mematahkan ranting

Yang menusuk menghalang


Kusapa kau dimalam teduh

Lewat sunyi yang beradu

Lewat harap yang berhembus dari angin rindu

Dari sela rimbun bambu
aqoe
Kau yang tenggelam dalam laut air mata

Sedang aku matahari

Memanaskan laut. Berusaha membebaskan

Ingin kukeringkan laut air mata

Dan menjadikannya embun di pagi hari


Selalu tak mudah

Ada mendung yang kerap mengganggu

Menambah luas laut airmata

Kau semakin tenggelam

Laut air mata semakin menghanyutkan


Oo... angin datanglah

Berhembuslah...

Lepaskan jerat mendung yang menggelayut

Jadilah Ombak

Membucahlah... pecah seisi lautan


Tak ada lagi Laut air mata
~Princess~
@aque.... sangat puitis sekali...
setiap puisi mu menyentuh hati... thumbsup_anim.gif thumbsup_anim.gif
izna
mas @aqoe, top habis puisinya ...
tj_arto
Whistle.gif
cool
tj_arto
well done aqoe...
keep posting
Hmmmph.gif
aqoe

aqoe mungkin harus belajar melupa
Pada jalan yang lama kita rintis
Selipkan saja segala kenangan di ujung daun
Bila tumbuh jadi duri pasti meluka
Jika kuncup jadi bunga biarkan mekar di ujung cinta

Kenangan memang telah banyak
Tapi musim selalu berujung

Adalah kita yang belajar mencinta
Adalah kita yang belajar melupa
sedang hidup tak selalu harus terselesaikan bersama
Mungkin lebih baik begitu

Bunga tak kubawa
Saat datang menyapa
Bersimpuh di ruangmu
Wangi melati
Masih tersisa di situ

Retak tanah jalan setapak
Kulalui dalam perih
Kembali lagi aku ke sini
Dalam duka yang beda
Kehilangan yang sama

Bunga jiwaku tak berubah
Selalu buatmu
Mekar di tengah kemarau
Tersirami rindu padamu

Kutaburkan bunga itu
Lalu berlalu
eiger
aqoe kayaknya bisa dech .. HeHe.gif

unik puisina .. BigGrin.gif
aqoe

Semua hadir begitu saja
Percakapan tanpa kata
Jika pun ada begitu basi
Begitulah ini telah tersaji
Semua yang telah terlontar
Pergi bersama angin liar

Kucoba menggaris sunyi di jalan
Menyelami kelokan gang sempit
Hanya ada perih yang menghimpit
Kebusukan yang menyergap
Kenangan kita jadi ruangan yang pengap

Tapi semua telah menjadi basi
Tidak cuma tutur sapa
Juga cerita dengan kenangannya
Harapku akan ada jeda sebentar
Sia-sia saja dalam gemetar

Seribu kata telah tertata
Cuma jadi penghias
Tergeletak di meja
Diam tanpa bisa membalas

Tidak cukup jumlah itu
Bahkan sejuta kata
Bahkan sejuta puisi
Masih juga tak bisa
Menamai cintamu

Malam menyeret senja
Merah berganti kelam
Tak juga tenggelamkan
Kasihmu yang dalam

Jadilah aku terkapar
Dalam ucap perpisahan
Yang menggelepar

Jeep4x4
bagus bro
aqoe
tak perlu


kau tak perlu mencari tahu
apa yang aku sembunyikan
karena tak ada ladang rahasia
dalam jiwa yang cuma berisi harapan

jejak-jejak perjalanan tetap ada
yang bertambah saat kita bersama
meniti sore yang enggan pergi

kau tak perlu bertanya lagi
apakah ada puisi lain di hati
karena semua kata yang jadi bait
bukanlah penghuni liar
seperti sangsimu yang kadang keluar

nanti bisa kau buka dengan mudah
pintu hati ini dengan kerlip matamu
ruang mana yang tertutup akan terlihat
seperti juga semua puisi yang tercipta
izna
a very nice poem
Zabo
Hehehe...Simply fresh. Penuh inspirasi...
aqoe
aqoe dan rindu itu


sambil perlahan berlalu
sempat kau jentikkan senyum
manis dan mengiris

senyum itu yang selalu membuatku lupa
ada kepahitan dari tirai kata-katamu
yang membungkam kata-kataku
hingga satu demi satu hurufnya membeku

irisan itu juga
yang menidurkan waspadaku
hingga anggap sajakmu
memang tak beda dengan sajakku

lambat langkah ini ditata
saat sirna rembulan yang kau panah
tak ada sesal apa yang terucap
biar dalam senyap terus merayap







tak ada yang tergambar
dari ombak yang menyambar
aku menatap sisa malam
yang sebentar lagi tersebar

pasir di kakiku
desir di mataku
meremas rindu









aaahhhhhhhh.............................



















masih kudengar tanya di balik tawamu
yang kujawab dengan diam saja
sambil kurenungkan tahun-tahun yang sepi
dengan tikungan sakit yang melampaui pahit
hingga pada lukisan diri yang terbujur sendiri

sebelum kutemui senyum senja di sana
yang kau hanya bisa menduga siapa nama
atau bagaimana wajahnya
kepahitan yang kuteguk dari cangkirmu
tak lagi bisa kuterjemahkan
kecuali dalam sajak-sajak yang luka

jika kelak isakmu nanti mengusik malam
mungkin itulah akhir dari semua cerita
setelah perjalanan dengan dahaga dan lapar dan
dengan sebuah perpisahan nyata
yang lebih dari sekedar kata-kata
crying_anim02.gif
winterblues
mantap om...

wa tulis ulang d buku wa leh gag...

tenang om wa tulis nama u d bawahnya...

BigGrin.gif
fitri
jangan biarkan kerinduan itu
karam ditengah laut penantian
biarkan dia berlayar
dengan secercah harapan
fitri
saling percaya, oke
aqoe
dari suatu kisah


sebenarnya sudah lama kisah ini
ingin kututurkan padamu
tapi malam sering menawarkan ragu
membuatku jadi gagu

rahasia yang ada
selama ini kubisikkan saja pada sunyi
tentang hati yang menambat hati
usai lelah diri mengarungi badai
yang kita buat dengan alunan kata

kisah ini menelurkan kisah
yang membuatku sering terpejam
dan ia dengan telaten merawatku
memberi siraman saat menghampiri kelu

maafkan aku yang belum juga mampu
memberi tahu seperti apa kisah ini
biarkan waktu bergulir di antara kita
sambil masing-masing meninjau diri sendiri
sembari membiarkan sunyi terus menghampiri
aqoe
Selamat malam kemunafikan


Kekuasaan lesu darah sejak tak bertemu gelora kemesraan
selalu tak berorgasme pada waktu yang tepat.

Selamat malam kemunafikan
ajari jiwa ini untuk tidak jujur
kepada siapa saja sebab ia selalu menghampar kering dan panas.

Jiwa kami tak perlu nurani karena politik tak bermodal hati
jadi datangkanlah kepada kami sebongkah ilmu menipu
kalau perlu hadiahkan peluru kesombongan.

Biar pesta Pilkada jadi ajang belasungkawa
atas kematian prajurit setia tanpa perlu disebut pahlawan.

Malam amat dingin untuk jujur kepada moral
maka biarkan kemunafikan bersenggama
dengan kebodohan sehingga melahirkan berjuta kepala berisi kelicikan
....................................
aqoe
Jika Lelah


Jika kau telah lelah disakiti

Menangislah sejenak

Kau sedang disayangi

Jika kau telah lelah menyakiti

Bernafaslah sejenak

Kau sedang menyayangi

Heninglah dalam damai

Diamlah

Lalu belajarlah mencinta yang dicipta

Atas nama Penciptanya

Bukankah terkadang

Orang yang sering membuat kita tersakiti

Justru yang paling menyayangi

Bukankah bukan rahasia lagi

Orang yang ingin kita sakiti

Kadang juga yang paling kita sayangi
eiger
kisah apaan yak ? Thinking.gif haha.gif

sunyi selalu aman untuk menyimpan berbagai kisah BigGrin.gif


ada sejuta cara untuk berkuasa,
namun hanya sedikit cara untuk menjadi pengabdi ... king_right.png
The Rambo
klo udah ngumpul gini kan enak BigGrin.gif

kali aja ada yg niatan buat copas ... n ditulis dikartu rayuan HeHe.gif
The Rambo
mana lagi neh tambahannya BigGrin.gif
aqoe
ImNotWorthy.gif thank's atas kebaikan bro @rambo mengumpulkan collksi puisi gwe dadi satu................smoga persatuan ini pertahan ampe buyut [ walah ] HeHe.gif
Gwe coba buat rus nulis 'n nambah koleksi ini semampu gwe................thank's again my dearest brodah HeHe.gifKiss.gif
eiger
ayo bro @aqoe..
posting lagi koleksi puisi2 nya Applause.gif
aqoe
Teras Tua


di teras tua yang selalu menyapa senja
usia merambat tak juga jeda
mengantar putih perak di kepala
menggurat kerut di wajah

kata-kata bagai auman macan
belantara terdiam
sejenak saja berganti senyuman
dari matanya yang berawan

dalam rentamu
tetaplah kokoh lenganmu
saat kugayutkan letihku
tanpa kata apalagi cerita
tentang gemuruh cinta

di secangkir kopi buatan ibu
bertemankan angin purba
kitab tua bersampul lusuh
ayat terbaca kata demi kata
sayup tak pernah lenyap
menetesi resah yang senyap

tunggulah aku
di terasmu
ibuku..............



nb:
teruntuk Bunda nyang terbaring sakit di sana sad.gif
Bunda.........lekaslah sembuh crying_anim.gif
Do'a_qoe senantiasa terlantun bagimu Bunda........Praying.gif
aqoe
Orang-OrangKitabSuci


Orang-orang itulah, orang-orang itu,
orang-orang yang bangun,
dengan bulu mata dibelakang tengkuknya
bantalnya menepuk busa pundaknya
selepas santun mengelus bulu kaki
mereka meraba-raba,
masihkah mata yang semalam terpejam
masih utuh di rongga telurnya?

Lantai itu bercorak persegi
dengan sisi sama panjang
dan siku tertata rapi
Didatangkan dari pedalaman Afrika
Konon, katanya di angkut kapal
pedangang Belanda,

Ada waktu yang tercatat di halaman
ingatan seseorang,
sebelum orang-orang itulah, orang-orang itu,
orang-orang yang bangun,
dengan bulu mata dibelakang tengkuknya
menghadap barat di dalam kamar-mandi
Lantai itu,
hanya boleh dibasahi embun
yang ditebar udara,

Dari pintu, ke pintu
siku-siku itu kembali melahirkan
siku-siku yang tegap menjulang
dengan nol derajat,
dari utara tuhan.

Mari angkat dua tangan dan tundukkan kepala
seserhana lekuk kurma di mangkuk
pagi ini,
orang-orang yang bangun,
kemudian jongkok di kamar mandi
lalu bersila di atas pandan
tegakkan. tegakkan rusuk belakang
dan ketika mulai mengunyah
jangan sampai pecah kata-kata
yang dirantai di lingkar dada tuhan
aqoe
september


dipeluk angin september dalam rintik
ada rindu yang berbisik

berapa lama hujan tersulam dari seberang
terbawa tawa angin yang menggiring
hingga sajak tak terus merangkak
mengerjap dalam ketukan dan detak

berapa lama genangan langkah kita
tinggalkan tapak dalam basah tanah
hingga matahari pagi tak lagi sempat
membakar pucuk kenanga

dipeluk angin september yang renyah
aku teringat tentang jeda yang kita punya
di sudut teluk rambutmu terurai
dan aku hanya bisa tergagap saja

langit sepertinya memahami
dalam setiap hari yang berganti
dan rindu yang yang enggan menepi
aqoe
Telahkah dibaca.............

seperti kenangan
kata juga punya jejak rahasia
tanganku menuliskannya
sambil mengenang waktu yang lewat
dan luka yang terus terawat

telah kau baca puisi-puisiku
dengan tanya yang kadang menjelma
dalam kata tak percaya
kenapa rimbunan cinta tetap ada
meski jelas akan semburkan luka

telah kau baca semuanya
cerita perjalanan sebelum kita bersama
tentang suka cita yang tak membuat senyum
tentang luka yang menjelma tawa
setidaknya dalam bait-bait puisiku

seperti igauan dalam tidur
kata juga berbisik lembut
kadang lebih lirih dari maut
menuturkan hari yang telah hilang
menjadi bayang dalam petang

aku dan kata telah bersekutu
dalam pahit yang tak beda
sambil membuka jejak dalam rahasia
dalam baris pertama semua puisi
yang akan kau baca nanti
aqoe
Tak Terbaca Lagi

lebih sepuluh tahun telah terbang
ada yang tertanam jadi prasasti
hingga dalam pigura di dinding
dan pasti yang terekat dalam sekat

aku tak ingat kapan musim berubah
semestinya hujan menghijaukan sawah
jalanan di kampung lebih adem
bunga makin merekah senyumnya

namun sepi padang senja tiba-tiba datang
wajah meredup jelang petang
tanpa sapa yang lebih sering
lalu bait makin terasa kering

hingga turunlah hujan yang ditunggu
tapi di hati malah tumbuh kemarau
retak di mata, retak dalam kata
kita menjadi dua orang yang berbeda

lebih sepuluh tahun telah terbang
bayang-bayang menghilang
tergelincir kaki waktu
dan tangis yang tak terjinakkan

tinggal catatan malam
yang tak bisa terbaca lagi
ketika bulan mati
aqoe
Luruh Dalam

jiwa-jiwa kosong
terkulai
di jalanan
jiwa-jiwa sombong
bergantungan
di pepohonan

tatap mata hampa
di penjuru kota
bergelas bir
tenggelamkan takbir

tatap mata teduh
di sudut rumah
selembar sajadah
digelar pasrah
dihiasi ayat-ayat

gelisah yang tersayat
luruh dalam
dua rakaat
untor
Oooooooooowwwwwwwwwww.. bagus bagus banget pusimuuuuuuuuuuuuuuuwwwhhhh!!!
Aku jadi terharuuuuwwwwwwwwww.....

Maap ya bro, gw copy paste, buat ngerayu cewe gw hehe
Tx
Ice_Ghost
aduh bagus banget puisinya siip loh
The Rambo
kemana neh bro aqoe bolakbalik.gif

kok lama ga nongol ya BigGrin.gif
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.