gw coba jawab ya...
mgkin sedikit ceritanya aja
kekalahan Marsekal Erwin Rommel (Nazi Jerman) tahun 1942 di Afrika Utara dari pasukan Inggris yang dipimpin oleh Marsekal Bernard Montgomery, merupakan salah satu turning point dari WWII selain perang di Eastern Front (Battle of Stalingrad)...
kekalahan Rommel ini sebetulnya disebabkan oleh terhambatnya logistik peralatan perangnya serta minyak. logistik peralatan tersebut selalu diganggu oleh angkatan laut Inggris dan angkatan udara Inggris (RAF) yang menguasai Laut Tengah... akibatnya... logistik perang Jerman terganggu bahkan terhenti... sebagai gambaran kekuatan Jerman menjelang kekalahannya... ketika Rommel berhadapan dengan Inggris pada tanggal 29 Oktober 1942, Rommel hanya tinggal mempunyai 230 buah tank saja sedangkan Inggris waktu itu masih mempunyai 1000 buah tank... Selain itu, masuknya Amerika Serikat dalam peperangan di Afrika Utara membuat Jerman terdesak dari barat (Amerika Serikat - Dwight Eisenhower) dan dari timur (Inggris)
mengenai nasib dari tentara Jerman di Afrika Utara (yang biasanya disebut African Corps)...
mereka ditawan oleh tentara Inggris.. pada tanggal 13 Mei 1943... pasukan Jerman secara resmi menyerah kepada Pasukan Sekutu.. sekitar 240.000 pasukan Axis yang terdiri dari pasukan Jerman dan Italia menyerah...
namun ada beberapa pasukan lainnya yang berusaha melarikan diri ke Italia... sekitar 653 orang Jerman berhasil melarikan diri...
mengenai yang menyerah mereka akan masuk ke kamp penahanan - menjadi Prisoner of War (POW), menurut buku PK. Ojong,
Perang Eropa (Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2005), hlm. 227. terdapat perbedaan penting dari peperangan di tanah gurun Afrika Utara dengan Perang di Pasifik yang penuh kebuasan oleh pihak Jepang. Pada perang di Afrika Utara ini tidak dilakukan kejahatan perang demikian. Perang dilakukan secara "fair". hal ini diakui oleh Jerman maupun Inggris. dalam hubungan ini judul buku Marsekal Rommel tentang perang di Afrika itu menarik sekali. Judul buku itu berbunyi
Krieg onhe Hass yang berarti
Perang tanpa Benci. dari pihak Inggris yang paling ketara mengemukakakn sifat
fair dari perang ini adalah Brigadir Desmond Young dalam bukunya
Rommelsebetulnya tidak kokoh bro...
Belanda dan negara-negara Low Country lainnya mengalami kekalahan dari Jerman pada tahun 1940. Pasukan Belanda yang dipimpin oleh Henri Gerard Winkelman menyerah kepada pasukan Jerman pada tanggal 17 Mei 1940. Pertempuran di Belanda ini menyebabkan salah satu kota besarnya Rotterdam hancur oleh Jerman

sehingga pemerintah Kerajaan Belanda yang dipimpin oleh Ratu Wihelmina membuat pemerintahan darurat di Inggris...
gimana bro...