Sungguhkah aku mencintaimu ?
Berapa mawar yang ditawarkan
Dan mimpiku demian lapar
Memagut magut aksara dan goresan pena patah asa
Tiba tiba hidupku merasa seperti sia sia
Sebagai pecundang yang lari dari medan perang
Sepi yang mematri dalam gelisah
Dan kubertanya pada rasa sanggupkah aku menyayangimu
Kuhadapkan wajahku kebarat timur utara dan selatan
Namun yang nampak adalah wajah wajah Syetan
Ku mencintaimu meski tak sebesar cintamu padaku
Ku ingin memelukmu ketika terjaga dari tidur
Penuh rasa rindu penuh rasa sayang dan cinta
Namun bukan dengan syahwat nafsu penyesatan
Sayang… sungguhkah aku benar benar mencintaimu ?
Karena aku mengagumimu hanya dalam diam
Aku merindukanmu dalam diam
Mungkin karena inilah
Sepi yang mematri dalam gelisah
Dan dalam diam aku sangat mencintaimu
Dengan sangat sederhana.
"AKU adalah Seorang PRIA bahagia yang merasa cukup merdeka dalam segala keterbatasanku"