usia jiwa dihitung entah darimana,
biar terasa mudah jika dapat terukur,
ada angka terbaca ada kata terkata,
bisa diawali darimana menghitungnya,
sejak jadi bayi berteriak kepada dunia,
sejak jadi lelaki mengenal wanita,
atau sejak jiwa mengenal sayatan luka.
kurasa menghitungnya tak mudah,
saat ada luka maka bertambahlah hitungan,
saat cinta menyapa bertambahlah makna,
bagaimana saat kita mati rasa?
usia jiwa bukanlah angka,
tak akan terteka,
karena terus bertambah,
bukankah begitu?
btw...........
Panjang umur dan sukses selalu