MASIH ADAKAH TERSISA TEMPAT UNTUKKU ?
Wahai gadis yang suka mawar.....
senang hati kau dapat hadir
walau tanpa secangkir teh yang biasa kau nikmati dengan lagumu
dalam satu meja berhadapan yang kusiapkan di atas awan
hanya bertatap saja tanpa kata
awan putih mengarak kita menjelajahi angkasa
betapa gambaran itu membuahi jiwa gundah merana
Wahai gadis yang suka mawar.....
bagaikan slide-slide berputar di depan mata
walau hanya hitam dan putih warnanya
tak banyak berharap untuk menjadi berwarna
tak banyak berharap tuk menjadi nyata
mungkin cukup dalam angan saja
karena masih ada panah menancap di pusara hatimu
bukan dari busur yang bersemayam di hatiku
Wahai gadis yang suka mawar.....
ijinkan kutanam bunga di sudut petak hatimu
berikan kursi agar aku bisa duduk dan memainkan gitar
dan menyanyikan lagu-laguku
walau tak menyebarkan wangi
tapi kuharap bisa menghias sudut hatimu
masih tersisakah tempat untukku ?