
Selain interpretasi sinyal neurofisiologis, para ilmuwan juga menggunakan teori ‘belajar ala mesin’ yang berbasis jaringan neuronal. Di BCI, sebuah mesin support-vector mengklasifikasi kurva pengukuran berdasarkan sinyal dari pengguna, misalnya apakah sinyal yang datang itu berasal gerakan tangan kiri atau kanan.Pengembangan teknologi ini juga tidak terlepas dr kemajuan software2 pendukung yg lebih cepat dan memungkinkan interaksi yg lebih akurat.

Beberapa model alat yg berupa headset telah sering dipamerkan.
Namun mungkin baru Neuronheadset buatan Emotiv System yang akan dijual ke pasaran.

Headset untuk mendeteksi gelombang otak ini menyerupai tempurung kepala manusia. Koneksinya tidak lagi menggunakan kabel alias wireless. Di dalam Neuronheadset, terdapat 14 neurosensor yang terletak menyebar.
Cara kerja Neuronheadset sangat simpel. Pada dasarnya, otak kita memiliki sekitar seratus miliar saraf atau biasa disebut dengan neuron. Ketika neuron berinteraksi dan memancarkan kekuatan elektrik, maka alat ini memanfaatkan kekuatan tersebut untuk melakukan komunikasi dengan PC.
Pengoperasian PC kini dapat dilakukan secara praktis. Tanpa harus bersentuhan dengan keyboard sama sekali. Kepraktisan ini akan lebih terasa ketika bermain game. Sebab, kita dapat membawakan karakter pada sebuah permainan sesuai mood, pemikiran, maupun pembicaraan kita.
Perangkat interfacing antara otak dengan komputer ini sudah bisa ditemukan di pasaran pada akhir tahun ini. Harga per unitnya sekitar USD 299 setara dengan Rp 2,7 juta.
