Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Khalid ibn Al-Walid
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Sejarah > Sejarah Dunia
Pages: 1, 2, 3
Erika Sato
Aku baru nyelesain tugas laporanku nih. Guru sejarahnya emang keren banget. Aku sampe jadi suka sejarah. Tokoh yang satu ini punya reputasi yang hampir sejajar dengan Alexander The Great. Khalid tidak pernah kalah dalam pertempurannya.
Sayangnya waktu aku survey ke teman-temanku sekelasku yang muslim, ngga banyak yang tau tentang tokoh yang satu ini.
No offense buat saudara/i yang anti perang. Ini pure tentang sejarah kok.


Khalid ibn al-Walid (592-642 M)

Khalid ibn Al-Walid adalah salah satu jenderal Arab yang sangat dikenal di awal penaklukan Islam Abad ke-7, tercatat akan kemampuan militernya dalam memimpin pasukan-pasukan Muhammad dan dua Khulafaur Rasyidin pertama, Abu Bakr dan Umar ibn Al-Khattab. Karena ia tidak terkalahkan dalam lebih dari seratus pertempurannya melawan Imperium Romawi Timur dan Imperium Persia, ia dihormati sebagai salah satu panglima militer terbaik sepanjang masa.

Ia lahir sekitar tahun 592 M di Makkah. Khalid terlahir sebagai anggota Bani Makhzum, salah satu klan yang berpengaruh di Makkah dan berperan sebagai andalan di bidang militer. Ketika Islam pertama kali tumbuh di Makkah, ia termasuk golongan mayoritas yang sangat memusuhi Muhammad dan para pengikutnya. Ketika umat Islam Makkah berhijrah ke Madinah, beberapa pertempuran besar berlangsung antara pasukan Makkah dan pasukan Madinah. Ia terlibat dalam Pertempuran Uhud dan Pertempuran Khandaq ‘Parit’.

Untuk pertama kalinya ia mempertunjukkan keahliannya dalam bertempur pada Pertempuran Uhud. Ia menjadi panglima pasukan kavaleri kuda Makkah. Dalam kondisi pasukan Makkah yang terdesak, Khalid mampu mengubah keadaan menjadi kemenangan Makkah.



Tahun 628 M, Perjanjian Hudaybiyah disepakati. Perjanjian ini adalah perjanjian gencatan senjata antara Makkah dan Madinah. Setelah perjanjian ini, Khalid masuk Islam. Tiga tahun sejak ia masuk Islam, untuk pertama kalinya ia bergabung dalam pasukan Islam dalam pertempuran yang cukup penting, Pertempuran Mu’tah.

Dalam pertempuran ini, ia menjadi prajurit biasa bersama 3.000 pasukan Madinah lainnya menghadapi sekitar 100.000-200.000 pasukan Romawi Timur. Di tengah pertempuran yang berlangsung selama tujuh hari ini, ia ditunjuk untuk menjadi panglima karena tewasnya tiga panglima: Zayd bin Haritsah, Ja’far bin Abu Thalib, dan Abdullah bin Rawahah. Dengan perannya ini, pasukan Madinah bisa bertahan selama tujuh hari.

Ia mengubah posisi pasukan sayap kanan ke sayap kiri dan begitu juga sebaliknya. Ia lalu membariskan seluruh pasukannya dalam barisan yang amat panjang untuk memberikan kesan jumlah pasukannya lebih banyak. Ia juga memerintahkan pasukannya untuk membuat debu dan pasir beterbangan lebih dari yang seharusnya. Strateginya berjalan cukup sukses dengan timbulnya kewas-wasan dalam hati pasukan Romawi karena mengira pasukan Madinah menerima bantuan. Efek ini muncul karena mereka harus berhadapan dengan wajah baru setiap harinya. Khalid lalu dengan lebih mudah agak mengorientasikan pasukannya untuk selalu mundur sedikit demi sedikit. Pasukan Romawi mengira hal ini adalah jebakan untuk membuat mereka masuk ke gurun pasir Arab yang “kejam”. Hari ketujuh, perang berakhir dengan mundurnya kedua belah pihak. Dalam pertempuran ini, Khalid mematahkan sembilan pedangnya yang menunjukkan betapa intensifnya pertempuran antar kedua belah pihak. Karena kepemimpinannya dalam pertempuran ini juga, ia dijuluki SayfUllah ‘Pedang Allah’.

Di masa Khalifah Abu Bakr, Khalid diutus memimpin 18.000 dalam Perang Islam-Persia. Perang ini diawali oleh Khalid dengan pengiriman surat kepada Hormuz, Gubernur Persia untuk Mesopotamia. Isi suratnya sangat terkenal seperti yang dicantumkan di bawah ini.
“Masuklah dalam Islam dan kalian akan selamat. Atau bayarlah jizyah, dan Kamu serta rakyatmu akan kami lindungi, jika tidak, Kamu akan menjadi bersalah atas konsekuensinya, karena saya akan datang kepada kalian dengan orang-orang yang mencintai kematian sebagaimana kalian mencintai kehidupan.”
Pertempuran pun harus dilakukan karena Persia tidak mau takluk begitu saja. Empat pertempuran pertama dimenangkan pasukan Kekhalifahan Islam: Pertempuran Rantai, Pertempuran Sungai, Pertempuran Walaja, dan Pertempuran Ullais. Khalid benar-benar memanfaatkan kelemahan pasukan Persia yang sangat lambat karena beratnya persenjataan dan baju perang mereka. Dalam Pertempuran Rantai, ia “mengerjai” pasukan Hormuz dengan membuat mereka bolak-balik antara Kota Uballa dan Kota Kazima beberapa kali. Akibatnya pasukan Persia kelelahan dan Khalid pun memenangkan pertempuran pertamanya melawan Hormuz. Satu bulan kemudian, Hirah, ibukota Mesopotamia, berhasil direbut dan dalam beberapa bulan berikutnya, seluruh Mesopotamia dikuasai oleh Kekhalifahan Islam.

Setelah tugasnya usai dalam tahap pertama penaklukan Persia, ia diutus untuk memimpin pasukan khalifah di front peperangan di barat, Perang Islam-Romawi Timur. Agustus-November 634 M, Umar ibn Al-Khattab menggantikan Abu Bakr sebagai khalifah dan mengeluarkan keputusan yang mengejutkan dengan menurunkan jabatan sepupunya, Khalid, sebagai panglima tertinggi dalam penaklukan Syams. Tidak ada reaksi negatif dari dirinya. Ia terus bertempur.

Bulan Oktober 636 M, Abu Ubaydah menyerahkan kepemimpinan pasukan untuk sementara kepada Khalid sebagai panglima keseluruhan pasukan yang jumlahnya berkisar 30.000-40.000. Pasukan Romawi Timur yang datang ternyata benar-benar sesuai dengan kabar dari tawanan perang pada pertempuran sebelumnya, 150.000-240.000.

Pertempuran Yarmuk pun terjadi dan terjadilah kemenangan yang sangat menentukan dan bersejarah. Dengan membariskan pasukannya sepanjang 18 km, Khalid mengawali perang dengan strategi bertahan dan melakukan serangan balik ketika pertengahan hari. Kondisi ini terus berlangsung selama 4 hari. Pada hari kelima, pasukan Romawi mencoba membuat gencatan senjata, tetapi gagal. Pada hari keenam, Khalid mengubah strateginya menjadi penyerangan efektif. Pasukan Romawi kalah pada hari itu juga. Pertempuran Yarmuk merupakan salah satu dari contoh pertunjukan strategi militer brilian yang sangat langka di mana sejumlah pasukan dengan jumlah jauh lebih kecil mampu bertahan, bahkan menang melawan pasukan yang sangat besar jumlahnya.

Semua gambar berikut ini terjadi pada hari keenam Pertempuran Yarmuk. Khalid baru menerapkan strategi menyerang pada hari ini karena telah mengetahui kendornya moral lawan.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Keterangan: Blok Merah~Pasukan Infantri Islam
Blok Putih~Pasukan Kavaleri Islam
Blok Biru~Pasukan Infantri Romawi Timur
Blok Abu-abu~Pasukan Kavaleri Romawi Timur

Umar sekali lagi mengeluarkan kebijakan yang mengejutkan dengan memberhentikan Khalid secara total dari pasukan. Khalid dianggap terlalu berlebihan dengan memberikan ganjaran 10.000 Dirham untuk seorang penyair yang memuji dirinya. Ini dianggap sebuah pemborosan. Tahun 638 M, Khalid pun kembali ke Madinah dan secara normal agak memprotes pemberhentianny. Namun pada akhirnya, Khalid ibn Al-Walid tetap setia pada pemimpin dan agamanya. Ia menerima keputusan pemberhentiannya.

Khalid menjalani sisa kehidupannya di Kota Emesa, Syams. Ia wafat pada tahun 642 M dalam usia 50 tahun. Salah satu kalimat terakhirnya adalah sebagai berikut.
“… Dan di sini aku mati di atas tempat tidurku seperti domba yang mati. Mudah-mudahan mata orang-orang pengecut tidak akan pernah tidur!”
Pernyataannya ini menunjukkan kekecewaannya karena tidak bisa mencapai kematian di medan pertempuran yang merupakan dambaannya. Kuburannya sekarang menjadi bagian dari Masjid Khalid ibn Al-Walid.

Dalam sebuah narasi, dia memiliki bekas-bekas luka dari sejumlah sabetan pedang, tombak, dan panah hampir di semua bagian tubuhnya selain wajah. Orang-orang yang melihat luka-lukanya akan sulit menerka bagaimana ia bisa selamat dari luka-lukanya itu. Kemahirannya dalam bermain pedang dipertunjukkan dalam beberapa duel dalam pertempurannya. Dalam Pertempuran Rantai di Mesopotamia, ia membunuh Panglima Hormuz dalam duel seru yang disaksikan oleh dua belah pihak. Ia juga sangat mampu memanfaatkan pasukan berkudanya jauh lebih efektif dari musuh-musuhnya.

Rekor tidak terkalahkannya dalam pertempuran membuatnya memperoleh tempat yang hampir sejajar dengan Alexander The Great dan Subutai--salah satu panglima perang Jenghis Khan--. Ia sering sekali menggunakan beberapa taktik perang yang sangat cerdas seperti yang pernah ditulis dalam buku The Art of War karya Tsun Zu. Meskipun wilayah taklukannya tidak seluas taklukan Alexander The Great, ia tetap merupakan panglima perang terbaik di zamannya di samping Eulji Mundeok, panglima Korea yang hidup semasa dengannya.

Satu hal yang mungkin tidak bisa dimiliki oleh panglima perang lainnya adalah sifatnya yang jauh dari keangkuhan dan penuh kemurnian tujuan. Hal ini ditunjukkannya ketika menerima dengan penuh kelapangan dada kebijakan khalifahnya yang menurunkan jabatannya dan bahkan memberhentikannya dari pasukan. Sungguh sangat mungkin baginya memberontak pada khalifah karena pasukannya yang sangat mencintai diri jenderalnya. Ia hanya berkata,
“Saya tidak berperang untuk Umar.”
Bahkan yang menjadi kekesalannya ketika diberhentikan bukanlah kekesalannya yang harus kehilangan jabatan, tetapi kekesalan karena tidak bisa lagi berperang membela agamanya dan mencapai cita-citanya untuk mati di medan perang.

Bibliografi

Wikipedia. Battle of Ajnadayn (URL: http://en.wikipedia.org/Battle_of_Ajanadayn).
Wikipedia. Battle of Chains (URL: http://en.wikipedia.org/Battle_of_Chains).
Wikipedia. Battle of Hunayn (URL: http://en.wikipedia.org/Battle_of_Hunayn).
Wikipedia. Battle of Khaybar (URL: http://en.wikipedia.org/Battle_of_Khaybar).
Wikipedia. Battle of Mu’tah (URL: http://en.wikipedia.org/Battle_of_Mu’tah).
Wikipedia. Battle of Uhud (URL: http://en.wikipedia.org/Battle_of_Uhud).
Wikipedia. Battle of Walaja (URL: http://en.wikipedia.org/Battle_of_Walaja).
Wikipedia. Battle of Yarmouk (URL: http://en.wikipedia.org/Battle_of_Yarmouk).
Wikipedia. Conquest of Mecca (URL: http://en.wikipedia.org/Conquest_of_Mecca).
Wikipedia. Khalid ibn al-Walid (URL: http://en.wikipedia.org/Khalid_ibn_al-Walid).
Wikipedia. Ridda wars (URL: http://en.wikipedia.org/Ridda_wars).
Wikiquote. Khalid ibn al-Walid (URL: http://en.wikiquote.org/wiki/Khalid_ibn_al-Walid)
Eber
Wuih, keren nih postnya. Beneran ini cuma tugas laporan Sejarah?
Ya, memang jumlah panglima perang yang tidak pernah kalah sangat sedikit. Yang gw tahu: Khalid, Alexander The Great (Iskandar Agung), Eulji Mundeok, Subutai (Eulji dan Subutai disebutin juga di artikel di atas), Tariq bin Ziyad, Sargon The Great, dan kabarnya Hang Tuah juga ngga terkalahkan (khusus utk Hang Tuah: mungkin hanya mitos). Bahkan Julius Caesar maupun Napoleon pernah kalah dalam beberapa pertempurannya.
Ngeringkas dari Wikipedia ya?
Kalo diliat dari bibliografinya, semuanya English tuh. Bagus banget terjemahannya.
TheCross
nice post bro..... speak_cool.gif speak_cool.gif speak_cool.gif
Ja_ne_chan
Applause.gif Applause.gif Nice post Dek Sato. Kalo gw jadi gurunya, dikasih nilai A deh.
woolgatherer
keren bgt...gua jd byk tau setelah baca ini
kadalmania
keren abis ....
Erika Sato
Whew, akhirnya selesai juga UN-nya. Kk2 semua, doain aku lulus ya. Sekarang tinggal SPMB.
Sebagai refreshingnya, aku ringkas artikel [i]Battle of Yarmouk[/i] 'Pertempuran Yarmuk' dari Wikipedia. Mudah2an bermanfaat.


Pertempuran Yarmuk

Damaskus yang merupakan benteng pertahanan Romawi di Syams (Syria) direbut oleh pasukan Islam tahun 634. Jatuhnya kota ini diikuti oleh takluknya hampir semua wilayah Syams yang dahulunya dikuasai oleh Romawi, kecuali daerah utara.

Tahun 635, Kaisar Romawi, Heraklius, akhirnya mengumpulkan seluruh tentaranya menuju ke Syams untuk menahan invasi Islam. Bulan Mei 636, terkumpullah sekitar 100.000 (perkiraan modern)-200.000 (sumber-sumber Islam) pasukan. Pasukan ini terdiri dari pasukan asli Romawi dan beberapa pasukan dari daerah-daerah kekuasaan Romawi: Slav, Frank, Georgia, Armenia, dan Arab Kristen.

Pasukan ini dibagi dalam 5 legiun dengan panglima utama adalah Mahan, Raja Armenia (raja bawahan dari Heraklius). Pasukan Armenia juga langsung ia komando. Sedangkan Qanatir, Pangeran Slav, menjadi panglima bawahan yang memimpin pasukan Slav. Jabla bin al-Eiham, Raja Arab Ghassanid, memimpin pasukan Arab Kristen. Sisanya pasukan asli Romawi dikomando oleh Gregory dan Dairjan.

Pada saat yang sama, seluruh pasukan Islam terbagi di empat penjuru Syams: pasukan Amr ibn al-'Ash di Palestina, pasukan Shurahbil di Yordania, pasukan Yazid ibn Abu Sufyan di Caesarea dan pasukan Panglima Utama Abu Ubaydah ibn al-Jarrah yang bersama Khalid ibn al-Walid di Emesa. Mengetahui hal ini, Heraklius berstrategi untuk menghancurkan pasukan Islam satu per satu.

Sayangnya berita ini dibocorkan oleh salah satu tawanan perang yang ditahan oleh pasukan Khalid. Khalid pun menyarankan agar seluruh pasukan Islam di utara segera ditarik kembali untuk berkumpul. Usulan ini disetujui dalam rapat militer dan seluruh pasukan yang tersebar berkumpul di Dataran Yarmuk. Seluruh pasukan Islam mengembalikan masing-masing jizyah yang telah dipungut ke masing-masing daerah karena pasukan Islam tidak bisa melindungi penduduk kota-kota yang telah direbutnya untuk sementara waktu.

Akhirnya kedua pasukan berhadapan di Dataran Yarmuk. Pasukan Islam mendapat pasukan bantuan dari Yaman sekitar 6.000 orang sehingga jumlah mereka menjadi sekitar 40.000.

Susunan Pasukan

Mahan memosisikan empat pasukan regulernya dalam satu barisan. Sayap kanan dipimpin Gregory dengan kaki semua pasukan dirantai berhubungan karena mereka bersumpah tidak akan lari dari pertempuran. Rantai ini juga dapat menahan tusukan dari pasukan kavaleri musuh. Pasukan Qanatir berada di sayap kiri. Di tengah, pasukan Dairjan dan pasukan Armenia bersebelahan dengan dipimpin Dairjan. Empat kavaleri ditempatkan di belakang masing-masing pasukan infantri. Di garis depan, sekitar 21 km di depan garis reguler, pasukan Jabla bin al-Eiham yang berkuda dan berunta ditempatkan.

Di pihak muslim, Khalid ibn al-Walid diamanahkan untuk memimpin keseluruhan pasukan oleh Abu Ubaydah. Khalid mereorganisasi pasukan dalam 36 resimen infantri dan 4 resimen kavaleri. Pasukan kavalerinya dapat digunakan dengan mobilitas tinggi karena tidak terikat pada sejumlah kecil resimen infantri. Pasukannya membentang sejauh 18 km. Pasukan kiri tengah dipimpin Abu Ubaydah ibn al-Jarrah dan Shurahbil bin Hassana memimpin kanan tengah. Sayap kiri dipimpin Yazid dan sayap kanan di bawah Amr ibn al-'Ash.

Dalam sebulan, pasukan Jabla hanya mencoba kekuatan pasukan Islam. Baru kemudian perang intensif terjadi.

Hari pertama sampai hari ketiga, Romawi memegang kendali penyerangan. Namun usaha mereka tidak efektif karena Khalid selalu melakukan serangan balik setiap menjelang sore ketika pasukan musuh kelelahan. Posisi pasukan tidak banyak berubah dalam beberapa hari tersebut.

Pada hari keempat, serangan lebih gencar dilakukan dan Romawi sedikit lebih berhasil menghancurkan sayap kiri pasukan Islam. Beruntung Ikrimah bin Abu Jahl bersama 400 orang bersumpah untuk bertempur sampai mati pada sore harinya sehingga pasukan Islam sedikit terselamatkan.

Hari kelima, terjadi kejadian mengejutkan. Pasukan Romawi menawarkan perjanjian gencatan senjata. Melihat ini sebagai turunnya moral lawan, Khalid menolaknya.

Akhirnya pada hari keenam, Khalid membalas melakukan serangan agresif. Semua gambar berikut ini terjadi pada hari keenam Pertempuran Yarmuk. Khalid baru menerapkan strategi menyerang pada hari ini karena telah mengetahui kendornya moral lawan.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Keterangan: Blok Merah~Pasukan Infantri Islam
Blok Putih~Pasukan Kavaleri Islam
Blok Biru~Pasukan Infantri Romawi Timur
Blok Abu-abu~Pasukan Kavaleri Romawi Timur

Hasil Akhir

Segera setelah pertempuran ini berakhir, Khalid ibn al-Walid dan kavalerinya bergerak ke utara mengejar pasukan Romawi yang kabur; Ia berhasil menemukan mereka di Damaskus. Khalid kemudian masuk ke Damaskus di mana ia justru disambut oleh warganya. Ketika kabar kekalahan ini sampai ke telinga Kaisar Heraklius di Antiokia, dia akhirnya mengucapkan selamat tinggal pada Syams, “Selamat tinggal Syams, provinsi terbaikku. Sekarang engkau adalah musuh.”

Heraklius kemudian pulang ke Konstantinopel dan lebih berfokus untuk mempertahankan Mesir. Namun usahanya ini pun gagal karena beberapa tahun kemudian, Amr bin al-'Ash, seorang panglima veteran Yarmuk, berhasil merebut Mesir.

Evaluasi

Pertempuran Yarmuk adalah sebuah contoh dari sejarah militer di mana sebuah pasukan yang inferior mampu menang dengan kemauan, keberanian, dan kepandaian taktik untuk mengalahkan pasukan yang lebih superior.

Kesalahan utama pasukan Romawi adalah membiarkan musuh mereka memilih medan pertempuran. Khalid yang mengetahui bahwa ia harus menghadapi pasukan yang jauh lebih superior dalam jumlah dan persenjataan, harus bertahan dalam empat hari pertama karena keterbatasan tentaranya. Ketika ia memutuskan untuk menyerang pada hari akhir pertempuran, ia menampilkan kualitasnya sebagai panglima perang yang tidak pernah ditunjukkan oleh panglima-panglima Romawi. Bahkan dengan sangat yakinnya ia dengan rencana penyerangan di hari terakhir, malam sebelumnya ia telah mempersiapkan pasukan kavalerinya untuk menutup jalur pelarian lawan jika menang pada keesokan harinya.

Khalid ibn al-Walid adalah salah satu panglima pasukan kavaleri terbaik sepanjang masa, dan pemanfaatannya pada pasukan kavalerinya menunjukkan begitu baik pemahamannya pada potensi dari kavaleri kuda. Sedangkan Mahan dan panglima-panglima bawahannya tidak pernah menggunakan kavalerinya secara efektif, bahkan dalam enam hari itu, pasukan ini statis berada di belakang infantri.

Dikutip, diringkas, dan diterjemahkan dari http://en.wikipedia.org/wiki/Battle_of_yarmouk
eiger
wow... salute neh ma bro erika sato Applause.gif
postnya begitu detail.. ampe ada gambarnya segala .. siippp ..... Hug.gif
Erika Sato
QUOTE (eiger @ Apr 26 2008, 07:29 AM) *
wow... salute neh ma bro erika sato Applause.gif
postnya begitu detail.. ampe ada gambarnya segala .. siippp ..... Hug.gif


Makasih kk. Tapi kok pada manggil "bro" sich? crying_anim.gif
eiger
ups.. cewek ya? HeHe.gif
maaf dech sis.. Hug.gif
kirain cowok Peace.gif
Eber
Nambahin ya... Menurut gw..

Persamaan Khalid ibn al-Walid dengan Alexander the Great
1. Memiliki kecerdasan yang luar biasa dalam menyusun taktik pertempuran
2. Sangat mengandalkan kecepatan pasukannya. Mobilitas pasukan mereka rata-rata lebih cepat 1,5 kali pasukan reguler lainnya.
3. Memimpin pasukan kavaleri dan sangat memahami kelebihan yang dimiliki oleh resimen kavaleri
4. Sangat dicintai oleh pasukannya
5. Diterima dengan baik oleh warga kota-kota yang mereka taklukkan karena ketinggian toleransi yang mereka berikan
6. Orientasi penaklukannya adalah menciptakan negara yang memiliki rakyat yang memiliki banyak perbedaan, tetapi saling bertoleransi dengan perbedaannya itu
7. Cita-cita mereka berdua tidak tercapai. Alexander wafat sebelum ia belum sempat memimpin langsung negara besarnya dan ia pun tidak sempat mewariskan nilai-nilai toleransi pada penggantinya. Sedangkan Khalid wafat dan gagal mencapai cita-citanya untuk mati di medan pertempuran

Perbedaan
1. Alexander selalu menjadi pemimpin pasukan sekaligus pemimpin negara, sedangkan Khalid hanya pemimpin pasukan, bahkan diturunkan jabatannya oleh khalifahnya karena khalifahnya tidak ingin ia larut dalam keangkuhan.
2. Alexander cenderung tenggelam dalam kebanggaan diri pada kehebatan penaklukannya. Ini terlihat ketika ia memproklamasikan dirinya sebagai dewa di Mesir. Sedangkan Khalid justru tidak menunjukkan kebanggaan berlebihan pada kemampuannya, terbukti ketika jabatannya diturunkan atau ketika ia dipecat, determinasinya semakin tinggi
3. Hampir semua pertempuran menentukan dihadapi oleh Khalid melawan jumlah pasukan yang lebih besar, sedangkan Alexander hanya beberapa kali saja harus mengahadapi kekuatan pasukan musuh yang lebih besar dari pasukannya.
Erika Sato
Mau nambahin lagi nih, artikel berikut ini adalah tentang ucapan-ucapan Khalid maupun orang-orang tentang Khalid. Diringkas dan diterjemahkan langsung dari en.wikiquote.org. Selamat menikmati... Peace.gif


Khalid ibn al-Walid bagian I

Khalid ibn Walid (592-642) (dalam Arab: خالد بن الوليد) juga dikenal sebagai Pedang Allah. Ia diingat karena kecakapan militernya, memimpin pasukan-pasukan Nabi Muhammad dan Khulafaur Rasyidin pengganti Muhammad: Khalifah Abu Bakr dan Khalifah Umar selama penaklukan Islam di abad ke-7. Karena kelebihannya berupa tidak terkalahkan dalam lebih dari seratus pertempuran melawan tentara-tentara superior―dalam jumlah pasukan― dari Imperium Romawi Timur, Imperium Persia Sassanid, dan sekutu-sekutu mereka, ia dihormati sebagai salah seorang panglima militer terbaik dalam sejarah.

Isi
• Ucapan-ucapan Khalid
• Pidato-Pidato
• Ucapan-ucapan tentang Khalid
• Sumber


Ucapan-ucapan Khalid

Apakah kamu melihat sebuah ruang sebesar tangan di kaki, dada, dan lenganku yang tidak tertutupi oleh goresan-goresan akibat luka sabetan pedang, tusukan panah, atau tusukan tombak?
o Khalid mengatakan ini pada seorang temannya beberapa hari sebelum ia wafat, empat tahun setelah pemberhentiannya dari pasukan.

Jika kamu berada di awan, Allah akan mengangkat kami kepadamu atau menurunkan kamu kepada kami untuk berperang.
o Khalid mengatakan ini pada pasukan Romawi ketika mereka mundur dari medan pertempuran Kota Chalcis yang berbenteng.

Ketika aku berada di medan pertempuran, Aku lebih menyukainya daripada ketika aku berada di rumahku.

Malam yang hujan ketika aku berdiri menggunakan baju zirah dengan pedang dan perisai di tanganku dan melihat lagi dan lagi ke arah timur, menunggu matahari terbit agar aku bisa memulai pertempuran.
o Khalid mengatakan ini setelah diberhentikan dari pasukan oleh Khalifah Umar pada 638 M.

Masuklah ke dalam Islam dan Kamu akan selamat. Atau bayarlah jizyah, dan Kamu dan kaummu akan kami lindingi, jika tidak, Kamu hanya akan mendapatkan dirimu bersalah atas konseuensinya, karena aku aka membawa kepadamu pasukan yang mencintai kematian seperti kamu mencintai kehidupan.
o Surat ini ditulis oleh Khalid kepada Gubernur Persia untuk wilayah Mesopotamia sebelum menyerbunya.

Ketika Allah memutuskan suatu permasalahan, itu pasti terjadi.

Aku telah mendedikasikan hidupku menuju jalan Allah yang Maha Tinggi.

Manusia mengharapkan sesuatu, tetapi Allah bermaksud melakukan yang lain.

Bumi menghancurkan orang-orang bodoh, tetapi kepandaian menghancurkan bumi.

Jika kamu jujur, kamu akan bertahan. Jika kamu berbohong, kamu akan musnah.

Aku adalah bangsawan petarung, aku adalah Pedang Allah, aku Khalid ibn Al-Walid.
o Ini adalah kalimat-kalimat terkenal yang biasa diucapkan Khalid di medan pertempuran.

Aku adalah anak dari banyak kepala suku. Pedangku tajam dan mengerikan. Pedang ini adalah benda terkuat ketika periuk pertempuran telah mendidih dengan dahsyat. Aku adalah pilar Islam! Aku adalah Sahabat Nabi! Aku bangsawan petarung, Khalid ibn al-Walid!

Aku akan memberimu tiga hari, jika gerbang-gerbang tidak dibuka dalam masa tersebut, aku akan menyerang. Dan nanti tidak akan ada lagi kesempatan seperti ini.

Aku adalah anak al-Walid! Ada yang ingin berduel?

Demi imanku, air ini akan pergi ke sisi pasukan yang tabah dan lebih pantas mendapatkannya.
o Khalid mengatakan ini pada sebelum Pertempuran Walaj yang menentukan, ketika pasukan Islam kehabisan air.

Oh Tuhan! Jika Engkau memberi kami kemenangan, Aku tidak akan melihat satu pun petarung musuh yang hidup sampai sungai mereka mengalir bersama darah mereka!
o Khalid mengatakan ini pada saat Pertempuran Ullais yang juga dikenal dengan sebutan Pertempuran Sungai Darah.

Pada Pertempuran Mu’tah, aku mematahkan sembilan pedangku. Tetapi aku tidak pernah menemui musuh seperti orang-orang Persia. Dan di antara orang-orang Persia, aku tidak pernah bertemu dengan musuh seperti pasukan dalam Pertempuran Ullais.
o Khalid mengucapkan ini sebagai penghormatannya pada prajurit-prajurit Persia yang sangat berani dalam Pertempuran Ullais yang berdarah.

Tunggulah sebentar; akan datang kepadamu gunung-gunung yang membawa singa-singa dengan baju baja mengkilap, batalion yang diikuti oleh batalion-batalion lainnya.
o Surat ini ditulis kepada Ayaz bin Ghanam yang meminta pasukan bantuan ketika mereka bertempur dengan beberapa suku Arab pemberontak di utara Arab.

Aku tahu bahwa orang-orang ini tidak tahu apa-apa tentang perang.
o Khalid berkata tentang orang-orang Persia dan Arab Kristen yang baru direkrut oleh pasukan Persia setelah Khalid menganalisis pengepungan An al Tamar di Iraq.

Kita akan mengambil rute ini; jangan biarkan ketetapan hati kalian melemah. Ketahuilah bahwa pertolongan Allah datang sesuai dengan keinginanmu. Jangan ada yang ditakutkan oleh orang-orang Islam selama mereka mendapat pertolongan Allah.
o Khalid mengatakan ini pada salah satu panglima bawahannya yang mencoba menghentikannya untuk mengambil rute jalan berbahaya menuju ke Syams dari Iraq melewati Gurun Syams. Panglima itu berkata, ”Kamu tidak bisa mengambil rute inidengan sebuah pasukan. Demi Allah, bahkan seorang yang melakukan perjalanan seorang diri akan mencobanya dengan mengetahui resiko bagi kehidupannya. Perjalanan itu akan membutuhkan lima hari yang penuh kesulitan yang ekstrem tanpa satu tetes pun air dan bahaya tersesat di gurun setiap saat.”

Jika bukan demi kepentingan mematuhi perintah dari khalifah, aku tidak akan pernah menerima perintah ini. Kamu jauh lebih tinggi dariku dalam Islam. Aku adalah Sahabat Nabi, tetapi kamu adalah seseorang yang dipanggil Rasulullah “yang dipercaya oleh bangsa ini”.
o Khalid mengatakannya kepada Abu Ubaydah ibn al-Jarrah ketika Khalid mendapat perintah untuk mengambil alih pimpinan seluruh pasukan di Syams, dan sebagai jawaban dari Abu Ubaydah, “Aku telah menerima surat dari Abu Bakr yang menunjukmu sebagai panglima bagiku dengan senang hati. Tidak ada kebencian dalam hatiku, karena aku tahu kemampuanmu dalam masalah perang.”

Ambillah ini sebagai hadiah, tidak perlu membayar uang tebusan.
o Khalid mengatakan ini ketika menyerahkan putri dari Kaisar Heraklius yang tertangkap dalam Pertempuran Marajul Debaj. Dalam pertempuran ini, Thomas, suami putri Heraklius itu tewas dalam duelnya melawan Khalid.
Heraklius menulis surat balasan pada Khalid,
“Aku telah mengetahui apa yang telah Kau lakukan pada tentaraku. Kamu telah membunuh menantuku dan menawan putriku. Engkau telah menang dan pergi dengan selamat. Sekarang aku meminta anakku kembali. Dan Kau pun mengembalikannya kepadaku sebagai hadiah tanpa pembayaran atau tebusan apapun, kehormatan adalah bagian yang sangat kuat dalam karaktermu.”

Pujian bagi Allah yang telah menetapkan kematian atas Abu Bakr, yang lebih menyukaiku daripada Umar. Pujian untuk Allah yang telah memberikan kekuasaan pada Umar yang kurang menyukaiku daripada Abu Bakr, dan memaksaku untuk menyukainya.
o Khalid mengatakan ini beberapa saat sebelum ia wafat. Abu Bakr mengangkatnya sebagai panglima utama pasukan dan Khalifah Umar memberhentikannya dari pasukan. Walaupun hubungan antar saudara sepupu, Khalid dan Umar, selalu menyisakan sangat sedikit kehangatan, tetapi kepemimpinan Umar yang luar biasa dan adil membuat Khalid kagum, ia pada saat wafatnya mewariskan seluruh hartanya kepada Umar dan menjadikannya sebagai wali bagi surat wasiat warisannya atas tanah dan harta bendanya.

Semoga Allah memberi ampunan pada Abu Bakr! Jika ia masih hidup, aku tidak akan dibebastugaskan dari jabatan.
o Khalid mengatakan ini saat Abu Bakr wafat dan penggantinya, Umar, mengganti Khalid dengan Abu Ubaydah, panglima utama yang baru.

Jika Abu Bakr wafat dan Umar menjadi Khalifah, kami mendengar dan menaatinya.
o Khalid mengatakan ini setelah wafatnya Abu Bakr.

Demi Allah, jika Kamu menunjuk seorang anak kecil untuk memimpinku, aku akan menaatinya. Bagaimana mungkin aku tidak menaatimu ketika derajat ke-Islamanmu jauh lebih daripada aku dan Kamu telah dijuluki sebagai “yang Dipercaya oleh Nabi”? Aku tidak akan pernah mencapai status itu. Aku umumkan di sini dan sekarang bahwa aku telah mendedikasikan diriku menuju jalan Allah yang Maha Tinggi.
o Khalid mengatakan ini pada Abu Ubaydah setelah dibebastugaskan dari jabatannya oleh Umar tanpa diberitahukan alasannya.

Orang-orang Romawi ini adalah yang paling berani di antara orang-orang Romawi yang pernah kutemui.
o Khalid memberi penghargaan pada prajurit Romawi yang ia kalahkan dalam Pertempuran Emesa.

Betapa sedikitnya pasukan Romawi dan betapa banyaknya jumlah kita! Kekuatan sebuah pasukan tidak dinilai dari jumlahnya, tetapi dinilai dari pertolongan Allah padanya, dan kelemahan pasukan ada pada saat Allah meninggalkannya.
o Khalid mengatakan ini pada salah satu prajuritnya di Pertempuran Yarmuk. Prajurit itu sebelumnya berkata, “Betapa banyaknya jumlah pasukan Romawi dan betapa sedikitnya jumlah kita.”

Aku memprotes sebagai sebagai seorang muslim atas apa yang teah Engkau putuskan. Demi Allah, Engkau telah tidak adil padaku, wahai Umar!
o Khalid mengatakan ini pada Khalifah Umar yang memberhentikannya dari ketentaraan tahun 638.

Umar menunjukku untuk Syams sampai ia berubah menjadi gandum dan madu; kemudian ia memberhentikanku!
o Khalid mengatakannya pada istrinya setelah diberhentikan.

Dan di sinilah aku, mati di atas tempat tidur, seperti domba mati. Semoga mata para pengecut tidak akan pernah tidur.
o Kata-kata terakhir dari Khalid.
bersambung...


Sumber-sumber
• Akram, A.I. (1970). The Sword of Allah: Khalid bin al-Waleed, His Life and Campaigns, Rawalpindi: National Publishing House. URL accessed 2008-01-01.
• Fatuh al Sham
• Tarikh al-Tabari
• Tarikh al-Yaqubi
• Ibn Kathir, Al-Bidayah wan-Nihayah, Dar Abi Hayyan, Cairo, 1st ed. 1416/1996, Vol. 6 P. 428.
• Balazuri

Dikutip dan diterjemahkan dari URL: http://en.wikiquote.org/wiki/Khalid_ibn_al-Walid, tanggal 19 April 2008.

Eber
Wah, baru selesai UN ya? Mudah-mudahan berhasil....

QUOTE (Erika Sato @ Apr 26 2008, 07:22 AM) *
Sayangnya berita ini dibocorkan oleh salah satu tawanan perang yang ditahan oleh pasukan Khalid. Khalid pun menyarankan agar seluruh pasukan Islam di utara segera ditarik kembali untuk berkumpul. Usulan ini disetujui dalam rapat militer dan seluruh pasukan yang tersebar berkumpul di Dataran Yarmuk. Seluruh pasukan Islam mengembalikan masing-masing jizyah yang telah dipungut ke masing-masing daerah karena pasukan Islam tidak bisa melindungi penduduk kota-kota yang telah direbutnya untuk sementara waktu.


Hmm, menarik... mereka mengembalikan jizyah karena ngga sanggup melindungi ya? Artinya, jizyah ini bukan sekedar pajak dong? Ada yang bisa jelasin?
Ja_ne_chan
QUOTE (Erika Sato @ Apr 27 2008, 04:35 PM) *
Demi Allah, jika Kamu menunjuk seorang anak kecil untuk memimpinku, aku akan menaatinya. Bagaimana mungkin aku tidak menaatimu ketika derajat ke-Islamanmu jauh lebih daripada aku dan Kamu telah dijuluki sebagai “yang Dipercaya oleh Nabi”? Aku tidak akan pernah mencapai status itu. Aku umumkan di sini dan sekarang bahwa aku telah mendedikasikan diriku menuju jalan Allah yang Maha Tinggi.
o Khalid mengatakan ini pada Abu Ubaydah setelah dibebastugaskan dari jabatannya oleh Umar tanpa diberitahukan alasannya.


speak_cool.gif Keikhlasan dan ketaatan luar biasa, ga bisa dibandingin dengan orang zaman sekarang. Liat aja waktu menteri-menteri kemarin yang di reshuffle pada ngambek. Whistle.gif
Zally
Satu hal yg istimewa: Pasukan Khalid ini pernah hampir membuat Muhammad SAW terbunuh pada perang Uhud.
Saat itu Khalid masih menjadi salah satu pemimpin pasukan kaum kafir Qurasy... Dalam satu serangan balik yg
cepat, pasukan muslim yg 'ngeyel' pada perintah Nabi SAW dan berhamburan merebut harta rampasan perang,
tak terkecuali pasukan pemanah yg berada di atas bukit... Keserakahan ini tercium oleh pasukan Khalid yg memang
mengambil posisi tersembunyi... Gerak cepat Khalid memukul pasukan muslim mencatatkan kekalahan menyakitkan
buat kamu muslim akibat kedurhakaan mereka pada perintah Nabi SAW...

Diceritakan bahwa wajah Nabi SAW berdarah-darah. Serta beberapa gigi beliau tanggal akibat tertembus panah
(or tombak ?) setelah sebelumnya mengoyak pelindung kepala beliau SAW...

Islam-nya Khalid adalah karena pengamatan yg dia lakukan terhadap kehidupan kaum muslim sehari-hari. Bahkan
Khalid sendiri yg menyambangi Nabi SAW di Madinah untuk menyatakan ikrar keislamannya, setelah sebelum itu
dia disambut baik oleh mantan sahabatnya yg sudah terlebih dahulu masuk muslim di Madinah...

Cerita diatas atas redaksi gw sendiri dengan diksi dan ingatan terbatas, jadi mohon maaf kalo ada kesalahan detail...

Berikut adalah kehebatan Khalid dalam buku Seratus Muslim Terkemuka karangan Jamil Ahmad, seorang wartawan
sekaligus ilmuwan dari Pakistan. Buku ini cetakan penerbit Pustaka Firdaus, Juli 1987.

Tentara Islam yang kekurangan persenjataan dan tak terlatih sedang berperang di dua front pada saat yand sama
pada awal pemerintahan Khalifah Kedua (Umar bin Khattab). Di front Irak mereka berperang melawan balatentara
yang besar dari Chosroes, sagn Penguasa Persia, dan di front Syria mereka bertempur melawan pasukan Kaisar
Bizantium (Romawi).

Tentara Islam tersebut bertempur sepanjang hari melawan pasukan Romawi yang terkuat di Syria. Pertempuran ini
berlangsung seimbang. Para pejuang Islam berkumpul di kemah untuk menilai kembali kemajuan yang telah mereka
capai hari itu. Akhirnya, seorang prajurit yang gagah berani berdiri dan berbicara dengan suara lantang:

“Saudara-saudaraku ! Allah senantiasa bersama kita. Sekarang kita sedang berjuang untuk tujuan mulia, yaitu,
mendirikan sebuah pemerintahan yang berdasarkan Persamaan, Persaudaraan, dan Keadilan. Besok, saya ingin
memberi pelajaran pada gerombolan-gerombolan Romawi itu.”
“Apa ?” salah seorang yang hadir bertanya.
“Saya mengusulkan agar kita cukup mengerahkan 30 pejuang Islam saja untuk menghadapi 60 ribu tentara dari si
Jabla, pemimpin kaum Ghassan itu.”
“Apakah kau serius, hai Abu Sulaiman ?” bertanya Abu Sufyan yang sudah lanjut usianya.
“Ya,” jawab Khalid bin Walid yang nama kecilnya Abu Sulaiman.
“Aku pikir kamu terlalu melebih-lebihkan kekuatanmu. Dengan demikian berarti kamu akan mempermainkan nyawa
orang-orang Islam,” kecam Abu Sufyan.
“Tidak, sama sekali tidak. Justru saya ingin menyelamatkan hidup orang-orang Islam. Dengan cara ini saya ingin
membuat takjub musuh yang terlalu membanggakan kekuatan dan peralatan militer mereka yang lebih unggul,"
jawab Khalid bin Walid.

Akhirnya, Abu Ubaidah, komandan pasukan, menengahi perdebatan dan secara aklamasi disetujui bahwa Khalid bin
Walid yang berhati singa akan menghadapi pasukan Jablah bin Gassan yang terdiri dari 60.000 tentara bersenjata
lengkap. Khalid akan diiringi dengan 60 tentara Islam, bukan 30 seperti yang dimintanya. Besoknya, Khalid bin Walid
bersama 59 sahabatnya melancarkan perang yang mengesankan, yang tak tertandingi dalam sejarah peperangan
militer, melawan 60.000 prajurit Nasrani yg hebat.

Pertempuran berkecamuk sepanjang hari dan ke-60 prajurit Islam itu “hilang” dalam lautan manusia yang bersenjata,
dan berperang bagaikan singa-singa melawan gelombang musuh serta meliuk-liuk menghindari badai serangan yang
seakan-akan hendak menyapu habis mereka. Teriakan-teriakan Allahu Akbar yang terdengar dari hiruk pikuk
kancah peperangan itulah yang mengabarkan keberadaan mereka kepada para sahabat yang mengamati perkembangan
pertempuran dangn rasa waswas. Akhirnya, dengan satu usaha terakhir, Khalid bin Walid memenangkan pertempuran
hari itu dan orang-orang Nasrani dipukul mundur dengan menderita kerugian yang sangat besar. Khalid yang tak ter-
kalahkan itu memenangkan pertempuran yang penuh kenangan, yang tak pernah terdengar dalam sejarah peperangan.
Kemenangan ini membuktikan keperkasaan Islam di atas kaum Romawi, walaupun mereka sangat kekurangan dalam
jumlah tentara dan perlengkapan perang.... (hal 363-364)

...

That’s it... panjang amit gw ngetik... T_T;
Tambah dikit lagi tentang pemecatan Khalid oleh Khalifah Umar, masih dibuku yang sama:

Khalifah Umar yang besar, memecat Khalid dari kedudukannya sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Perang Islam, sama
sekali bukan karena dengki. Dia terlalu baik untuk dihubung-hubungkan dengan kedengkian semacam itu. Sir William Muir
bahkan menulis: “Pemimpin militer harus juga memberi tempat bagi pejabat sipil untuk naik, pedang kepada pena, dan
Khalid kepada Abu Ubaidah. Sama sekali tidak ada maksud-maksud tersembunyi yang telah mendorong Umar untuk
mengganti Khalid dengan Abu Ubaidah. Juga sama sekali tidak ada kebencian pribadi yang mempengaruhinya. Umar terlalu
besar untuk berbuat sekerdil itu.’ (Kekhalifahan-Kebangkitan, Kemunduran dan Kejatuhannya). Umar bahkan mencoba
menghilangkan kesalahpahaman yang terjadi di kalangan masyarakat tentang pemecatan Khalid bin Walid. Beliau menyebar
pengumuman resmi ke berbagai provinsi membantah isu-isu yang beredar bahwa beliau memecat Khalid karena kesalahan
nya. Ia menjelaskan pemecatan itu semata-mata karena masyarakat mulai lebih percaya kepada Khalid daripada percaya
kepada Allah SWT....
...
Begitu mendengar kematian Khalid, Khalifah Umar berseru, “Kepergian Khalid telah meninggalkan kekosongan yang tak
dapat diisi dalam Islam.”


... sekian ... >.<
savetheworld
ini baru PAHLAWAN................yang sesungguhnya
svnhvn
khalid ibn walid RA itu ternyata panglima yah?? padahal setau gw dia salah satu perawi qur'an sekaliber zaid bin tsabit RA.

baru tau juga kalo ternyata khalid ibn walid RA dan umar bin khattab RA itu sepupuan..

great post sis..
eiger
sipp... udah pada di update neh Applause.gif

makin salut aja ma khalid bin walid...
the real hero ! ImNotWorthy.gif ImNotWorthy.gif ImNotWorthy.gif
Eber
QUOTE (Zally @ Apr 27 2008, 10:37 PM) *
Ia (Umar) menjelaskan pemecatan itu semata-mata karena masyarakat mulai lebih percaya kepada Khalid daripada percaya
kepada Allah SWT....


Jangan disembah gitu Bro Eiger. Nanti Umar-nya marah + Nanti Khalid disamain kayak Alexander yang mendewakan diri... He..he..Peace Bro
=Sprayer=
wow sis...kalo aku kasih nilai A++ deh
zaibis
wah, makasih banyak Sist, semoga sukses nanti SPMBnya Praying.gif

hebatnya Khalid ibn Al-Walid.. the true warrior

Peace.gif
oewien
• Masuklah ke dalam Islam dan Kamu akan selamat. Atau bayarlah jizyah, dan Kamu dan kaummu akan kami lindungi, jika tidak, Kamu hanya akan mendapatkan dirimu bersalah atas konseuensinya, karena aku aka membawa kepadamu pasukan yang mencintai kematian seperti kamu mencintai kehidupan.
o Surat ini ditulis oleh Khalid kepada Gubernur Persia untuk wilayah Mesopotamia sebelum menyerbunya.


keren niy kata2 Bro.. klo gw yg baca surat ini, ciut jga niy Bro.. Worried.gif
israstamaniac
yap sebanding sama Salahuddin Al Ayubi
t3dd13 oke
Wah hebat...disertai analisis juga nih..BigGrin.gif
Jo Nathan
Keren Abizz
bledhoes
ini bro arti jizyah, jizyah berarti pajak yang dipungut dari rakyat non Muslim merdeka dalam negara Islam, yang dengan pajak itu mereka mengesahkan perjanjian yang menjamin mereka mendapat perlindungan, atau suatu pajak yang dibayar oleh pemilik tanah. Kata jizyah berasal dari kata jaza artinya membalas jasa atau mengganti kerugian terhadap suatu perkara, atau terhadap perbuatan yang telah dilakukan (LL), ini link nya http://studiislam.wordpress.com/2007/10/25/jizyah/
jizyah tidaklah dibayar oleh perorangan, melainkan oleh pemerintah mereka. Kata jizyah diterapkan pula terhadap pajak bumi yang dipungut dari kaum Muslimin yang memiliki tanah pertanian. Tetapi ulama ahli fiqih membuat perbedaan antara pajak perorangan dan pajak bumi, dengan memberi nama kharaj bagi pajak bumi. Dua macam pajak ini merupakan sumber pendapatan utama bagi negara Islam. Adapun sumber lain ialah zakat yang dipungut dari kaum Muslimin sendiri. semoga link di atas bisa memberi gambaran lebih jelas tentang jizyah, gw sambi kerja soalnya, jadi sorry gak bisa bantu kasih penjelasan singkat, sorry, sorry
Zally
QUOTE (israstamaniac @ Apr 28 2008, 03:27 PM) *
yap sebanding sama Salahuddin Al Ayubi

Sepakat...

Kecuali bahwa Salahudin Al Ayubi lebih 'tersohor' karena
berhasil menciutkan nyali King Richard dalam episode
Crusader...

Siapa pun yg pernah nonton “Kingdom of Heaven” pasti
terpesona sama Salahudin Al Ayubi...


;)
Jussy_nn
thank bro2...hal ini menambah wawasan saya...thanks berat thumbsup_anim.gif
hisigi
hmmm ck ck ck
emang keren tu jendral
info bagus brooo angel.png angel.png Applause.gif Applause.gif
oia ap boleh nanya?emaknya dulu nyidam pedang kaliya kok bisa pinter getoo LMAO.gif LMAO.gif Just Kidding.gif Just Kidding.gif HeHe.gif HeHe.gif Thinking.gif Thinking.gif
Erika Sato
...sambungan, quotations dari/untuk Khalid

Pidato-pidato

Tidakkah Kamu melihat kekayaan tanah Persia? Tidakkah Kamu ingat kemiskinan tanah Arab? Tidakkah Kamu lihat bagaimana tanam-tanaman menutupi tanah-tanah buminya? Jika perang suci tidak diperintahkan oleh Allah, kita masih akan datang dan menaklukkan tanah yang kaya dan mengubah kelaparan gurun-gurun kita dengan makanan yang bertumpuk yang sekarang kita miliki.
o Pidato pada tentaranya setelah Pertempuran Walaja melawan Persia tahun 633 M.

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Khalid ibn Walid untuk Raja Persia. Pujian untuk Allah yang telah mengacaukan sistemmu dan mengagalkan rencana-rencanamu. Dan jika Dia tidak melakukannya, justru yang jauh lebih buruk yang akan menimpamu. Ikutilah peraturan kami dan kami akan meninggalkan Kamu dan tanahmu dengan damai; jika tidak, Kamu akan merasakan kekalahan atas orang-orang yang mencintai kematian seperti Kamu mencintai kehidupan
o Surat ini dikirim kepada Kaisar Persia setelah penaklukan Provinsi Iraq.

Ketahuilah wahai muslim, bahwa Kamu tidak pernah melihat pasukan Romawi yang seperti Kamu lihat sekarang. Jika Allah mengalahkan mereka dengan tangan-tanganmu, mereka tidak akan pernah lagi melawanmu. Jadi tabahlah dalam pertempuran dan pertahankanlah imanmu. Janganlah kamu membalikkan punggungmu terhadap mereka karena balasannya adalah neraka. Berhati-hatilah dan tetaplah dalam posisimu dan jangan menyerang sampai aku beri perintah.
o Pidato pada Pertempuran Ajnadayn yang merupakan pertarungan puncak pertama antara Islam dan Romawi.

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Pidato ini diberikan oleh Khalid ibn al-Walid pada rakyat Damaskus. Ketika pasukan Islam masuk, mereka (rakyat Damaskus) akan selamat, harta, biara-biara, dan dinding-dinding kota mereka, tidak satupun yang akan dihancurkan. Mereka mendapat jaminan ini dari wakil Allah, Rasulullah, kesejahteraan dan keselamatan dari Allah baginya, khalifah, dan orang-orang yang beriman, dari siapa hendaknya mereka mendapatkan kebaikan selama mereka membayar jizyah.
o Pakta yang disepakati oleh Khalid di Kota Damaskus yang baru saja menyerah dari pengepungan selama sebulan.

Wahai orang-orang Islam! Telah datang waktunya untuk tabah. Kelemahan dan kepengecutan membawa pada kondisi memalukan; dan siapa yang tabah lebih pantas mendapat pertolongan Allah. Siapa yang berdiri dengan berani di hadapan sabetan pedang akan dihormati dan kerjanya akan dihargai, ketika ia melakukannya untuk Allah. Perhatikanlah! Allah mencintai ketabahan.
o Pidato pada Pertempuran Yarmuk


Ucapan-ucapan tentang Khalid

Khalid adalah Pedang Allah.
o Nabi Muhammad (629 M)

Alangkah sempurnanya hamba Allah ini: Khalid ibn al-Walid, salah satu dari pedang-pedang Allah, dilepaskan untuk melawan kaum yang tidak beriman.
o Nabi Muhammad (630 M)

Dia adalah ahli perang; seorang teman kematian. Dia memiliki kecepatan lari dari singa dan kesabaran dari kucing!
o Amr ibn al-‘Ash, salah seorang jenderal Islam terkenal dalam penaklukan Islam di abad ke-7, mengatakan ini saat Perang Riddaketika Khalifah Abu Bakr meminta pendapatnya tentang Khalid (632 M).

Wahai Umar, tahanlah lidahmu atas Khalid. Aku tidak akan menyarungkan pedang Allah yang telah terhunus untuk melawan kaum yang tidak beriman.
o Khalifah Abu Bakr (632 M).

Wahai Quraisy! Singamu telah menyerang seekor singa lain dan mengalahkannya. Perempuan tidak akan lagi melahirkan anak-anak seperti Khalid.
o Khalifah Abu Bakr (633 M).

Aku tahu lebih banyak tentang Khalid daripada orang lain, tidak ada manusia yang lebih beruntung daipadanya. Tidak ada manusia yang seimbang dengannya dalam peperangan. Tidak ada orang yang menghadapi Khalid dalam pertempuran akan menang baik ia kuat atau lemah. Ikutilah saranku dan berdamailah dengannya.
o Pangeran Ukayd dari Daumatul Jandal (633 M).

Demi Allah, aku akan menghancurkan Romawi dan teman-teman setan dengan Khalid ibn al-Walid.
o Khalifah Abu Bakr (633 M).

Apakah panji pasukan ini berwarna hitam? Apakah panglimanya laki-laki yang tinggi, berbadan kuat, berbahu bidang dengan janggut yang lebat dan sejumlah kecil bercak di wajahnya? Hati-hatilah ketika berperang dengannya.
o Pendeta Romawi (633 M).

Aku tidak menentang Khalid untuk menjadi panglima. Tetapi dia boros dan mengeluarkan uangnya untuk penyair dan prajuritnya, melebihi dari apa yang pantas mereka dapatkan, di mana kekayaan seharusnya digunakan untuk menolong fakir miskin di antara muslim. Janganlah seorang pun menganggap bahwa aku telah memberhentikan seorang yang kuat, dan menunjuk seorang laki-laki yang lembut, karena Allah bersamanya (maksudnya Abu Ubaydah) dan akan membantunya.
o Khalifah Umar (634 M).

Dia tidak tidur maupun membiarkan orang lain tidur, dan tidak ada yang tersembunyi darinya.
o Anonim

Khalid panglima yang sesungguhnya. Semoga Allah mengampuni Abu Bakr, dia mampu menilai orang lain daripada aku.
o Khalifah Umar, setelah Pertempuran Hazir (637 M).

Bawa Khalid ke pengadilan, ikat tangannya dengan sorban dan buka penutup kepalanya. Tanya kepadanya dari mana ia peroleh uang yang ia berikan pada A’isyah....miliknya sendiri atau dari harta rampasan perang? Jika ia mengakui itu dari rampasan perang, dia bersalah karena penyalahgunaan keuangan. Jika ia mengklaim uang itu miliknya sendiri, dia bersalah karena telah melakukan pemborosan. Dalam kasus manapun, berhentikan dan bebastugaskan dia.
o Perintah Khalifah Umar kepada Abu Ubaydah (637 M).

Engkau telah berhasil; dan tidak ada orang yang seberhasil dirimu. Tetapi bukanlah manusia yang membuatnya terjadi, melainkan Allah.
o Khalifah Umar (638 M).

Wahai Khalid! Demi Allah, Engkau sangat terhormat di mataku, dan Engkau sangat berharga bagiku. Engkau tidak akan punya alasan untuk mengeluh kepadaku setelah hari ini.
o Khalifah Umar (638 M).

Aku tidak memberhentikan Khalid karena kemarahanku atau ada ketidakjujuran pada dirinya, tetapi karena orang-orang memujanya dan tersesat. Aku khawatir orang-orang akan bergantung kepadanya. Aku ingin mereka mengetahui bahwa Allah-lah yang melakukan segala sesuatu; dan jangan sampai kerusakan muncul di bumi ini.
o Khalifah Umar (638 M).

Sudahkah para perempuan berhenti untuk berduka untuk seseorang seperti Khalid?
o Khalifah Umar saat mendengar kabar wafatnya Khaid (642 M).

Kamu jauh lebih baik daripada seribu orang,
• ketika wajah para laki-laki terlihat putus asa,
• Berani? Kamu lebih berani daripada harimau,
• Dermawan? Kamu lebih dermawan daripada banjir yang tidak pernah berhenti mengalir di antar gunung-gunung.

o Lubabah As-Saghir, ibu Khalid, memujinya (642 M).

Khalifah Umar : Khalid tidak seperti yang saya kira.
Ali : Jadi, mengapa kamu memberhentikannya dari pasukan?
Khalifah Umar : Aku harap aku tidak pernah melakukannya.

o Dialog antara Khalifah Umar dengan Ali (yang nantinya akn menjadi khalifah tahun 656-661) beberapa tahun setelah wafatnya Khalid (643 M).

Prajurit Arab paling garang dan paling berhasil.
o Edward Gibbon, Ahli Sejarah abad ke-19.

Sumber-sumber
• Akram, A.I. (1970). The Sword of Allah: Khalid bin al-Waleed, His Life and Campaigns, Rawalpindi: National Publishing House. URL accessed 2008-01-01.
• Fatuh al Sham
• Tarikh al-Tabari
• Tarikh al-Yaqubi
• Ibn Kathir, Al-Bidayah wan-Nihayah, Dar Abi Hayyan, Cairo, 1st ed. 1416/1996, Vol. 6 P. 428.
• Balazuri

Dikutip dan diterjemahkan dari URL: http://en.wikiquote.org/wiki/Khalid_ibn_al-Walid, tanggal 19 April 2008.
Eber
QUOTE (bledhoes @ Apr 29 2008, 02:17 PM) *
ini bro arti jizyah, jizyah berarti pajak yang dipungut dari rakyat non Muslim merdeka dalam negara Islam, yang dengan pajak itu mereka mengesahkan perjanjian yang menjamin mereka mendapat perlindungan, atau suatu pajak yang dibayar oleh pemilik tanah. Kata jizyah berasal dari kata jaza artinya membalas jasa atau mengganti kerugian terhadap suatu perkara, atau terhadap perbuatan yang telah dilakukan (LL), ini link nya http://studiislam.wordpress.com/2007/10/25/jizyah/
jizyah tidaklah dibayar oleh perorangan, melainkan oleh pemerintah mereka. Kata jizyah diterapkan pula terhadap pajak bumi yang dipungut dari kaum Muslimin yang memiliki tanah pertanian. Tetapi ulama ahli fiqih membuat perbedaan antara pajak perorangan dan pajak bumi, dengan memberi nama kharaj bagi pajak bumi. Dua macam pajak ini merupakan sumber pendapatan utama bagi negara Islam. Adapun sumber lain ialah zakat yang dipungut dari kaum Muslimin sendiri. semoga link di atas bisa memberi gambaran lebih jelas tentang jizyah, gw sambi kerja soalnya, jadi sorry gak bisa bantu kasih penjelasan singkat, sorry, sorry


Wah, makasih banyak buat Bro Bledhoes.
Ja_ne_chan
QUOTE (Erika Sato @ Apr 20 2008, 07:57 PM) *
Dalam Pertempuran Rantai, ia “mengerjai” pasukan Hormuz dengan membuat mereka bolak-balik antara Kota Uballa dan Kota Kazima beberapa kali. Akibatnya pasukan Persia kelelahan dan Khalid pun memenangkan pertempuran pertamanya melawan Hormuz.


Wuih, penasaran, ada yang bisa nyeritain lebih jelas??
happy.gif
Erika Sato
Pertempuran Rantai
Data
Pertempuran Rantai
Bagian dari Penaklukan Muslim pada Imperium Persia

Tanggal : April 633 M
Lokasi : Kuwait
Hasil : Kemenangan Pasukan Khulafaurrasyidin
Pasukan Partisipan : Khulafaurrasyidin - Imperium Persia Sassanid dan Sekutu-sekutu Arab
Panglima : Khalid ibn al-Walid - Hormuz
Kekuatan : 18.000 (Islam) - 20.000-30.000 (Persia)
Korban Jiwa : Rendah(Islam) - Berat (Persia)

Pertempuran Sallasil atau Pertempuran Rantai adalah pertempuran pertama antara pasukan Khulafaurrasyidin dengan Imperium Persia Sassanid. Pertempuran terjadi segera setelah selesainya Perang Ridda dan Arab kembali bersatu dengan kepemimpinan Khalifah Abu Bakr.

Latar Belakang

Misnah ibn Haris, seorang kepala suku di timur laut Arab dekat perbatasan dengan Perisia. Setelah peperangan melawan nabi-nabi palsu, Misnah menyerang kota-kota Persia di daerah Iraq. Serangan-serangan ini berhasil baik. Misnah ibn Haris melaporkan berita ini kepada Abu Bakr di Madianah, dan Abu bakr menunjuknya sebagai pemimpin kaumnya. Ia pun semakin dalam melakukan serangan-serangan kecil seperti gerilya dengan kavalerinya yang ringan. Pasukan Persia pun kesulitan mengejarnya. Karena aksinya ini, Abu Bakr memutuskan untuk menginvasi Persia. Untuk memastikan kemenangannya, Abu Bakr membuat dua keputusan: pasukannya akan total berisikan pasukan sukarelawan; dan akan dipimpin oleh panglima terbaik, Khalid ibn Walid.

Merebut Kota Al-Hirah, ibukota Propinsi Iraq (Mesopotamia) menjadi tujuan pasukan berjumlah 10.000 orang ini. Kepala-kepala suku di timur laut Arab: Misnah ibn Haris, Mazhur bin Adi, Harmala, dan Sulma akan beroperasi di bawah kepemimpinan Khalid. Sebelum menyerang, Khalid menulis surat pada Hormuz, Gubernur Distrik Dast Meisan,

"Masuklah ke dalam Islam dan Kamu akan selamat. Atau bayarlah jizyah, dan Kamu dan kaummu akan kami lindingi, jika tidak, Kamu hanya akan mendapatkan dirimu bersalah atas konseuensinya, karena aku aka membawa kepadamu pasukan yang mencintai kematian seperti kamu mencintai kehidupan."

10.000 pasukan yang dipimpin Khalid langsung bergabung dengan 8.000 pasukan suku-suku di timur laut Arab sehingga jumlah pasukan sukarelawan ini menjadi 18.000 orang. Panglima Persia mengabarkan ini kepada kaisar dan mengonsentrasikan sebuah pasukan yang mayoritas diisi oleh pasukan Kristen Arab.


Strategi Khalid

Pasukan Persia merupakan pasukan terkuat dan bersenjata paling lengkap di dunia pada saat itu. Satu-satunya kekurangan pasukan itu adalah kurangnya mobilitas: beratnya persenjataan dan baju zirah mereka membuat pergerakan menjadi lambat dan perjalana panjang akan membuat mereka kelelahan.

Di pihak Khalid, kondisi yang ada sangat berlawanan; pasukan berunta dan berkudanya sangat ringan dan mampu bergerak sangat mobil dan cepat. Menyadari kelebihan pasukannya dalam kesepatan, Khalid berstrategi mengeksploitasi kelemahan musuh. Dia berencana untuk memaksa pasukan Persia untuk melakukan perjalanan yang jauh dan pasukannya sendiri akan melakukan perjalanan kebalikannya, kemudian pasukan Khalid menyerang ketika pasukan Persia kelelahan. Kondisi geografi sangat membantu Khalid melaksanakan startegi ini. Ada dua jalur perjalanan ke Kota Uballa: lewat Kota Kazima atau lewat Kota Hufair. Khalid kemudian mengirim surat dari Kota Yamamh sehingga Hormuz mengira bahwa pasukan Khalid akan pergi ke Uballa melewati jalur langsung, Kota Kazima.


Pertempuran

Karena mengira Khalid ibn al-Walid melewati Kota Kazima, Hormuz dari Kota Uballa berjalan menuju kota itu juga. Di Kazima, tidak ada tanda-tanda bahwa pasukan Islam berada di sana. Informasi baru segera diperoleh oleh Hormuz bahwa Khalid ibn al-Walid bergerak menuju Kota Hufair. Karena Hufair hanya berjarak 38 km dari Kota Uballa, markas pasukannya. Uballa sangat penting bagi Imperium Persia, berlokasi di dekat Kota Busra (sekarang). Hormuz langsung memerintahkan pasukan untuk bergerak ke Hufair, 90 km dari Kazima.

Khalid menunggu di Hufair sampai mata-matanya melaporkan pergerakan Hormuz. Lewat jalur lain, ia dan pasukannya bergerak ke Kota Kazima. Ketika Hormuz tiba di Hufair, datanglah informasi tentang tibanya Khalid di Kazima. Karena Kazima pun sangat dekat dengan Uballa, ia terpaksa menggerakkan pasukan beratnya kembali ke Kazima dan tiba di Kazima dalam keadaan sangat lelah.

Hormuz segera menyusun pasukan dalam formasi normal mereka: sebuah pasukan tengah dan dua sayap. Panglima sayap: Qubaz dan Anushjan. Pasukan mereka menghubungkan diri masing-masing dengan rantai. Situasi ini mengurangi bahaya ketika kavaleri musuh berusaha memecah pasukan. Tetapi rantai ini memiliki kekurangan: tidak memungkinkan pasukan untuk mundur. Penggunaan rantai inilah yang menjadi nama pertempuran. Hormuz dari barat Kazima telah menyusun pasukannya dan mengepung seluruh jalan keluar kota.

Sedangkan Khalid menyusun pasukannya dengan gurun di belakang mereka agar pasukannya bisa mundur jika diperlukan.
Sebelum pertempuran dimulai, Hormuz menantang Khalid untuk berduel. Khalid menerima tantangannya dan Hormuz tewas di tangan Khalid. Hormuz ternyata telah menempatkan ksatria-ksatria terhebatnya di garis depan untuk membunuh Khalid jika Khalid mengunggulinya. Ksatria-ksatria ini mendekati Khalid, tetapi mereka semua terbunuh berkat bantuan Qafqa ibn Amr, salah satu panglima bawahan dari Khalid.

Kematian Hormuz merupakan kemenangan psikologi bagi pasukan Islam, dan Khalid memerintahkan sebuah serangan umum memanfaatkan moral pasukannya. Pasukan Persia yang kelelahan tidak siap untuk pertempuran panjang dan barisannya berhasil dipenetrasi pasukan Islam. Merasa kekalahan sudah sangat dekat, Qubaz dan Anushjan memerintahkan pasukan untuk mundur. Kebanyakan dari pasukan Persia yang tidak terikat oleh rantai berhasil lolos, tetapi mereka yang terhubung dengan rantai tidak bisa mundur dengan cepat sehingga ribuan pasukan tewas dalam pertempuran.


Hasil dan Akibat Pertempuran

Setelah Pertempuran Rantau, Khalid mengalahkan pasukan Persia di tiga pertempuran dan berhasil mencapai tujuannya: Kota Al-Hirah. Invasi Islam bagian pertama di Iraq berhasil dengan sukses setelah empat bulan. Abu Bakr tidak memerintahkan Khalid untuk lebih dalam menyerang daerah Persia, dan setelah sembilan bulan tugasnya di Iraq, Abu Bakr mengirim Khalid untuk memimpin invasi di daerah Syams yang dikuasai Romawi Timur.

Diringkas dan diterjemahkan dari http://en.wikipedia.org/wiki/Battle_of_Chains
fuRy
Ih, Khalid bin Walid....
Nggak banged deh kalo dijadiin teladan.
The Skywatcher
Hebat bener ya
riz_boy83
Hebat Nie orang......................Emang PANTAS DAPAT """"""" A++++ """"""""
marko
Good post moga2 sodara2 seiman tahu sapa tuch KHALID BIN WALID NIwish ente lulus SPMB.KEEEEEP POOOST!!!!!!!!!!!!!!
ganoeng
jadi tau lebih detail, thanks sis
Arphexad
Anjriiit, lengkap banget neh. Sip lah. Keep posting ya. Sukses juga SPMBnya.
neilhoja
nice posting...
Bang Eland
sumpah malu banget ane baca postingan-nye non erika..

ane yg dari kecil muslim cuma tau sedikit soal KHALID BIN WALID RA.

BTW, gimane SPMB-nye non ?
masguruh
He's the greatest warrior , bro......
mike999
salut ane...speak_cool.gif
makasih artikelnya ini...asli keren
Dhani Van Halen
Kalo perang jaman dulu memang sering melahirkan pahlawan-pahlawan yang gagah berani ya....

Soalnya langsung Man to Man.... Ga kaya` sekarang... pake sniper, beres dah lawan kita...hehehe


Artikel yang amat sangat menarik...

Terima kasih..... speak_cool.gif speak_cool.gif speak_cool.gif speak_cool.gif
Erika Sato
Makasih buat kk2 semua yang doain aku. Tapi sekarang namanya bukan SPMB lagi, sekarang SNM PTN. Ribet, ganti mulu.

Mulai pekan ini, Erika bakal nerjemahin dan ngeringkas buku The Sword of Allah: Khalid bin Al-Waleed, His Life and Campaigns untuk kk2 semua. Selamat menikmati.

1. Masa Pertumbuhan Khalid

Khalid dan seorang anak kecil yang jangkung saling melihat. Tidak lama kemudian, mereka mulai bergerak di dalam lingkaran saling mencari kesempatan untuk menyerang. Tidak ada kebencian dalam mata mereka, yang ada hanya sebuah persaingan tajam dan ketetapan hati yang tidak tergoyahkan untuk menang. Khalid merasa perlu untuk berhati-hati karena lawannya adalah seorang kidal yang mampu memanfaatkan perbedaannya itu untuk memenangkan pertarungan.

Gulat adalah olahraga yang populer di kalangan orang arab di masa itu. Setiap anak laki-laki diajarkan untuk bergulat, tidak jauh berbeda dengan anak-anak Yunani atau Romawi yang diajarkan gulat dalam sekolah mereka. Perbedaannya hanyalah orang Arab tidak memiliki sekolah seperti orang-orang Romawi dengan peradaban lebih maju.

Namun, kedua anak ini adalah yang terkuat dan pemimpin di antara anak-anak sebayanya. Pertarungan ini bisa dibilang sebuah pertarungan kelas berat karena keduanya memiliki tinggi badan dan tubuh lebih besar dari teman-teman sebayanya. Mereka baru masuk di usia belasan tahun. Otot-otot bahu dan lengan mereka juga mulai terbentuk karena latihan yang intensif. Lawan Khalid lebih tinggi sekitar 2,5cm. Keduanya memiliki wajah yang sangat mirip sehingga orang sering salah memanggil mereka.

Khalid membanting lawannya, tetapi jatuhnya tidak terlalu tepat. Ketika ia jatuh, ada sedikit bunyi patah dan sesaat kemudian, bentuk kaki lawannya menunjukkan adanya patah tulang. Anak itu terkulai di tanah dan Khalid hanya bisa melihat keadaan mengerikan yang dialami lawannya yang ternyata adalah teman dekat dan keponakannya (sebagian ahli sejarah menganggap ia adalah sepupunya).

Seiring dengan berjalannya waktu, cedera yang dialami oleh anak yang jangkung itu sembuh dan kembali sehat. Ia kemudian mulai bergulat lagi dan bahkan termasuk sebagai salah satu pegulat terbaik di Makkah. Bersama Khalid, ia terus menjadi teman. Mereka tumbuh menjadi pemuda yang cerdas dan kuat. Mereka selalu bersaing di hampir setiap aktivitas yang mereka lakukan.

Pembaca seharusnya mengingat bahwa anak yang jangkung ini akan memainkan peranan penting dalam kehidupan Khalid. Dia adalah anak Al-Khaththab, Umar ibnu Al-Khaththab.

Segera setelah dilahirkan, Khalid dirawat oleh ibu susu di gurun pinggiran kota. Ini adalah adat yang biasa dilakukan oleh orang Arab untuk menjaga anaknya tumbuh dalam suasana yang baik dan tidak mendapat pengaruh buruk kehidupan perkotaan. Di usia lima atau enam tahun, ia kembali ke Makkah.

Khalid tumbuh menjadi remaja dan mulai merasakan kehidupan yang menyenangkan karena ayahnya, Al-Walid, adalah kepala Bani Makhzum, salah satu klan paling dihormati di Makkah. Ayahnya membesarkan anaknya dengan baik sehingga Khalid tumbuh menjadi pemuda Arab pemberani dengan keterampilan bela diri, ketangguhan, dan kedermawanan yang luar biasa.

Klan-klan besar besar Suku Quraisy yang mendiami Makkah telah membagi-bagi tugas dan kewajiban setiap klan. Tiga klan emegang kepemimpinan adalah Bani Hasyim, Bani Abduddar, dan Bani Makhzum. Bani Makhzum adalah penanggung jawab masalah militer dan pertahanan Kota Makkah. Klan ini mengembangkan ternak kuda dan pelatihan kavaleri yang akan digunakan dalam pertempuran. Suasana militer ini mempengaruhi Khalid dalam pertumbuhannya. Ia diajarkan berkuda sejak kecil bahkan cara untuk menjinakkan kuda. Jika Bani Makhzum adalah pengendara kuda terbaik di Arab, Khalid adalah pengendara kuda terbaik di klannya itu.

Selain berkuda, Khalid juga mempelajari teknik bertarung. Keterampilan bermain tombak, melempar lembing, memanah, dan berpedang ia pelajari. Ini ia pelajari baik di atas kuda maupun dengan berjalan kaki. Maka ia pun juga menjadi ahli dalam duel berkuda maupun tidak.

Tubuhnya tumbuh sampai lebih dari 185m, bahunya lebar, dadanya bidang, dan otot-otot terlatih membentuk bagian-bagian badannya yang atletis. Janggutnya tebal. Ia pun menjadi salah seorang yang populer dan dihormati di Makkah dengan kemampuan-kemampuannya.

Ia tercatat mamiliki enam saudara laki-laki dan satu saudara perempuan. Keluarganya kaya raya dan ini membuatnya bisa berkonsentrasi dalam pelajarannya. Tetapi karena kekayaannya ini, ia menjadi agak boros menggunakan uang, baik untuk keperluan dirinya sendiri atau bahkan tidak tanggung-tanggung dalam memberi sedekah atau hadiah untuk orang yang membutuhkan. Sifatnya ini di masa yang akan datang menjadi masalah serius bagi dirinya.

Khalid memiliki teman dekat yang juga keponakan (sebagian ahli mengatakan sepupu)nya sendiri, Ikrimah bin Abu Jahl. Selain Umar, Ikrimah juga sering disebut memiliki peran penting dalam hidup Khlaid. Bersama Ikrimah dan teman-temannya yang lain, mereka bisa berkuda dan berburu. Jika tidak keluar rumah, mereka saling membaca puisi, mempelajari genealogi atau pesta minuman keras.

Al-Walid, ayahnya, mengajarkan Khalid tentang seni dalam berperang. Keahlian Khalid dalam bidang ini sangat luar biasa yang terbukti dengan pertempuran-pertempuran yang akan ia hadapi. Peperangan dan keberhasilan militer menjadi salah satu obsesi besarnya. Pikiran Khalid adalah pikiran akan medan pertempuran. Ambisinya adalah kemenangan. Cita-citanya adalah meraih keberhasilan dalam bidang militer dan menjadi jenderal yang dihargai oleh semua orang.
bersambung...

Diringkas dari buku The Sword of Allah: Khalid bin Al-Waleed, His Life and Campaigns karya A.I. Akram, 1969
bnouvo
bos...

gue hanya bisa bilang...

ini adalah salah satu posting terbaik di bf!!!

salut!

sukses selalu buat ente!
mas_master
wah hebat nya khali bin whalid..
erika jg hebat dah mo posting yg hebat2...
Erika Sato
Puji Tuhan, aku lulus UAN, makasih atas doa kk2 semua. Ok, ini dia bab 2 dari buku The Sword of Allah: Khalid bin Al-Waleed, His Life and Campaigns.

...sambungan
2. Agama Baru

Seorang Arab berjalan di jalanan Makkah di malam hari. Ia adalah anggota klan terhormat, Bani Hasyim. Seorang yang tampan dengan tinggi badan sedang dengan bahu kuat dan bidang, rambutnya ikal di ujung, panjangnya sedikit melewati telinganya. Matanya yang lebar dan hitam dengan bulu mata yang lebat, terlihat serius dan sedih. (Paragraf ini menjelaskan tentang Muhammad yang nanti akan dijelaskan lebih lanjut-pen)

Begitu banyak cara hidup orang Arab yang membuatnya merasa sedih. Setiap sisi di sekeliling dirinya menunjukkan ketidakadilan pada fakir dan miskin, pertumpahan darah yang tidak perlu, perlakuan pada wanita yang tidak lebih baik daripada perlakuan pada binatang. Dia akan merasa sangat terpukul ketika mendengar berita anak-anak perempuan yang dikubur hidup-hidup oleh orang tuanya karena merasa malu.

Beberapa klan melakukan ritual kejam dengan membunuh anak perempuan yang masih kecil. Ayahnya akan membiarkan anaknya tumbuh sampai lima atau enam tahun. Kemudian ia mengajak anaknya untuk pergi berjalan-jalan dengan baju pesta. Tetapi anak itu diajak ke tempat kuburan yang telah disiapkan. Ia akan menyuruh anaknya berdiri di tepi kuburan yang sedang digali, tidak sadar bahwa ayahnya akan menguburnya dan percaya bahwa ayahnya akan membawanya pergi piknik. Kemudian ayahnya mendorongnya ke lubang dan ketika anaknya menangis meminta tolong, ayahnya melemparnya batu besar padanya dan mengubur anaknya itu.

Tradisi ini tentu saja tidak meluas di keseluruhan Arab, hanya dilakukan oleh beberapa suku padang pasir dan beberapa klan. Namun jumlah tersebut telah cukup untuk membuat muak para cendekiawan dan pemikir Arab ketika itu.

Selain itu, begitu banyak patung berhala di Makkah. Ka'bah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim sebagai rumah Allah dipenuhi oleh sekitar 360 patung-patung kayu ataupun batu yang diberi sesaji. Berhala yang paling tinggi kedudukannya adalah Hubal, Uzza, dan Latta.

Di dalam agama bangsa Arab ketika itu, terkandung percampuran antara politeisme dan kepercayaan bahawa Allah adalah Tuhan tertinggi, Pengatur dan Pencipta, tetapi mereka juga percaya bahwa berhala adalah anak-anak laki-laki dan perempuan dari Allah. Posisi berhala-berhala itu bagaikan dewan ketuhanan dengan Allah adalah pemimpinnya. Mereka senantiasa bersumpah dengan nama Allah dan menamai anak mereka Abdul Uzza 'Hamba Uzza' atau Abdullah 'Hamba Allah'.

Tidak terlalu tepat jika dikatakan bahwa semua budaya Arab ketika itu adalah salah. Ada sisi terpuji dan ksatria dalam hidup mereka. Ada kualitas dari karakter orang-orang Arab yang sangat diharapkan di zaman ini: keberanian, penghargaan pada tamu, dan harga diri kesukuan maupun pribadi. Ada juga elemen pembalasan, perang berkepanjangan antar suku yang diwariskan dari bapak ke anak, tetapi ini dapat dimengerti dan bahkan diperlukan di dalam sebuah masyarakat tanpa kepemimpinan terpusat, kepemimpinan yang seharusnya menjaga keberjalanan hukum dan keteraturan. Kekerasan antar suku dan pembalasan pribadi adalah satu-satunya jalan untuk menjaga perdamaian dan mencegah ketidakpastian hukum.

Kesalahan yang ada pada budaya mereka ada bidang etika dan agama, dan dalam bidang ini, orang-orang Arab telah mengalami degradasi yang telah terjadi cukup lama. Periode ini dikenal dengan nama masa jahiliyah atau kebodohan atau tanpa ilmu. Pada masa ini, perilaku orang Arab adalah perilaku yang bodoh dan kepercayaan tanpa ilmu yang jelas. Kebodohan ini bukan hanya berkaitan dengan masa, tetapi telah menjangkiti semua cara hidup orang Arab ketika itu.

Orang Arab yang disebut-sebut pada awal bab ini melakukan penyendririan di sebuah gua di atas bukit yang tidak terlalu jauh dari Makkah, setiap satu bulan di tiap tahunnya. Di dalam gua ini, ia menghabiskan waktunya untuk bermeditasi dan melakukan refleksi, dan ia menunggu sesuatu tanpa mengetahui apa yang ia tunggu itu. Sampai pada suatu hari, ia menerima wahyu. Dialah Muhammad yang akan membawa perubahan bagi bangsa Arab dan salah satu orang yang paling berpengaruh dalam perubahan dunia. Di saat ini, Khalid berusia sekitar 24 tahun, sedangkan Muhammad telah berusia 40 tahun.

Setelah tiga tahun Muhammad melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi, ia melakukan dakwah secara terang-terangan dan hasil awalnya amat sangat tidak efektif. Keluarganya sendiri dari Bani Hasyim tidak terlalu memperdulikan ajakannya. Bahkan mayoritas penduduk Makkah mulai melakukan tindakan yang menghambat dakwah ini. Ada empat orang pemimpin oposisi terhadap dakwah Muhammad: Abu Sufyan (nama aslinya Sakhr bin Harb, pemimpin Bani Umayyah), Al-Walid (ayah Khalid), Abu Lahab (paman Muhammad) dan Abul Hakam. Nama pertama dan terakhir akan sering muncul dalam tulisan ini.

Abu Sufyan dan Al-Walid adalah orang yang memiliki kebanggaan dan harga diri yang tinggi. Mereka melakukan oposisi melawan Muhammad dengan cara-cara elegan, tidak terlalu banyak melakukan kekerasan dan penghinaan.

Pemimpin oposisi yang paling haus darah adalah Abul Hakam, sepupu Khalid(sebagian ahli berpendapat ia adalah paman Khalid). Karena kekerasan dan pelecehannya yang telah melewati batas, ia dijuluki sebagai Abu Jahl 'Bapak Kebodohan'. Abul Hakam ternyata tidak bisa melupakan kekalahannya dalam duel gulat melawan Muhammad ketika mereka masih muda. Lukanya akibat duel ini masih menyisa hingga akhir hayatnya.

Sedangkan salah satu usaha usaha Al-Walid adalah berupaya untuk menukarkan anaknya, Ammarah, dengan Muhammad. Ia menawarkan kepada Abu Thalib, paman dan ayah angkat dari Muhammad, untuk menjadikan Ammarah sebagai anaknya dan Al-Walid sendiri meminta Muhammad untuk dibunuh karena dianggap telah mengacaukan Makkah. Tetapi misi ini gagal dan Abu Thaib menolak usulan ini.

Oposisi semakin memojokkan dakwah Muhammad dengan berbagai tindak kekerasan, pembunuhan, dan pelecehan. Beberapa tahun sebelum tahun 622 M, beberapa orang Yatsrib yang berhaji ke Makkah bersumpah setia kepada Muhammad. Tahun berikutnya, jumlahnya berlipat ganda. Sampai pada akhirnya, jumlah muslim di Madinah jauh lebih banyak daripada di Makkah. Akhirnya, Muhammad memerintahkan pada seluruh umat Islam di Makkah untuk hijrah ke Yatsrib. Kepergian mereka berlangsung secara bertahap dan Muhammad termasuk rombongan terakhir yang hijrah

September 622 M, Suku Quraisy (suku yang mengatasi semua klan yang berada di Makkah) akhirnya memutuskan untuk membunuh Muhammad. Namun upaya ini gagal, dan Muhammad bersama Abu Bakr hijrah ke Yatsrib yang akhirnya berubah nama menjadi Madinah.

Tiga bulan setelah kepergian Muhammad dari Makkah, Al-Walid wafat. Beberapa tahun setelah ayahnya wafat, Khalid hidup dengan damai di Makkah, menikmati hidupnya yang sejahtera. Ia bahkan sempat berdagang ke Syria (Syams). Tidak ada data berapa istri dan anaknya. Tetapi diketahui bahwa ia memiliki dua anak laki-laki: Sulaiman dan Abdur Rahman. Abdur Rahman nantinya akan terkenal sebagai seorang pemimpin di Syams. Khalid sendiri sering dipanggil Abu Sulaiman karena Sulaiman adalah anak pertamanya.
bersambung...

Diringkas dari buku The Sword of Allah: Khalid bin Al-Waleed, His Life and Campaigns karya A.I. Akram, 1969
Sopholore
lumayan nih nambah pengetahuan
yukiohduelz
gw dulu sering denger tapi ni menambah pengetahuan gw tentang dy makasih bro
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.