Vermont
May 6 2008, 03:45 PM
Paradigma Pekerjaan di Aceh
paradigma pekerjaan di aceh gak pernah berubah dari jaman 70an yaitu dengan menjadi pegawai negeri (PNS). setiap orang tua akan sangat bangga melihat anaknya memakai pakaian seragam PNS walaupun gajinya gak ada apa-apanya dibandingkan dengan seorang penjual nasi pecel lele. masyarakat pun setiap bertanya kepada seorang pemuda yang telah selesai SLTA atau Perguruan Tinggi pasti menanyakan "sudah bekerja di kantor apa?" atau "sudah jadi pegawai (PNS)?). sebuah keluarga yang menyekolahkan anak2nya sampai ke universitas top sekalipun, pasti berharap anaknya pulang lagi ke tanah kelahiran tercinta dan menjadi pns (dengan harapan menjadi pejabat suatu hari kelak).
rata-rata alasannya klasik, menjadi pns merupakan jaminan mendapat penghasilan seumur hidup. tidak ada pekerjaan lain yang menggaji karyawannya sampai mati selain pns. selain itu, pns merupakan pekerjaan dengan resiko pemecatan yang sangat kecil walaupun anda jarang ngantor. anda baru bisa dipecat kalo terlibat masalah narkoba atau korupsi, atau anda difitnah/dijebak oleh atasan yang ingin menyelamatkan diri. selain itu anda akan mudah mendapatkan kredit (mengutang) dari bank (yang tentu saja sudah memasang bunga tinggi) dengan sangat mudah dengan agunan hanya berupa SK PNS.
dengan sistem pemerintahan kita yang belom bisa menerapkan clean governance, menjadi pns ibarat kita menjadi jongos yang harus taat pada sistem walaupun sistem tersebut banyak error. pns adalah abdi, dan yang menjadi majikan bukan sistem tetapi orang yang menguasai dan menjalankan sistem tersebut (baca:bapak/ibu kepala). tidak ada gunanya kepandaian atau ide-ide anda, kalau anda tidak bisa mengambil hati bos. kalo anda tidak cocok dengan atasan, bersiap-siaplah di bangku panjangkan. anda yg memberontak (mencoba mereformasi sistem) tidak akan mendapat hati di instansi dan anda bisa tidak digubris sama sekali. anda yang telah menjadi pns pasti tahu, yang namanya mark up sebuah proyek atau fee atau calo pasti ada dalam sebuah instansi. dan ini telah menjadi penyakit akut di daerah seperti aceh.
anda yang ketika muda dulu pontang panting belajar dengan giat (dengan uang saku pas-pasan) pasti akan menggerutu dalam hati meyaksikan begitu banyak PNS kita yang cuma lulusan SMA dan menjadi PNS karena faktor keluarga atau uang panjar (sogok), kemudian mengambil kuliah S1 di Perguruan Tinggi Open-Close agar mendapat penyesuaian pangkat/golongan dan ini dibiarkan begitu saja oleh pejabat aparatur negera. orang2 seperti ini kemudian menjadi atasan kita dan membuat instansi sebagai toko untuk mengeruk laba bagi kepentingan pribadi/golongan. sementara anda yang memberontak akan dibuang ke instansi lain yang tidak sesuai dengan background pendidikan anda. saya jadi ingat pendapat Prof. Soemitro, PNS itu PGPS (pinter goblok penghasilan sama).
dengan sistem pemerintahan kita yang masih begini, kita akan menjadi orang dengan selemah-lemahnya iman menurut hadits Rasulullah SAW, yang cuma bisa mendongkol dalam hati tanpa bisa berbuat apa-apa. terus kenapa kita memilih menjadi PNS? bukankah Rasulullah SAW pernah bersabda 9 dari 10 pintu rezeki yang barokah ada dibidang perniagaan/enterpreneurship.
lalu apakah salah orang yang memilih menjadi PNS? sebenarnya tidak ada yang salah. jika kemudian kita terjebak pada sebuah rutinitas pungli dalam sebuah instansi, kita akan memilih berdiam diri. jangan sanpai ikut terbawa lingkungan yang seperti itu, kemudian kita dengan bangganya memberi makan dan menghias anak isteri dengan uang curian yang legal dari instansi kita. mungkin untuk kalian yang masih muda bisa menjadi pertimbangan jika dipaksa menjadi PNS oleh keluarga.
saya jadi teringat tokoh2 aceh level atas yang idealis dan disingkirkan dari sistem seperti Alm. Tgk. Daud Beureu-eh atau Alm. Teuku Djohan. kemudian saya juga prihatin dengan orang-orang pintar yang tidak beruntung seperti pak Rahardi ramelan yang dikambinghitamkan oleh pejabat2 negara yang ingin cuci tangan. mereka semua abdi negara level atas yang dikorbankan oleh orang2 yang menguasai atau bahkan membuat sistem. untuk level atas saja sudah begitu, bisa anda bayangkan abdi negara istiqamah level bawah. mungkin penjara sekarang malah kebanyakan dihuni oleh orang2 yang tidak tahu apa salah mereka.
sudah saatnya paradigma cari aman dengan menjadi pns dihilangkan. penjara sekarang kebanyakan dihuni oleh pns, entah mereka beneran salah atau tidak. hidup menjadi pns memang stabil pendapatannya, dari anda mulai masuk hingga anda pensiun pendapatan anda ya segitu-segitu aja, kecuali anda menjadi pengusaha atau preman di dalam instansi. agar menjadi orang kaya (bukan memperkaya diri) memang sebaiknya kita memilih alternatif bekerja di sektor lain.
di Amerika sendiri, menjadi petani gandum yang kaya jauh dihormati dari pada menjadi officer yang kaya.menjadi orang kaya karena berwiraswasta jauh lebih terpandang dari pada menjadi senator kaya. sudah saatnya kita juga mengadopsi paradigma seperti itu.
Mudah-mudahan jadi bahan pertimbangan anda generasi muda aceh yang jalannya masih panjang. karena harta takkan dibawa mati dan kita kembali menjadi tanah.
Bangai
May 7 2008, 01:57 PM
mengomentari komen dari bro vermont, saya kurang sependapat bahwa orang aceh cenderung mencari selamat dengan menjadi pns. tidak semua pns jelek seperti yg diungkapkan vermont, karena ada juga pns yang mengabdi dan bersedia digaji seadanya sampai puluhan tahun. mereka tidak dipaksa untuk menjadi pns, murni semua itu keinginan mereka sendiri.klo pun ada pns yang tidak jujur itu karena lingkungan kerja di instansi mereka mendukung untuk melakukan hal tersebut, sebagai contoh di instansi basah yang banyak proyek seperti Dinas PU, Dinas Perhubungan, Bappeda, dsb. tapi ada juga pns yg rela dilempar ke daerah terpencil seperti di Simeulu atau Singkil atau Pulo Aceh yang otomatis mereka tidak pernah berpikir untuk nyambi maen proyek.
sekali lagi menurut saya, semua itu tergantung kepada pribadi masing-masing. juga tentu saja tergantung pada lingkungan instansi masing-masing. tidak semuanya bisa dipukul rata seperti yang diungkapkan oleh vermont. kalo semuanya menganggap pns itu jelek, kenapa orang masih berbondong-bondong ikut tes PNS atau kenapa orang tua terus mendesak anaknya menjadi PNS?...tentu saja ada misteri yang tersimpan dibalik semua cerita itu...karena orangtua pasti tau gaji pns tak seberapa, tapi kebanggaan melihat anaknya mengabdi pada negara, hanya itu yang dibanggakan oleh orang tua.
AndyDeris
May 11 2008, 03:07 PM
QUOTE (Bangai @ May 7 2008, 01:57 PM)

mengomentari komen dari bro vermont, saya kurang sependapat bahwa orang aceh cenderung mencari selamat dengan menjadi pns. tidak semua pns jelek seperti yg diungkapkan vermont, karena ada juga pns yang mengabdi dan bersedia digaji seadanya sampai puluhan tahun. mereka tidak dipaksa untuk menjadi pns, murni semua itu keinginan mereka sendiri.klo pun ada pns yang tidak jujur itu karena lingkungan kerja di instansi mereka mendukung untuk melakukan hal tersebut, sebagai contoh di instansi basah yang banyak proyek seperti Dinas PU, Dinas Perhubungan, Bappeda, dsb. tapi ada juga pns yg rela dilempar ke daerah terpencil seperti di Simeulu atau Singkil atau Pulo Aceh yang otomatis mereka tidak pernah berpikir untuk nyambi maen proyek.
sekali lagi menurut saya, semua itu tergantung kepada pribadi masing-masing. juga tentu saja tergantung pada lingkungan instansi masing-masing. tidak semuanya bisa dipukul rata seperti yang diungkapkan oleh vermont. kalo semuanya menganggap pns itu jelek, kenapa orang masih berbondong-bondong ikut tes PNS atau kenapa orang tua terus mendesak anaknya menjadi PNS?...tentu saja ada misteri yang tersimpan dibalik semua cerita itu...karena orangtua pasti tau gaji pns tak seberapa, tapi kebanggaan melihat anaknya mengabdi pada negara, hanya itu yang dibanggakan oleh orang tua.
menurut saya hidup ini adalah pilihan dan kesempatan.. rejeki sudah ada yang ngatur...klo kita menyerah pada paradigma yg mana memilih hidup aman dengan menjadi pilihan, udah terbukti selama 63 tahun bahwa yang namanya pns merupakan personal yang identik dengan kemalasan, cenderung nrimo, miskin kreaivitas walaupun banyak ide (karena selalu mentok oleh birokrasi), hobi nyambi dengan sering bolos kantor, penhasilan pas-pasan, setor sana setor sini, nyogok sana sini... pns merupakan suatu jenis pekerjaan untuk bertahan hidup bukan untuk mengubah hidup....sudah tidak cocok lagi paradigma seperti ini berkembang di nanggroe..
exgelo
May 12 2008, 12:36 PM
QUOTE (AndyDeris @ May 11 2008, 03:07 PM)

QUOTE (Bangai @ May 7 2008, 01:57 PM)

mengomentari komen dari bro vermont, saya kurang sependapat bahwa orang aceh cenderung mencari selamat dengan menjadi pns. tidak semua pns jelek seperti yg diungkapkan vermont, karena ada juga pns yang mengabdi dan bersedia digaji seadanya sampai puluhan tahun. mereka tidak dipaksa untuk menjadi pns, murni semua itu keinginan mereka sendiri.klo pun ada pns yang tidak jujur itu karena lingkungan kerja di instansi mereka mendukung untuk melakukan hal tersebut, sebagai contoh di instansi basah yang banyak proyek seperti Dinas PU, Dinas Perhubungan, Bappeda, dsb. tapi ada juga pns yg rela dilempar ke daerah terpencil seperti di Simeulu atau Singkil atau Pulo Aceh yang otomatis mereka tidak pernah berpikir untuk nyambi maen proyek.
sekali lagi menurut saya, semua itu tergantung kepada pribadi masing-masing. juga tentu saja tergantung pada lingkungan instansi masing-masing. tidak semuanya bisa dipukul rata seperti yang diungkapkan oleh vermont. kalo semuanya menganggap pns itu jelek, kenapa orang masih berbondong-bondong ikut tes PNS atau kenapa orang tua terus mendesak anaknya menjadi PNS?...tentu saja ada misteri yang tersimpan dibalik semua cerita itu...karena orangtua pasti tau gaji pns tak seberapa, tapi kebanggaan melihat anaknya mengabdi pada negara, hanya itu yang dibanggakan oleh orang tua.
menurut saya hidup ini adalah pilihan dan kesempatan.. rejeki sudah ada yang ngatur...klo kita menyerah pada paradigma yg mana memilih hidup aman dengan menjadi pilihan, udah terbukti selama 63 tahun bahwa yang namanya pns merupakan personal yang identik dengan kemalasan, cenderung nrimo, miskin kreaivitas walaupun banyak ide (karena selalu mentok oleh birokrasi), hobi nyambi dengan sering bolos kantor, penhasilan pas-pasan, setor sana setor sini, nyogok sana sini... pns merupakan suatu jenis pekerjaan untuk bertahan hidup bukan untuk mengubah hidup....sudah tidak cocok lagi paradigma seperti ini berkembang di nanggroe..
sebenarnya memilih pekerjaan apa saja itu hak semua orang...aku justru lebih mencermati trend orang aceh yang ikut-ikutan terpengaruh budaya propinsi laen yang lebih maju seperti di Jawa. sekarang kebanyakan orang aceh tiba2 mendadak jadi pedagang atau kontraktor. dilain sisi secara mental kita gak ada persiapan mental bekerja di bidang itu (kurang ulet), akhirnya karena pemikiran yang ada diotak hanya jalan mudah mendapatkan uang, sering terjadi masalah ditengah jalan...yah seperti yang banyak diberitakan di media massa dewasa ini, kontraktor kabur setelah dibayar, atau berdagang sistem open close...sehari buka seminggu kemudian tutup....
akibat kehidupan yang berubah drastis setelah tsunami ditandai dengan masuknya kaum ekspatriat ke nanggroe, kehidupan sosial di aceh ikut berubah...tiba-tiba semua sibuk jadi pengusaha...tiba-tiba semua jadi sibuk menghitung uang (baik yang udah ditangan atau yang blom ditangan)....semua orang sibuk klaim harga tanah...semua orang jadi pelit...semua orang jadi sombong....coba tanya harga tanah di seputaran banda aceh, pakon meuhai that yum tanoh droen? jawab si empunya tanah: pane meuhai,nyoe ka harga standar banda aceh...bek neulake kureung..haneutem bloe kakeuh!!!
lahan2 pertanian dibabat abis jadi pertokoan (yang kadang2 kosong melompong karena gak ada yang mampu nyewa)...petani udah malas bertani...mereka lebih suka jadi pengusaha walaupun kecil-kecilan....tuntutan jaman katanya... why does my aceh change so much?
exgelo
May 12 2008, 12:42 PM
QUOTE (AndyDeris @ May 11 2008, 03:07 PM)

QUOTE (Bangai @ May 7 2008, 01:57 PM)

mengomentari komen dari bro vermont, saya kurang sependapat bahwa orang aceh cenderung mencari selamat dengan menjadi pns. tidak semua pns jelek seperti yg diungkapkan vermont, karena ada juga pns yang mengabdi dan bersedia digaji seadanya sampai puluhan tahun. mereka tidak dipaksa untuk menjadi pns, murni semua itu keinginan mereka sendiri.klo pun ada pns yang tidak jujur itu karena lingkungan kerja di instansi mereka mendukung untuk melakukan hal tersebut, sebagai contoh di instansi basah yang banyak proyek seperti Dinas PU, Dinas Perhubungan, Bappeda, dsb. tapi ada juga pns yg rela dilempar ke daerah terpencil seperti di Simeulu atau Singkil atau Pulo Aceh yang otomatis mereka tidak pernah berpikir untuk nyambi maen proyek.
sekali lagi menurut saya, semua itu tergantung kepada pribadi masing-masing. juga tentu saja tergantung pada lingkungan instansi masing-masing. tidak semuanya bisa dipukul rata seperti yang diungkapkan oleh vermont. kalo semuanya menganggap pns itu jelek, kenapa orang masih berbondong-bondong ikut tes PNS atau kenapa orang tua terus mendesak anaknya menjadi PNS?...tentu saja ada misteri yang tersimpan dibalik semua cerita itu...karena orangtua pasti tau gaji pns tak seberapa, tapi kebanggaan melihat anaknya mengabdi pada negara, hanya itu yang dibanggakan oleh orang tua.
menurut saya hidup ini adalah pilihan dan kesempatan.. rejeki sudah ada yang ngatur...klo kita menyerah pada paradigma yg mana memilih hidup aman dengan menjadi pilihan, udah terbukti selama 63 tahun bahwa yang namanya pns merupakan personal yang identik dengan kemalasan, cenderung nrimo, miskin kreaivitas walaupun banyak ide (karena selalu mentok oleh birokrasi), hobi nyambi dengan sering bolos kantor, penhasilan pas-pasan, setor sana setor sini, nyogok sana sini... pns merupakan suatu jenis pekerjaan untuk bertahan hidup bukan untuk mengubah hidup....sudah tidak cocok lagi paradigma seperti ini berkembang di nanggroe..
sebenarnya memilih pekerjaan apa saja itu hak semua orang...aku justru lebih mencermati trend orang aceh yang ikut-ikutan terpengaruh budaya propinsi laen yang lebih maju seperti di Jawa. sekarang kebanyakan orang aceh tiba2 mendadak jadi pedagang atau kontraktor. dilain sisi secara mental kita gak ada persiapan mental bekerja di bidang itu (kurang ulet), akhirnya karena pemikiran yang ada diotak hanya jalan mudah mendapatkan uang, sering terjadi masalah ditengah jalan...yah seperti yang banyak diberitakan di media massa dewasa ini, kontraktor kabur setelah dibayar, atau berdagang sistem open close...sehari buka seminggu kemudian tutup....
akibat kehidupan yang berubah drastis setelah tsunami ditandai dengan masuknya kaum ekspatriat ke nanggroe, kehidupan sosial di aceh ikut berubah...tiba-tiba semua sibuk jadi pengusaha...tiba-tiba semua jadi sibuk menghitung uang (baik yang udah ditangan atau yang blom ditangan)....semua orang sibuk klaim harga tanah...semua orang jadi pelit...semua orang jadi sombong....coba tanya harga tanah di seputaran banda aceh, pakon meuhai that yum tanoh droen? jawab si empunya tanah: pane meuhai,nyoe ka harga standar banda aceh...bek neulake kureung..haneutem bloe kakeuh!!!lahan2 pertanian dibabat abis jadi pertokoan (yang kadang2 kosong melompong karena gak ada yang mampu nyewa)...petani udah malas bertani...mereka lebih suka jadi pengusaha walaupun kecil-kecilan....why does my aceh change so much?
exgelo
May 12 2008, 12:46 PM
QUOTE (AndyDeris @ May 11 2008, 03:07 PM)

QUOTE (Bangai @ May 7 2008, 01:57 PM)

mengomentari komen dari bro vermont, saya kurang sependapat bahwa orang aceh cenderung mencari selamat dengan menjadi pns. tidak semua pns jelek seperti yg diungkapkan vermont, karena ada juga pns yang mengabdi dan bersedia digaji seadanya sampai puluhan tahun. mereka tidak dipaksa untuk menjadi pns, murni semua itu keinginan mereka sendiri.klo pun ada pns yang tidak jujur itu karena lingkungan kerja di instansi mereka mendukung untuk melakukan hal tersebut, sebagai contoh di instansi basah yang banyak proyek seperti Dinas PU, Dinas Perhubungan, Bappeda, dsb. tapi ada juga pns yg rela dilempar ke daerah terpencil seperti di Simeulu atau Singkil atau Pulo Aceh yang otomatis mereka tidak pernah berpikir untuk nyambi maen proyek.
sekali lagi menurut saya, semua itu tergantung kepada pribadi masing-masing. juga tentu saja tergantung pada lingkungan instansi masing-masing. tidak semuanya bisa dipukul rata seperti yang diungkapkan oleh vermont. kalo semuanya menganggap pns itu jelek, kenapa orang masih berbondong-bondong ikut tes PNS atau kenapa orang tua terus mendesak anaknya menjadi PNS?...tentu saja ada misteri yang tersimpan dibalik semua cerita itu...karena orangtua pasti tau gaji pns tak seberapa, tapi kebanggaan melihat anaknya mengabdi pada negara, hanya itu yang dibanggakan oleh orang tua.
menurut saya hidup ini adalah pilihan dan kesempatan.. rejeki sudah ada yang ngatur...klo kita menyerah pada paradigma yg mana memilih hidup aman dengan menjadi pilihan, udah terbukti selama 63 tahun bahwa yang namanya pns merupakan personal yang identik dengan kemalasan, cenderung nrimo, miskin kreaivitas walaupun banyak ide (karena selalu mentok oleh birokrasi), hobi nyambi dengan sering bolos kantor, penhasilan pas-pasan, setor sana setor sini, nyogok sana sini... pns merupakan suatu jenis pekerjaan untuk bertahan hidup bukan untuk mengubah hidup....sudah tidak cocok lagi paradigma seperti ini berkembang di nanggroe..
sebenarnya memilih pekerjaan apa saja itu hak semua orang...aku justru lebih mencermati trend orang aceh yang ikut-ikutan terpengaruh budaya propinsi laen yang lebih maju seperti di Jawa. sekarang kebanyakan orang aceh tiba2 mendadak jadi pedagang atau kontraktor. dilain sisi secara mental kita gak ada persiapan mental bekerja di bidang itu (kurang ulet), akhirnya karena pemikiran yang ada diotak hanya jalan mudah mendapatkan uang, sering terjadi masalah ditengah jalan...yah seperti yang banyak diberitakan di media massa dewasa ini, kontraktor kabur setelah dibayar, atau berdagang sistem open close...sehari buka seminggu kemudian tutup....
akibat kehidupan yang berubah drastis setelah tsunami ditandai dengan masuknya kaum ekspatriat ke nanggroe, kehidupan sosial di aceh ikut berubah...tiba-tiba semua sibuk jadi pengusaha...tiba-tiba semua jadi sibuk menghitung uang (baik yang udah ditangan atau yang blom ditangan)....semua orang sibuk klaim harga tanah...semua orang jadi pelit...semua orang jadi sombong....coba tanya harga tanah di seputaran banda aceh, pakon meuhai that yum tanoh droen? jawab si empunya tanah: pane meuhai,nyoe ka harga standar banda aceh...bek neulake kureung..haneutem bloe kakeuh!!!lahan2 pertanian dibabat abis jadi pertokoan (yang kadang2 kosong melompong karena gak ada yang mampu nyewa)...petani udah malas bertani...mereka lebih suka jadi pengusaha walaupun kecil-kecilan....why does my aceh change so much?
Falculus
May 12 2008, 09:17 PM
kita2 yang masih kuliah juga jadi bingung ni..soalnya ortu pasti nagnurin kita ngambil pns...tapi paradigma yg berkembang dilingkungan kampus memang telah berkembang dipengaruhi oleh slogan be a jobcreator not a jobseeker...
Falculus
May 12 2008, 09:18 PM
QUOTE (exgelo @ May 12 2008, 12:36 PM)

QUOTE (AndyDeris @ May 11 2008, 03:07 PM)

QUOTE (Bangai @ May 7 2008, 01:57 PM)

mengomentari komen dari bro vermont, saya kurang sependapat bahwa orang aceh cenderung mencari selamat dengan menjadi pns. tidak semua pns jelek seperti yg diungkapkan vermont, karena ada juga pns yang mengabdi dan bersedia digaji seadanya sampai puluhan tahun. mereka tidak dipaksa untuk menjadi pns, murni semua itu keinginan mereka sendiri.klo pun ada pns yang tidak jujur itu karena lingkungan kerja di instansi mereka mendukung untuk melakukan hal tersebut, sebagai contoh di instansi basah yang banyak proyek seperti Dinas PU, Dinas Perhubungan, Bappeda, dsb. tapi ada juga pns yg rela dilempar ke daerah terpencil seperti di Simeulu atau Singkil atau Pulo Aceh yang otomatis mereka tidak pernah berpikir untuk nyambi maen proyek.
sekali lagi menurut saya, semua itu tergantung kepada pribadi masing-masing. juga tentu saja tergantung pada lingkungan instansi masing-masing. tidak semuanya bisa dipukul rata seperti yang diungkapkan oleh vermont. kalo semuanya menganggap pns itu jelek, kenapa orang masih berbondong-bondong ikut tes PNS atau kenapa orang tua terus mendesak anaknya menjadi PNS?...tentu saja ada misteri yang tersimpan dibalik semua cerita itu...karena orangtua pasti tau gaji pns tak seberapa, tapi kebanggaan melihat anaknya mengabdi pada negara, hanya itu yang dibanggakan oleh orang tua.
menurut saya hidup ini adalah pilihan dan kesempatan.. rejeki sudah ada yang ngatur...klo kita menyerah pada paradigma yg mana memilih hidup aman dengan menjadi pilihan, udah terbukti selama 63 tahun bahwa yang namanya pns merupakan personal yang identik dengan kemalasan, cenderung nrimo, miskin kreaivitas walaupun banyak ide (karena selalu mentok oleh birokrasi), hobi nyambi dengan sering bolos kantor, penhasilan pas-pasan, setor sana setor sini, nyogok sana sini... pns merupakan suatu jenis pekerjaan untuk bertahan hidup bukan untuk mengubah hidup....sudah tidak cocok lagi paradigma seperti ini berkembang di nanggroe..
sebenarnya memilih pekerjaan apa saja itu hak semua orang...aku justru lebih mencermati trend orang aceh yang ikut-ikutan terpengaruh budaya propinsi laen yang lebih maju seperti di Jawa. sekarang kebanyakan orang aceh tiba2 mendadak jadi pedagang atau kontraktor. dilain sisi secara mental kita gak ada persiapan mental bekerja di bidang itu (kurang ulet), akhirnya karena pemikiran yang ada diotak hanya jalan mudah mendapatkan uang, sering terjadi masalah ditengah jalan...yah seperti yang banyak diberitakan di media massa dewasa ini, kontraktor kabur setelah dibayar, atau berdagang sistem open close...sehari buka seminggu kemudian tutup....
akibat kehidupan yang berubah drastis setelah tsunami ditandai dengan masuknya kaum ekspatriat ke nanggroe, kehidupan sosial di aceh ikut berubah...tiba-tiba semua sibuk jadi pengusaha...tiba-tiba semua jadi sibuk menghitung uang (baik yang udah ditangan atau yang blom ditangan)....semua orang sibuk klaim harga tanah...semua orang jadi pelit...semua orang jadi sombong....coba tanya harga tanah di seputaran banda aceh, pakon meuhai that yum tanoh droen? jawab si empunya tanah: pane meuhai,nyoe ka harga standar banda aceh...bek neulake kureung..haneutem bloe kakeuh!!!
lahan2 pertanian dibabat abis jadi pertokoan (yang kadang2 kosong melompong karena gak ada yang mampu nyewa)...petani udah malas bertani...mereka lebih suka jadi pengusaha walaupun kecil-kecilan....tuntutan jaman katanya... why does my aceh change so much?
kayaknya semangat berapi-api kali sampe posting 3 kali sama...
Bangai
May 14 2008, 03:09 PM
QUOTE (Falculus @ May 12 2008, 09:17 PM)

kita2 yang masih kuliah juga jadi bingung ni..soalnya ortu pasti nagnurin kita ngambil pns...tapi paradigma yg berkembang dilingkungan kampus memang telah berkembang dipengaruhi oleh slogan be a jobcreator not a jobseeker...
jangan bingung...perjalanan ente masih panjang...masih ada banyak kesempatan untuk menentukan profesi apa yang dipilih...biarlah seperti kami yang udah kerja dan tuwir ini cuap-cuap sedikit..biasa memang..orang kerja ada yang puas dan ada yang tidak puas...hal yang wajar karena kita masih kerja sama orang lain....
Falculus
May 15 2008, 01:14 PM
QUOTE (Bangai @ May 14 2008, 03:09 PM)

QUOTE (Falculus @ May 12 2008, 09:17 PM)

kita2 yang masih kuliah juga jadi bingung ni..soalnya ortu pasti nagnurin kita ngambil pns...tapi paradigma yg berkembang dilingkungan kampus memang telah berkembang dipengaruhi oleh slogan be a jobcreator not a jobseeker...
jangan bingung...perjalanan ente masih panjang...masih ada banyak kesempatan untuk menentukan profesi apa yang dipilih...biarlah seperti kami yang udah kerja dan tuwir ini cuap-cuap sedikit..biasa memang..orang kerja ada yang puas dan ada yang tidak puas...hal yang wajar karena kita masih kerja sama orang lain....
yah bingung juga bang...soalnya salah milih pekerjaan yg akhirnya kita jadi gak enjoy malah menyiksa diri....salah memilih pekerjaan juga akhirnya jadi buang-buang umur..ntar pas umur dah 30an baru nyesal dan akhirnya mau gak mau karena gak ada pilihan tetap aja ngelanjutin pekerjaan yang gak kita sukai....
gord
May 16 2008, 05:36 PM
Nyan keuh nyan, hai. Away awak tanyoe jeut keu saudagar dan careung berdagang, jinoe pane lee.
exgelo
May 21 2008, 10:12 AM
QUOTE (gord @ May 16 2008, 05:36 PM)

Nyan keuh nyan, hai. Away awak tanyoe jeut keu saudagar dan careung berdagang, jinoe pane lee.
saudagar kita terlalu jujur...sering kena tipu..inget gak dulu saudagar kita ngumpulin emas buat beli pesawat tus ditipu mentah2 sama soekarno...
puteh
May 22 2008, 03:15 PM
gw ndiri PNS di pemprov NAD umur jg baru 23thn.. gak smua PNS buruk bro/sis,kadang sistem yg membentuk orang yg baik jd jelek.. bner sih..ortu2 kt di aceh pengen'a anak2'a jd PNS.. bis mw gimana,aceh ini kan dr dulu anak tiri,mw kerja apa??industri gak ada.. pariwisata tganjal syariat.. yaa mw gmn lg??slesai kul ikut PNS.. eeeehhh..tw'a lulus.. alhamdulilah..
exgelo
May 30 2008, 02:51 PM
hom lah kiban raseuki geujok le po mtg...
AndyDeris
May 31 2008, 12:10 PM
katanya kesejahteraan pns akan ditingkatkan secara bertahap mulai dari gaji sampai tunjangan lainnya mulai tahun 2007...so jadi pns sekarang mungkin gak bakal miskin2 amat lah...
AndyDeris
May 31 2008, 12:12 PM
QUOTE (exgelo @ May 30 2008, 02:51 PM)

hom lah kiban raseuki geujok le po mtg...

jangan terlalu pasrah juga bang...berjuanglah untuk hidup...udep saree mate syahid..
Vermont
Jun 1 2008, 10:29 PM
QUOTE (AndyDeris @ May 31 2008, 12:10 PM)

katanya kesejahteraan pns akan ditingkatkan secara bertahap mulai dari gaji sampai tunjangan lainnya mulai tahun 2007...so jadi pns sekarang mungkin gak bakal miskin2 amat lah...

memang benar saya dengar gaji pns naek 20 %...tapi bukankah bbm sudah lebih dulu dinaikkan dan harga barang dan duluan melakuka penyesuaian (dinaikkan)..kita tidak bisa menafikan bahwa setiap kenaikan gaji pns selalu diikuti oleh kenaikan harga barang yang naik up to 50%...jadi tetap aja gaji pns tidak ada apa2nya dan akan selalu kekurangan...hal ini merupakan paradigma lama yang berulang-ulang di negara kita...
AndyDeris
Jun 4 2008, 12:49 PM
QUOTE (Vermont @ Jun 1 2008, 10:29 PM)

QUOTE (AndyDeris @ May 31 2008, 12:10 PM)

katanya kesejahteraan pns akan ditingkatkan secara bertahap mulai dari gaji sampai tunjangan lainnya mulai tahun 2007...so jadi pns sekarang mungkin gak bakal miskin2 amat lah...

memang benar saya dengar gaji pns naek 20 %...tapi bukankah bbm sudah lebih dulu dinaikkan dan harga barang dan duluan melakuka penyesuaian (dinaikkan)..kita tidak bisa menafikan bahwa setiap kenaikan gaji pns selalu diikuti oleh kenaikan harga barang yang naik up to 50%...jadi tetap aja gaji pns tidak ada apa2nya dan akan selalu kekurangan...hal ini merupakan paradigma lama yang berulang-ulang di negara kita...
nyari kerja jaman sekarang memang susah..jadi apa yang nanti bakal kita dapatkan sebagai pekerjaan, anggap saja udah rejeki kita dari situ bang..... yang penting halal dan tidak ikut arus...
exgelo
Jun 5 2008, 02:43 PM
kerja gak kerja asalkan punya uang dan gak nyolong punya orang ya gak masalah khan?
Falculus
Jun 6 2008, 02:48 PM
QUOTE (exgelo @ Jun 5 2008, 02:43 PM)

kerja gak kerja asalkan punya uang dan gak nyolong punya orang ya gak masalah khan?

sebenarnya status pekerjaan tergantung pada situasi lingkungan..klo lingkungan menganggap pns sebagai pekerjaan yang paling mulia..maka ortu mana yang gak bangga melihat anaknya memakai seragam pns?? sekali lagi semua tergantung persepsi lingkungan sosial..benar tidak??
Curtin
Jun 8 2008, 12:26 PM
kerja dimana aja tidak ada masalah...asalkan bisa bertanggungjawab dihadapan Tuhan pada hari akhir...
Bangai
Jun 8 2008, 09:49 PM
QUOTE (Curtin @ Jun 8 2008, 12:26 PM)

kerja dimana aja tidak ada masalah...asalkan bisa bertanggungjawab dihadapan Tuhan pada hari akhir...
mang emang emang betolllllll.....
AndyDeris
Jun 9 2008, 02:42 PM
QUOTE (Bangai @ Jun 8 2008, 09:49 PM)

QUOTE (Curtin @ Jun 8 2008, 12:26 PM)

kerja dimana aja tidak ada masalah...asalkan bisa bertanggungjawab dihadapan Tuhan pada hari akhir...
mang emang emang betolllllll.....
saya juga akur..............
to.todit
Jun 10 2008, 11:50 AM
ente enak puteh (bulex), selesai sma langsung pns, ibu penjabat, bapak apa lagi..........
exgelo
Jun 11 2008, 02:28 PM
jadi pns sebenarnya bukan masalah..tapi atitude yang identik dengan pns aja yang harus berubah...masak masuk pagi cuma buat absen trus petantang petenteng dijalanan pake seragam,sore balek lagi buat ngabsen, apa gak makan duit haram tuh (gaji buta)...seharusnya sebagai abdi negara,kerja gak ada kerja seharusnya tetap stay di kantor..
Curtin
Jun 15 2008, 03:20 PM
@exgelo
itu masalah yang belom ada obatnya di dunia...mengobati attitude pegawai pemerintahan...
Vermont
Jun 15 2008, 03:23 PM
QUOTE (Curtin @ Jun 15 2008, 03:20 PM)

@exgelo
itu masalah yang belom ada obatnya di dunia...mengobati attitude pegawai pemerintahan...

semua penyakit di dunia ada obatnya..tinggal pasiennya apa mo sembuh atau tidak....
Falculus
Jun 18 2008, 03:23 PM
QUOTE (Vermont @ Jun 15 2008, 03:23 PM)

QUOTE (Curtin @ Jun 15 2008, 03:20 PM)

@exgelo
itu masalah yang belom ada obatnya di dunia...mengobati attitude pegawai pemerintahan...

semua penyakit di dunia ada obatnya..tinggal pasiennya apa mo sembuh atau tidak....
jadi menjadi pns itu merupakan suatu penyakit?
Falculus
Jun 18 2008, 03:29 PM
Pegawai Ngopi Seharian (PNS)
Bangai
Jun 20 2008, 02:52 PM
QUOTE (Falculus @ Jun 18 2008, 03:29 PM)

Pegawai Ngopi Seharian (PNS)

jangan terlalu melecehkan pns...mungkin anda klo jadi pns juga bakal lebih parah...tidak semua pns jelek dan tidak disiplin...aku juga yakin diantara keluarga ente jg ada yang jadi pns....so jaga attitude anda sendiri sebelom melecehkan orang laen...
Curtin
Jun 21 2008, 04:01 PM
@Bangai
klo ente memang pns jangan jadi marah bgitu...kita disini bebas2 aja ngeluarin opini masing2....semua orang punya pemikiran sendiri2..
AndyDeris
Jun 21 2008, 10:34 PM
udah lah...semua pekerjaan asal dijalanin dengan keikhlasan pasti bermanfaat bagi si pekerja, keluarga dan masyarakat...jadi gak usah membeda-bedakan pekerjaan yang satu lebih tercela dibandingkan dengan pekerjaan yg laen...oke bros
Bangai
Jun 24 2008, 04:10 PM
pekerjaan bukan merupakan sebuah paradigma...tapi pilihan hidup...
Vermont
Jun 24 2008, 10:16 PM
untuk sementara jadi government officer di Indo cuma jadi beban negara....gak ada yg becus..klo pun ada yg becus pasti akan segera disingkirkan....
Curtin
Jun 26 2008, 06:14 PM
gak ada kerja susah...dapet kerja juga susah...mbok ya bersyukur klo ada pekerjaan..
AndyDeris
Jun 27 2008, 08:04 PM
QUOTE (Bangai @ Jun 24 2008, 04:10 PM)

pekerjaan bukan merupakan sebuah paradigma...tapi pilihan hidup...
tepat sekali apa yang anda katakan.......
exgelo
Jun 28 2008, 05:26 PM
ora et labora...bekerja dan berdoa...........
Bangai
Jun 30 2008, 03:13 PM
yang kerja dapat duit, yg komplain dapat pening...
exgelo
Jul 2 2008, 02:13 PM
QUOTE (Bangai @ Jun 30 2008, 03:13 PM)

yang kerja dapat duit, yg komplain dapat pening...

bukan komplain...ini cuma brainstorming....
demi kemajuan nanggroe geutanyoe
Bangai
Jul 3 2008, 10:22 PM
tapi aku liat kalian banyak komplain...gak suka ama pns ya gak usah jadi pns..
Falculus
Jul 4 2008, 03:00 PM
@bangai
debat jangan pake emosi...
peace aja man!:D
Curtin
Jul 7 2008, 03:20 PM
ya dikit2 emosi....
orang2 jadi malas komen...
Bangai
Jul 12 2008, 11:04 PM
itulah kalian pemikiran sempit kali...orang berargumen dibilang marah...
cetek kali otak kalian
AndyDeris
Jul 13 2008, 05:34 AM
@bangai: Hoi kampret ga usah pake marah dan menghina org dsini..klo ga senang kluar aja dr reg.aceh..kmi ga butuh comprador macam kau!
Vermont
Jul 16 2008, 02:15 AM
Wow thread ini got a'lil hotter ya:)
Vermont
Jul 16 2008, 02:19 AM
Untung pns honorer dah dihapus.jika tidak,akan jd tempat titip-menitip sanak saudara..
Falculus
Jul 16 2008, 06:45 AM
Saat ini ane blom kerja,mungkin ntar klo kpepet,pns jg bakal ane sikat..
Curtin
Jul 17 2008, 02:40 AM
Pns..pns..paradigma hidup negeri kita
co_doyanok
Jul 17 2008, 11:46 AM
Gaji NGO Bro..
Gede n pki Dollar x ya
Bangai
Jul 17 2008, 10:33 PM
QUOTE (AndyDeris @ Jul 13 2008, 05:34 AM)

@bangai: Hoi kampret ga usah pake marah dan menghina org dsini..klo ga senang kluar aja dr reg.aceh..kmi ga butuh comprador macam kau!
jah marah??!!??
klo gampang emosi gak usah maen di forum coy...
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please
click here.