Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Kapal Induk
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Academia > Science and Technology > Human Engineering
Pages: 1, 2, 3
StarSoul
keren bro kapalnya kira2 kapan y indo punya kapal induk??
mike999
beneran demen liat kapal induk gini...
kapan negara kita punya atau kapan berlabuh ke Indonesia yaa???
edogozo
nice posting!!!! sampe ga kethip....
ghetooman
@jojo8228: thanx for the answer bro, keren banget. Jago juga ternyata dibidang conversion energy & propulsi speak_cool.gif

Btw anak mechanical ya bro?? thank again for the posting. Keep it move bro thumbsup_anim.gif
jojo8228
QUOTE (ghetooman @ Jun 4 2008, 12:07 PM) *
@jojo8228: thanx for the answer bro, keren banget. Jago juga ternyata dibidang conversion energy & propulsi speak_cool.gif

Btw anak mechanical ya bro?? thank again for the posting. Keep it move bro thumbsup_anim.gif


@gethooman... daku bukan anak mekanik. cuma tertarik ma info-info beginian...hehehe
makasih juga dukungannye...hehehe


QUOTE (jojo8228 @ Jun 3 2008, 04:53 PM) *


@gethooman... setelah liat gambar skema reaktor kapal diatas... daku baru nyadar, kayaknya analogi yang cocok yang ke dua:

2. mengatur uap yang masuk ke generator propeler, semakin sedikit uap yang dimasukkan ke turbin propeler, kecepatan berputar propeler berkurang... demikian sebaliknya...

Di situ ada komponen "main engine throttle", "reduction gearing" dan "clutch", kayaknya komponen2 inilah yang digunakan untuk mengatur kecepatan kapal. khusus untuk "main engine throttle", kemungkinan komponen ini yang digunakan untuk mengatur kuantitas uap yang dimasukkan ke turbin..... pendapatku sih...heheheh

Peace...smile.gifsmile.gif


sniper_j
bos, req specs admiral gorshkov dunk.
jojo8228
buat bro @sniper

Kapal induk Rusia... di antaranya Admiral Gorshkov:

Project 1143 Krechyet
Kiev class



Kapal induk kelas Krechyet sepanjang 273 meter mensuport kapal selam misil strategis, kapal permukaan dan pesawat “naval” milik Rusia. Untuk memenuhi sistem klasifikasi kapal baru dari AL, kapal-kapal kelas ini dikategorikan sebagai “heavy aircraft carrying cruisers”. Kapal kelas Krechyet mampu untuk menghadapi peperangan kapal permukaan, kapal selam dan anti-udara. Dengan sebuah dek penerbangan seluas 14.700 meter persegi, kabel penanggkap pendaratan pesawat, dan sebuah haluan ski-jump, “airwing” kapal induk terdiri dari 14 interseptor “vertical launched” Yak-41M (Freestyle), 8 pesawat tempur Yak 38 (Forger), 10 Ka-27 PLO (Helix), 2 helikopter SAR Ka-27 PS (Helix) dan 4 helikopter Ka-27 RLD (Helix). Dua elevator starboard mengangkat pesawat dari dek hangar ke dek penerbangan. Dilengkapi dengan sistem misil anti-kapal Bazalt, kapal induk jenis ini mempunyai lancher misil permukaan-ke-permukaan. Sistem pertahanan udara jenis kapal induk Krechyet terdiri dari 24 launcher misil vertikal Klinok dan 192 misil anti-udara.
Kapal-kapal Proyek 1143 dibuat di Chernomorsky Plant. Tiap kapal mempunyai beberapa aransemen berbeda. Unit kedua, yang diluncurkan dengan nama Minsk, kapasitas pesawat ditingkatkan 50%, sebuah perubahan aransemen pada dek hangar pesawat. Selama proses pengembangan, dek penerbangan dibuat elingkar dan deflektor angina dipasang di depan. Unit ketiga dan keempat didesain untuk membawa pesawat generasi baru seperti pesawat VTOL supersonic Yak-36P (Yak-141) (dibatalkan) dan helicopter Ka-27, sebagai tambahan untuk pesawat Yak-38 dan helikopter Ka-25.
Unit keempat hasil proyek ini, Baku (yang akhirnya dirubah namanya menjadi Admiral Gorshkov, kadang-kadang dianggap berbeda kelas dengan unit-unit yang lain. Pengembangannya terdiri dari radar “array” terfase, instalasi peperangan elektronik ekstensif, dan ruangan komando dan kontrol yang diperluas. Dek penerbangan diperpanjang ke depan 5 meter melebihi tiga unit sebelumnya. Modifikasi lain termasuk tambahan 4 launcher SS-N-12 SLCM (total menjadi 12), penghilangan launcher SUW-N-1 untuk roket balistik anti-kapal/anti-kapal selam FRAS nuklir dan penghilangan misil permukaan-ke-udara SA-N-3 dan 10 pipa torpedo 21-inch. Kapal induk ini dilengkapi dengan sebuah sistem peperangan anti-kapal selam terintegrasi Udav-1 dengan 60 roket anti-kapal selam.
Negosiasi antara Rusia dan India dimulai pada 1994 untuk penjualan Admiral Gorshkov yang telah dinonaktifkan sejak 1991. Pada januari 1999 kesepakatan diperoleh untuk penjualan tersebut. Admiral Gorshkov dilaporkan akan dimodifikasi secara penuh dengan biaya $500-650 juta untuk dapat mengangkut pesawat konvensional seperti Su-27K Flanker-D dan MiG-29K Fulcrum-D. Modifikasi ini juga termasuk penambahan haluan lereng ski-jump take-off , dan pembongkaran beberapa launcher misil untuk memperluas lereng tersebut. Modifikasi ini dilakukan di Severodvinsk.


Specifications
Designer: Nevskoye Planning and Design Bureau
Builder: Chernomorsky [Nikolayev South]
Displacement (tons): 36,000 tons standard; 38,000 tons standard [Gorshkov]; 43,000-43,500 tons full load; 45,000-45,500 tons full load [Gorshkov]
Speed (kts): 32 knots
Dimensions (m): 249.5-257.0 meters long waterline; 273.0-274.0 meters long overall; 32.6-32.7 meters waterline beam; 3.0 meters flight deck width; 9.5 meters draft standard; 12.0 meters draft mean full load
Propulsion: 8 turbopressurized boilers; 4 steam turbines; 200,000 shp; 4 shafts
Crew: 1,200-1,600 (including air group)

Armament:
Missiles:
KIEV, MINSK 2 SA-N-3 Goblet twin launchers; 2 SA-N-4 Gecko twin launchers; 8 SS-N-12 Sandbox tubes
NOVOROSSIYSK 2 SA-N-3 Goblet twin launchers; 12 SA-N-9 8-cell vertical launchers; 8 SS-N-12 Sandbox tubes
GORSHKOV 24 SA-N-9 8-cell vertical launchers;12 SS-N-12 Sandbox
Guns:
KIEV, MINSK, and NOVOROSSIYSK 4 76.2-mm/59-cal AA (2 twin); 8 30-mm/65-cal AK-630 close-in (8 multi-barrel)
GORSHKOV 2 100-mm/70-cal DP (2 single); 8 30-mm/65-cal AK-630 close-in (8 multi-barrel)
Torpedoes: 10 21-in (533-mm) torpedo tubes
Aircraft: 12 or 13 Yak-38 Forger VSTOL; 14 to 17 Ka-25 Hormone or Ka-27/29 Helix





Ditunggu lagi updatenya.....

Peace.. smile.gifsmile.gif
jojo8228
Berikut kapal induk milik Italia:


Garibaldi Aircraft Carrier, Italy



Kapal utama AL Italia adalah kapal induk MM Garibaldi, yang dibuat oleh Fincantieri di Genoa, dan diresmikan pada 1985. Garibaldi (C551) digolongkan sebagai CVS-Aircraft Carrier ASW (Anti-submarine Warfare=Anti Kapal Selam). Kapal induk ini mampu mengangkut 18 helikopter atau satu skuadron pesawat tempur jenis vertical atau short take-off and landing (VSTOL).
Kapal induk ini mampu mengangkut peralatan anti-kapal selam, dapat mengkomandoi dan mengontrol pasukan AL dan aero-AL, pengintaian/menyurvey daerah sekitar, pengawalan konvoy, komando transportasi dan support logistic bagi armada yang ada.

System Pertempuran
Sistem komando dan kontrol kapal ini adalah IPN20 yang disuplai dari Selex Sistemi Integrati (dulunya Alenia Marconi Systems). IPN 20 mengumpulkan informasi dari sensor-sensor kapal dan dari komunikasi dan jaringan data untuk menyusun dan menampilkan situasi taktis. Sistem komunikasinya termasuk komunikasi satelit, Link 11 dan Link 14. Kapal ini telah diupgrade dengan Link 16 dan Wide Area Network (WAN) baru.

Misil
Sistem misil permukaan-ke-permukaan jarak-jauh milik kapal ini adalah MBDA (sebelumnya Alenia) Otomat yang dipasang pada dek meriam di buritan kapal, dua launcher di sisi kiri kapal dan dua pada bagian kanan kapal. Misil ini mempunyai sistem kendali radar yang dipersenjatai dengan hulu ledak 210 kg dan dengan jarak jangkau 120 km.
Sistem misil permukaan-ke-udara MBDA Albatros merupakan pertahanan jarak-dekat. Launcher 8-cell Albatros dipasang di atap dek di depan dan buritan kapal. Sistem ini menggunakan misil Aspide. Aspide mempunyai pencari-radar semi-aktif dengan jarak jangkau 14 km. 48 buah Aspide dapat diangkut. Kontrol penembakan Albatros diatur oleh tiga pengarah elektro-optikal/radar Selex NA 30 yang termasuk di dalamnya kamera inframerah dan penjari-jarak laser, seperti halnya radar kontrol penembakan Selex RTN 30X.

Meriam
Kapal induk ini dipersenjatai dengan tiga 40mm/70mm meriam kembar dari Oto Melara. Meriam ini mempunyai kecepatan tembak 300rounds/menit ke target udara dengan jarak 4km dan target permukaan dengan jarak 12km. Sistem kontrol senjata Meriam ini meliputi tiga sistem Selex NA 21.

Torpedo
Dua launcher torpedo pipa-tripel ILAS 3 dari WASS (Whitehead Alenia Sistemi Subaqua) dipasang pada kapal induk ini. Pipa 324mm dapat menembakkan torpedo Honeywell Mark 46 atau A290.

Pesawat Terbang
Dek penerbangan kapal ini sepanjang 174m dan lebar 30,5m, dan di depannya terdapat lereng “sky jump” 4 derajat sepanjang 15m. Kapal dapat mengakomodasi 18 helikopter, seperti Agusta Sikorsky SH-3D Sea King atau Agusta Bell AB212. Sebagai alternative, kapal ini dapat mengakomodasi pesawat Harrier II 16 AV-8B atau campuran dari helikopter dan pesawat Harrier. Dek penerbangan ini telah diupgrade untuk dapat mengakomodasi helikopter EH101.

Countermeasures
Sistem penerima peringatan radar dan jamming kapal ini adalah Elettronica Nettuno SLQ-732. Umpan (decoy) torpedonya adalah SLQ-25 Nixie.
Kapal ini mempunyai dua Oto Melara SCLAR Naval Decoy Launcher Systems yang melepas “chaff dispensers”, infrared decoys atau illuminating flares. SCLAR adalah sebuah sistem 105mm 20-barrel dan menghasilkan pengaburan/”confusion”, pengacauan dan “seduction mode jamming”.
Kapal induk ini juga dilengkapi dengan sebuah sistem anti torpedo SLAT yang dikembangkan oleh Eurslat, sebuah konsorsium yang terdiri atas WASS (Whitehead Alenia Sistemi Subaqua), DCN dan Thales Underwater Systems (formerly Thomson Marconi Sonar)
Sensor
Radar pencari udara jarak-jauh milik kapal ini adalah Selex Sistemi Integrati MM/SPS-768 (RAN 3L) yang beroperasi pada band D yang mempunyai jarak di atas 200 km. Radar pengintaian/survey jarak-jauh tiga-dimensi Raytheon AN/SPS-52C beroperasi pada band E yang mempunyai jarak 400km. Radar pencari permukaan dan udara jarak-menengah Selex SPS-774 beroperasi pada band E dan F mempunyai jarak melebihi 150km. Sistem Selex Sensors & Airborne mensuplai radar pencari udara dan targeting MM/SPS-702, radar navigasi MM/SPN-749 dan radar kontrol pesawat MM/SPN-728 yang beroprasi pada band I.
Sonar pencari aktiw “bow-mounted” DE 1160 LF disuplai oleh Raytheon.

Propulsi
Sistem propulsi kapal induk ini adalah aransemen combined gas turbine and gas turbine (COGAG). Sistem ini didasari pada 4 mesin turbin gas LM2500 yang dikembangkan oleh FiatAvio di Turin di bawah perjanjian lisensi dari perusahaan AS General Electric (GE). LM2500 menghasilkan tenaga 81,000hp. Sistem propulsi ini menghasilkan kecepatan maksimal 30knot dan pada kecepatan ekonomis (20knot), jarak jangkaunya adalah 7.000 mil nautical.



Peace... smile.gifsmile.gif
dwiojog
wihhh...lengkap benerr...keren brur
bangetxxx
salut bro
xmalekingdom
Nice Post Bro...

Kapan nih Indo punya kapal induk.. pesawat tempur aja punya dikit...
Mungkin kalau beli kapan induk, jumlah pesawatnya kurang untuk memenuhi kapalnya...

Nice Post Bro...
sena909
Thank bro
Paradigma Semu
Hihihi jadi doyan militer......
jojo8228
QUOTE (xmalekingdom @ Jun 6 2008, 09:00 AM) *
Nice Post Bro...

Kapan nih Indo punya kapal induk.. pesawat tempur aja punya dikit...
Mungkin kalau beli kapan induk, jumlah pesawatnya kurang untuk memenuhi kapalnya...

Nice Post Bro...



Bener juga mungkin ya...heheheh

Hari ini blm sempet update nih....
gawean banyak banget....

Peace smile.gifsmile.gif
jojo8228
Fyuhhh... akhirnya bisa update juga. Kapal induk Inggris:


Invincible Class Aircraft Carriers, United Kingdom


Kapal induk pertama kelas HMS Invincible dibuat oleh Vickers Shipbuilding and Engineering (sekarang BAE Systems Marine) di Barrow-in-Furness. Kapal ini diresmikan pada 1980. Dua kapal induk “saudaranya” HMS Illustious dan HMS Ark Royal dibuat di Swan Hunter Shipbuilders di Wallsend, yang diresmikan pada 1982 dan 1985.
Setelah berakhirnya Perang Dingin, peran primer Kapal induk berbobot 20.600 ton ini dirubah dari kontrol laut menjadi “maritime force projection” (proyeksi kekuatan bahari), penyerangan maritime, maneuver littoral dan untuk komando dan kontrol operasi darat. Kapal induk ini sekarang mengangkut satu Tailored Air Group (TAG), yang terdiri dari pesawat Joint Force Harrier (JFH), serta Helikopter Sea King dan Merlin.
Kapal Induk Kelas Invincible ini mampu mengangkut 1.000 awak termasuk 350 awak udara dan 80 opsir, serta dapat ditambah dengan 500 orang mariner.
Kapal induk ini dipersenjatai dengan sebuah launcher kembar Sea Dart, yang dipasang di bagian depan kapal, dekat dengan “ski ramp” pada dek penerbangan. Akan tetapi, seluruh sistem misil di kapal induk ini dan kedua “saudaranya” telah dibuang untuk memperluas dek penerbangan, menambah kapasitas pesawat dan agar pesawat RAF Harrier GR.7/9 dapat lepas landas dari kapal ini. HMS Invincible selesai dikembangkan kembali pada Maret 2003. Sedangkan Illustrious pada November 2004 di Babcock's Rosyth yard.
Pada Maret/April 2003, HMS Ark Royal digunakan untuk “task force” UK untuk mensupport Operation Iraqi Freedom. Di atasnya diangkut helikopter Merlin HMA1 dan Sea King ASaC Mk 7, operasi pertama untuk kedua helikopter ini.
HMS Invincible telah didekomisikan pada Agustus 2005, akan tetapi kapal ini masih beroperasi di bawah AL Inggris sampai 2010.

Sistem Komando
Sistem data pertempuran kapal induk ini adalah BAE Systems ADIMP dengan link komunikasi Link 10, Link 11 dan Link 14. Setelah dikembangkan kembali, HMS Invincible mempunyai sistem pertempuran yang setara dengan Illustrious dan Ark Royal, dengan konsol multi-fungsi dan display warna panel-datar. Sistem komunikasi satelit yang aman, Astrium (formerly Matra Marconi) SCOT, mempunyai kapasitas untuk mengatasi kecepatan data sampai 2Mb/dtk.
BAE Systems diupgrade setara dengan sistem data pertempuran milik Illustrious dan Ark Royal dengan link 16, kontrol peralatan perang anti-udara dan arah pesawat, dan sebuah kemampuan tracking IFF (Interrogation Friend or Foe) yang baru.

Meriam
Kapal Induk Invincible awalnya dipersenjatai dengan launcher kembar Sea Dart, yang kemudian dibuang. Kapal induk ini sekarang mempunyai tiga Thales Nederland (dulunya Signaal) Goalkeeper CIWS yang mempunyai kecepatan tembal 4.200 rounds per menit dengan jarak 1.500 meter.
Kapal ini juga dilengkapi dengan dua GAM-B01, meriam 20mm, dari Oerlikon-Contraves and BAE SYSTEMS, yang mempunyai jarak tembak 2km dan kecepatan tembak 1.000 rounds per menit.

Countermeasures
Kapal induk ini dilengkapi dengan sistem jamming Thales Defence Type 675(2) dan sebuah sistem pengukuran pendukung elektronik UAT(8) yang juga disuplai oleh Thales Defence (dulunya Racal).
Sistem decoy kapal ini adalah Royal Navy's Outfit DLJ dengan Sea Gnat. Di sini terdapat delapan 130mm launcher six-barrel yang diproduksi oleh Hunting Engineering. Chemring and Pains Wessex memproduksi Sea Gnat chaff dan infra-red decoys.

Pesawat
Tailored Air Group (TAG) tersidiri dari sampai 24 pesawat yang termasuk di dalamnya sembilan kombinasi dari pesawat RAF/RN Joint Force Harrier GR7/GR9. Pesawat Royal Navy FA2 Sea Harrier telah ditarik dari operasi dari Maret 2004 dam skuadron terakhir dipensiunkan pada Maret 2006.
TAG termasuk campuran dari helikopter, tergantung perannya: Sea King ASaC Mk 7 helikopter peringatan awal serangan udara, Sea King dan Chinook helikopter pendukung dan Merlin HM.1 helikopter anti-kapal selam.
Landasan pada dek penerbangan sepanjang 170m dengan ski ramp 12 derajat. Di dalam dek hangar, pesawat terikat pada lantai dengan rantai pengaman dengan pengapit “tension”. Strachan and Henshaw dikontrak untuk memasang penggantian sistem pengangkat pesawat. Selex Sensors & Airborne Systems (sebelumnya Galileo Avionica) dikontrak untuk mensuplai radar SPN-720 untuk pendaratan pesawat Harrier GR9 pada Februari 2005. Sistem radar, sebuah sistem TACAN (Tactical Air Navigation) baru digunakan mulai April 2008.

Sensor
Radar kontrol oenembakan BAE Systems Type 909 G/H-band, yang mampu melakukan tracking target dan illuminasi untuk Misil Sea Dart, telah dibuang dan diganti dengan antena radar pencari permukaan BAE Systems Type 996 yang dipasang sangat tinggi pada menara di antara dua lobang asap.

Propulsi
Kapal induk ini dilengkapi dengan mesin COGAG (Combined Gas turbine And Gas turbine), yang terdiri dari empat mesin turbin gas Rolls-Royce Olympus TM3B yang menghasilkan tenaga 97.000 hp, dengan kecepatan 28 knots. Pada kecepatan ekonomis 19 knots, jarak tempuh kapal ini adalah 7.000 mil.





Ditunggu update lainnya.....

Peace...smile.gifsmile.gif
okie
Kl Indonesia kok gak punya kapal induk ya?
RAPIER
QUOTE
Kl Indonesia kok gak punya kapal induk ya?


kyknya bwt pengamanan belum perlu kapal iduk deh indonesia, soalnya khan negara kita terdiri dari banyak pulau, yg bisa dibilang landasan udara di kita hampir di setiap kepulauan ada, ya kalo untuk sistem pertahanan kyknya mirip kyk kapal induk jg, kalo bwt nyerang jarak jauh, ya baru butuh.. tpi negara mana yach yg pantes di serang............. BigGrin.gif
jojo8228
QUOTE (RAPIER @ Jun 10 2008, 02:19 AM) *
QUOTE
Kl Indonesia kok gak punya kapal induk ya?


kyknya bwt pengamanan belum perlu kapal iduk deh indonesia, soalnya khan negara kita terdiri dari banyak pulau, yg bisa dibilang landasan udara di kita hampir di setiap kepulauan ada, ya kalo untuk sistem pertahanan kyknya mirip kyk kapal induk jg, kalo bwt nyerang jarak jauh, ya baru butuh.. tpi negara mana yach yg pantes di serang............. BigGrin.gif


wakakaka... baru kepikiran ane... bener juga... LMAO.gif lagian bener juga kata bro @xmalekingdom, pesawat kita terlalu dikit buat menuhin kapal induk... mending beli pesawat tempur yang banyak....

Peace smile.gifsmile.gif
RAPIER
QUOTE
wakakaka... baru kepikiran ane... bener juga... lagian bener juga kata bro @xmalekingdom, pesawat kita terlalu dikit buat menuhin kapal induk... mending beli pesawat tempur yang banyak....

Peace


betul bro dah dikit, trs pesawat yg mana mo ditaro di kapal induk, inget pesawat kita bukan carrier base launch semua, ( bisa bisa tuh peswat pada rusak kabeh mendarat disana BigGrin.gif
idr
thailand aj ud punya ya..indonesia?
mantaps postingnya bro..lanjut
jojo8228
Principe de Asturias Aircraft Carrier, Spain



Kapal Induk Principe de Asturias telah beroperasi pada AL Spanyol sejak 1988. Kapal berbobot 17.190 ton ini dibuat oleh Izar (dulunya EN Bazan) dan berpangkalan di Rota naval air base. Pada Februari 2005, aktifitas pembuatan kapal Izar dirubah ke perusahan baru, Navantia.
Layout kappal ini diturunkan dari desain kapal Navy Sea Control AS. Geladak kapal mulai dibangun 1979 dan kapal ini diluncurkan 1982.
Integrasi dari sistem kontrol dan komando digital Tritan dan pemasangan “flag bridge” untuk memenuhi kebutuhan AL Spanyol menyebabkan peresmian Principe de Asturias sampai 1988.
AL Spanyol berencana untuk mengupgrade kapal ini pada pertengahan usianya agar kapal ini lebih efektif untuk peperangan littoral. Upgrade akan termasuk pengembangan pertahanan anti-kapal dan sistem komando.

Pesawat
Kapal ini mampu mengangkut sampai 12 pesawat AV-8B Harrier II Plus dan Harrier II (akan diupgrade untuk mendukung konfigurasi Harrier II Plus). Pesawat Harrier ini dipersenjatai dengan misil udara-ke-udara AIM-9L Sidewinder dan AIM-120 AMRAAM, serta misil udara-ke-darat AGM-65E Maverick, ditambah dengan meriam GAU-12U.
Kapal induk ini mempunyai fasilitas untuk mensupport sampai 12 Helikopter, biasanya enam Sikorsky Sea King SH-3H, empat Agusta AB-212 dan dua Sikorsky SH-3 AEW.
Kapal induk ini secara normal mendukung maksimal 29 pesawat tempur dan helikopter, dengan 12 pada dek dan 13 pada hangar. Pada keadaan darurat, maksimal 17 pesawat dapat disimpan di hangar yang berukuran 2..000 m2. Dek hangar dihubungkan dengan dua elevator penerbangan. Dek penerbangan berukuran 5.100 m2 mempunyai panjang 176 m termasuk “ski jump” 12 derajat sepanjang 46,5 m.

Sistem Senjata
Kapal induk ini mempunyai FABA Meroka mod 2B, sistem senjata jarak-dekat (close-in weapon systems = CIWS), dengan meriam 20mm Oerlikon L120. Meriam ini mempunyai kecepatan tembak 1.440 rounds per menit dengan jarak 2.000m.
Meriam ini dipasang 2 pada bagian buritan dan 1 di setiap sisi kanan dan kiri dek penerbangan. Sistem kontrol penembakan Meroka mempunyai radar pencari dan sebuah imager termal Indra (dulunya ENOSA).
Sistem data pertempuran kapal induk ini adalah Tritan Digital Command and Control System.

Countermeasures
Sistem decoy kapal ini adalah Sippican Super Rapid Bloom Offboard Countermeasures, Super RBOC. Enam launcher barrel dapat menembak “chaff and flare cartridges” sampai jarak 4 km. “Towed torpedo decoy”-nya adalah decoy Sensytech AN/SLQ-25 Nixie. Sebuah sistem “hull noise and propeller rate suppression” mengurangi jejak akustik kapal dan meningkatkan efektifitas countermeasure akustik yang dikeluarkan.
Sistem jamming dan pengintersep radar adalah unit countermeasure elektronik Nettunel dari Elettronica.

Sensor
Antena kotak besar di atas tiang radar kapal ini adalah radar pencarian udara Raytheon SPS-52C/D 3D yang beroperasi pada bands E dan F. Tepat dibawahnya adalah antena radar pencarian permukaan adalah ISC Cardion SPS-55 yang beroperasi pada bands I dan J. Dome melingkar yang unik pada radar kontrol pesawat adalah ITT SPN-35A beroperasi pada band J, dipasang pada ujung-sengkang “island” pada level akar.
Radar kontrol penembakan untuk Meroka CIWS adalah radar Doppler monopulse FABA SPG-M2B, yang beroperasi pada band I. Radar peringatan-mendekatnya misil kapal adalah the SELEX Sistemi Integrati (sebelumnya Alenia Marconi Systems) RTN-11L/X yang beroperasi pada band I dan J. Radar pengejaran target band I dan J adalah Selex RAN 12 L.

Propulsi
Kapal ini dilengkapi dengan sistem propulsi COGAG (Combined Gas turbine And Gas turbine), yang terdiri dari dua mesin turbin gas General Electric LM 2500, yang menghasilkan tenaga 34.6MW. Sistem propulsi utama kapal ini menghasilkan kecepatan maksimal 25 knots dan jarak maksimal pada kecepatan ekonomis 20 knot sejauh 6.500 mil.



Ditunggu lagi yaa smile.gifsmile.gif

Peace smile.gifsmile.gif
putingtetek
Aku mmg minat sgt ttg aircraft carrier nie. Aku pernah naik USS Abraham Lincon
kal-ell
indonesia sebagai salah satu negara maritim terbesar di dunia, seharusnya malu gak punya kapal induk T_T
supersanji
duuh coba indo punya satu, miskin lgsg raykat
xavios
nice info.. keep update bro.. thx BigGrin.gif
di_k
postingannya keren bgt bro..
fhm
dasyat punya dah nih post..

salut gw
Psychoguy
weleh...to mmuch information in one reading.....jd pusing sndr
rudy wijaya
senernya masyarakatnya mapu....sayang tidak ada kerjasama dg baik...
dosen ITS aja bisa desain kapal selam...sayang blom terwujud karena tdk ada dukungan dari pihak lain
NoThinG™
kayakny Indonesia baru akan punya kapal induk..setelah kapan induk dari negara lain sudah tidak di pakai di sana..terus dijual ke Indonesia dengan harga yang tinggi juga...itu mungkin fenomena yang biasa terjadi Peace.gif
botjah
good info speak_cool.gif speak_cool.gif

tambah pengetahuan gua nih thumbsup_anim.gif

keep posting thumbsup_still.png :thumbsup_still:bro
jojo8228
Lanjut lagi....

Cavour Aircraft Carrier, Italy




Pada 22 November 2000, sebuah kontrak telah disepakati oleh Fincantieri dan Menteri Pertahanan Laut Italia untuk mensuplai sebuah kapal induk yang dikenal sebagai Nouva Unita Maggiore (NUM) atau “Kapal Utama Baru” AL Italia.
Cavour adalah kapal induk milik AL Italia yang akan mulai beroperasi pada 2008. Pembuatan kapal yang pada awalnya bernama Andrea Doria tetapi kemudian diberi nama Cavour, dimulai di Fincantieri Shipyards di Riva Trigoso dan Muggiano pada Juli 2001. Cavour diluncurkan pada Juli 2004 dan mulai melakukan test laut pada 2006. Kapal induk ini dikirim ke AL Italia pada April 2008 dan dijadwalkan akan mulai beroperasi pada akhir 2008 atau awal 2009.


DESAIN CAVOUR
Kapal ini mempunyai displasemen standar dengan berat 27.100 ton, panjang keseluruhan 244m dan mempunyai kecepatan 27 knot. Ukuran dek penerbangan kapal ini adalah 180m x 14m dengan ski jump 12 derajat. Kapal ini mampu mengakomodasi sampai 1.202 orang di atasnya, termasuk awak kapal sebanyak 486 orang, 211 awak penerbangan, 140 pasukan amfibi dan 360 dari Battalion San Marco, ditambah 90 pasukan ekstra jika diperlukan.
Fitur kuat dari kapal ini adalah fleksibilitas tingginya dalam kondisi operasional. Kapal ini dapat digunakan dalam misi militer msipil. Hangar pesawat di kapal ini dapat menampung 100 kendaraan kecil atau 24 tank tempur utama untuk misi amfibi. Kapal ini mempunyai 2 elevator 30 ton untuk pesawat dan 2 elevator 15 ton untuk persenjataan.

FUNGSI KAPAL INDUK
Kapal induk ini dilengkapi dengan sebuah dek penerbangan yang cocok untuk helikopter maupun pesawat yang dapat take-off dan mendarat dengan jarak pendek. Dia mempunyai hangar berukuran 2.00m2 yang juga dapat mengakomodasi kendaraan darat.
Kapal ini dapat menampung delapan pesawat jenis VTOL seperti AV-8B Harrier atau F-35 JSF varian VTOL, atau 12 helikopter seperti EH101, NH 90 atau SH-3D, atau kombinasinya. Operasi pendaratan akan didukung oleh sistem pendaratan instrumen semua-cuaca frekuensi radio Telephonics AN/SPN-41A dan radar presisi Galileo Avionica SPN-720.
Fitur lain kapal ini adalah fasilitas rumah sakit dengan tiga ruang operasional untuk pasien, peralatan sinar-X dan CT Scan, dokter gigi dan laboratorium.

PERSENJATAAN
Kapal ini dipersenjatai dengan dua sistem peluncuran vertikal 8-sell dari Eurosam SAAM/IT missile system yang menembakkan misil Aster 15. Misil Aster 15 mempunyai hulu ledak 13 kg dengan jarak jangkau 30km. Sistem pandu misil ini adalah inersial dengan uplink data dan terminal radar aktif.
Sensor primer untuk SAAM/IT adalah radar multifungsi Selex Sistemi Integrati Empar G-band, yang mampu melakukan survey, pelacakan dan kontrol senjata secara bersamaan. Kapal ini pertama kali menembakkan misilnya dengan sistem SAAM/IT pada Desember 2002.
Kapal ini akan dilengkapi dengan dua meriam super cepat Oto Melara 76mm dan tiga meriam anti pesawat 25mm.

COMBAT SYSTEMS
Selex Sistemi Integrati merupakan integrator untuk sistem tempur kapal ini dan juga mensuplay sistem termasuk radar jarak jauh RAN 40L 3D D-band, radar permukaan RASS RASS 30X/I, radar survey, sistem SIR-R Interrogation Friend or Foe (IFF) dan sistem navigasi. Member lain dari sistem tempur kapal ini termasuk Elettronica, Galileo Avionica dan Oto Melara.
Sistem lain termasuk sonar penghindar ranjau Whitehead Alenia Sistemi Subacquei (WASS) SNA-2000, dua sistem kontrol penembakan radar/electro-optic dan sebuah sistem pencari dan pelacakan inframerah Galileo Avionica SASS (Silent Acquisition Surveillance System).

COUNTERMEASURES
Kapal ini dilengkapi dengan dua launcher decoy 20-barrel Oto Melara / Selex SCLAR-H untuk roket multi-tujuan 105mm atau 118mm. SCLAR-H menghasilkan pertahanan “soft-kill” otomatis penuh terhadap ancaman misil musuh dengan membuat bingung sensor musuh sebelum penembakan misil. Dua sistem pertahanan torpedo SLAT juga dipasang.

CAVOUR AIRCRAFT CARRIER PROPULSION
Cavour mempunyai propulsi Combined Gas Turbine and Gas (COGAG). Empat turbin gas LM2500 yang dibuat oleh FiatAvio dari Turin yang berada di bawah lisensi dari General Electric (AS), satu turbin dapat menghasilkan 22.000 kwh. Empat turbin memutar dua unit gigi (gear) yang masing-masing menghasilkan 60.000 tenaga kuda.



Peace all....smile.gifsmile.gif
rajakartu
Tenkyu infonya bro,

gue demen info seputar peralatan perang. Kalo bisa ada gambar desain kapal induk per ruangan, biar bisa tau apa aja dalamnya.

thanks.
andrezmeister
carrier vessel keren
nokipa
sekalian dunkz, berapa tahun rata2 penggunaannya, penasaran ni kapal induk kan biaya pasti cukup super bisa tahan berapa lama yak
jojo8228
quote name='rajakartu' date='Jun 29 2008, 11:50 PM' post='1059028248']
Tenkyu infonya bro,

gue demen info seputar peralatan perang. Kalo bisa ada gambar desain kapal induk per ruangan, biar bisa tau apa aja dalamnya.

thanks.
[/quote]

Wah bro, aku ndak punya infonya nih. Kayaknya jadi rahasia buat pembuat n negara pemiliknya deh smile.gifsmile.gif..
Kalau ada yang punya infonya, post dong...smile.gifsmile.gif


QUOTE (nokipa @ Jul 1 2008, 10:50 AM) *
sekalian dunkz, berapa tahun rata2 penggunaannya, penasaran ni kapal induk kan biaya pasti cukup super bisa tahan berapa lama yak


Dari yang aku dapet, rata-rata kapal induk beroperasi selama 50 tahun (Amerika).

Berikut datanya:
Nimitz (CVN-68): 03 May 1975 - 2025
Dwight D. Eisenhower (CVN-69): 18 Oct 1977 - 2027
Carl Vinson (CVN 70) 13 Mar 1982 - 2032
Theodore Roosevelt (CVN-71): 25 Oct 1986 - 2036
Abraham Lincoln (CVN 72): 11 Nov 1989 - 2039
George Washington (CVN 73): 04 Jul 1992 - 2042
John C. Stennis (CVN-74): 09 Dec 1995 - 2045
Harry S. Truman (CVN-75): 25 Jul 1998 - 2048
Ronald Reagan (CVN-76) 2002 - 2052

Peace.... smile.gifsmile.gif



Kepala Besar
wiih.. mantap tuh alat perangnya,
btw indonesia kapan punya nya nih
Massimo del Nero
@ jojo8228
ayo semangat bro...

keep posting yah...

nice thread neh....
william99
Bro's Blufamer saya cuma bisa kasih gambar kapal induk aja ya, Anyway kan udah di bahas secara detail ama Bro jojo.


Virtual depiction of the new US Navy Gerald R. Ford-Class carrier



USS Harry S. Truman


USS Nimitz


USS Dwight D. Eisenhower


USS Carl Vinson


USS Theodore Roosevelt


USS Abraham Lincoln


USS George Washington.


USS John C. Stennis


USS Ronald Reagan (CVN-76)


USS George H. W. Bush (CVN-77)



USS Kitty Hawk


USS Constellation



USS John F. Kennedy


The USS Independence


Lumayan Bro's buat nge-print gambar. Peace.gif
jojo8228
@wiliam99... makasih ya tambahan info n gambarnya... ayo dong lagi... hehehe

Setelah lama gak post di Kapal Induk..... kangen juga.

Berikut kapal induk Italia Aquila:

Aquila - Navy Ships



Aquila (berarti Elang) adalah kapal induk yang mulai dibangun pada 1941 tetapi tidak terselesaikan karena adanya gencatan senjata di Italia pada 1943. Kapal ini merupakan konversi dari kapa pesiar Roma dan menawarkan banyak spesifikasi performa yang baik dan akan membuat performa yang sangat bagus sesuai dengan fungsinya. Kapal ini tidak pernah diluncurkan karena perang telah berakhir. Namanya disematkan pada 1952.

Aquila bertenaga delapan mesin turbin uap. Mesin ini memutar empat poros propeller (baling-baling) yang dilaporkan dapat mencapai kecepatan maksimal 32 knots pada 151.000 tenaga kuda. Kapal ini diharapkan mampu menampung 1.420 awak dan 60 pesawat terbang. Ofensivitas kapal induk ini terlihat pada persenjataannya yaitu 8 meriam 5.3”, 12 meriam 2.5” dam 132 meriam anti pesawat 20mm.

Specifications :
Designation: Aquila
Length: 760 ft (231.65 m)
Beam: 96 ft (29.26 m)
Draught: 24 ft (7.32 m)
Displacement: 28,356 tons
Machinery: 8 x boilers powering 4 x geared turbine engines with 4 x shafts at 151,000hp.
Surface Speed: 32 kts (37 mph)
Range: 3355 miles (5,399 km)
Armament: 8 x 5.3" guns; 12 x 2.5" guns; 132 x 20mm anti-aircraft guns
Aircraft: 66 aircraft of various makes
Complement/Crew: 1,420
Ships in Class: Aquila
Operators: Italy


jojo8228
Charles de Gaulle (R 91)



Charles de Gaulle (R 91) adalah kapal induk yang saat ini beroperasi untuk AL Perancis. Dia adalah kapal bertenaga nuklir produksi Perancis yang pertama dan mempunyai sistem modern berteknologi tinggi yang membuatnya menjadi pemain besar saat ini. Dia dapat mengangkut varian AL Dassault Rafale (Rafale M) dan juga pesawat atau helikopter lain jika dibutuhkan. Charles de Gaulle (atau "CDG") adalah flagship AL Perancis saat ini.

Walaupun relatif lebih kecil dari pada kapal induk modern lain, CDG merupakan kapal induk yang sangat hebat yang didesain untuk memenuhi kebutuhan AL Perancis. Superstruktur “Island”-nya berada di bagian kanan kapal. Superstruktur ini berisi sistem komunikasi dan radar. Sebagian besar area permukaan kapal ini dibuat sebagai dek penerbangan.

Seperti halnya kapal induk modern lain, CDG memperlihatkan ofensivitasnya. Dia mampu membawa 40 berbagai tipe pesawat terbang; Super Etendards dan Dassault Rafales, Dassault Mirage 2000D, Grumman E-2C Hawkeye dan Helikopter SA365 Dauphin. Untuk pertahanan, CDG launcher 4 x 8 cell SYLVER yang menembakkan misil permukaan-ke-udara MBDA Aster 15 series atau launcher 2 x 6 cell Sadral yang menembakkan misil permukaan-ke-udara jarak pendek Mistral.

Sebagai tambahan, untuk melindunginya dari ancaman udara jarak dekat atau ancaman permukaan, dia dilengkapi dengan meriam 8 x 20mm GIAT 20F2. Sistem pendukungnya termasuk ARBR21 Detector suite, ARBB 33 Countermeasures suite decoy launchers, ARBG2 MAIGRET Interceptor system dan SLAT anti-torpedo countermeasures.

CDG telah dikirim untuk mendukung Sekutu selama Operation Enduring Freedom. CDG bersama dengan kapal-kapal dan kapal selam AL Perancis, meluncurkan serangan harian dan alat pengintaian terhadap tentara Taliban di Afganistan menggunakan Super Etendards, Rafale, Hawkeye dan Helikopter. Kapal ini selanjutnya ikut dalam operasi mata-mata Operation Anaconda sampai Mei 2007.

DCN dipesan pada 1986 tetapi pembuatannya baru dimulai pada 1989 di DCN Brest Naval shipyard (kapal ini diberinama Richelieu). Dia diluncurkan pada 1994 dan diresmikan pada 2001 dan menjadi satu-satunya kapal induk yang beroperasi milik AL Perancis. CDG mempunyai homeport di Toulon, Perancis. Kapal ini deiberi nama dari Jenderal Perancis Charles de Gaulle.


Specifications: Charles de Gaulle (R 91)

Dimensions:
Length: 857.9ft (261.49m)
Beam: 211.15ft (64.36m)
Draught: 30.93ft (9.43m)

Performance:
Surface Speed: 27kts (31mph)
Submerged Speed: 0kts (0mph)
Range: (160,933km)

Structure:
Complement: 2,750
Displacement: 42,000tons

Power:
Engine(s): 2 x K15 Pressurized Water Reactor (PWR) (350MW total) and 4 x diesel-electric engines powering 2 x shafts.

Weapons Suite:
4 x SYLVER 8-cell surface-to-air missile launchers (MBDA Aster 15 missiles)
2 x Sadral 6-cell short-range surface-to-air missile launchers (Mistral missiles)
8 x 20mm GIAT 20F2 dual-purpose close-defense cannons

Air Arm:
Up to 40 aircraft of various makes and types including:
16 x Super Etendard fighters
6 x Mirage 2000D strike fighters
5 x Rafale M multi-role fighters
2 x E-2C Hawkeye Airborne Early Warning Aircraft
2 x Eurocopter AS 565MB Panther OR 2 x Eurocopter AS 322 Cougar Mk II OR Eurocopter Super Frelon Helicopters
2 x Dauphin Helicopters



Peace all smile.gifsmile.gif
jojo8228
NAe Sao Paulo



NAe Sao Paulo adalah sebuah kapal induk bermesin konvensional dan merupakan flagship AL Brazil. Awalnya dia adalah kapal induk milik AL Perancis yang di luncurkan pada 1959 dan akhirnya dijual ke Brazil pada tahun 2000. Kapal induk ini menjadi satu-satunya yang beroperasi di Brazil.



Dari desainnya, Sao Paolo masih mempertahankan seluruh fitur dari kapal induk ini ketika masih beroperasi bagi Al Perancis (Foch/R99). Sao Paolo mempunyai dua ketapel pesawat yang beroperasi di dek yang mengarah ke depan dan dek yang menyerong. Dek penerbangannya mempunyai dua elevator pesawat yang berada di depan sebelah kiri “island” dan di belakang “island”. Island-nya berada di sebelah kanan depan pertengahan kapal.

Pada saat beroperasi bagi AL Perancis sebagai Foch, kapal ini dimodernisasi pada 1980 hingga 1981 agar dapat mengangkut fighter-bomber Super Etendard dengan kemampuan nuklir. Pada tahun 1985, kapal ini kembali diupgrade dengan penambahan launcher misil Crotale untuk menggantikan meriam 100mm. Berdasarkan laporan, NAe Sao Paulo tetap tidak mempunyai persenjataan untuk mempertahankan diri (defensive armament), menjadi menarik mengingat kapal ini menjadi bagian sangat penting bagi armada Brazil. Kapal ini mempunyai daya angkut hingga 40 pesawat dari berbagai tipe. NAe Sao Paolo diawaki oleh 1.300 personel. Deknya juga melayani pelatihan untuk aviator AL Argentina dengan pesawat model Super Etendard.

Specifications: NAe Sao Paulo

Dimensions:
Length: 870ft (265.18m)
Beam: 104ft (31.70m)
Draught: 28.2ft (8.60m)

Performance:
Surface Speed: 32kts (37mph)
Range: (11,265km)

Structure:
Complement: 1,338
Displacement: 32,800tons

Power:
Engine(s): 6 x Indret boiler systems powering 4 x steam turbines and 2 x propellers at 126,000hp.

Air Arm:
Up to 40 aircraft of various types including A-4KU Skyhawk fighters along with Sikorsky SH-3 Sea King, Eurocopter UH-12/13 Esquilo, Eurocopter AS 532 SC Cougar and HB 350 / HB.355 Ecureuils helicopters.



Peace All smile.gifsmile.gifsmile.gif
jojo8228
Jeanne d'Arc (R 97)

Designation: Jeanne d'Arc (R 97)
Classification Type: Conventionally-Powered Helicopter Cruiser
Ship Class: Jeanne d'Arc (CVH)
Country of Origin: France
Initial Year of Service: 1964
Number in Class: 1


Jeanne d'Arc (R 97) dapat diklasifikasikan sebagai kapal induk secara umum, walaupun desainnya diutamakan untuk helikopter dan secara resmi diklasifikasikan sebagai “helicopter cruiser”. Dia tidak mempunyai dek penerbangan, dek-nya hanya berupa dek helikopter pada bagian buritan. Saat ini, kapal ini masih beroperasi untuk AL Perancis, walaupun rencananya akan dipensiunkan pada 2011. Fungsi utama kapal ini adalah untuk training pilot dan dapat difungsikan untuk misi ofensif dengan sistem helikopter multiperan yang dimilikinya.



Desain kapal ini mempunyai superstruktur di tengah dengan sebuah cerobong di bagian belakang superstruktur ini. Dia mempunyai sebuah haluan datar dan bagian buritannya merupakan dek penerbangan (helikopter) luas yang dapat mengakomodasi hingga 3tiga helikopter secara bersamaan. Hangar-nya terdapat di bawah dek dan dapat menyimpan 10 helikopter dari berbagai tipe dan ukuran. Helikopter ini termasuk Puma, Super Frelon, Alouette III dan Gazelle yang dapat digunakan untuk misi transportasi, pengintaian ataupun penyerangan. Tenaga kapal ini dihasilkan oleh empat mesin konvensional yang mampu menghasilkan 10.000 tenaga kuda. Kapal ini diawaki oleh 777 yang berperan sebagai sailor officer dan air men.

Kapal ini mempunyai kemampuan pertahanan diri yang terbatas jika dibandingkan dengan kapal cruiser modern, tetapi kapal ini memiliki 6 launcher misil anti-kapal permukaan-ke-permukaan Exocet 38, satu di bagian ujung depan superstruktur, yang lainnya di bagian samping. Kapal ii juga dilengkapi dengan dua meriam 100mm yang terpasang di bagian depan superstruktur. Untuk pertahanan jarak dekat, kapal ini dilengkapi dengan empat buah senapan mesin anti-pesawat 12.7mm.

Jeanne d’Arc mulai dibuat pada 1959 (sebagai “La Resolue”) dan diluncurkan pada 1961. Dia mulai dioperasikan pada 1964 dengan diganti nama menjadi Jeanne d'Arc, setelah dipensiunkannya kapal Cruiser Jeanne d’Arc yang dibuat pada 1930an. Dia mempunyai homeport di Brest, France. Dia menjadi kapal ketiga yang diberinama sesuai dengan pemimpin militer mitos Perancis.

Specifications: Jeanne d'Arc (R 97)

Dimensions:
Length: 597ft (181.97m)
Beam: 79ft (24.08m)
Draught: 25ft (7.62m)

Performance:
Surface Speed: 26kts (30mph)
Submerged Speed: 0kts (0mph)
Range: (12,070km)

Structure:
Complement: 777
Displacement: 10,575tons

Power:
Engine(s): 4 x turbines producing 10,000hp each.

Weapons Suite:
6 x Exocet 38 surface-to-surface anti-ship missiles
2 x 100mm cannons (initially 4 turrets)
4 x 12.7mm anti-aircraft machine guns

Air Arm:
Up to ten aircraft that can include any of the following:
2 x Aerospatiale Puma Helicopters
2 x Aerospatiale Gazelle Helicopters
2 x Alouette III Helicopters
8 x Super Frelon Helicopters



Peace All smile.gifsmile.gif
jojo8228
Akhirnya bisa posting jugaaa....

USS Enterprise (CVN 65)

Designation: USS Enterprise (CVN 65)
Classification Type: Nuclear-powered Aircraft Carrier
Ship Class: Enterprise-class
Country of Origin: United States
Initial Year of Service: 1961
Number in Class: 1




Kapal induk ini adalah versi modern dari kapal induk era PD II dan menjadi kapal induk bertenaga nuklir pertama di dunia ketika diresmikan pada 1961 dengan 8 reaktor A2W-nya. Dibuat sebagai flagship (pemimpin) kapal induk lain yang serupa dan beroperasi selama lebih dari 4 dekade dan menjadi bagian dalam banyak kejadian selama perang dingin maupun setelahnya.

Desain USS Enterprise mengikuti desain yang muncul pada PD II dengan dek penerbangan yang sangat luas menonjol di bagian kiri kapal dan superstruktur di sebelah kanan kapal. Awak kapal ini mencapai 5.700 odang (termasuk awak penerbangan dan anak buah kapal) dan dapat mengakomodasi beban seberat 93.500 ton yang hampir sama dengan ukuran kota kecil. Senjata pertahanan sangat terbatas karena membengkaknya biaya tetapi pada akhirnya persenjataan ditambah dengan Phalanx CIWS dan peluncur RAM untuk digabungkan dengan sistem anti-pesawat Sea Sparrow. Sekitar 90 pesawat dari berbagai jenis dapat diangkut oleh kapal ini, termasuk pesawat tempur, interseptor, pesawat transpor dan SAR, pesawat anti-kapal selam dan sistem elektronik. Kapal ini mempunyai empat elevator hangar (3 di sebelah kanan dan 1 di kiri) dan 4 ketapel tenaga uap.

Setelah melewati periode percobaan panjang, Enterprise ikut ambil bagian dalam Krisis Misil Kuba untuk memotong jalur suplay Unisoviet ke Kuba. Setelah konflik tersebut mereda, kapal ini menghabiskan beberapa waktu di laut Mediterania dan kemudian ikut dalam Perang Vietnam, meluncurkan serangan-seragnag mendadak pada Viet Cong. Sebuah kecelakaan pada dek kapal ini saat Perang Vietnam, memaksa kapal berlabuh di Pearl Habor untuk perbaikan. Kecelakaan ini memakan korban 27 orang. Setelah selesai perbaikan, kapal ini kembali untuk mendukung perang.

Setelah perang, Enterprise diupgrade kembali pada 1979 hingga 1982. Perubahan yang dilakukan adalah pada superstruktur, upgrade sistem radar dan tiang-tiang kapal. Dia menjadi kapal induk Amerika pertama yang mengoperasikan pesawat F-14 Tomcat.

Enterprise kembali ikut bagian dalam Operation Praying Mantis untuk penyerangan terhadap Iran. Kemudian ikut membantu pemerintah Filipina dalam memberantas pemberontakan. Selain itu, Enterprise juga terlibat dalam konflik Bosnia untuk memastikan efek perjanjian zona larangan terbang. Kecelakaan lain terjadi pada 1998 ketika Grumman EA-6B Prowle menabrak Lockheed S-3 Viking di dek penerbangan, menyebabkan tiga aviator Powler tewas. Sebulan kemudian Enterprise kembali beraksi melawan Irak dalam Operation Desert Fox.

Setahun kemudian Enterprise ikut ambil bagian dalam invasi Amerika ke Afganistan dan meluncurkan sekitar 700 serangan. Selanjutnya Enterprise dipanggil untuk ikut dalam Operation Iraqi Freedom.

Specifications: USS Enterprise (CVN 65)

Dimensions:
Length: 1123ft (342.29m)
Beam: 133ft (40.54m)
Draught: 39ft (11.89m)

Performance:
Surface Speed: 30kts (35mph)
Submerged Speed: 0kts (0mph)
Range: (160,933km)

Structure:
Complement: 5,696
Displacement: 93,500tons

Power:
Engine(s): 8 x A2W nuclear reactors with a total output of 280,000shp.

Weapons Suite:
2 x Octuple Mk 29 RIM-7 Sea Sparrow missile launchers
3 x Phalanx CIWS (1 later removed)
2 x RIM-116 RAM (Rolling Airframe Missile) launchers (added later)



Peace all smile.gifsmile.gif
GOMBLOH
puas aku...apik tenan om ! suwun..suwun
jojo8228
USS Abraham Lincoln (CVN 72)


Designation: USS Abraham Lincoln (CVN 72)
Classification Type: Nuclear-Powered Aircraft Carrier
Ship Class: Nimitz-class
Country of Origin: United States
Initial Year of Service: 1989
Number in Class: 10




USS Abraham Lincoln (CVN 72) menjadi kapal induk nuklir kelas Nimitz kelima yang beroperasi untuk AL AS pada 11 November 1989. Kapal ini pernah beroperasi di Teluk Persia dan wilayah Pasifik untuk misi militer maupun kemanusiaan. Kapal ini ikut dalam konvoi besar yang terdiri kapal induk nuklir kelas Nimitz lain, yaitu USS Dwight D. Eisenhower, USS Theodore Roosevelt dan the USS George Washington.

USS Abraham Lincoln adalah sebuah kapal induk dengan desain konvensional. “Island”-nya berada di sebelah kanan dan dek penerbangannya menyamping ke bagian kiri. Dia mempunyai empat elevator pesawat, tiga di bagian kanan, satu di kiri. Island-nya terbagi menjadi tiga, satu di bagian buritan dan dua lainnya di depan. Empat ketapel tenaga uapnya dapat membuat respon cepat untuk kebutuhan dek penerbangan pada lalulintas yang padat. Seperti kapal induk kelas Nimitz yang lain, USS Abraham Lincoln dapat mengangkut 90 pesawat dari berbagai jenis termasuk helikopter.

Kapal ini dilindungi oleh launcher misil permukaan-ke-udara Sea Sparrow seri Mk 57 Mod3 kembar dan dua launcher misil permukaan-ke-udara jarak dekat RIM-116 Rolling Airframe Missile. Sebagai tambahan, awak juga dapat menggunakan Sistem persenjataan jarak sangat dekat, tiga 20mm Phalanx sebagai pertahanan anti-misil/anti-pesawat. Tenaga kapal ini dihasilkan dari dua reaktor nuklir kelas A4W Westinghouse, yang menggerakkan empat turbin uap yang selanjutnya memutar propeler sampai kekuatan 260.000 shp (shaft horsepower). Dengan menggunakan reaktor nuklir, kapal induk ini (dan kapal induk kelas Nimitz lainnya) mempunyai jarak tempuh tak terbatas.

Sensor, radar dan sistem memenuhi kota terapung ini. Kapal ini mempunyai sekitar tiga radar kontrol lalu-lintas udara, radar pencarian udara yang sangat kuat, radar pertolongan dan sistem pandu pendaratan. Countermeasures-nya SLQ-32A(V)4 dan sistem contermeasure torpedo SLQ-25A “Nixie”. Daya angkut awaknya sekitar 3.200 orang termasuk 2.480 airmen.

Lincoln pertama kali dipesan pada 1982 dan mulai dibuat 1984. Dia diluncurkan pada 1988 dan diresmikan setahun kemudian. Dia mempunyai homeport di Everett, Washington. Kapal ini mempunyai panggilan “Abe” dan masih aktif hingga saat tulisan ini dibuat. Lincoln sudah mendapat banyak penghargaan, yaitu: Joint Meritorious Unit Award, Navy Unit Commendation, Coast Guard Unit Commendation, Meritorious Unit Commendation, Navy "E" Ribbon, National Defense Services Medal, Armed Forces Expeditionary Medal, Southwest Asia Service Medal, Global War on Terrorism Expeditionary Medal, Global War on Terrorism Service Medal, Humanitarian Service Medal, Sea Service Deployment Ribbon, dan Kuwait Liberation.

Specifications: USS Abraham Lincoln (CVN 72)

Dimensions:
Length: 1092ft (332.84m)
Beam: 252ft (76.81m)
Draught: 41ft (12.50m)

Performance:
Surface Speed: 30kts (35mph)
Submerged Speed: 0kts (0mph)
Range: (160,933km)

Structure:
Complement: 5,680
Displacement: 97,000tons

Power:
Engine(s): 2 x Westinghouse A4W nuclear reactors with 4 x steam turbines powering 4 x shafts at 260,000shp.

Weapons Suite:
2 x Mk 57 Mod3 Sea Sparrow anti-aircraft missile launchers
2 x RIM-116 Rolling Airframe Missile Launchers
3 x 20mm Phalanx CIWS (Close-In Weapon System)

Air Arm:
90 aircraft of various types including fighters, bombers, specialty aircraft and helicopters.



Peace All smile.gifsmile.gifsmile.gif
jojo8228
USS America (CV 66)

Designation: USS America (CV 66)
Classification Type: Aircraft Carrier
Ship Class: Kitty Hawk-class
Country of Origin: United States
Initial Year of Service: 1965
Number in Class: 4




USS America (CV 66 awalnya diberi kode CVA 66) merupakan kapal induk bermesin konvensional yang beroperasi untuk AL AS, secara resmi kapal ini dipensiunkan pada 1996. Dia merupakan kapal kelas Kiity Hawk yang digantikan dengan kapal induk bermesin nuklir USS Nimitz. Dia ikut ambil bagian dalam Perang Vietnam, Teluk Persia, Lebanon dan ikut serta dalam Operasi Desert Shield dan Desert Storm. Nasibnya menjadi sangat menyedihkan ketika dijadikan target pada 2005.

Desainnya tradisional dengan “island” di sisi kanan dan dek penerbangan yang menyampingg (ke kiri) dengan tiga ketapel (satu pada bagian kiri dan dua di depan). Dek penerbangannya mempunyai empat elevator pesawat, satu di sisi kiri dan tiga di kanan, dengan satu di antaranya di belakang “island”. “Island”-nya didominasi peralatan komunikasi dan sensor.

Kapal induk ini mampu mengangkut 79 pesawat dari berbagai jenis termasuk F-4 Phantoms, A-6 Intruder, A-7 Corsair II dan SP-2 Neptunes sebagai tambahan untuk sistem/helikopter anti-kapal selam dan transpor. Didukung oleh armadanya yang melindungi dan mensupply kebutuhan, membuat USS America mempunyai peran vital di dunia.

Untuk pertahanannya, USS America dilengkapi dengan bermacam-macam sistem sensor dan pemrosesan seperti radar pencari-udara AN/SPS-48 and AN/SPS-49. Electronic countermeasures terdiri dari AN/SLQ-32 yang dibuat oleh Raytheon Company. Sebagai tambahan untuk pertahanan, kapal ini persenjatai dengan tiga launcher misil permukaan-ke-udara Sea Sparrow dan 3 Phalanx CIWS (Close-In Weapon Systems) 20mm sebagai pertahanan anti-pesawat dan anti-misil.

USS America dipesan [ada 1960 dan mulai dibangun pada 1961. Dia diluncurkan pada 1964 dan mulai dioperasikan secara resmi pada 1965. Dia mempunyai “home port” di Norfolk, Virginia, USA dan beroperasi dengan motto “Don't Tread on Me". USS Amesica juga dukenal dengan Big A. USS America menjadi kapal ketiga yang diberi nama dengan nama negara.
Specifications: USS America (CV 66)

Dimensions:
Length: 1048ft (319.43m)
Beam: 248ft (75.59m)
Draught: 38ft (11.58m)

Performance:
Surface Speed: 34kts (39mph)
Submerged Speed: 0kts (0mph)
Range: (21,599km)

Structure:
Complement: 3,306
Displacement: 83,573tons

Power:
Engine(s): 8 x boilers powering 4 x steam turbines at 280,000shp.

Weapons Suite:
3 x Mark 29 launchers (Sea Sparrow surface-to-air missiles)
3 x 20mm Phalanx CIWS (Close-In Weapon Systems) systems

Air Arm:
79 aircraft of various makes including Vought A-7 Corsair II, F-4 Phantom and F-8 crusader fighter-bombers, SP-2 Neptune anti-submarine aircraft, SH-3A Sea King helicopters.



Peace all smile.gifsmile.gif
william99
USS Ronald Reagan (CVN-76)


USS Ronald Reagan (CVN-76), adalah kapal induk kelas Nimitz kesembilan yang dimiliki oleh Angkatan Laut Amerika Serikat, dan kapal pertama yang diberi nama mantan Presiden Ronald Reagan.

Pembangunan, peresmian dan penugasan
Ronald Reagan adalah kapal induk pertama yang dinamai untuk menghormati seorang mantan presiden yang masih hidup. Tidak seperti kebanyakan tokoh yang namanya digunakan karena karena jasanya terhadap US Navy, Reagan tidak berhubungan dengan Angkatan Laut Amerika Serikat terpisah dari peranannya sebagai Panglima Perang, walaupun salah satu inisiatif pentingnya pada saat menjabat adalah Program 600-ship Navy.

Kontrak pembangunan Reagan diberikan kepada Northrop Grumman Newport News dan Galangan Kapal di Newport News, Virginia pada 8 Desember 1994, dan lunasnya mulai terpasang pada 12 Februari 1998. Ia mulai diluncurkan pada tanggal 4 Maret 2001, diresmikan oleh isteri Reagan Nancy pada tanggal yang sama, dan kapal mulai bertugas pada tanggal 12 Juli 2003, dengan nakhoda Captain J. W. Goodwin. Wakil Presiden Dick Cheney dan Lynne Cheney menghadiri upacara tersebut, seperti halnya Nancy Reagan, yang memberikan tradisi perintah pertama kepada kru kapal sebagai unit aktif di Angkatan Laut Amerika Serikat: "Man the ship and bring her to life." Ronald Reagan mulai pelayaran pertamanya pada 21 Juli 2003.

Presiden Reagan, yang tidak hadir pada saat peluncuran maupun penugasan karena penyakit Alzheimer, meninggal sebelas bulan kemudian. Pada akhir dari upacara penguburan, perwira komando kapal pada saat itu, Captain James Symodns, memberikan bendera kepada Ny. Reagan sesuai dengan permintaannya. Bendera ini pula yang berkibar di atas Capitol Hill pada tanggal 20 Januari 1981, pada saat upacara pengangkatan presiden. Captain Symonds juga memberikan kepada Ny. Reagan, bendera yang berkibar di atas Ronald Reagan pada saat mantan presiden tersebut meninggal.

Spesifikasi
Massa Ronald Reagan sekitar 95.000 ton pada saat beban penuh, kecepatan tertinggi lebih dari 30 knot, menggunakan tenaga penggerak dua reaktor nuklir yang menggerakkan empat baling-baling, dan dapat berlayar selama lebih dari 20 tahun tanpa mengisi bahan bakar. Panjangnya mendekati ketinggian Gedung Empire State pada 1.092 kaki (333 m) dan 134 kaki (41 m) lebar dengan dek penerbangan 252 kaki (77 m) lebar. Dek penerbangan mencakup areal seluas 4,5 ekar (18.000 m²). Ia dapat membawa lebih dari 5.500 pelaut and lebih dari 80 pesawat. Kapal ini merupakan pemenang pada tahun 2006 Battle "E" untuk kapal induk pesisir barat


Pada saat perpindahannya dari Samudera Atlantik ke Samudera Pasifik, ia melewati Selat Magellan. Pelabuhan pendaftarannya terdapat di Coronado, California.

Pada 29 Januari 2006, sebuah pesawat tempur F/A-18 Hornet berusaha untuk mendarat malam di Ronald Reagan, tetapi jatuh ke samudera sekitar 200 km (120 mil) tenggara Brisbane, Australia. Tidak terjadi kerusakan pada kapal, dan pilot dapat menyelamatkan diri, tetapi juru bicara resmi menyatakan bahwa pesawat hilang dan tidak dapat ditemukan.

Pada 6 Juli 2006, Ronald Reagan kembali ke Coronado dari pelayaran pertamanya dimana kapal ini terlibat dalam mendukung kelanjutan Perang melawan Teror. USS Ronald Reagan dan Carrier Strike Group (CSG) Reagan meninggalkan North Island, Coronado di San Diego County pada 27 Januari 2007 pada penyebaran pasukan tak terjadwal ke barat Pasifik, mengisi tugas yang ditinggalkan sementara oleh Kitty Hawk dimana, Kitty Hawk sedang melakukan perawatan di Jepang, senilai $28,5 juta. Pada 20 April 2007, USS Ronald Reagan (CVN 76) dan grup kembali ke Coronado.

Seorang pelaut dari Ronald Reagan, Jarrod Fowler, tampil pada kontes televisi populer American Idol, tetapi tereliminasi pada putaran kedua.[8]Reagan sendiri mengadakan Kontes "Reagan Idol", yang dimenangkan oleh Fowler, dan namanya diajukan kepada pertunjukan tersebut. Fowler menerima sebuah surat dari Nancy Reagan yang memberikan ucapan selamat atas penampilannya.

Pada 7 November 2005 Captain James A. Symonds menyelesaikan tugasnya sebagai Perwira Komandan dari CVN 76. Perwira Komandan yang baru dan sekarang adalah Captain Terry B. Kraft. Wakil Komandan (Executive Officer) saat ini adalah Captain Kevin J. Couch. Command Master Chief adalah James E. DeLozier. Komandan dari Carrier Air Wing Fourteen adalah Captain Richard W. Butler.

Dipesan: 8 Desember 1994
Mulai dibuat: 12 Februari 1998
Diluncurkan: 4 Maret 2001
Ditugaskan: 12 Juli 2003
Status: Aktif bertugas sejak 2008
Pelabuhan daftar: Naval Air Station North Island, Coronado, California

Karakteristik umum
Berat benanam: 101.000 sampai 104.000 ton beban penuh
Panjang: Keseluruhan: 1.092 ft (333 m)
Garis air: 1.040 ft (317 m)
Lebar: Keseluruhan: 252 ft (76,8 m)
Garis air: 134 ft (40,8 m)
Draft: Maksimum navigasi: 37 ft (11,3 m)
Batas: 41 ft (12,5 m)
Tenaga penggerak: 2 × Westinghouse A4W nuclear reactors
4 × steam turbines
4 × shafts 260.000 shp (194 MW)
Kecepatan: 30+ knot (56+ km/jam)
Jarak tempuh: Tidak terbatas
Awak kapal: Awak kapal: 3.200
Awak penerbangan: 2.480
Sensor dan Radar: SPS-48E 3-D air search radar
SPS-49A(V)1 2-D air search radar
Mk 23 target acquisition radar
2 × SPN-46 air traffic control radars
SPN-43B air traffic control radar
SPN-44 landing aid radars
3 × Mk 91 NSSM guidance systems
3 × Mk 95 radars
Persenjataan elektronik dan umpan: SLQ-32A(V)4 Countermeasures suite
SLQ-25A Nixie torpedo countermeasures
Persenjataan: 2 × Mk 29 Sea Sparrow
2 × RIM-116 Rolling Airframe Missile

Perisai: Tidak diketahui
Pesawat: 90 sayap tetap dan helikopter
Semboyan: Peace Through Strength
Julukan: Gipper

william99
Kapal Induk:
Kampung di Tengah Laut



Kapal induk membawa lebih banyak pesawat dan awak ketimbang armada atau skadron tempur di beberapa negara. Kapal induk mampu membawa puluhan hingga ratusan pesawat dengan ribuan awak kapal. Semua itu membuat kapal induk mirip perkampungan di tengah laut. Seiring dengan perjalanannya di tengah lautan, kapal induk berkembang dari waktu ke waktu dan semakin handal beroperasi mendukung keberhasilan strategi perang. Dalam kondisi tertentu kapal induk mampu menjalankan operasi militer mandiri dan gabungan. Dari laut kapal induk menggempur musuh-musuhnya.

Mungkin masih tengiang di telinga kita, isu tentang kehadiran kapal induk Amerika di perairan Indonesia menyusul semakin memburuknya situasi politik dan keamanan pada masa pergantian pemimpin dari Presiden Soeharto ke B.J. Habibie pertengahan tahun 1997. Fakta kehadiran kapal induk Amerika yang menurut rumor itu tengah membuang jangkar di tengah Laut Jawa itu tak pernah jelas terungkap. Semua sebatas rumor.

TARAWA CLASS - CH-46 Sea Knight dan AV-8B Harier II diatas kapal induk Tarawa Class./Foto: Forged In Steel


Mendengar kata 'kapal induk,' sebagian orang lantas membayangkan kapal laut yang demikian besar di mana di atasnya terdapat sejumlah pesawat terbang tempur, transpor, atau helikopter. Gambaran yang tak jauh dari apa yang terlukis dalam kisah Si Maverick dalam film TOP GUN yang populer tahun 1980-an. Ya, sebagian kapal induk terutama milik Amerika terlihat seperti itu. Panjang dan lebarnya bisa mencapai dua hingga tiga kali lapangan sepak bola. Di dalamnya terdapat, antara lain ruang istirahat awak kapal, dapur dan ruang makan, ruang mesin dan hanggar pesawat, serta ruang operasi. Njelimet-nya lorong-lorong di lambung kapal bagai labirin bagi 'orang baru'.

Kapal induk lahir sebagai hasil perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kapal dan pesawat terbang yang berkembang pesat sejak awal abad ke-20 lalu. Inovasi dalam hal teknologi kapal dan pesawat terbang bermunculan. Daya jelajah dan kemampuan kapal semakin besar, seiring dengan perkembangan teknologinya. Hal ini terjadi pula dalam bidang penerbangan. Wright bersaudara dan para pionir penerbangan lain, yang terus berupaya mengembangkan tekonolgi dan kemampuan pesawat mereka mampu memberi inspirasi lain untuk mengusung pesawat ke atas kapal dan menerbangkannya dari atas geladak.

Penerbangan yang dilakukan oleh Letnan R. Gregory tahun 1912 dari atas HMS Hibernia (Inggris) membuktikan bahwa konsep mengangkut pesawat dan menerbangkannya dari atas geladak kapal sangat mungkin dilakukan. Teknologi catapult (katapel) pun mulai diusung ke atas geladak. Katapel ini berfungsi sebagai akselerator dan pelontar untuk mempercepat laju pesawat di atas geladak dalam mencapai kecepatan tinggal landasnya. Angkatan laut AS menjadi kalangan pertama yang mampu menggabungkan teknologi katepel itu di atas kapal pengangkut pesawat mereka. Keberhasilan itu berkat jasa Letnan Ellyson yang melakukan penelitian di bidang ini sejak tahun 1911. Perangkat buatannya itu mulai dicoba di atas geladak pada tahun 1915. Keberhasilan tinggal landas dan mendarat kembali di kapal dicapai oleh Glenn Curtiss tahun 1911 menggunakan sebuah pesawat berbantalan udara yang tinggal landas dari USS Pennsylvania dan mendarat kembali di dekatnya. Pesawat kembali ke atas kapal dengan bantuan katrol khusus. Keberhasilan berikutnya dicapai oleh Letnan Longmore menggunakan Short S.27.

PERAN AWAK - Awak geladak juga bertanggungjawab atas pendaratan./Foto: The Cutting Edge


Di atas geladak

Banyak hal menarik dari keberadaan kapal induk, baik sejarah kelahiran dan operasi mereka hingga teknologinya. Sejarah mencatat, kapal induk ada sejalan dengan perkembangan teknologi kapal laut dan pesawat terbang. Jarak jelajah kapal laut yang semakin jauh menjadi salah satu pertimbangan menggabungkan kemampuan kapal laut dengan pesawat terbang. Inggris menjadi jajaran negara pertama yang merealisasikan konsep kapal induk, yakni dengan meluncurkan Hermes tahun 1914. Kapal induk generasi pertama ini mampu membawa Short Folder Seaplane di atas geladaknya. Short Folder Seaplane sekaligus merupakan generasi pertama pesawat berteknologi sayap lipat. Pesawat ini bertugas menjatuhkan torpedo guna menghancurkan kapal laut lawan. Kehebatan Hermes bersama Short Folder Seaplane teruji dalam serangan terhadap Cuxhaven, Desember 1914.

Sebagai generasi pertama kapal induk, Hermes tak tampak sebagai kapal induk. Dengan beberapa katrol di atas geladak untuk memindahkan pesawat dari hanggar ke tempat tinggal landas, Hermes lebih mirip kapal barang. Geladak tinggal landasnya sengaja dirancang memiliki perbedaan ketinggian pada kedua ujungnya dengan alasan perbedaan ketinggian itu bakal membantu pesawat mencapai kecepatan tinggal landasnya. Teknologi geladak konvensional ini sangat berbeda dengan geladak moderen pada kapal induk generasi 50-an. Kapal induk generasi pertama hanya dirancang meluncurkan pesawat terbang berbaling-baling. Alasannya, ketika itu teknologi jet belum berkembang.

Rancang bangun dan teknologi geladak kapal mulai berubah sejalan dengan mulai populernya pesawat bermesin jet pada era tahun 1950-an. Kapal induk generasi pertama dirancang sebagai kapal yang mampu mengangkut sekaligus menerbangkan pesawat terbang berbaling-baling, baik dari jenis pesawat land-base (berpangkalan di darat) maupun sea-plane (berkemampuan mendarat di permukaan air). Jenis generasi pertama ini umumnya memiliki geladak konvensional dengan berbagai variasi tergantung dari jenis pesawat yang diusung ke atas kapal.

Proses tinggal landas dan mendarat di kapal induk berbeda untuk masing-masing tipe pesawat. Pada pesawat berbaling-baling, angin di atas dek rupanya berpengaruh besar membatu proses tinggal landas pesawat. Dari berbagai percobaan diperoleh hasil bahwa tinggal landas tidak lagi menimbulkan masalah. Masalah muncul menyangkut cara mendarat kembali di geladak kapal. Geladak tempat tinggal landas itu terlalu pendek sebagai tempat pendaratan yang aman. Sekali lagi teknologi hadir sebagai pemecah masalah. Geladak kapal terus mengalami perkembangan sejalan dengan tuntutan peran kapal laut dan pesawat terbang dalam peperangan. Lebar dan panjangnya terus bertambah seiring dengan dimensi pesawat dan jumlah yang harus dibawa oleh kapal itu. Campania telah dirancang memiliki landasan sekitar 70 meter guna mengantisipasi kemungkinan 'melepas dan menerima' pesawat yang lebih besar.

Kehadiran pesawat bermesin jet di atas geladak membawa perubahan dratis pada rancang bangun dan teknologi geladak. Pesawat jet memiliki karakter yang jauh berbeda dengan pesawat baling-baling. Kondisi itu membutuhkan perubahan pada beberapa segi di kapal. Perubahan mendasar ada di atas geladak. Pesawat jet melesat lebih cepat dibandingkan pesawat berbaling-baling, namun terlihat lebih mengkuatirkan saat akan mendarat kembali di geladak. Kecepatan stall yang cukup tinggi mengharuskan pesawat jet terbang lebih cepat. Sementara dimesin panjang geladak kapal tak lebih dari setengah landasan di darat. Kenyataan itu menuntut kehadiran alat bantu pendaratan yang mumpuni, baik pada pesawatnya (berupa roda pendarat dan pengait yang kuat hingga avionik pesawat) maupun pada kapal induk penerima. Guna menahan laju pesawat yang masih tinggi itu, kapal induk membutuhkan sistem pengait yang lebih kuat, sehingga mampu menahan dan menghentikan laju pesawat seketika.

CF HUMEAU - Super Etendard tengah terbang diatas kapal induk Perancis, CF Humeau./Foto: Chasseurs de Memoire


Tuntutan perang
Sejak keberadaannya, kapal induk telah membuktikan diri mampu menjalankan misi perang gabungan maupun mandiri. Operasi mandiri itu merupakan bukti hasil kombinasi armada pesawat dengan kapal yang terkoordinasi dengan baik. Bahkan sempat pula terjadi pertempuran antara kapal induk Jepang dan Amerika di Laut Coral dan Midway. Kedua pertempuran itu membuktikan pentingnya kehadiran kapal induk dalam sebuah peperangan.

Masa-masa pasca perang seakan menjadi masa mempersiapkan senjata untuk dipergunakan pada perang dunia berikutnya. Ketika itu angkatan laut melihat peran penting kapal induk dalam menunjang keberhasilan strategi perang. Pesawat yang diangkut di atas kapal induk bisa dipergunakan sebagai pesawat pembom untuk menghentikan laju kapal perang lawan. Pesawat juga mampu menggantikan peran para 'pengintip' di atas kapal. AL AS menggabungkan fungsi intai dan pembom tukik pada satu jenis pesawat untuk memberi peran aktif pada kapal induknya. Peran aktif kapal induk ini diperoleh setelah kalangan militer mulai aktif menempatkan skadron tempur dengan pesawat multi fungsi di atas kapal induk mereka. Pesawat-pesawat inilah yang kemudian bertugas melakukan penyerangan, pengintaian, dan pertahana diri dari serangan kapal dana pesawat lawan.

Tuntutan perang ini melahirkan kekuatan baru yang merupakan gabungan kekuatan laut dan udara. Armada kapal induk dengan pesawatnya terus bertambah. Inggris itu misalnya, pada kurun waktu 1920-an mampu meningkatkan jumlah armada kapal induk dan menempatkan lebih dari 100 pesawat di atasnya. Courageause dan Glorius itu misalnya, mampu membawa 48 pesawat terdiri dari 16 Fairey Flycatcher, 16 pesawat intai Fairey IIIF, dan 16 pesawat pelepas torpedo Ripon.

Bukan hanya perang, politik pun ikut menentukan desain kapal induk di kemudian hari. Perubahan politik di Inggris mengharuskan kapal induk mengadopsi pesawat sayap tetap multi guna dan menggantungkan beberapa peran dalam satu pesawat. Fairey Swordfish yang pelepas torpedo itu menjadi pesawat yang sama untuk menjalankan misi intai dan pengamatan. Fungsi gabungan itu juga dibebankan pada Hawker Osprey yang selain menjalankan misinya sebagai pesawat tempur juga harus menjalankan misi pengataman.

Perubahan strategi yang muncul tahun 1930-an juga berpengaruh pada perkembangan peran dan dimensi kapal pengangkutnya. Keharusan menempatkan pesawat multi kursi memberi dampak positif dan negatif. Dengan menambah satu orang awak pesawat, pesawat multi kursi itu memiliki keterbatasan jarak tempuh, kecepatan, dan daya angkut senjata yang lebih kecil ketimbang kursi tunggal. Penambahan tempat untuk awak pesawat menuntut ruang dan beban tambahan yang keduanya dikompensasi antara lain mengurangi berat total pesawat dengan cara mengurangi jumlah bahan bakar dan senjata. Selain itu penempatan kursi tambahan membuat dimensi pesawat menjadi lebih besar yang tentu saja menuntut tempat yang lebih besar di hanggar kapal. Kondisi itulah menuntut perhatian perancang kapal dan pesawat yang harus bekerjasama memikirkan jalan keluar yang terbaik, yang antara lain berupa teknologi sayap lipat pada pesawat, perluasan lambung dan geladak kapal sehingga mampu menampung pesawat lebih banyak, dan peningkatan kemampuan sistem tinggal landas dan mendarat.

Sebagai armada yang mampu menjalankan misi operasi mandiri, kapal induk dilengkapi dengan persenjataan untuk menangkal serangan musuh. Dalam kecepatan yang sangat rendah, sangat mungkin musuh berupa kapal perusak atau pesawat pembom mudah menghancurkannya. Untuk itulah kapal induk dilengkapi dengan sistem senjata anti serangan lawan. Umunya mereka dilengkapi dengan senapan mesin dair berbagai kaliber. Bahkan beberapa kapal induk moderen dilengkapi dengan rudal anti kapal dan pesawat udara, seperti yang terdapat pada kapal induk Rusia, Moskva Class.

Sejalan dengan keharian kapal perusak yang memiliki mobilitas tinggi, beberapa pihak mulai memikirkan cara mengurangi jumlah persenjataan di atas kapal. Sebagai gantinya, sistem pertahanan diserahkan kepada kapal pendamping atau armada pesawat tempur di atas kapal. Konsep ini mulai ramai pada 40 tahun terakhir. Konsep kapal induk baru itu diambil dengan alasan, pertama: semakin banyaknya jumlah awak di atas kapal menuntut ruang yang lebih besar. Alasan lain, demi mengurangi berat maksimum pesawat akibat penempatan sistem ketapel dan lift pengangkut pesawat dari hanggar, berikut sistem pendaratan. Peningkatan daya jelajah dan kemampuan pesawat terbang yang diangkut kapal menjadi pertimbangan selanjutnya. Pesawat-pesawat inilah yang diharapkan mampu bertugas sebagai sistem pertahanan aktif dan pasif. Amerika terlihat telah menerapkan konsep semacam ini pada USS Enterprise.

F/A-18 HORNET - Jet tempur F/A-18 Hornet di atas USS Constellation (CV-64)./Foto: Forged In Steel


Soviet tertinggal

Meski bukan sebagai negara pertama yang memiliki dan menempatkan kapal induk dalam jajaran militernya, hingga abad ke-20 berakhir Amerika menjadi negara yang tetap getol mengembangkan kapal induk. Inggris yang lebih dahulu mengembangkan dan mengoperasikan kapal induk terlihat lebih low profile. Dalam hal mengembangkan dan memecahkan permasalahan yang mereka hadapi dalam perkembangan kapal induk mereka, Inggris lebih memilih menggunakan cara 'Inggris' ketimbang meniru gaya 'Amerika'. Dengan gaya 'Inggris' Negara Kerajaan itu mampu menggabungkan berbagai macam teknologi untuk meningkatkan kemampuan kapal induk mereka, seperti penempatan mesin pelontar pesawat di ruang khusus, dan memperkenalkan kapal induk bersenjata. Inggris pula yang memegang sertifikat menerbangakan pesawat jet dari kapal induk ringan secara vertikal.

Amerika tak seperti Inggris. Negara Paman Sam ini lebih memilih gaya 'Amerika' dalam menyelesaikan permasalahan di atas kapal induk mereka. Tak seperti Inggris yang lebih memilih mengoperasikan pesawat berkemampuan SVTOL AV-8 Harrier di atas kapal, Amerika cenderung mengoperasikan pesawat berbasis land-base seperti F/A-18 Hornet, F-14 Tomcat, atau A-6 Prowler. Tentu saja pilihan itu diambil melalui berbagai pemikiran.

Amerika kini terlihat sebagai pemimpin dalam perkembangan teknologi kapal induk. Inggis saja yang pernah memiliki armada kapal induk yang besar ternyata harus tertinggal, hanya Perancislah negara barat yang kini terus mencari resep kapal induk moderen dan bersaing dengan Amerika. Meski demikian Perancis hanya mengembangkannya dalam dalam jumlah terbatas di antaranya Charles de Gaulle yang merupakan kapal induk terbesar Perancis setelah masa perang dunia. Sedianya Charless de Gaulle sudah beroperasi pada tahun 2000 lalu. Kehadirannya bakal menjadi andalan Perancis masa depan. Kapal induk yang membawa 1.950 awak dengan sejumlah pesawat dan helikopter terbaru seperti Rafale M, Super Etendard, dan helikopter anti kapal laut Dauphine memiliki berbobot hingga 40.000 ton. Sebagai sistem pertahanan, kapal induk bertenaga nuklir ini mengandalkan pada senapan mesin 20 milimeter.

Bagaimana dengan Soviet? Soviet yang pada masa perang dingin disebut-sebut tengah pula mengembangkan kapal induk, nyatanya tertinggal cukup jauh. Soviet baru mengembangkan kapal induk sejak tahun 1950-an. Sebelumnya Soviet seperti 'tak membutuhkan' kehadiran kapal induk dalam jajaran militernya. Moskwa Class dan Kiev Class tercatat sebagai kapal angkut yang murni kapal induk. Soviet sendiri sebenarnya telah mengopersikan kapal pengangkut pesawat/helikotper sejak awal abad ke-20, antara lain mengoperasikan Almaz sejak tahun 1914 dan Komintern buatan tahun 1900. Pada awalnya keduanya tidak dirancang sebagai kapal induk. Almaz dirancang sebagai yacht bersenjata, dan mulai dikonversikan sebagai kapal angkut pesawat sejak tahun 1914. Biasanya Almaz mampu membawa dua pesawat, namun dalam kondisi tertentu kapal berbahan bakal batubara itu mampu membawa empat pesawat. Almaz pernah bertugas di Laut Hitam dalam rangka perang melawan Turki sejak bulan Mei 1915. Pada akhir PD I, Perancis menguasainya. Kapal Rusia lain yang juga dikonversi sebagai kapal angkut pesawat antara lain Alexader I dan Nicolai I yang keduanya berbobot standar sekitar 9.250 ton.

Moskva Class dan Kiev Class mulai beroperasi masing-masing pada tahun 1960-an dan 1970-an. Moskva Class berbobot antara 14.000-18.000 ton dan mampu membawa 18 pesawat, serta dipersenjatai dengan empat senapan mesin 57 milimeter, sepuluh torpedo 21 inchi, empat rudal permukaan-ke-udara SA-N3, dua buah roket SUW N-1, 24 buah RBU 6000. Diyakini Moskva Class yang terdiri dari Moskva dan Leningrad dibuat untuk menandingi dan menyergap kapal selam AS, Polaris, yang beroperasi di kawsan Mediteran Timur.

Moskva merupakan bukti keberhasilan Soviet mengembangkan kapal angkut pesawat udara. Bentuk Moskva sangat unik, mirip setetes air. Setengah bagian geladaknya difungsikan sebagai tempat tinggal landas dan mendarat 18 helikopter anti kapal selam Ka-25 Hormone. Sebagai kapal anti kapal selama, Moskva dilengkapi dengan radar yang terhubung dengan senjata anti serangan udara dan kapal selamnya. Belakangan kemampuan Moskva dengan pesawat VTOL Yak-36 Forger di atasnya dalam hal mencari kapal selam musuh mulai diragukan.

Kiev Class menjadi kapal angkut pesawat Soviet yang lebih modern. Kapal berbobot antara 36.000-42.000 ton yang diawaki oleh 2.500 personil ini mempunyai senjata yang lebih baik. Ada empat buah senapan mesin 76 milimeter dan delapan buah 30 milimeter, sepuluh torpedo 21 inchi, empat misil SA-N3, empat SA-N4, delapan SS-N12, dua SUW-N1, dan 24 RBU 6000. Awal tahun 1980-an Rusia terlihat tengah mengembangkan dua kapal induk salah satunya Tibilisi yang merupakan moderenisasi Leonid Brezhnev, kapal ini mempunyai bobot mati 60.000 ton dengan panjang lebihd ari 300. Kapal yang mampu membawa 42 pesawat ini bermesin turbin gas dan merupakan kapal indk pertama Soviet yang mampu mengoperasikan pesawat sayap tetap CTOL, dengan 12 Su-27 Flanker, 12 Yak-41 VTOL, dan 15-18 Ka-27 Helix. Meski tertinggal, selain Tibilisi dan Leonid Breznev, Soviet (sekarang Rusia) tengah mengembangkan kapal induk bertenaga nuklir. Kehadiran kapal baru itu bakal menjadi pesaing kapal induk terbaru Amerika seperti Abraham Lincoln, George Washington, dan John C. Stenis yang berpendorong nuklir.

jojo8228
Thank's bro William99 Hug.gif Hug.gif Hug.gif,

Mari lanjuuut:


USS Carl Vinson (CVN 70)

Designation: USS Carl Vinson (CVN 70)
Classification Type: Nuclear-Powered Aircraft Carrier
Ship Class: Nimitz-class
Country of Origin: United States
Initial Year of Service: 1982
Number in Class: 10




USS Carl Vinson adalah satu dari sepuluh kapal induk bertenaga-nuklir kelas Nimitz yang dioperasikan oleh AL AS dengan seri terakhirnya USS Ronald Reagan dan USS George W. Bush. Kelas Nimitz kemudian dipecah menjadi tiga subkelas, yaitu subkelas Nimitz, subkelas Theodore Roosevelt dan subkelas Ronald Reagan. USS Carl Vinson sendiri merupakan bagian dari subkelas Nimitz.

Propulsi USS Carl Vinson dihasilkan oleh reaktor nuklir kembar Westinghouse-brand A4W sebagai tambahan 4 x turbin uapnya. Mesin ini memutar empat propeler besar yang menghasilkan 260.000 shp yang memungkinkan dia melaju dengan kecepatan 30knots. Dia mempunyai berat mati 97.000 ton.

Seperti halnya kapal induk kelas Nimitz yang lain, Vinson membutuhkan ribuan awak untuk beroperasi dalam efisiensi penuh. Sekitar 2.480 airmen mendukung 90 pesawat yang diangkutnya termasuk helikopter. Persenjataannya termasuk 2 launcher misil permukaan-ke-udara Sea Sparrow dan 2 launcher misil RIM rolling airframe. Sebagai tambahan, 3 Close-In Weapon Systems (CIWS) Phalanx yang mempunyai kemampuan anti-pesawat/misil jarak pendek.

Carl Vinson pertama kali dipesan pada 1974, mulai dibangun pada 1975 dan diluncurkan pada 1980. Mulai beroperasi pada 1982 dan mempunya homeport di Norfolk, Virginia. Dia mempunyai banyak julukan seperti "Starship Vinson", "Chuckie V", "the USS Chuck Wagon" dan "Carl Prison". Saat artikel ini ditulis, kapal induk ini masih beroperasi.


Specifications: USS Carl Vinson (CVN 70)

Dimensions:
Length: 1092ft (332.84m)
Beam: 252ft (76.81m)
Draught: 41ft (12.50m)

Performance:
Surface Speed: 30kts (35mph)
Submerged Speed: 0kts (0mph)
Range: (160,933km)

Structure:
Complement: 5,680
Displacement: 97,000tons

Power:
Engine(s): 2 x Westinghouse A4W nuclear reactors and 4 x steam turbines feeding 4 x propeller shafts at 260,000shp.

Weapons Suite:
2 x Sea Sparrow Mk 57 Mod 3 surface-to-air missile launchers
2 x RIM-116 Rolling Airframe Missile short-range surface-to-air missile launchers
3 x 20mm Phalanx CIWS

Air Arm:
Up to 90 aircraft of various types.



Peace All smile.gifsmile.gif
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.