awalnya aku tak mengerti apa yang sedang terjadi
sebuah permulaan dari akhir
rasa itu yang mulai tumbuh
yang selalu mengusik anganku yang terlena
apakah karena dirimu yang selalu mengerti
kapan saat kudambakan kehangatan
dan kapan kuinginkan kesejukan
semuanya begitu sempurna apa adanya
refleksi yang timbul dari cermin wajahmu teduhkan gundahku
sebuah rasa yang selalu memanjakan diriku pada kedamaian
Tuhanku ijinkan dia mengerti akan perasaan ini
seperti apa yang sedang kurasakan saat ini
orang mencibir dan mencaci
hujamkan selaksa panah ke jantungku
dapatkah seorang pengembara yang papa
menaklukkan seorang putri yang bersemayam dalam istana yang bertabur puja dan puji
namun ku tak pedulikan itu
satu hal yang kumengerti
balatentara cinta t'lah menaungi langkahku padanya
seperti debur ombak yang bergulung yang selalu menciumi pasir pantai yang putih
seperti janji bocah kecil yang tulus
seperti malam yang sabar menanti surya kembali keperaduannya
disini kita kan mulai mengukir cerita
tentang adam dan hawa di angkasa yang cerah
kau dan aku menyatu dalam dekapan waktu yang bergulir
terus melintasi merekahnya seroja dan melati di tepi jalan berbatu
ini adalah awal dari sebuah akhir
awal dari legenda asamara yang berakhir bahagia
dan akhir dari penantian dan kebekuan akan kesendirian
kau dan aku ...
hanya kita berdua
hingga sang waktu tak lagi berpihak
dan kita pun menutup mata dan jiwa
