Hari-hari yang mengalir
Aku bergulat debu dan menguras pikir
Kegelisahan hidupku tiada akhir
Muara, dimana aku akan menuju
Langkah-langkah yang memberat
Kuseret dan kemudian deras bergerak
Ke arahmu yang mengandung rindu
Tapi aku tersekat jarak dan tak mampu lagi
Memahat pusaran waktu yang berurat batu
Kota tak lagi menyediakan ruang
Untuk kita sekadar saling berpandangan
Meski sedetik, hanya mawar-melati yang masih
Tertancap pada detak hidup kita bersama
Tetap semangat merangkaki hari demi hari
Yang terus mengalir hingga ke muara
Tempat kita bisa istirah dan meredam amarah
Dalam badai kehidupan tak berkesudahan