Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Pesawat Militer
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Academia > Science and Technology > Human Engineering
Pages: 1, 2, 3, 4, 5
jojo8228
Mumpung lagi ada waktu luang nih.....
Moga bermanfaat.... ditunggu koment-koment n bantuan untuk update...

MIRAGE F1 (DASSAULT-BREGUET)


Mengikuti Mirage F-2 yang merupakan kebangkitan desain sayap-panah berstabiliser, Mirage F-1 adalah pesawat pertahanan dan superioritas udara dengan satu tempat duduk. Kebangkitan ini dapat terjadi kerena perkembangan teknologi yang memungkinkan pembuatan sayap yang ultra-tipis dan sempurna/kuat, memungkinkan penerbangan berkecepatan supersonik yang setara dengan “sayap delta”. Integritas dari struktur pesawat terbang membuat pesawat dapat membawa bahan bakar secara maksimal.
Prototype (purwarupa) Mirage F-1 telah melakukan penerbangan pertama dengan René Bigand sebagai pilot pada 23 Desember 1966 di Melun-Villaroche (wilayah Seine-et-Marne, Perancis). Diresmikan oleh AU Perancis pada 1973, dan lebih dari 700 Mirage F-1 terjual ke sekitar 11 negara. Dassault Mirage F-1C merupakan standar ”figter” Perancis sebelum Mirage 2000 diresmikan pada 1984.
Sayap-sayapnya terpasang tinggi, tertekuk ke belakang dan runcing. Misil biasanya terpasang di ujung sayap. Terdapat sebuah mesin turbojet di badan pesawat. Terdapat pipa saluran udara berbentuk setengah lingkaran sepanjang samping body pesawat di depan akar sayap. Terdapat sebuah lubang pengeluaran. Badan pesawat panjang, ramping, berhidung runcing dan berekor tumpul. Terdapat dua sirip perut kecil di bawah bagian ekor dan sebuah kanopi gelembung. Ekornya tertekuk ke belakang dan merupakan sirip runcing dengan ujung tumpul. Flatnya terpasang menengah pada badan pesawat, tertekuk ke belakang dan tajam dengan ujung tumpul.

Spesifikasi

Negara Asal: Perancis
Pembuat: Dassault Aviation, SNECMA, Thomson-CSF
Fungsi: 1. Mirage F1 CT - Close Air Support (CAS) / attack / fighter, 2. Mirage F1 CR - Tactical reconnaissance / fighter
Penerbangan Pertama: November 1981, dan 1992 untuk sistem senjata baru (Versi F1 CT)
Diresmikan: 1983
Pesawat Serupa: Super Etendard, Mitsubishi F-1, AV-8B Harrier II, Fantan A
Kru: satu, dan dua jika trainer
Panjang: 49 kaki (14,94 m)
Lebar Sayap: 27 kaki (8,4 m)
Tinggi: 4,5 m
Berat: 6,1 t (kosong) dan 15,2 t (maksimal saat lepas landas)
Mesin Dorong: SNECMA Atar 9K50 jet engine / 4.7 t and 6.8 t with afterburner
Ketinggian Maksimal: 52.000 kaki (20.000 meter)
Kecepatan Maksimal: 2,2 Mach
Jarak Tempuh: 1160 nm
Pengisian Bahan bakar saat Terbang: Ya
Bahan bakar Internal: 3.435 kg
Kapasitas bahan bakar: 4.100 L internal/6,400 L maksimal/pengisian bahan bakar saat terbang.
Payload: 6.300 kg
Sensor: Cyrano IVM radar (-200 has IWMR), RWR
Drop Tanks: 1160 L drop tank dengan 927kg bahan bakar untuk jarak 157 nm, dan 2.300 L drop tank dengan 1837927kg bahan bakar untuk jarak 310 nm.
Senjata: 2 30mm DEFA 553 cannon, 2 Matra Magic R550, free fall and parachute drag bombs
Peralatan Spesial: Radar Thomson-CSF Cyrano IV-MR (air-to-air, air-to-ground), inertial navigation system, panoramic camera Omera 40, vertical camera Omera 33, IR thermographic captor Super Cyclope, lateral radar Raphael, electromagnetic emissions detector Astac, photographic pod RP35P, Desire digital video recce pod, electronic counter measures
Interoperabilitas NATO: In-flight refuelling by NATO aircraft, armament and ammunitions in accordance with NATO standards
Negara Pengguna: Perancis, Yunani, Iran, Irak, Yordania, Kuwait, Libya, Maroko, Qatar, Afrika Selatan dan Spanyol.
Jumlah: 740 (termasuk semua tipe Mirage-F1)
AU Perancis: 40 pesawat dalam 2 skuadron.

Radar Pengintai Mirage-F1 CR

Raphael TH: Radar imagenary udara dengan transmisi radio. 600-kg pod untuk imagery radar (SLAR : Side Looking Airborne Radar) sampai 100-km ke dalam garis batas musuh.
Astac: ASTAC adalah sebuah sistem ELINT/ESM yang didesain untuk deteksi, identifikasi dan lokalisasi radar dari semua tipe. Radar ini cocok untuk misi pengintaian "altitude stand-off" medium dan tinggi, atau di altitude rendah untuk penetrasi dan peperangan, yang mana dapat mengumpulkan data untuk mencegah atau menghancurkan pertahanan anti-udara (pesawat). Pod analiser sinyal taktis ASTAC adalah pot pod supersonik ringan yang mudah untuk dipasang di bawah pesawat jenis apapun. ASTAC sekarang dipakai pada Mirage F1CR Perancis dan RF-4E Jepang.
Desire: Electro-optical reconnaissance demonstrator. Pendular pod for digital video reconnaissance (Thomson-CSF), including 610-mm high-definition stabilised optics. The pod is linked with the ground station SARA and with the multisensors interpretation aid system (SAIM)
Super cyclope: Thermographic sensor (infrared wavelength), whose information can be sent in real time or at a later time to a ground station.
Pod RP35P: Includes 75, 150, 200 and 600-mm focal length photographic camera
Omera 33: Camera taking shots vertically at intermediate altitude (150, 300 and 600-mm focal length)
Omera 40: Panoramic camera taking 180° downwards shots




Dari berbagai Sumber

Peace... smile.gifsmile.gif
jojo8228
MiG-35 / 1.42 Multirole Front-Line Fighter [MFI]


Kemampuan Manuver


MiG Multirole Front-Line Fighter [MFI - Mnogofounksionalni Frontovoi Istrebiel ] baru telah dipublikasikan pada 12 Januari 1999. Projeknya telah dikembangkan sejak 1986. Pesawat tempur garis depan multi-fungsi generasi kelima ini dikembangkan oleh MIG (Mikoyan dan Gurevich) aviation scientific dan MAPO. Purwarupa pertama dikirim pada awal 1994 dan pengerjaannya tertunda karena keterbatasan dana. Pesawat tempur dengan berat 35 ton ini mempunyai sebuah saluran udara di bawah badan pesawat dengan dua buah mesin AL41F dengan masing-masing 20 ton mesin dorong, dan dengan kecepatan maksimal lebih dari 2.500km/jam. Planform ekor-kembar ”duck” memungkinkan seluruh pergerakan foreplane tipe ”canard” dengan lebar sayap sekitar 15m dan panjang 20m.
MAPO-MiG mengklaim bahwa pesawat ini mampu mengalahkan F-22 Raptor dan sebagian besar pesawat tempur AS. Walaupun misi utama MFI adalah superioritas-udara, tidak seperti F-22, MFI juga dapat melakukan misi penyerangan, dan di dalamnya kedua konsep dan konfigurasi ini setara dengan EFA2000 Eurofigter multi-fungsi. Seperti F-22 Amerika, MFI mempunyai ”vectoring system” mesin dorong yang memungkinkan dilakukannya pembelokan tajam. Pesawat ini juga mempunyai kemampuan ”sembunyi” yang sama, dengan canard, sayap, dan struktur badan pesawat yang terbuat dari karbon-fiber dan meterial komposit polimer. Kemampuan ”sembunyi” lainnya termasuk radar-absorbing covering, screening of radar-visible structure elements, dan pengurangan jejak panas. Pesawat dapat membawa peluru kendali udara-ke-udara dan udara-ke-darat jarak jauh dan dipersenjatai dengan meriam 30mm.

Spesifikasi
Pembuat: Mig-MAPO
Negara: Rusia
Fungsi: Pesawat Tempur Multi-Fungsi
Kru: 1
Penerbangan Pertama: 1999
Mesin: 2 Lyulka AL-41F vectored-thrust afterburning turbofans, 39,340 lb thrust each
Lebar Sayap: 15m
Panjang: 19m
Tinggi: 6m
Bentang Canard: 5m
Berat : 33,069 lb empty / 44,092 lb max. take off
Kecepatan: Altitude: 2.448km/jam dan supercruise 1.224km/jam
Persenjataan: Tidak diketahui, yang pasti dari jenis AAMs milik Rusia.







Wah makasih bro @Blazing Arrow atas bantuannya.

Berikut aku update:

MiG-31 FOXHOUND (MIKOYAN-GUREVICH)



Pesawat interseptor pertahanan udara milik Rusia yang paling “mampu”, Foxhound” mempunyai sebuah kemampuan pengejaran/penguncian target multiple dan merupakan pesawat tempur Soviet pertama yang benar-benar mempunyai kemampuan look-down dan shoot-down. Kunci dari efektivitas MiG-31 adalah radar antena array bertahap tetap Zaslon (Zaslon fixed phased array antenna radar) yang diberi nama kode “Flash Dance” oleh NATO, yang disebut sebagai radar pesawat tempur yang paling hebat. Mesin Soloviev D-38F6 baru telah dispesialkan untuk MiG-31 dengan tujuan untuk menambah jarak jangkau. Pada 1987, lebih dari 150 FOXHOUND yang dioperasikan di beberapa lokasi dari area Arkhangelsk di barat laut USSR sampai timur jauh Soviet. FOXHOUND di dedikasikan untuk misi pertahanan udara dalam negeri Soviet. FOXHOUND membawa misil udara-ke-udara jarak-jauh AA-9 dan dapat menyerang 4 target dalam waktu bersamaan dengan M-9.
Saya pesawat ini dipasang di bagian atas bodi pesawat dan tertekuk ke belakang dengan ujung kotak dan sebuah “slant” negatif. Terdapat 4 tiang di bawah sayap. Terdapat dua mesin turbofan di dalam bodi pesawat. Lubang pengeluaran (exhaust) diperpanjang melebihi ekor pesawat. Bodi pesawat berbentuk segi empat setelah lubang saluran udara hingga “exhaust” dan memiliki hidung runcing yang panjang. Sirip ekor tajam di bagian belakang dengan ujung kaku dan miring ke luar. Flats-nya menekuk ke belakang dan tajam, dan dipasang agak menengah-rendah pada bodi pesawat.
Pada 1992, Cina mencapai kesepakatan dengan Russian Federation untuk membeli 24 buah MiG-31 Foxhound. MiG-31 diharapkan dapat dirakit di Shenyang, dengan kecepatan produksi 4 per bulan pada tahun 2000. Pesawat terakhir dikirim pada tahun 2000. Berdasakan beberapa laporan, kesepakatan itu termasuk sebuah lisensi untuk membangun 700 pesawat, dan proyek ini diperkirakan dapat membuat setidaknya 200 pesawat sampai 2010.
Fase pertama tes jet tempur jarak-jauh multiperan kecepatan tinggi MiG-31BM yang sudah diupgrade diselesaikan pada pertengahan 1999. Perbedaan utama antara MiG-31P dan MiG-31BM baru adalah MiG-31BM mempunyai kemampuan untuk menghancurkan target baik di udara maupun darat. Desainer dan pembuat MiG-31 mengharapkan modifikasi baru akan menghasilkan penjualan internasional. MiG-31BM baru dilengkapi dengan sistem komputer canggih di dalamnya dan sebuah radar dengan array terfase yang memungkinkan pilot untuk mengaktifkan mode penembakan udara-ke-udara dan udara-ke-daratan secara bersamaan. Ketika beroperasi dengan target-target udara, Mig-31 BM dapat mengintersep sampai 24 target dalam waktu bersamaan…..(hebaaaaat)

Specifications
Countries of Origin: CIS (formerly USSR)
Similar Aircraft: MiG-25 Foxbat, F-14 Tomcat, F-15 Eagle
Crew : Two
Peran: interceptor, air superiority
Length : 70 ft, 5 in (21.5 m)
Span: 45 ft, 9 in (14 m)
Height: 6.60 m
Wing span: 14.02 m
Wing area: 61.41 sq m
Maximum speed: Mach 2.83
Weight: (empty) 22,000 kg
Weight: (normal) 36,720 kg
Powerplant: Two Tumanski R-15BD-300; afterburning turbojets rated at 49.78kN each
Maximum Range: 1,250 km
Tinggi pencapaian normal: 20,700 m
Kecepatan menanjak: 8 min 54 sec to 20,000 m
Tinggi pencapaian max: 24400 meters
Cruise range: 1620 nm
In-Flight Refueling: No
Internal Fuel: 14200kg
Drop Tanks: 2000L drop tank with 1600kg of fuel for 91 nm range
Sensors: LD/SD TWS radar, possible IRST, RWR
Armament : cannon, R-33 AA-9 Amos, AA-11 Archer
Typically : two R-40 missiles, Four R-60 missiles







Untuk selanjtunya, mohon maaf banget nih... aku hanya bisa update max 2 kali seminggu. Load kerjaanku lumayan nih, apalagi mulai bulan depan. But.... aku berusaha update terus...

Makasih.... Peace...smile.gifsmile.gifsmile.gif

he he he nih sebagian dari jajaran pesawat - pesawat garang bin serem ( pada jamannya) punya Indonesia taon 60an yang bisa dibilang rata rata buatan blok timur. dan ini yang bikin angkatan udara indonesia pernah terbesar se asia tenggara, nggak ada yg berani macem macem ma indonesia, termasuk m****gsia juga nggak berani

fighter / attacker :
MiG-15 Fagot



MiG-15 Fagot Specifications
Primary Function: Fighter, 2 Seat Trainer, UTI
Contractor: Mikoyan-Gurevich
Crew: Pilot, Pilot and Passenger -- trainer
Unit Cost: N/A
Powerplant
Klimov VK-1 (Copy of Rolls Royce "NENE") at 6000lb each
Dimensions
Length: 33 feet, 3 inches (10.13 m)
Wingspan: 33 feet, 1 inches (10.08 m)
Height: 11 feet 2 inches (3.40 m)
Weights
Empty: N/A
Maximum Takeoff: 11270.0lbs (5111.00 Kg)
Performance
Speed: 670 mph (1078.00 km/H) (582.70 kt)
Ceiling: 51000 ft (15544.0 m)
Range: N/A
Armament
Two 23mm cannons and one 37mm cannon, plus rockets or 2,000 lbs. of bombs


MiG-17 Fresco



MiG-17 Fresco Specifications
Primary Function: Fighter-bomber
Contractor: Mikoyan-Gurevich
Crew: One
Unit Cost: N/A
Powerplant
One Valer Klimov VK-1 turbojet with 5,952 lbs of thrust
Dimensions
Length: 36 ft, 5 in (11.1 m)
Wingspan: 31 ft, 7 in (9.64 m)
Height: 12 ft, 6 in
Weights
Empty: 8,664 lb (3930 kg)
Maximum Takeoff: 13,379 lb (6069 kg)
Performance
Speed: 711 mph (1145 km/h / 617 knots)
Ceiling: 54,460 ft (16600 m)
Range: 870 miles
Armament
Three NR-23 23-mm cannons with provisions for underwing, air-to-air rockets or 1,102 lb of bombs


MiG-19 Farmer



MiG-19 Farmer Specifications
Primary Function: Day/clear weather interceptor
Contractor: Mikoyan-Gurevich
Crew: One
Unit Cost: N/A
Powerplant
Two Tumansky RD-9 turbojets with 7,165 lbs. thrust ea. with afterburner
Dimensions
Length: 42 ft 11 in (13.1 m)
Wingspan: 29 ft 6 in (9 m)
Height: 12 ft
Weights
Empty: 11,397 lb (5,170 kg)
Maximum Takeoff: 19,621 lb (8,900 kg)
Performance
Speed: 903 mph (1,450 km/h / Mach 1.35)
Ceiling: 17900 meters
Range: 425 mi (685 km) radius hi-lo-hi w/ drop tanks
Armament
Three NR-30 30mm cannons; two Type 1 250 kg bombs or 8 x 57 rocket pod and 2 800 L drop tanks (923nm); 2 PL-2 AAM and 2 1140 L drop tanks (1029nm); 2 ARS 212 rockets and 2 800 L drop tanks (923 nm)


MiG-21 Fishbed ( Indonesia pake versi MiG-21bis)



MiG-21 Fishbed Specifications
Primary Function: Fighter-interceptor
Contractor: Mikoyan-Gurevich
Crew: One
Unit Cost: N/A
Powerplant
One Tumansky R-11F-300 rated at 12,675 lb (w/ afterburner)
Dimensions
Length: 51 ft, 8.5 in (15.76 m)
Wingspan: 23 ft, 5.5 in (7.15 m)
Height: 13 ft, 5.5 in (4.10 m)
Weights
Empty: 12,882 lb (5843 kg)
Maximum Takeoff: 21,605 lb (9800 kg)
Performance
Speed: Mach 2.05 (2175 km/h / 1,353 mph)
Ceiling: 50,000 ft (15,250 m)
Range: 600 nautical miles -- MiG-21bis
Armament
One twin-barrel 23 mm GSh-23 cannon with two K-13A Atoll AAMs, two AA-2C Atoll or rocket packs. 500kg and 250kg bombs on ground attack missions.


ok bwt bomber gw pisah postnya biar nggak kecampur ok, bomber dibawah ini :
svnhvn
lagi lagi bro.. varian sukhoi mana niy??
celengz
wah...... data lengkapnya ada..........................

bisa bagi buat pemerintah gag ??????

byar bikin ndiri.................

jdnya gag perlu impor deh
jojo8228
@celengz.... masa pemerintah mo nyontek bro... ya kreatif lah ...hehehehe.........

@svnhvn @bledhoes..... ini tambahannya:

one of sukhoi variant:
S-37 Berkut


Real Life Manuver ability



S-37 Berkut [Golden Eagle] (Sukhoi) adalah sebuah tes awal (testbed) untuk pengembangan teknologi untuk pesawat generasi mendatang. Dimensi dan berat dasar dari S-37 “Berkut” adalah sama dengan Su-37, walaupun mereka adalah pesawat yang berbeda, sedangkan untuk ekor, hidung dan canopy (langit-langit) sama dengan Su-35. Dua opurwarupa (prototype) pertama sangat jelas mengikuti S-32, dan desain S-37 sebelumnya pernah diaplikasikan ke projek pesawat tempur yang tidak berhubungan untuk pesawat tunggal sayap delta yang lebih kecil yang dibatalkan karena kekurangan dana.
S-37 mempunyai sayap tertekuk ke depan, yang menjanjikan keunggulan di bidang aerodinamis pada kecepatan subsonic dan pada sudut tinggi (high angles of) serangan. Sayap yang tertekuk ke depan ini memungkinkan bertambahnya jarak dan manuverabilitas pada altitude yang tinggi. Pesawat ini mempunyai canard besar yang terpasang di samping saluran udara, dekat dengan ujung depan sayap. Penstabil vertikal dipasang di sebelah luar (sedikit di luar, bukan di dalam seperti dugaan sebelumnya), dan dua buah pintu saluran udara tambahan besar yang terlihat di bagian tengah badan pesawat. Sampa saat ini, belum jelas jenis mesin apa yang dipakai dalam pesawat ini. Dugaan saat ini ada dua mesin yang mungkin dipakai, pertama adalah turbojet D-30F6 yang pada umumnya dipakai pada MiG-31M, sedang yang ke dua (yang digunakan pada prototype kedua) adalah turbojet Ljulka AL-37FU dengan “thrust vectoring”. S-m7 adalah sebuah program eksperimental untuk mengembangkan teknologi pesawat generasi kelima, dan semua keputusan pada produksi serial untuk pesawat ini berada di tangan Menteri Pertahanan di masa yang akan datang.

Spesifikasi

Negara: Rusia
Pembuat: Sukhoi
Lebar Sayap: 15,16m – 16,7m
Panjang keseluruhan: 22,2 m – 6,4 m
Tinggi keseluruhan: 6,36m – 6,4m
Berat Kosong: 24.000kg-26.000kg
BErat Max: 34.000kg
Kecepatan max: 2.500 km/jam (1.350 knots)
Kecepatan Max saat “S/L”: 1.400 km/jam
Tinggi Max. yang dapat dijangkau: 18.000m
Jarak tempuh max: 1.782 nm (3.300 km)
Jumlah persenjataan/misil: 14; 2 di ujung sayap, 6-8 di bawah sayap, 6-4di bawah badan pesawat.
Misil udara-ke-udara: R-77, R-77PD, R-73, K-74
Misil udara-ke-permukaan: X-29T, X-29L, X-59M, X-31P, X-31A, KAB-500, KAB-150
Kru: satu







Nanti bakal aku update lagi......
Mo pulang kampoeng dulu nih...hehehehe

Peace...smile.gifsmile.gif
ditox161
JSF dan F22 mana?
jojo8228
@ditox161... as your request... JSF-nya dicari dulu smile.gifsmile.gif

Lockheed Martin
F-22 Raptor Air Superiority Fighter



Manuver Ability



F-22 telah memenangi kontes “Air Force's Advanced Tactical Fighter” melawan Northrop YF-23 pada April 1991. Misi primer pesawat ini masih tetap untuk superioritas udara, untuk ini, pesawat dapat mengangkut sampai 8 misil udara-ke-udara di dalamnya, misi sekunder sebagai fungsi groung-attack juga sudah dikembangkan. Kemampuan ini telah ditandai ketika Raptor dirubah namanya menjadi F/A-22 pada akhir 2002, walapun didesain lagi sebagai F-22 sejak Desember 2005. F-22 utamanya didesain untuk menambah dan mengganti F-15 dengan menambahkan fitur “stealth” dan teknologi propulsi terbaru. Pengembangan ini termasuk desain angular, penggunaan material komposit absorbent radar, dan kemampuan “supercruise” pada kecepatan supersonik tanpa menggunakan sebuah “pembakaran susulan”. F-22 juga meningkatkan agilitasnya dengan penggunaan “thrust vectoring nozzles” dan sistem kontrol “fly-by-wire” yang canggih.
Sistem canggih lain yang terdapat dalam Raptor termasuk sebuah deretan avionic terintegrasi yang dibangun disekitar komputer penerbangan yang canggih dengan kemampuan memori 3 kali lipat dan kecepatan 16 kali lipat dari pada yang dipakai pada F-15. F-22 juga menggunakan sistem “nav/attack” yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menyaring informasi ke pilot untuk mengurangi beban kerjanya sehingga meningkatkan kewaspadaan situasi.
Dua purwarupa dari YF-22 dan YF-23 yang dibuat, satu contoh dari setiap pesawat dilengkapi dengan mesin turbofans Pratt and Whitney F119 dan yang lainnya dengan mesin turbofans General Electric. Kombinasi variasi ini membuat AU dapat emmilih kombinasi terbaik untuk mesinnya. Prototype YF-22 kedua yang dilengkapi dengan mesin Pratt and Whitney melakukan demonstrasi kemampuannya untuk terbang dengan kecepatan 1,58 Macg tanpa “pembakaran susulan” dan 1,7 mach dengan “pembakaran susulan”. Kombinasi ini dianggap sebagai yang paling cocok oleh Lockheed dan Pratt & Whitney, sehingga perintah untuk produksi dikeluarkan. Produksi F-22 Raptor dilakukan dengan beberapa modifikasi yang jika dibandingkan dengan prototype YF-22 maka F-22 Raptor mempunyai lebar sayap yang lebih besar, “wing sweep” yang berkurang, badan pesawat yang lebih pendek, dan kokpit yeng letaknya berubah untuk menambah visibilitas pilot.
Walaupun pesawat ini sangat canggih, akan tetapi harganya luarbiasa mahal, sekitar 250 juta dolar AS sebuah. Harga turun dengan perkembangan metode produksinya menjadi 133 juta dolar AS pada 2005. Lockheed Martin juga mengindikasikan bahwa harganya bisa turun di bawah 100 juta dolar pada produksi di masa datang. Akan tetapi, pengurangan biaya ini tidaklah cukup karena kongres di AS terus memotong dana untuk program Raptor. AU AS sebenarnya mengharapkan untuk membuat 750 contoh F-22 dan menyatakan bahwa kebutuhannya mencapai 380 pesawat. Hanya saja, pemotongan dana ini memungkinkan F-22 sebanyak 180 pesawat yang produksinya berakhir hingga 2011. AU tetap berusaha untuk menambah dana agar peningkatan produksi dapat ditingkatkan untuk mengganti F-15 yang sudah terlalu tua. Sampai tahun 2006, sebanya 80 pesawat F-22 Raptor sudah selesai dibuat dari 80 yang dipesan. Konggres AS sampai sekarang menolak ekspor pesawat ini ke negara lain yang sebenarnya bisa dipakai sebagai sumber dana tambahan.


Spesifikasi
Penerbangan Pertama: 29 September 1990 (YF-22) dan 7 September 1997 (F-22A).
Peresmian Pemakaian: 15 Desember 2005
Kru: 1 Pilot
Bagian Airfoil: Akar sayap: NACA64A/05.92, Ujung sayap: NACA 64A/04.29

Panjang: 18.92m
Lebar Sayap: 13.56m
Tinggi: 5m
Luas Sayap: 78 m2
Canard: tidak ada

Berat kosong: 15.420kg
Berat Takeoff normal: 27.215kg
Berat Takeoff maksimal: 28.125kg
Kapasitas Bahan Bakar: internal 9.365kg dan eksternal 7.195kg dalam 4 tangki
Payload maksimal: internal 1.775 kg dan eksternal 8.635 kg.

Mesin: 2 Pratt & Whitney F119-100 afterburning turbofans
Daya Dorong: 310kN

Kecepatan maksimal: pada altitude: 2,180 km/jam pada ketinggian 9,150 m, 2 Mach [afterburner], 1,725 km/jam pada ketinggian 9,150 m, 1.6 Mach [supercruise]; pada level laut: 1.480 km/jam, 1.2 Mach
Tinggi maksimal: 15.240m
Jarak tempuh: 3.700km
g-Limits: +9.0/-3.0

Meriam: 1 meriam M61A2 Vulcan 20 mm (480 rds)
Stations: 4 internal weapons bays and 4 external hardpoints
Misil udara-ke-udara: AIM-9M Sidewinder, AIM-120A/C AMRAAM, direncanakan AIM-9X Sidewinder
Bom: GBU-32 JDAM, direncanakan GBU-39 Small Diameter Bomb







Peace all....smile.gifsmile.gif...
demon_heart
cool bro jojo, request J-10, J-11 ama B117 please smile.gif
jojo8228
@demon_heart... kok aku cari B117 ga ada ya?? emang buatan negara bro???

untuk yang lainnya J-10, J-11 n JFS ditunggu hasil translatenya....

Peace smile.gifsmile.gif
IZRO'IL
@jojo8228 Thx bos.. ane suka neh ma pesawat tempur...
yang diatas mungkin bukan B117 tapi F117... klo iya itu yg ente tampilkan.

ane suka psawat2 buatan rusia... perbanyak lg ya bos..
Su-37 Terminator, Berkut n 1.42 MFI... speak_cool.gif speak_cool.gif
MiG 31 Foxhound=> Sky Guardian...speak_cool.gif
NuNo Azz
mantap bro thumbsup_anim.gif

ditunggu lanjutannya........
Chazz
great .. lanjut bro.. speak_cool.gif
mo ikutan nambahin boleh gak yah.. Peace.gif
kaira
makasih sharing infonya bro, nice smile.gif
jojo8228
thank's sobat semua...smile.gifsmile.gif.... ditunggu updatenya ya... ni aku lagi di kampoeng mendoan, tak sempetin dateng ke warnet cuma blm smpt update lagi. Senen deh moga2 bisa update lagi.
@Izro'il...mungkin kali ya.... untuk requestnya ditunggu bozz
@chazz... boleh boss....dengan senang hati.. tapi klo bisa in Indonesian ya... biar tambah asik.

Peace...smile.gifsmile.gifsmile.gif
Hideto_Takarai
wahahawhwahhaw favorit gw tuh S_37 berkut ama Mig_35 di ace combat mereka tuh andalan gw hihihihihi...


mangstap bung jojo gw demen ama ginian....

minta B2 Stealth Bomber dunk....
Influenza
request dong..



profil U2 the Dragon Lady, F-14 Tomcat, F-15 Eagle, SR-71 Blackbird ama B1-B Lancer..
ampunkk
klo saya liat2, F-22 Tu persis kayak F-35 yah...

cuman F-35 kan harrier...

Btul g si..?? :-?
hawkeye
F-35 bukan harier tapi dia juga di desain utk bisa VTOL (vertival Take Off N Landing). F-35 merupakan proyek dari beberapa negara seperti US, Aust, Inggris dll
demon_heart
@Jojo
Sorry, gw juga jadi bingung ada yg nyebut B117 ada yg F117, coba aja search di mang google - mo B117 atau F117 sama2 ditampilin gambarnya.
jojo8228
Wah, jadi rame....semangat nih...hehehehe....
Makasih komen-komennya, untuk request, aku usahakan maksimal. ke depannya aku tampilkan urut sesuai request.
@demon...iya jadi malah bingung, nanti aku tampilkan yang ada data terlengkapnya aja smile.gifsmile.gif

Berikut JSF request dari @ditox:

Joint Strike Fighter (JSF)


Joint Strike Fighter (JSF) adalah pesawat tempur multi-fungsi yang dikembangkan untuk fungsi penyerangan udara-ke-daratan, didesain untuk memenuhi kebutuhan AU, AL, Korp Marinir dan aliansi (NATO), dengan peningkatan survivabilitas, kemampuan pengejaran presisi, mobilitas yang perlu untuk operasi bersama (joint operations) di masa datang dan pengurangan biaya “life cycle” yang dihubungkan dengan lingkungan fiskal di masa datang. JSF akan menguntungkan dari kebanyakan teknologi yang sama yang dikembangkan untuk F-22 dan akan berperan besar pada commonality (penggunaan komponen yang sama) dan modularitas untuk memaksimalkan affordabilitas.
Bottom-Up Review (BUR) tahun 1993 memutuskan bahwa sebuah ”program modernisasi teknologi penerbangan taktis terpisah” pada setiap Layanan adalah tidak dapat dilakukan dan membatalkan program Multi-Role Fighter (MRF=Pesawat Tempur Multi-Fungsi) dan Advanced Strike Aircraft (A/F-X). Memahami kebutuhan akan kemampuan dari program-program yang dibatalkan ini yang harus dipenuhi, BUR mengusulkan usaha Joint Advanced Strike Technology (JAST) untuk membuat “blok bangunan” (kisi-kisi) pada pengembangan yang dapat dilakukan dari sistem senjata penyerangan generasi selanjutnya. Setelah pengkajian program pada Agustus 1995, DoD membuang “T” dari JAST dan progam JSF muncul dari usaha JAST. Tahun fiscal 1995 legislasi mengeluarkan program Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) Advanced Short Take-off and Vertical Landing (ASTOVL) dengan program JSF. Aksi ini menarik AL Royal United Kingdom (UK) ke dalam program, memperluas sebuah permulaan kolaborasi di bawah program DARPA ASTOVL

Program JSF akan mendemonstrasikan dua konsep sistem senjata yang “bersaing” untuk tiga jenis fungsi pesawat untuk memenuhi kebutuhan di bawah ini:
USAF-pesawat multi peran (terutama udara-ke-darat) untuk menggantikan F-16 dan A-10, dan untuk mendampingi F-22. Varian JSF AU mengajukan tantangan engineering yang terkecil. Pesawat tidak mempunyai criteria “hover” untuk menyenangkan, dan kualitas karakteristik dan handling yang ada pada pesawat tidak memenuhi criteria. Sebagai konsumen terbesar untuk JSF, AU tidak akan menerima penggantian pesawat tempur multi peran F-16 jika tidak ada perubahan/peningkatan signifikan.
USN-pesawat tempur stealth multi peran untuk melengkapi F/A-18E/F. Pesawat memepunyai sayap dan luas kontrol ekor yang lebih besar untuk pengontrolan yang lebih baik pada pendekatan kecepatan rendah. Struktur internal dari varian AL diperkuat agar kuat mengatasi beban dalam kaitannya dengan peluncuran ketapel dan pendaratan terikat (“arrested landing”). Pesawat mempunyai kait ekor yang cocok untuk kapal induk. Roda pendaratan tidak mempunyai “stroke” lagi dan mempunyai kapasitas beban yang lebih besar. Pesawat mempunyai kapasitas bahan bakar internal dua kali lebih besar dari pada F-18C. Desain juga dikembangkan untuk kemampuan survival (survivabilitas).
USMC-pesawat tempur multi peran Short Take-Off & Vertical Landing (STOVL) untuk menggantikan AV-8B dan F/A-18A/C/D. Varian mariner ini membedakan diri dari varian lain dengan kemampuan takeoff pendek dan pendaratan vertikal.
UK-Pesawat STOVL (supersonic) untuk menggantikan “Sea Harrier”. JSF milik AL UK akan sama dengan varian Marinir AS.

Konsep JSF akan dibangun dengan tiga varian utama pada line produksi yang sama menggunakan teknologi manufacturing yang fleksibel. Keuntungan biaya produksi didapat dari penggunaan pendekatan manufacturing fleksibel dan subsistem umum untuk menghasilkan skala ekonomis. “Commonalitas” biaya diproyeksikan derange sekitar 70-90 persen; commonalitas suku cadang (penggunaan suku cadang yang serupa untuk beberapa produk berbeda) akan lebih rendah, tetapi commonalitas diutamakan pada suku cadang mahal.



Konsep Lockheed Martin X-35 untuk varian pesawat marinir AS dan AL UK menggunakan sistem “shaft-driven lift-fan” untuk menghasilkan kemampuan STOVL. Pesawat akan dilengkapi dengan sebuah shaft-driven lift-fan milik Rolls-Royce/Allison, roll ducts (saluran/pembuluh gulung), dan tiga mulut pipa mesin utama (a three-bearing swivel main engine nozzle), semua dipasang untuk memodifikasi mesin F119 Pratt & Whitney yang menjadi mesin tiga varian.



Varian STOVL JSF Boeing X-32 untuk marinir AS dan AL UK menggunakan sebuah sistem pengangkatan langsung untuk takeoff jarak pendek dan pendaratan vertikal dengan performa up-and-away tidak terkompromi.

Tujuan desain kunci dari sistem JSF adalah sebagai berikut:
Survivabilitas: Reduksi jejak inframerah/frekuensi radio dan “countermeasures” on-board untuk survive (selamat) di medan perang masa datang—“mengungkit” (leveraging off) support misi superioritas udara F-22
Latelitas: integrasi sensor on- dan off-board untuk meningkatkan senjata yang presisi di saat ini dan masa datang.
Supportabilitas: mengurangi “footprint” logistic dan meningkatkan tingkat generasi serangan tiba-tiba (sortie generation rate) untuk menghasilkan kekuatan tempur lebih besar dalam waktu singkat.
Affordabilitas: focus pada pengurangan biaya produksi, procuring dan pembelian JSF untuk menghasilkan struktur kekuatan yang cukup.

Avionik dan “stealth” terintegrasi milik JSF dimaksudkan agar pesawat ini dapat menembus pertahanan misil darat-ke-udara untuk menghancurkan target. JSF dirancang untuk melengkapi struktur kekuatan (angkatan) termasuk pesawat stealth dan nonstealth, bomber dan asset pengintai.



Update Selanjutnya masih JSF, Lockheed Martin F-35 Lightning II karena menurutku menarik, ditunggu ya...

Peace.... smile.gifsmile.gifsmile.gif
hijas
jangan lupa kapal2nya indonesia juga di tampilin Bro!
jojo8228
@ bro hijas.... untuk dari indonesia nantinya aku coba tampilkan, cuma sumbernya sepertinya susah... lagian pesawat buatan Indonesia bukannya cuma CN-250. Katanya sih mo dikembangin untuk pesawat tempu, bomber dll, cuma ga tau kabar beritanya lagi sekarang. Aku berharap Indonesia juga bisa maju...I love Indonesia.....!!!

Artikel berikut Lockheed Martin F-35 Lightning II, buat bro @ampunkk, nanti ketahuan bedanya ma F-22:


Lockheed Martin
F-35 Lightning II Multi-Role Fighter



Deskripsi:
F-35 diumumkan sebagai pemenang kompetisi JSF Departeman Pertahanan AS pada tahun 2001 ketika Lockheed Martin X-35 diputuskan lebih superior dari pada Boeing X-32 (Nyambung dari artikel sebelumnya). Pada 2006, pesawat ini diberi nama dengan Lighning II untuk menghormati pesawat Lockheed P-38 Lightning dan English Electric Lightning yang sukses dan hebat di masa lalu.
Tujuan F-35 adalah untuk menghasilkan tiga varian pesawat tempur multi-peran berbeda yang menggunakan airframe umum sebesar 70% dan 90% untuk mengurangi biaya produksi dan perawatan. JSF adalah program bersama AS dan UK, dan beberapa partner internasional yang berpartisipasi pada usaha pengembangan. Konsumen primer yang meminta spesifikasi desain untuk F-35 adalah US Air Force, US Navy, US Marine Corps, UK Royal Air Force, dan UK Royal Navy. Keseluruhan desain dibuat oleh Lookheed dengan Northrop Grumman dan BAE Systems sebagai partner, menyerupai desai F-22, tetapi setiap varian F-35 “dirancang” (is tailored) spesifik sesuai dengan kebutuhan operator.
Model paling simpel dan murah adalah F-35A versi takeoff dan pendaratan konvensonal (CTOL= conventional takeoff and landing) berdasarkan pada X-35A. Dibuat terutama untuk AU AS, tetapi kemungkinan juga akan diekspor ke beberapa negara. Partner level II adalah Italia dan Belanda dan Level III termasuk Australia, Kanada, Denmark, Norwegia dan Turki. Singapura dan Israel juga merupakan partisipan penjualan produk ini. Varian CTOL F-35 akan dioptimalkan untuk tugas penyerangan dengan kemampuan terbatas udara-ke-udara untuk melengkapi F-15 dan F-22.
AL AS membutuhkan sebagaian besar kemampuan yang sama pada varian F-35C berdasarkan model X-35C. Model ini dibuat untuk mendukung F-18E/F dan memeberikan AL pesawat tempur “stealth” pertama. Bagaimanapun, F-35C dimodifikasi untuk mengatasi kebutuhan jarak takeoff dan pendaratan yang lebih sempit. Modifikasi yang paling nyata dari varian ini adalah sayap yang lebih lebar (35%) yang memungkinkan kapasitas bahan bakar yang lebih besar dan menghasilkan area sayap yang lebih besar untuk meningkatkan daya angkat pada kecepatan rendah. Perubahan lain pada versi F-35C termasuk sirip (fin) dan permukan elevator yang lebih besar, penambahan “aileron” (kemudi guling) ke “flaperon” pada sayap, penambahan permukaan kontrol, sebuah sistem kontrol yang sudah dimodifikasi, roda pendaratan yang sudah diperkuat, palang luncur ketapel pada roda kembar pendaratan, pengait kabel pendaratan dan mekanisme pelipatan sayap.
Mungkin, varian F-35 yang paling kompleks, model short/vertical takeoff and landing (STOVL) F-35B yang berdasarkan X-35B. Model ini digunakan untuk menggantikan AV-8B dan GR.5/7 Harrier II yang menua seperti halnya Harrier dan Harrier Laut yang dioperasikan oleh Marinir AS, AU UK dan AL UK. Varian F-35B mempunyai “ducted lift fan” yang berada pada sebuah “enlarged spine” tepat diburitan kokpit. Kipas ini mengambil tempat sebuah tangki bahan bakar yang dibawa ke dalam model F-35 yang lain dan digunakan untuk menghasilkan keseluruhan daya angkat untuk penerbangan vertikal.
Sialnya, kompleksitas model STOVL F-35 juga disebabkan oleh masalah pengembangan pendting dari Program JSF. Desain awal F-35B terbukti terlalu berat dan program ditunda selama lebih dari setahun, sehingga para teknisi berjuang untuk menghasilkan performa maksimal dan ekonomis. Solusi terakhir diadopsikan dengan cara mengurangi ukuran ruang senjata internal jika dibandingkan dengan model F-35 yang lain. Sementara varian CTOL dan kapal induk (F-35C) dapat membawa 2000 lb senjata secara internal, senjata sterbesar yang dapat dibawa oleh F-35B secara internal adalah 1000lb, GBU-32 JDAM. Ekor vertikal pada F-35B juga diperpendek untuk mengurangi berat.
Desain JSF teah menjadi perhatian terbedar pada konsep dan affordabilitas senjata canggih. Salah satu fitur yang paling canggih pada model Lightning II adalah “core processor” terintegrasi yang menyatukan informasi dari semua sensor pesawat, pandangan terkoordinasi (coordinated view) pada medan perang.
Di antara sensor-sensor ini terdapat radar active electronically scanned array (AESA) dengan mode mapping radar aperture (lobang kamera) sintetik untuk menghasilkan kemampuan pencarian dan targeting yang jauh lebih presisi bagi pilot dari pada teknologi yang ada pada pesawat tempur sekarang. F-35 juga dilengkapi dengan sebuah sistem infrared search and track (IRST) untuk pertempuran udara-ke-udara sementara untuk fitur pertempuran udara-ke-darat canggih termasuk sebuah electro-optical targeting system (EOTS) dengan sebuah imager forward-looking infrared (FLIR), sebuah laser targeting, sebuah laser spot tracker dan sebuah kamera CCD TV. Software canggih yang dimiliki F-35 mampu untuk menganalisis informasi yang dihasilkan sensor menggunakan sistem automatic target recognition and classification (ATRC) untuk mengidentifikasi target spesifik.
Hal canggih lain yang ada pada Lightning II termasuk sebuah sistem pengenalan suara/kata-kata yang mendeteksi perintah yang diucapkan pilot dan dapat mengoperasikan bermacam-macam sistem tanpa harus memencet tombol maupun saklar. Sementara “stealth” juga ditekankan dengan penggunakan ruang senjata internal dan teknik pembentukan observable rendah (low obervable shaping techniques), pengorbanan telah dilakukan untuk mengurangi biaya produksi dan memudahkan perawatan. Hasilnya, F-35 tidak terlalu “stealth” jika dibandingkan dengan F-22 atau B-2.
Selama fase demonstrasi dan pengembangan program saat ini, 14 pesawat F-35 sudah dibuat untuk melakukan ujicoba penerbangan mengawali produksi yang akan dilakukan. Pesawat-pesawat test Lightning II ini termasuk 5 model CTOL, 4 model CV (kapal induk) dan 5 model STOVL. Sebagai tambahan 8 artikel test darat juga akan dibuat untuk test statis, test drop, dan evaluasi jejak radar. Produksi awal kecil akan dimulai pada tahun 2008.
Pesanan F-35 masih dalam perdebatan, tetapi rencana saat ini dari US dan UK adalah membeli sekitar 2.600 pesawat. AU AS sebenarnya berencana untuk membeli 2.036 pesawat F-35A, etapi dikurangi menjadi 1.763 pada 1997. Dan saat ini mungkin akan terjadi pengurangan lagi menjadi sekitar 1.000-1.300 pesawat. Untuk pesanan F-35B sekirar 250 untuk misi pendukung udara jarak dekat. Pengurangan harga dan peningkatan stabilitas program STOVL harus dilakukan, jika tidak pemesanan mungkin akan dibatalkan.
AL dan Marinir AS juga mengurangi pesanan mereka. Marinir pada awalnya memesan 642 buah F-35B, sementara AL 300 buah F-35C. Pada 1997, pesanan ini berkurang menjadi 609 untuk mariner dan 480 untuk AL untuk total 1.089 pesawat F-35. Pada 2004, jumlah totalnya kembali berkurang menjadi 680 pesawat, 350 untuk F-35B dan 330 untuk F-35C. Saat ini belum diputuskan bagaimana pesawat-pesawat tersebut akan dialokasikan, sejak Marinir mungkin akan menerima campuran kedua pesawat itu. Demikian juga, AL UK mungkin akan memisahkan pesanannya antara F-35B dan F-35C, sejak F-35C mempunya potensi untuk digunakan pada kapal induk besar milik UK pada tahun 2010. UK memesan 138, yang tadinya 150 pesawat.
Sebagai tambahan dari pesanan AS dan UK, terdapat potensi penjualan ekspor untuk lebih dari 2.000 F-35. Partner internasional yang sekarang terlibat dalam program mempunyai rencana untuk memesan 600 pesawat. Italia tertarik untuk memesan sampai 131 pesawat, Australia dan Turki masing-masing 100 pesawat, Belanda 85, Kanada 60, dan Denmark & Norwegia mungkin akan memebeli masing-masing 48. Tidak satupun dari negara-negara ini yang telah memesan secara resmi, tetapi program F-35 berusaha agar partner internasionalnya berkomitmen untuk memesan sesegera mungkin. Meyakinkan partner mungkin akan mengalami kesulitan, karena adanya penundaan yang meningkatkan harga dan menunda “service entry” dari 2011 ke 2013. Penundaan ini mungkin membuat partner internasional membeli pesawat pesaing F-35 seperti Gripen dan Eurofighter Typhoon yang sudah dalam fase produksi missal. Norwegia sudah mengancam untuk keluar dari program karana kekhawatiran “workshare” dan keikutsertaan Israel ditunda untuk beberapa bulan dalam rangka pembalasan kemungkinan transfer teknologi ke China. Dengan mengabaikan hal di atas, penjualan ekspor akan menjadi kuat dan produksi F-35 akan berakhir minimal hingga 2030.

SPESIFIKASI: (masih dapat berubah)

HISTORY:
First Flight
-(X-35A) 24 October 2000
-(X-35B) 23 June 2001
-(X-35C) 16 December 2000
-(F-35A) 15 December 2006
-(F-35B) expected 2007
Service Entry
-(F-35A) planned for about 2013
-(F-35B) planned for about 2014
-(F-35C) planned for about 2014

CREW: one: pilot

ESTIMATED COST:
-(F-35A) $45 million [2004$]
-(F-35B) $60 million [2004$]
-(F-35C) $55 million [2004$]

AIRFOIL SECTIONS:
Wing Root unknown
Wing Tip unknown

DIMENSIONS:
Length
-(F-35A) 50.5 ft (15.4 m)
-(F-35B) 50.5 ft (15.4 m)
-(F-35C) 50.8 ft (15.5 m)
Wingspan
-(F-35A) 35.0 ft (10.7 m)
-(F-35B) 35.0 ft (10.7 m)
-(F-35C) 43.0 ft (13.1 m)
-(F-35C) 29.83 ft (9.1 m) terlipat
Height
-(F-35A) 15.0 ft (4.6 m)
-(F-35B) 15.0 ft (4.6 m) (?)
-(F-35C) 15.5 ft (4.7 m)
Wing Area
-(F-35A) 460 ft² (42.7 m²)
-(F-35B) 460 ft² (42.7 m²)
-(F-35C) 620 ft² (57.6 m²)
Canard Area : not applicable

WEIGHTS:
Empty
-(F-35A) about 22,500 lb (9,980 kg)
-(F-35B) about 23,500 lb (10,660 kg)
-(F-35C) about 24,000 lb (10,885 kg)
Normal Takeoff: unknown
Max Takeoff: about 50,000 lb (22,680 kg)
Fuel Capacity
internal:
-(F-35A) 18,500 lb (8,390 kg)
-(F-35B) 13,325 lb (6,045 kg)
-(F-35C) 19,625 lb (8,900 kg)
external: unknown
Max Payload
-(F-35A) 13,000 lb (5,895 kg)
-(F-35B) 11,000 lb (4,990 kg)
-(F-35C) 17,000 lb (7,710 kg)

Mesin:
-Powerplant (F-35A/C) one Pratt & Whitney F135 turbofan; (F-35B) one Pratt & Whitney F135 turbofan and one Rolls-Royce/Allison shaft-driven lift-fan
-Thrust (PW) about 35,000 lb (155 kN); (RR) about 18,000 lb (80 kN)

PERFORMANCE:
Max Level Speed
- at altitude: at least Mach 1.5
- at sea level: unknown
- Initial Climb Rate unknown
- Service Ceiling unknown
- Range: (F-35B) 1,080 nm (2,000 km); (F-35C) 1,620 nm (3,000 km);
Endurance: unknown
g-Limits : unknown

ARMAMENT:
Gun: (F-35A) one 25-mm GAU-12 cannon; (F-35B) one external 25-mm GAU-12 gun pod; (F-35C) one external 25-mm GAU-12 gun pod
Stations: four hardpoints in two internal weapon bays plus six external hardpoints
Air-to-Air Missile : (internal) AIM-120C AMRAAM, AIM-132 ASRAAM; (external) AIM-9X Sidewinder, AIM-120B/C AMRAAM
Air-to-Surface Missile: (internal) AGM-154 JSOW, Brimstone; (external) AGM-65 Maverick, AGM-88 HARM, AGM-158 JASSM, Storm Shadow
Bomb: (internal) up to two GBU-12 Paveway laser-guided, up to two GBU-31/32/38 JDAM, up to two CBU-87/89 cluster, up to two CBU-103/104/105 WCMD; (external) GBU-10/12/16/24 Paveway laser-guided, GBU-31 JDAM, Mk 82/83/84 GP, CBU-99/100 Rockeye II cluster
Other : various transport pods


VARIAN
JSF: Joint Strike Fighter designation originally given to the F-35 program
JCA: Joint Combat Aircraft designation for the F-35 program used by the United Kingdom
X-35: Varian demonstrator Pesawat Tempur yang digunakan untuk test penerbangan dan untuk validasi teknologi yang digunakan pada F-35.
F-35A: Pesawat temput conventional takeoff (CTOL) multi-peran yang didasarkan pada model X-35A, tetapi bodi pesawat sedikit diperpanjang dan lebar permukaan ekor dimodifikasi. Dibuat untuk AU AS dan dilengkapi dengan senapan internal, sensor inframerah, dan sebuah laser designator. USAF berencana untuk membeli 1.763 pesawat, tetapi pada 2004 dikurangi
F-35B: Pesawat tempur short takeoff and vertical landing (STOVL) multi-peran yang berdasarkan pada model X-35B awalnya dibuat untuk Marinir AS, UK Royal Navy, dan UK Royal Air Force. Dilengkapi dengan fan pengangkat yang terletak dalam “enlarged spine” di belakang kokpit, sebuah senapan eksternal, ruang senjata internal yang lebih kecil. Marinir AS berencana membeli 350 pesawat, sementara UK sekitar 138.
F-35C: Pesawat tempur varian kapal induk (CV) multi-peran berdasar pada model X-35C dan mirip dengan F-35A tetepi mempunyai sayap yang lebih besar untuk meningkatkan kapasitas bahan bakar ditambah dengan ekor horizontal dan permukaan kontrol yang lebih lebar untuk performa pendaratan kecepatan-rendah yang lebih baik, struktur dan roda pendaratan yang diperkuat untuk pendaratan pada kapal induk, dan pembuangan meriam internal dengan tujuan untuk penambahan pod senapan opsional pada “centerline station”. AL berencana memesan 330 buah.
F-35D (?): Model yang diajukan ke USAF, mirip dengan F-35B tetepi menekankan operasi short-takeoff and landing (STOL) daripada STOVL. Akan mempunyai sistem propulsi (mesin) yang direvisi berdasarkan pada mesin F136General Electric dan menggunakan sayap F-35C yang lebih besar untuk meningkatkan kapasitas bahan bakar dan jarak tempuh, juga dilengkapi dengan senapan internal dan sebuah “probe” pengisian bahan bakar a la AU US. USAF pada awalnya berminat memesan 200 buah, tetapi akhirnya dibatalkan karena meningkatnya biaya produksi F-35B.
EA-35 : Proposal Lockheed Martin untuk sebuah varian pesawat tempur elektronik dua tempat duduk. Tetapi dibatalkan.

KNOWN OPERATORS:
-United Kingdom (Royal Air Force)
-United Kingdom (Royal Navy)
-United States (US Air Force)
-United States (US Marine Corps)
-United States (US Navy)
Negara-negara berikut diharapkan membeli F-35:
-Australia (Royal Australian Air Force)
-Canada (Canadian Armed Forces, Air Command)
-Denmark, Kongelige Danske Flyvevåbnet (Royal Danish Air Force)
-Israel, Tsvah Haganah le Israel - Heyl Ha'Avir (Israeli Defence Force - Air Force)
-Italy, Aeronautica Militare Italiana (Italian Air Force)
-Netherlands, Koninklijke Luchmacht (Royal Netherlands Air Force)
-Norway, Kongelige Norske Luftforsvaret (Royal Norwegian Air Force)
-Singapore (Republic of Singapore Air Force)
-Turkey, Türk Hava Kuvvetleri (Turkish Air Force)







Peace... smile.gifsmile.gif
ngalamers
keren bro..penjelasannya lengkap amirr...diriview dunk pesawat JSF (joint Strike Figter) ada gak
milenium
Tolong donk bro ditambahin Eurofighter Typhoon nya skalian. Tq b4.
jojo8228
@pencari... Indonesia punyanya Su-27 (Sukhoi). Nantinya aku usahakan di-review.
@ngalamers... JSF-nya udah direview, cuma sampe sekarang belum resmi beroperasi. Ntu reviewnya yang F-35
@millenium... ditunggu...

Berikut Pesawat J-10:

Chengdu
J-10, F-10
Multi-Role Fighter



Proyek Pesawat Tempur Jianjiji-10 (J-10) dipercaya dimulai pada 1980an untuk mengembangkan sebuah pesawat tempur pribumi China yang ekuivalen dengan Mirage 2000, dioperasikan oleh Taiwan. Pesawat ini dilaporkan similar dengan F-16 milik AS, sebuah contoh mungkin berasal dari Pakistan untuk studi, dan Lavi (proyek pesawat Israel yang didasarkan pada F-16 yang akhirnya dibatalkan). Walaupun Israel membantah telah mentransfer teknologi yang tidak syah ini, tetapi diketahui bahwa Israel memang telah memberikan beberapa pertolongan dalam pengembangan J-10.
Desain yang dihasilkan, secara virtual sama dengan Lavi dari luar, mempunyai sebuah sayap delta atau dua-delta dengan canard yang dipasang di dekat buritan kokpit. J-10 dipercaya mempunyai mesin tunggal dari Rusia, turbofan AL-31F dan sebagian besar teknologinya (termasuk radar) berasal dari Rusia. Pada awalnya, beberapa pembuat skema pesawat menganggap bahwa J-10 mempunyai inlet (ceruk) mesin bergaya F-16, tetapi berdasarkan foto, mengungkap bahwa pesawat ini dilengkapi dengan sebuah inlet rectangular yang mengingatkan pada Eurofighter Typhoon. Desain pesawat ini juga mungkin mengalami revisi termasuk berkaitan dengan fitur “stealth”
J-10 dimimpikan sebagai pesawat tempur multi-peran untuk menggantikan Q-5 dan J-7 yang sudah usang, dan dipersenjatai dengan senjata yang sangat lebih canggih. Dalam peran interceptor udara, J-10 akan mungkin dipersenjatai dengan PL-8, misil jarak dekat kendali inframerah (ditiru dari Python 3 milik Israel) dan misil jarak menengah kendali radar PL-10. Bermacam-macam presisi bom kendali dan misil udara-ke-darat juga diharapkan untuk dipasang untuk mendukung tugas-tugas penyerangan.
Walaupun dipercaya bahwa lebih dari 300 J-10 telah dibuat untuk AU dan AL China, keputusan untuk membuat (license build) SU-27 Rusia (aka J-11) memperlihatkan ketidakpercayaan pada kesuksesan dari desain J-10. Jika produksi berlanjut, ada kemungkinan bahwa akan ada varian untuk ekspor yang di sebut F-10. Paling tidak ada 4 purwarupa yang dibuat pada 2001, dan service entry kemungkinan pada 2005.


Spesifikasi:
(Data terakhir: 14 November 2004)


HISTORY:
First Flight: 24 March 1998
Service Entry: 2004 or 2005

CREW: 1 pilot

DIMENSIONS:
Length :47.86 ft (14.57 m)
Wingspan/Lebar Sayap: 28.75 ft (8.78 m)
Height: 15.75 ft (4.80 m)
Wing Area: 355.2 ft2 (33 m2)
Canard Area: 58.55 ft2 (5.45 m2)

WEIGHTS:
Empty : 15,300 lb (6,940 kg)
Typical Load: unknown
Max Takeoff : 40,565 lb (18,400 kg)
Fuel Capacity: internal: unknown, external: unknown
Max Payload: 18,520 lb (8,400 kg)

PROPULSION:
Powerplant : one Saturn/Lyulka AL-31F afterburning turbofan
Thrust: 27,560 lb (122.6 kN)

PERFORMANCE:
Max Level Speed: at altitude: Mach 1.85; at sea level: unknown
Initial Climb Rate : unknown
Tinggi Max: unknown
Jarak Tempuh: 1,000 nm (1,850 km)
g-Limits: unknown

ARMAMENT:
Gun: probably one 23-mm or 30-mm cannon
Stations : eleven external hardpoints and two wingtip rails
Air-to-Air Missile : PL-8, PL-10
Air-to-Surface Missile: unknown
Bomb: unknown

KNOWN VARIANTS:
J-10 Prototype fighter

KNOWN OPERATORS: China





Peace....smile.gifsmile.gif
rexs
wew... indo kapan ya ngembangin jet sendiri...
jojo8228
iya tuh bro...moga2 aja secepatnya.....
Dulu tahun 2004/2005 Pak Habibie bilang mo ngembangin CN-250 jadi jenis pesawat lain...tapi kok sekarang gak jelas ya,....
Kita berdoa aja... smile.gifsmile.gif

Peace smile.gifsmile.gif
demon_heart
thanx review J-10nya bro jojo speak_cool.gif , ditunggu J-11nya...
jojo8228
@bro Demon n semuanya, berikut adalah Su-27 Flanker dan J-11. Ternyata J-11 adalah varian dari Su-27 Flanker. Pesawat tempur inilah yang dibeli oleh TNI AU indonesia.gif indonesia.gif smile.gifsmile.gif

Su-27 FLANKER (SUKHOI)



Pada pertengan 1970an, F-15 Eagle dan F-16 Fighting Falcon membuat Blok Timur berada pada kesulitan. Peluncuran Su-27 Flanker dan MiG-29 Fulcrum pada pertengahan 1980an, membuat keadaan menjadi berimbang. Didesain sebagai pesawat tempur berperforma tinggi dengan sebuah sistem kontrol fly-by-wire dan kemampuan untuk membawa sampai 10AAM. Su-27 yang mempunyai manuverabilitas hebat merupakan salah satu pesawat yang paling mengesankan yang pernah dibuat. Purwa rupa pertama “Flangker-A” terbang pada 20 Mei 1977 dan diresmikan sebagai “Flanker B” pada 1984. Pengembangan pesawat tempur Su-27 telah selesai pada awal 1980an, dan sesudahnya membuat lebih dari 40 rekor dunia untuk kecepatan altitude dan take-off. Pesawat ini merupakan pelopor dari sebuah jenis/keluarga pesawat termasuk pesawat latih Su-27UB, pesawat tempur Su-33, pesawat multi-misi Su-37 dan pesawat spesialis dua tempat duduk Su-32FN. Su-27UB adalah versi Su-27 dengan 2 tempat duduk yang pertama kali terbang pada Maret 1985.
Su-27 tidak hanya beroperasi di Rusia dan negara-negara CIS, tetapi juga di China dan Vietnam. Cina juga memebeli lisensi untuk produksi pesawat Su-27 sendiri. Pada 1997 Sukhoi menandatangani kontrak dengan Vietnam seharga $180 juta untuk mensuplai 6 Su-27 (2 Su-27SK dan 4 Su-27UB). Sukhoi mengirim 4 di antaranya oada 1996 dan 2 hancur karena kapal pengangkutnya menabrak blok apartemen di Irkutsk. Diperkirakan Vietnam membeli 24 pesawat tempur Sukhoi dengan harga $800 juta di akhir millennium lalu.
Su-27 mempunyai sayap yang dipasang menengah (di bagian tengah badan pesawat) dan berbentuk semidelta dengan ujung kotak. LERX memanjang di bawah dan depan akar sayap. Terdapat dua mesin di dalam badan pesawat. Terdapat “air intakes” (saluran udara) berbentuk kotak dan “diagonally-cut” (terpotong secara diagonal), terpasang di bawah sayap sepanjang samping bodi pesawat. Bodi pesawat berbentuk segiempat dari saluran udara sampai ekor pesawat. Hidung meruncing dan terdapat kanopi gelembung. Sirip ekor tertekuk ke belakang, tajam denganujung kotak dan terpasang di luar mesin. “Flats”-nya dipasang di tengah (mid-mounted), tertekuk ke belakang dan tajam. Mempunyai sistem “airbrakes” yang dipasang di atas bodi pesawat, di belakang kokpit

HISTORY:
First Flight : (T10-1) 20 May 1977, (T10-3) 23 August 1979, (T-10S-1) 20 April 1981, (Su-27UB) 7 March 1985
Service Entry : December 1984

CREW: one: pilot

ESTIMATED COST: $40 to $70 million

DIMENSIONS:
Length: 71.92 ft (21.94 m)
Lebar Sayap : 48.17 ft (14.70 m)
Height : (Su-27S) 19.42 ft (5.92 m); (Su-27UB) 20.83 ft (6.36 m)
Wing Area: 667.8 ft2 (62.04 m2)
Canard Area : not applicable

WEIGHTS:
Empty: (Su-27S) 36,115 lb (16,380 kg); (Su-27UB) 38,580 lb (17,500 kg)
Normal Takeoff : (Su-27S) 51,015 lb (23,140 kg); (Su-27UB) 53,220 lb (24,140 kg)
Max Takeoff: (Su-27S) 62,390 lb (28,300 kg); (Su-27S) 72,750 lb (33,000 kg) [final production lot]; (Su-27UB) 67,130 lb (30,450 kg)
Fuel Capacity : internal: 20,725 lb (9,400 kg), external: none
Max Payload: 8,820 lb (4,000 kg) normal load; 17,640 lb (8,000 kg) maximum allowable load

PROPULSION:
Powerplant: two Saturn/ Lyul'ka AL-31F afterburning turbofans
Thrust : 33,510 lb (149.06 kN); 55,116 lb (245.18 kN) with afterburner

PERFORMANCE:
Max Level Speed
at altitude: (Su-27S) 1,555 mph (2,500 km/h) at 36,090 ft (11,000 m), Mach 2.35; (Su-27UB) 1,335 mph (2,150 km/h) at 36,090 ft (11,000 m), Mach 2.0
at sea level: 870 mph (1,400 km/h), Mach 1.14
Initial Climb Rate: unknown
Tinggi maksimal: (Su-27S) 60,700 ft (19,000 m), (Su-27UB) 57,400 ft (17,500 m)
Jarak jangkau: 1,510 nm (2,800 km)
ferry: (Su-27S) 2,010 nm (3,720 km), (Su-27UB) 1,620 nm (3,000 km)
g-Limits: +9

ARMAMENT:
Gun: one 30-mm GSh-301 cannon (150 rds)
Stations : ten external hardpoints: two tandem under the fuselage centerline, two under the air ducts, four under the wings, two on the wingtips
Air-to-Air Missile: R-60/AA-8 Aphid, up to six R-27R/T AA-10 Alamo-A/B, up to four R-27ER/ET AA-10 Alamo-C/D, R-73/AA-11 Archer, R-33/AA-9 Amos
Air-to-Surface Missile: none
Bomb : free-fall, cluster bombs
Other: rocket pods, ECM pods

KNOWN VARIANTS:
T-10 'Flanker-A':Purwarupa original, tidak kuat pada tarikan kuat, struktur lemah, terlalu berat. Dibuat 4 pesawat.
T-10S: Redesigned prototype
P-42: Purwarupa Su-27S ketiga (T10S-3), dimodifikasi untuk membuat beberapa rekor pendakian (climb) dan altitude.
T10-20R: Pesawat test spesial yang digunakan untuk penerbangan supersonic jarak jauh.
Su-27 'Flanker-A': Pesawat purwarupa model produksi dan pengembangan. Dibuat 15.
Su-27S 'Flanker-B': Model produksi pertama dengan aerodinamis yang telah dipercanggih dan sebuah perluasan radar buritan, model satu-tempat duduk untuk dua peran, pertahanan udara dan misi penyerangan darat.
Su-27SK : Versi ekspor dari Su-27S
Su-27SKM: Varian yang telah diupdate dari 27S untuk ekspor.
Su-27P 'Flanker-B': Identik dengan Su-27S, tetapi didesain sebagai interceptor pertahanan udara dan dilengkapi dengan probe pengisian bahan bakar udara.
Su-27UB 'Flanker-C' : Pesawat latih dua-tempat duduk (yang dapat dipakai saat pertempuran=two-seat combat-capable trainer) dengan sebuah radar yang telah dikembangkan pada hidung pesawat yang lebih panjang.
Su-27PU 'Flanker-C' : Purwarupa Su-30 fighter bomber
Su-27K 'Flanker-D' : Purwarupa Su-33 navalized fighter, juga dikenal sebagai T-10K
Su-27KU or Su-27IB: Purwarupa Su-34 bomber
Su-27M 'Flanker-E': Purwarupa Su-35 fighter
J-11: Varian Su-27SK milik Cina
J-11B : Versi Su-27SK yang telah dikembangkan oleh China dengan upgrade utama termasuk sebuah radar baru dan sistem tracking dan pencarian inframerah, selain itu juga cocok dengan senjata China.

KNOWN COMBAT RECORD: Eritrean-Ethiopian War (Ethiopia, 1998-2000)

KNOWN OPERATORS:
Angola, Força Aérea Popular de Angola (Angolan People's Air Force)
Belarus, Voyenno Vozdushnyye Sily (Belarus Air Force)
China, Zhongkuo Shenmin Taifang Tsunputai (People's Liberation Army Air Force)
Ethiopia, Ye Ityopya Ayer Hayl (Ethiopian Air Force)
Indonesia, Tentara Nasional Indonesia - Angkatan Udara (Indonesian Air Force)
Kazakhstan (Kazakhstan Air Force)
Mexico, Aviación de la Armada de Mexico (Mexican Naval Air Arm)
Russia, Voyenno Vozdushniye Sili (Russian Air Force)
Syria, Al Quwwat al-Jawwiya al Arabiya as-Souriya (Syrian Air Force)
Ukraine, Voyenno Vozdushnyye Sily (Ukraine Military Air Forces)
Union of Soviet Socialist Republics, Voyenno Vozdushniye Sili (Soviet Air Force)
Uzbekistan (Uzbek Air Force)
Vietnam, Khong Quan Nhan Dan Viet Nam (Vietnam People's Army Air Force)






Peace... smile.gifsmile.gif
jojo8228
J-11 [Su-27 FLANKER]



Diberi kode nama “Flanker” (Pengapit) oleh NATO, J-11 (Su-27) adalah bomber figter multi-peran yang dapat juga digunakan untuk peran penyerangan maritime. Flanker mempunyai radius operasional 1.500km dan mempunyai fasilitas refuelling udara, menambah radius operasional sejauh 500km. Walaupun dikonfigurasikan secara normal untuk operasi konvensional, J-11 dapat memuaskan China dengan pesawat tempur serangan-nuklir berperforma-tinggi.
Akuisisi Su-27 dilakukan setelah China mencoba selama bertaun-taun untuk membangun pesawat J-10 dengan teknologi yang ekuivalen untuk menunjukkan fungsi similar, menunjukkan ketidakpercayaan dalam kemampuan produksi dalam negeri.
Pada 1991 China membeli 24 SU-27 untuk sekitar $1 miliar yang dikirim pada akhir 1992 ke Wuhu Air Base, 250km barat Shanghai. Pada 1995 China melakukan pembelian kedua, 24 Su-27 lagi, dan dikirimkan pada April 1996 ke Suixi Air Base di Cina Selatan. 48 Pesawat tersebut termasuk 36 Su-27SK satu tempat duduk yang dibuat di Komsomolsk-on-Amur dan 12 Su-27UB dua tempat duduk yang dibuat di Irkutsk, dengan harga total $1,7 miliar.
Pada Februari 1996 Moscow dan Beijing mencapai perjanjian senilai $2.2 miliar untuk co-produksi Sukhoi Su-27 di Cina. Dengan perjanjian itu, Cina akan memproduksi sampai 200 pesawat (tanpa hak untuk menjual ke negara lain) dari komponen yang dibuat oleh Rusia selama 3 sampai 5 tahun. Dari biaya perjanjian tersebut, termasuk di dalamnya $650 juta untuk dokumen teknis dan $850 juta untuk suku cadang, instrument dan peralatan disiapkan oleh Komsomolsk-on-Amur Aviation Enterprise imeni Yuriy Gagarin [KnAAPO], yang akan mengirimkan 30% dari semua suku cadang untuk 200 pesawat Su-27SK China. Rusia memberikan hak untuk co-produksi Su-27 ke Shenyang Aircraft Company yang mampu meproduksi sekitar 15-20 pesawat per tahun. Pada periode 1998-2000, Shenyang berencana untuk merakit hanya 15 pesawat Su-27SK dari total 200 yang diijinkan pada kontrak. Dua pesawat pertama yang berhasil dirakit di Shenyang, terbang pada akhir 1998. Secepatnya, Cina mungkin akan membuat sekitar 300 Su-27.
Akan tetapi integrasi Su-27 ke AU Cina mengalami kesulitan, terutama sekali untuk masalah latihan dan biaya perawatan. Rusia mengirim suku cadang dan pemasangan untuk 2 pesawat tempur, yang dirakit pada 1998, membuat China mempunyai total 50 pesawat. Akan tetapi, airframe-nya mengecewakan, dan tidak ada produksi tambahan yang diselesaikan pada akhir 1999. Tetapi pada akhir 2000, pengiriman direncanakan untuk suku cadang dan perakitan 15 pesawat baru.
Pada Maret 1996, PLA Air Force dan elemen PLA yang lain melakukan latihan bersama di selat Taiwan. Selama latihan bersama ini J-11 menembakan bermacam-macam roket udara-ke-darat dan juga menjatuhkan 4 bom “deceleration” yang similar dengan US MK82 Snake-Eye, pertama kalinya jenis bom tersebut diperlihatkan ke umum. Latihan ini jelas-jelas memperlihatkan kelemahan kemampuan pengeboman J-11, menuntut pengembangan radar dan software komputer untuk kemampuan penyerangan udara-ke-darat, yang dikombinasikan dengan peralatan dan fungsi kontrol penembakan dari Su-35 untuk menghasilkan akurasi tinggi pada penembakan/pengeboman.
Pada akhir 1999, Irkutsk aviation industrial association mengirimkan 28 training dan combatant untuk Su-27UB ke cina. Pengiriman ini akan diimplementasikan untuk membayar kerugian negara, dan 8 pesawat dikirimkan pada tahun 2000, 10 pada 2001 dan 10 lagi pada 2002.



kafka
keren liputannya om...
lanjut terus om..
asik neh
bocahgembul
Mantepp2 Applause.gif
Gw demen banget ama flanker...

Bro boleh rikues yang klasik ga?
B-52 Bomber sama P-51 Mustang dunks....Legend banget tuhh dua2nya...
Sama Zero yang punya Jepang, lupa nama aslinya Tounge.gif

Thanks before yah bro... Peace.gif
Blazing Arrows
Gw bantu... Kasian si jojo sendirian Peace.gif

P 51 Mustang



Source :

http://id.wikipedia.org/wiki/P-51_Mustang

http://en.wikipedia.org/wiki/P-51_Mustang

http://www.mustangsmustangs.com/p-51/p51.shtml

http://www.militaryfactory.com/aircraft/de...?aircraft_id=77

P-51 Mustang adalah pesawat buru sergap jarak jauh buatan Amerika Serikat. Pesawat ini menjadi raja pada perang dunia ke dua, Mustang menjadi satu-satunya pesawat buru sergap yang mampu mencapai berlin, baik untuk melangsungkan serangan mandiri maupun untuk mengawal pesawat pengebom yang akan menjatuhkan bom di Berlin.

Sejarah

Inggris yang sedang terlibat perang di Eropa membutuhkan sebuah pesawat yang mampu mencapai Jerman dan mengawal pengebom yang setiap saat jatuh di tembak pesawat buru sergap Jerman, maka dibuatlah pesawat oleh North American untuk memenuhi kebutuhan ini, untuk mesinnya dipasang mesin Rolls Royce buatan inggris. Pesawat yang tercipta mempunyai kelemahan pada kelincahan di ketinggian maksimum, maka ditambahkanlah turbo charger pada mesinnya. Hasilnya adalah sebuah pesawat yang handal untuk perang jarak jauh, dan menjadi legenda.

Mustang diproduksi ribuan dan digunakan oleh banyak angkatan udara, termasuk Indonesia. Indonesia menerima Mustang sebagai hibah dari Belanda, ironisnya mustang juga digunakan Indonesia melawan Belanda dan sekutunya dikemudian hari. Karena gambar mulut menganga berwarna merah di ujung pesawat, pesawat ini populer dengan julukan "si cocor merah".


PIC Mustang Indonesia :



Mustang Lainnya :




"The Bottisham Four", a famous photo from the 375th Fighter Squadron showing four P-51 Mustangs in flight




Mustang bila di bandingkan dengan pesawat masa kini



Specification :


Type : Fighter
Manufacturer : North American Aviation
Designed by : Edgar Schmued Raymond, H. Rice, Larry Waite, E. H. Horkey
Maiden flight : 26 October 1940
Introduction : 1942, Retired 1957, U.S. Air National Guard
Primary users : United States Army Air Forces, Royal Air Force,
Number built : 15,875
Unit cost : US$50,985 in 1945
Variants :A-36 Apache
F-82 Twin Mustang
Cavalier Mustang
Piper PA-48 Enforcer
Mustang X


Weapon System


ARMAMENT

Machine Guns 4x .50 cal - 6x .50 cal ( Tergantung Model )
rounds available 1260 - 1880 ( Tergantung Model )
Bombs - lbs. 2 x 500 - 2 x 1000 ( Tergantung Model )
or 5" rockets na - 10 ( Tergantung Model )


Review dari saya :

P-51 Mustang adalah pesawat tempur jarak jauh amerika yang di gunakan dan memulai aksinya pada saat pertengahan perang dunia II...

P-51 menjadi pesawat tempur paling sukses pada saat perang dunia II

P-51 hampir selalu menjalani misi pada saat perang dunia II.. dari menjalankan tugas sebagai pengawal bomber sampai menjadi fighter.. kehadiran P-51 menjamin keamanan armada pembom B17 / B24 pada saat melakukan misi pemboman kedalam pusat jerman..

Dengan kemampuan membawa bahan bakar 2 kali dari yang di bawa oleh spitfire.. P-51 menjelma menjadi sebuah pesawat fighter yang dapat di gunakan untuk mengawal bomber dalam jarak yang jauh..

Selain itu P-51 juga sangat murah dalam ongkos produksinya.. selain sebagai pesawat yang mudah dan cepat dalam pembuatannya.. Mesinnya menggunakan Packard V-1650. mesin piston 12 cylinder yang tangguh dan ekonomis..

Selain itu P-51 juga di lengkapi dengan 50 caliber senapan mesin browning

Setelah perang dunia II banyak mustang di conversikan menjadi pesawat balapan... karena reputasi yang luar biasa.. perancang FORD Motor company menggunakan nama mustang di produksi mobilnya...


Besok gw tambahin deh.. uda malam.. continue by tomorrow BigGrin.gif Peace.gif
kafka
weks..keren boss...
tambah banyak neh sumbernya...
ampunkk
req pesawat pesawat pengangkut dunk kayak globemaster gt...

sama pesawat E2C-hawkeye... dan sejenis2 hawkeye gt...

jojo8228
Untuk request-requestnya, tunggu ya... Pasti klo sempat aku update...

Peace..smile.gifsmile.gif
jojo8228
Berikut F-117:

Lockheed Martin
F-117 Nighthawk
Precision Attack Bomber




F-117 adalah usaha untuk membangun produksi pesawat dengan sebuah jejak radar yang sangat kecil sehingga secara virtual tidak dapat terdeteksi. Revolusi dalam teknologi “stealh” ini utamanya untuk pengembangan program komputer sehingga mampu untuk menghitung (mengkomputasi) intensitas gelombang radar yang dipantulkan kembali ke sumbernya. Software ini mengharuskan bentuk unik Nighthawk tersusun dari panel angular datar. Sekali bentuk pesawat ditemukan dengan sebuah “cross section” radar kecil yang cukup, maka semua tergantung ahli aerodinamika untuk menemukan cara bagaimana membuat pesawat ini terbang. Usaha ini berhasil dengan pemakaian sistem kontrol terkomputerisasi “fly-by-wire” yang membuat penyesuaian konstan pada permukaan kontrol F-117 dan mempertahankan stabilitas.
Karakteristik stealth dari F-117 ditingkatkan dengan menggunakan berbagai jenis pelapisan material penyerap-radar (RAM=radar-absorban material) dan lapisan penyerap-radar (radar-absorbant screens) yang menutupi inlets mesin. Ujung pintu dan panel akses seperti roda pendaratan dan ruang tempat bom juga bergigi tajam (serrated) untuk menghamburkan gelombang radar. Jejak inframerah pesawat juga dikurangi dengan pencampuran gas keluaran panas dari mesin turbofan dengan udara dingin dan campuran tersebut dikeluarkan melalui saluran pipa melalui sebuah saluran pengeluaran “platypus” datar.
Meskipun disebut sebagai “stealth figter”, F-117 sesungguhnya merupakan sebuah pesawat serang yang membawa bom kendali/cerdas presisi (precision guided bombs) ke dalam daerah musuh. Persenjataan standar terdiri dari dua bom kendali-laser seberat 905kg, tetapi berdasarkan laporan misil Maverick dan HARM juga dibawa secara regular.
F-117 dibangun secara rahasia selama akhir 1970an dan awal 1980an dan tidak dipublikasikan hingga 1988. Segera setelahnya, Nighthawk melakukan debut perang pertamanya di Panama selama penghancuran dictator Manuel Noriega. F-117 melakukan performa terbaiknya untuk Operation Desert Storm ketika 42 pesawat melakukan serangan tiba-tiba dan terhitung 40% dari target strategis dapat dihancurkan/diserang. Satu-satunya kekalahan Stealth Fighter terjadi pada awal konflik Kosovo ketika perencanaan misi yang buruk mengakibatkan misil Serbia dapat memprediksi penerbangan F-117 melewati zona pertahanannya.
Walaupun mempunyai kemampuan revolusioner, F-117 mempunyai keterbatasan karena hanya dapat dipakai pada misi penyerangan malam hari dan secara berangsur-angsur menjadi usang dengan adanya pengembangan pesawat “stealth” yang lebih canggih. Dengan pengenalan pesawat F-22 dan F-35 multi-misi sebenarnya, membuat AU AS untuk “phase out” F-117 pada tahun 2008. Pesawat F-117 yang masih ada “dipensiunkan” di Tonopah Test Range, Nevada, tempat dimana mereka awalnya di tes. Di sini mereka disimpan untuk decade mendatang jika dibutuhkan kembali.

HISTORY:
First Flight: (Have Blue demonstrator) December 1977; (F-117A) 18 June 1981
Service Entry: 1983
Retirement : 22 April 2008

CREW: one: pilot

ESTIMATED COST: $45 million

DIMENSIONS:
Length: 65.92 ft (20.08 m)
Wingspan: 43.25 ft (13.20 m)
Height : 12.42 ft (3.78 m)
Wing Area: 784 ft² (73.0 m²)

WEIGHTS:
Empty : 29,500 lb (13,381 kg)
Normal Takeoff: unknown
Max Takeoff : 52,500 lb (23,814 kg)
Fuel Capacity unknown
Max Payload : 5,000 lb (2,268 kg)

PROPULSION:
Powerplant: two General Electric F404-F1D2 turbofans
Thrust : 21,600 lb (96.0 kN)

PERFORMANCE:
Max Level Speed at altitude: 646 mph (1,040 km/h), at sea level: unknown
Initial Climb Rate: unknown
Service Ceiling : unknown
Range: 1,140 nm (2,110 km) with max payload
g-Limits : +6

ARMAMENT:
Gun: none
Stations: two internal weapons bays with one hardpoint each
Air-to-Air Missile: AIM-9 Sidewinder
Air-to-Surface Missile : AGM-65 Maverick, AGM-88 HARM
Bomb: up to two GBU-10/-27 LGB
Other: gun pods

KNOWN VARIANTS:
Have Blue or XST: Nama kode untuk program Experimental Stealth Technology (XST) yang dipimpin oleh AU AS dan digunakan untuk mengembangkan kemampuan untuk mengurangi jejak radar pesawat, 2 dibuat (keduanya hancur)
F-117A : Production stealth attack bomber; 59 built
F-117B: Proposed improved model with radar, not built
F-117N or A/F-117X: Proposed naval version, not built

KNOWN COMBAT RECORD:
Panama - Operation Just Cause (USAF, 1989)
Iraq - Operation Desert Storm (USAF, 1991)
Kosovo - Operation Allied Force (USAF, 1999)
Iraq - Operation Iraqi Freedom (USAF, 2003)

KNOWN OPERATORS: United States (US Air Force)





Peace... smile.gifsmile.gif
Crowners
Thanks..... Good post....

F-14 Tomcat, ngingetin jaman masih kecil dulu (harga angkot masih Rp 50,- sekarang dah Rp 2.500,-) Whew.gif

BTW tu mainan masih gw simpen ampe sekarang & masih berfungsi.
Cokpit bisa ngebuka, n sayapnya bisa ngelipet.

Ampe sayangnya gw ama tuh mainan, anak gw juga gak berani mainin apalagi ampe ngerusakin. Tounge.gif Tounge.gif Tounge.gif

Reguest donk Kapal Induk nya sekalian...

IZRO'IL
@jojo8228..
thx bos.. jagoan ane tuh.. MiG 31 Foxhound...
jojo8228
Northrop Grumman
B-2 Spirit
Intercontinental Strategic Bomber



Purwarupa “stealth bomber” B-2 muncul pada 1988 setelah sebuah riset rahasia satu dekade
oleh AU AS. Desain B-2 membuat langkah besar mengalahkan proyek sebelumnya seperti B-1B dan F-117, dengan sistem pemantulan gelombang radar yang dipercanggih dan bentuk sayap yang lebih aerodinamis.
BEntuk sayap yang berkontur (contoured) dari B-2 Spirit berisi kompartemen awak, ruang barang (payload bays) dan mesin, yang terlindung dari komponen yang dapat memantukan sebagian besar gelombang radar. Sebagai tambahan, selain dilindungi oleh radar absorbant materials (RAM), semua garis pada B-2 adalah parallel ke yang lainnya untuk menghamburkan gelombang radar. Juga, lubang keluaran mesin memanjang dan dilapisi dengan material pengabsorbsi-panas untuk mengurangi jejak panas inframerah dari B-2.
AU AS pada awalnya berencana untuk membuat 133 stealth bomber tetapi kemudian dipotong menjadi hanya 21 Pesawat. Walaupun sebenarnya dibuat untuk pesawat penyerangan nuklir, B-2 juga dilengkapi dengan senjata konvensional seperti JDAM. B-2 telah digunakan secara luas dengan peran penyerangan konvensional (bukan nuklir) selama konflik di Kosovo, Afghanistan dan Irak.


HISTORY:
First Flight : 17 July 1989
Service Entry: April 1997

CREW: two: pilot, co-pilot/mission commander

ESTIMATED COST: $1.157 billion [1998$]

DIMENSIONS:
Length: 69.00 ft (21.03 m)
Wingspan: 172.00 ft (52.43 m)
Height : 17.00 ft (5.18 m)
Wing Area: 5,000 ft2 (465.5 m2)

WEIGHTS:
Empty: 150,000 to 160,000 lb (68,040 to 72,575 kg)
Normal Takeoff: 336,500 lb (152,635 kg)
Max Takeoff: 376,000 lb (170,550 kg)
Fuel Capacity: internal: 200,000 lb (90,720 kg), external: none
Max Payload: 40,000 lb (18,145 kg)

PROPULSION:
Powerplant: four General Electric F118-110 turbofans
Thrust: 76,000 lb (338 kN)

PERFORMANCE:
Max Level Speed: at altitude: 530 mph (850 km/h) at 40,000 ft (12,190 m), Mach 0.8; at sea level: 485 mph (780 km/h), Mach 0.65; cruise speed: 515 mph (830 km/h) at 37,000 ft (11,275 m), Mach 0.78
Initial Climb Rate: 3,000 ft (915 m) / min
Service Ceiling: 50,000 ft (15,240 m)
Range: typical: 6,000 nm (11,110 km); w/1 aerial refueling: 10,000 nm (18,520 km)
g-Limits: +2.0

ARMAMENT:
Gun: none
Stations: two internal bomb bays
Air-to-Surface Missile: up to 16 AGM-69 SRAM II, up to 16 AGM-129 ACM, AGM-154 JSOW
Bomb: up to 16 B61/B83 nuclear bombs, up to 80 Mk 82 500-lb GP, up to 16 Mk 84 2,000-lb GP, up to 36 M117 750-lb GP, up to 16 GBU-31 JDAM, up to 16 GBU-36, up to 8 GBU-37 (GAM-113), up to 36 CBU-87/89/97/98 cluster
Other: up to 80 Mk 36 or Mk 62 500-lb sea mines

KNOWN VARIANTS:
B-2A: Original bomber operating from Whitman AFB, Missiouri; 22 built

KNOWN COMBAT RECORD:
Kosovo - Operation Allied Force (USAF, 1999)
Afghanistan - Operation Enduring Freedom (USAF, 2001)
Iraq - Operation Iraqi Freedom (USAF, 2003)

KNOWN OPERATORS: United States (US Air Force)







Ditunggu update selanjutnya
Peace....smile.gifsmile.gif
n4naku
Kalo indonesia punya yang mana ya!
bocahgembul
rikues lagi dunk...

F-16 Fighting Falcon sama F-18 Hornet... BigGrin.gif

Thanks yah..
jojo8228
Lockheed
U-2 Dragon Lady
Tactical Reconnaissance



DESKRIPSI

Pesawat Pengintai U-2 awalnya dikembangkan oleh divisi “Skunkworks” Lockheed secara rahasia. Pesawat baru revolusioner ini diharapkan sebagai pesawat pengintai high-altitude untuk Central Intelligence Agency (CIA) dan AU AS. Lambang “U”, biasanya digunakan untuk pesawat dengan kegunaan yang tidak membahayakan (innocuous utility aircraft), digunakan sebagai bagian dari sebuah kampanye untuk menjaga pesawat sebagai misteri dari “prying eyes”.
Dengan tujuan untuk menyembunyikan tujuan sebenarnya dari U-2, skuadron operasional pertama secara resmi disebut dengan sebuah unit “Weather Reconnaissance" yang dioperasikan oleh NASA. Dua skuadron pertama berbasis di Jepang, Jerman atau Inggris, dari sini pesawat terbang untuk berbagai misi di Uni Soviet, Cina, Vietnam, dan Timur Tengah. U-2 juga membuktikan keberadaan misil nuklir pada 1962 di Kuba yang menyebabkan “Cuban Missile Crisis”.
Dunia tidak mengetahui tentang U-2 hingga 1 Mei 1960 ketika sebuah U-2 yang diterbangkan oleh Francis Gary Powers tertembak di Uni Soviet. Walaupun sang pilot akhirnya dapat kembali melalui pertukaran dengan mata-mata Soviet yang tertangkap, U-2 tidak pernah memasuki wilayah udara Uni Soviet lagi.
Keausan pesawat ternyata terlalu tinggi sehingga sangat sulit terbang dan contoh lain tertembak di China dan Cuba. Untuk memecahkan masalah ini, sebuah model baru, U-2R diproduksi pada tahun 1968. Versi terbaru pesawat ini adalah U-2S. Pada awalnya didesain sebagai TR-1, U-2S adalah sebuah U-2R yang diupdate dengan membawa “Synthetic-Aperture Radar” canggih yang mampu untuk menscan sejauh 35 mil ke dalam wilayah musuh, sementara pesawat masih berada di wilayah udara internasional. TR-1, U-2R, dan U-2S dapat dibedakan dari varian u-2 yang lebih tua dari pod avionic yang dipasang di bawah kedua sayapnya. U-2S masih beroperasi hingga sekarang dan sangat berguna pada konflik Irak dan Afganistan….

HISTORY:
First Flight: (U-2A) 1 August 1955; (TR-1A/U-2S) August 1981
Service Entry: (U-2A) June 1957; (U-2S) October 1994

CREW: 1 pilot

ESTIMATED COST: unknown

AIRFOIL SECTIONS:
Wing Root: NACA 64A409
Wing Tip: NACA 64A406

DIMENSIONS:
Length: (U-2C) 49.95 ft (15.24 m); (U-2S) 63.00 ft (19.2 m)
Wingspan: (U-2C) 80.00 ft (24.38 m); (U-2S) 103.00 ft (31.39 m)
Height: 14.98 ft (4.57 m)
Wing Area: (U-2C) 565 ft2 (52.49 m2); (U-2S) 1,000 ft2 (92.9 m2)
Canard Area: not applicable

WEIGHTS:
Empty: (U-2C) 11,700 lb (5,305 kg); (U-2R) 19,000 lb (8,620 kg); (U-2S) 17,800 lb (8,075 kg)
Normal Takeoff: unknown
Max Takeoff: (U-2C) 17,270 lb (7,833 kg); (U-2S) 40,000 lb (18,144 kg)
Fuel Capacity: internal: unknown; external: unknown
Max Payload: unknown

PROPULSION:
Powerplant: (U-2C) one Pratt & Whitney J75-13 turbojet; (U-2R/TR-1A) one Pratt & Whitney J75-13B turbojet; (U-2S) one General Electric F-118-101 turbofan
Thrust:(U-2R) 17,000 lb (75.6 kN); (U-2S) 19,000 lb (84.5 kN)

PERFORMANCE:
Max Level Speed: at altitude: 530 mph (850 km/h) [U-2C], 495 mph (795 km/h) [U-2S]; at sea level: unknown
cruise speed: 375 mph (690 km/h) [U-2R]
Initial Climb Rate: unknown
Service Ceiling: (U-2C) 85,000 ft (25,930 m); (U-2S) 90,000 ft (27,430 m)
Range: (U-2C/R) 2,610 nm (4,830 km); (U-2S) 3,800 nm (7,050 km)
Endurance: (U-2R) 12 hr; (U-2S) 15 hr
g-Limits: +2.5

ARMAMENT:
Gun: none
Stations: (U-2C) one internal bay; (U-2S) one internal bay and two underwing pods
Air-to-Air Missile: none
Air-to-Surface Missile: none
Bomb: none
Other: cameras, IR sensors, other recon sensors

KNOWN VARIANTS:
U-2A: First production one-seat reconnaissance model; 48 built
U-2B: Two-seat trainer; 5 built
U-2C: Improved one-seat reconnaissance model with a new engine and modified engine inlets
U-2D: Two-seat trainer
U-2CT: Two-seat trainer rebuilt from U-2D airframes but with the training pilot seated at a higher level; at least 6 converted
U-2G: U-2A models modified with stronger landing gear, an arresting hook, and wing spoilers in order to operate from US Navy aircraft carriers; 3 converted but rarely used
U-2R: Enlarged and improved U-2C with underwing pods and increased fuel capacity; 12 built
U-2RT: Two-seat trainer based on U-2R; 1 built
U-2EPX: Proposed maritime surveillance model for the US Navy based on the U-2R; 2 built but not put into service
WU-2: Research aircraft used by the US Air Force for atmospheric research
TR-1A: Improved U-2R with side-scanning radar, new avionics, and improved ECM equipment; 33 built
TR-1B: Two-seat trainer for the TR-1A; 2 built
ER-2: One-seat "earth resource" research aircraft built for NASA
U-2S: New designation for the TR-1A; also updated with a more efficient engine, improved sensors, and the addition of a GPS system; 31 converted
U-2ST: Redesignated U-2R/TR-1B two-seat trainer with updated engine; 4 converted

KNOWN COMBAT RECORD:
verflights of Soviet Union, China, Cuba, and others
Vietnam War (USAF, 1965-1972)
Iraq - Operation Desert Storm (USAF, 1991)
Iraq - Operation Northern Watch (USAF, 1991-2003)
Iraq - Operation Southern Watch (USAF, 1991-2003)
Bosnia - Operation Deliberate Force (USAF, 1995)
Afghanistan - Operation Enduring Freedom (USAF, 2001-present)
Iraq - Operation Iraqi Freedom (USAF, 2003-present)

KNOWN OPERATORS:
United States (Central Intelligence Agency)
United States (US Air Force)
United States (NASA)






Ditunggu lagi ya update selanjutnya... Urut berdasar request....

Peace... smile.gifsmile.gif
oewien
yg Stealth dong Bro..
RAPIER
bro ijin nambahin ok :

eurofighter / typhoon II


Combat Simulation


Eurofighter of the German Luftwaffe, Instrumented Production Aircraft #3 a 2-seat trainer version used for air-to-air weapons integration.

Type Multirole fighter
Manufacturer Eurofighter GmbH
Maiden flight 27 March 1994[1]
Introduced 2003
Status Operational
Primary users Royal Air Force
Luftwaffe
Aeronautica Militare
Ejército del Aire
Number built 137 (as of December 2007)[2]
707 Ordered (as of January 2008)
Unit cost £61.5 million,[3] €88.4 mil., $122.5 mil. (2007 flyaway cost)
Developed from British Aerospace EAP
RAPIER
kelupaan ada tambahan lg, bomber supersoniknya nya rusia

tu 160



ni salah satu jajaran bombernya punya soviet / russia , lumayan serem jg loh

Specifications (Tu-160)
General characteristics
Crew: 4 (pilot, co-pilot, bombardier, defensive systems operator)
Length: 54.1 m (177 ft 6 in)
Wingspan:
Spread (20° sweep): 55.70 m (189 ft 9 in)
Swept (65° sweep): 35.60 m (116 ft 10 in)
Height: 13.10 m (43 ft 0 in)
Wing area:
Spread: 400 m² (4,310 ft²)
Swept: 360 m² (3,875 ft²)
Empty weight: 110 t (242,000 lb)
Loaded weight: 267 t (590,000 lb)
Max takeoff weight: 275 t (606,000 lb)
Powerplant: 4× Kuznetsov NK-321 turbofans
Dry thrust: 137 kN (30,900 lbf) each
Thrust with afterburner: 245 kN (55,100 lbf) each
Performance
Maximum speed: Mach 2.05[18] (2,220 km/h, 1,380 mph, 1,200 knots) at high altitude
Range: 17,400 km (9,400 nm, 10,800 mi) unrefueled
Combat radius: 10,500 km (5,670 NM, 6,500 mi)
Service ceiling 15,000 m (49,200 ft)
Rate of climb: 70 m/s (13,860 ft/min)
Wing loading: 743 kg/m² with wings fully swept (152 lb/ft²)
Thrust/weight: 0.37
Armament
2 internal bays for 40,000 kg (88,200 lb) of ordnance, options include:
2 internal rotary launchers each holding 6× Raduga Kh-55 cruise missiles (primary armament) or 12× Raduga Kh-15 short-range nuclear missiles

segitu dulu ok ntar ane tambahin pesawat apa aja yg negara tercinta kita Indonesia pernah punya / pakai, soalnya lg nyari datanya dulu ok
peace
jojo8228
@bro rapier... makasih ya bantuannya.... daku malah blm sempet update, lagi crowded banget kerjaannya...hehehe
@oewien... nyang stealth ada juga kok...hehehe

Ditunggu...

Peace smile.gifsmile.gif
sniper_j
bro, lo tau aurora gak ?
svnhvn
emang keren tuh berkut. sampe sayapnya aja miring kedepan..
jojo8228
QUOTE (sniper_j @ Jun 2 2008, 05:03 PM) *
bro, lo tau aurora gak ?


Yup.... cuma pesawat ini masih misteri, karena blm ditampilkan ke pada umum.
Pesawat ini merupakan pesawat pengintai strategis, yang konon mempunyai kecepatan hingga 5 Mach. Pemerintah AS hingga sekarang masih membantah keberadaan pesawat ini.
Aku ada artikelnya, tapi masih english.... ditunggu ya.
Maaf nih blm bisa update...

Peace smile.gifsmile.gif
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.