Jump to content



 

 

Kejayaan Laut Nusantara Cerita yang Terlupakan


9 replies to this topic

#1 zwageri

    BlueFame Super

  • Moderator
  • 17,051 posts
Click to view battle stats

Posted 02 July 2008 - 06:06 PM



Kejayaan Laut Nusantara Cerita yang Terlupakan
Negara Maritim Nusantara, Jejak Sejarah yang Terhapus


Penulis : Nasruddin Anshory CH. dan Dwi
Penerbit : Tiara Wacana, Mei 2008
Tebal : 313 halaman hal



“Nenek moyangku orang pelaut, gemar mengarung luas samudra. Menerjang ombak tiada takut, menempuh badai sudah biasa.”

Itulah sepenggal lagu kanak-kanak yang ditulis seorang seniman yang tidak dikenal namanya. Sepertinya, tidak berlebihan memang bila sang seniman menyebut bahwa nenek moyang orang Indonesia adalah pelaut-pelaut handal.

Dari berbagai belahan penjuru Nusantara tersebar banyak bandar atau pelabuhan besar. Juga banyak peninggalan budaya yang melukiskan kegagahan nenek moyang orang Indonesia sebagai pelaut. Sejarah pun telah menyebutkan bahwa bersatunya Nusantara adalah karena kebesaran armada maritim.

Pada masa lalu di era kerajaan Sriwijaya, Majapahit hingga Demak, Indonesia adalah negara besar yang disegani di kawasan Asia, bahkan mungkin di seluruh dunia.

Berbagai negara mulai dari Tumasik, Pasai, hingga Campa tunduk oleh kegagahan armada kapal Sriwijaya dan cetbang (meriam api) Majapahit. Kejayaan masa ini dilukiskan secara indah oleh Pramoedya Ananta Toer dalam novelnya, Arus Balik.

Namun sayang, kini kejayaan masa lalu bangsa Indonesia ini tidak lagi banyak dikenang. Kejayaan tersebut seakan tertutup oleh potret kemiskinan yang melanda rakyat Indonesia, dan tenggelam dalam riuh demonstrasi menentang naiknya BBM.

Bangsa ini seakan tidak lagi menampakkan sisa-sisa kebesarannya, seperti halnya lagu “nenek moyangku orang pelaut” juga tidak lagi banyak dinyanyikan oleh anak-anak di negeri ini.

Kini, negara-negara lain memandang dengan sebelah mata kepada bangsa ini, seperti yang tersirat dari cara mereka memperlakukan para TKI. Kebesaran Indonesia sebagai negara maritim yang pernah jaya seakan menjadi jejak sejarah yang terhapuskan.

Buku ini bermaksud me-review kembali jejak sejarah tentang kejayaan maritim Nusantara. Dalam buku ini dikupas secara tuntas mengenai sejarah kerajaan-kerajaan Nusantara lama yang jaya kekuatan maritimnya. Serta beberapa kota bandar atau pelabuhan yang berpengaruh dalam peta perdagangan.

Dimulai dari Sriwijaya, sebuah kerajaan di pulau Sumatera yang ternyata memiliki kekerabatan erat dengan kerajaan Syailendra di tanah Jawa. Bahkan Balaputeradewa, salah satu raja besar Sriwijaya, merupakan anak dari Prabu Samaratungga, raja Syailendra. Kekerabatan ini tertulis dalam prasasti Balitung. Pengaruh Sriwijaya sangat luas hingga mencapai Malaya, Siam dan sebagian Filipina.

Kemudian diulas pula tentang Majapahit, kerajaan yang meneruskan kebesaran kekuatan maritim Sriwijaya dibawah pimpinan raja Hayam Wuruk dan Patih Gajahmada. Dengan Gresik dan Surabaya sebagai kota pelabuhan, Majapahit menguasai perdagangan di kawasan Asia Tenggara. Selepas runtuhnya Majapahit, kejayaan maritim diambil-alih oleh Demak, dengan kota Juwana sebagai bandar pelabuhannya. Pada masa Demak inilah pengaruh Islam mulai muncul.

Selain kerajaan-kerajaan besar tersebut, ada beberapa kota pelabuhan lain yang juga turut mewarnai sejarah Maritim nusantara. Kota-kota seperti Pati, Jepara, Tuban, Gresik, Surabaya, Pasuruan, dan Madura juga turut mewarnai kancah pedagangan di kawasan Asia.

Walaupun kota-kota tersebut bukanlah kerajaan, namun daerah-daerah tersebut merupakan daerah otonom yang didukung letak yang strategis di sepanjang pantai utara. Masing-masing kota tersebut mengalami pergulatan sendiri-sendiri, yang diulas secara apik dalam buku ini.

Membaca buku ini, pembaca serasa diajak menikmati kemegahan Nusantara masa lalu. Pertanyaannya, kapankan kemegahan dan kejayaan tersebut akan kembali kepada bumi Nusantara? Hanya Tuhan yang tahu. ***


Penulis, Awinullah, pekerja buku


#2 Cassa

    *No Comment*

  • Super Moderator
  • 2,437 posts
Click to view battle stats

Posted 02 July 2008 - 06:18 PM

dulu kita sangat gagah dalam urusan perlautan... sampai" disegani oleh dunia... tapi kenapa sekarang pertahanan laut kita isa di lecehkan oleh bangsa" gurem (kecil) yee???

mungkin benar kemiskinan adalah salah satu faktornya.. tapi seharusnya itu bukan di jadikan satu"nya alasan pertahanan laut kita lemah. seharusnya biarpun miskin asalkan berani juga mungkin ndak ada yang berani melecehkan...

semoga kejayaan di masa dulu isa terulang kembali suatu saat nanti.. Praying.gif

#3 yogurt

    Mungkin Tukang Spam

  • Members
  • 3 posts
Click to view battle stats

Posted 02 July 2008 - 06:33 PM

QUOTE (zwageri @ Jul 2 2008, 06:06 PM) <{POST_SNAPBACK}>


Kejayaan Laut Nusantara Cerita yang Terlupakan
Negara Maritim Nusantara, Jejak Sejarah yang Terhapus


Penulis : Nasruddin Anshory CH. dan Dwi
Penerbit : Tiara Wacana, Mei 2008
Tebal : 313 halaman hal



“Nenek moyangku orang pelaut, gemar mengarung luas samudra. Menerjang ombak tiada takut, menempuh badai sudah biasa.”

Itulah sepenggal lagu kanak-kanak yang ditulis seorang seniman yang tidak dikenal namanya. Sepertinya, tidak berlebihan memang bila sang seniman menyebut bahwa nenek moyang orang Indonesia adalah pelaut-pelaut handal.

Dari berbagai belahan penjuru Nusantara tersebar banyak bandar atau pelabuhan besar. Juga banyak peninggalan budaya yang melukiskan kegagahan nenek moyang orang Indonesia sebagai pelaut. Sejarah pun telah menyebutkan bahwa bersatunya Nusantara adalah karena kebesaran armada maritim.

Pada masa lalu di era kerajaan Sriwijaya, Majapahit hingga Demak, Indonesia adalah negara besar yang disegani di kawasan Asia, bahkan mungkin di seluruh dunia.

Berbagai negara mulai dari Tumasik, Pasai, hingga Campa tunduk oleh kegagahan armada kapal Sriwijaya dan cetbang (meriam api) Majapahit. Kejayaan masa ini dilukiskan secara indah oleh Pramoedya Ananta Toer dalam novelnya, Arus Balik.

Namun sayang, kini kejayaan masa lalu bangsa Indonesia ini tidak lagi banyak dikenang. Kejayaan tersebut seakan tertutup oleh potret kemiskinan yang melanda rakyat Indonesia, dan tenggelam dalam riuh demonstrasi menentang naiknya BBM.

Bangsa ini seakan tidak lagi menampakkan sisa-sisa kebesarannya, seperti halnya lagu “nenek moyangku orang pelaut” juga tidak lagi banyak dinyanyikan oleh anak-anak di negeri ini.

Kini, negara-negara lain memandang dengan sebelah mata kepada bangsa ini, seperti yang tersirat dari cara mereka memperlakukan para TKI. Kebesaran Indonesia sebagai negara maritim yang pernah jaya seakan menjadi jejak sejarah yang terhapuskan.

Buku ini bermaksud me-review kembali jejak sejarah tentang kejayaan maritim Nusantara. Dalam buku ini dikupas secara tuntas mengenai sejarah kerajaan-kerajaan Nusantara lama yang jaya kekuatan maritimnya. Serta beberapa kota bandar atau pelabuhan yang berpengaruh dalam peta perdagangan.

Dimulai dari Sriwijaya, sebuah kerajaan di pulau Sumatera yang ternyata memiliki kekerabatan erat dengan kerajaan Syailendra di tanah Jawa. Bahkan Balaputeradewa, salah satu raja besar Sriwijaya, merupakan anak dari Prabu Samaratungga, raja Syailendra. Kekerabatan ini tertulis dalam prasasti Balitung. Pengaruh Sriwijaya sangat luas hingga mencapai Malaya, Siam dan sebagian Filipina.

Kemudian diulas pula tentang Majapahit, kerajaan yang meneruskan kebesaran kekuatan maritim Sriwijaya dibawah pimpinan raja Hayam Wuruk dan Patih Gajahmada. Dengan Gresik dan Surabaya sebagai kota pelabuhan, Majapahit menguasai perdagangan di kawasan Asia Tenggara. Selepas runtuhnya Majapahit, kejayaan maritim diambil-alih oleh Demak, dengan kota Juwana sebagai bandar pelabuhannya. Pada masa Demak inilah pengaruh Islam mulai muncul.

Selain kerajaan-kerajaan besar tersebut, ada beberapa kota pelabuhan lain yang juga turut mewarnai sejarah Maritim nusantara. Kota-kota seperti Pati, Jepara, Tuban, Gresik, Surabaya, Pasuruan, dan Madura juga turut mewarnai kancah pedagangan di kawasan Asia.

Walaupun kota-kota tersebut bukanlah kerajaan, namun daerah-daerah tersebut merupakan daerah otonom yang didukung letak yang strategis di sepanjang pantai utara. Masing-masing kota tersebut mengalami pergulatan sendiri-sendiri, yang diulas secara apik dalam buku ini.

Membaca buku ini, pembaca serasa diajak menikmati kemegahan Nusantara masa lalu. Pertanyaannya, kapankan kemegahan dan kejayaan tersebut akan kembali kepada bumi Nusantara? Hanya Tuhan yang tahu. ***


Penulis, Awinullah, pekerja buku


kalo di tangani dgn serius pasti bagus lg ^^

#4 belatung

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 206 posts
Click to view battle stats

Posted 04 August 2008 - 11:25 AM

setujuuu

#5 bulcomb

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 115 posts
Click to view battle stats

Posted 02 October 2008 - 08:51 PM

QUOTE (zwageri @ Jul 2 2008, 06:06 PM) <{POST_SNAPBACK}>
-del-
Pertanyaannya, kapankan kemegahan dan kejayaan tersebut akan kembali kepada bumi Nusantara? Hanya Tuhan yang tahu. ***
Penulis, Awinullah, pekerja buku


Sampai Indonesia punya angkatan yang kuat lagi dengan panglima seperti Laksamana Nala (mengutip buku2 Gajah Mada karyanya LKH)

#6 octoman

    BlueFame Hotter

  • Members
  • PipPipPipPip
  • 463 posts
Click to view battle stats

Posted 09 May 2009 - 08:01 PM

Sebagai bangsa pemberani mengapa kita gak berani menjalin persatuan yach?

Kenapa kita malah sering bertengkar & cuma bisa memperebutkan kekuasaan??

#7 t3dd13 oke

    BlueFame Typer

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 867 posts
Click to view battle stats

Posted 10 May 2009 - 06:42 PM

bangsa ini memang harus bersatu, jangan sampai tetangga2 kita pun meremehkan kita. Keberanian untuk bertindak tidak cuma karena harta saja.

#8 bajenk

    BlueFame Hotter

  • Members
  • PipPipPipPip
  • 485 posts
Click to view battle stats

Posted 29 July 2009 - 12:18 AM

betul tuh bro. Masalah kelautan sampai hari ini memang ga pernah terselesaikan terutama masalah perikanan tangkap. kita ga bakalan tau sebesar apa ikan yang sudah diekspor ke negara tetangga kita terutama singapore dan Hongkong. mereka bukan main mengkonsumsi ikan, dan terutama itu adalah ikan hidup. nah sampai hari ini kita ga tau ud berapa ikan karang hidup yang ud diekspor ke negara tersebut. Selain itu pemerintah pun hanya dikalangan tertentu yang mengawal tindakan tersebut. gimana ga kecolongan. udalah ga usah ngomongin tentang perbatasan laut. sekarang kita harus berbuat untuk masyarakat bahari&maritim kita. Gimana???????

#9 manrebale

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 107 posts
Click to view battle stats

Posted 29 July 2009 - 04:54 AM

indonesia harus bangkit...
belajar dari masa lalu untuk masa depan

#10 nagabonarz

    Mungkin Tukang Spam

  • Members
  • 6 posts
Click to view battle stats

Posted 04 January 2010 - 08:54 PM

SETUJU, AKU MO BIZ YG ADA HUBNYA DG LAUT AH






BlueFame.Com A Blue Alternative Community for Peace, Love, Friendship, and Cyber Solidarity © 2006 - 2011
All Rights Reserved Unless Otherwise Specified

BlueFame Part Division
BlueFameStyle | BlueFame Upload | BlueFame Radio | BlueFameMail | Advertise here!

BlueFame DMCA Policy