Jump to content



 

 

Sejarah Perang


25 replies to this topic

#1 GenghisKhan

    BlueFame Typer

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 888 posts
Click to view battle stats

Posted 01 December 2008 - 09:06 PM

Perang Adalah

Perang adalah sebuah aksi fisik dan non fisik antara dua kelompok atau lebih untuk melakukan dominasi di wilayan yang dipertentangkan. Perang secara purba di maknai sebagai pertikaian bersenjata, di era modern, perang lebih mengarah pada superioritas teknologi dan industri, hal ini tercermin dari doktrin angkatan perangnya seperti " Barang siapa menguasai ketinggian maka menguasai dunia ", hal ini menunjukkan bahwa penguasaan atas ketinggian harus dicapai oleh teknologi. Namun kata Perang tidak lagi berperan sebagai kata kerja, namun sudah bergeser pada kata sifat, yang mempopulerkan hal ini adalah para Jurnalis, sehingga lambat laun pergeseran ini mendapatkan posisinya, namun secara umum perang berarti "pertentangan"

Penyebab Terjadi nya Perang

Secara spesifik dan wilayah filosofis, perang merupakan turunan sifat dasar manusia yang tetap sampai sekarang memelihara dominasi dan persaingan sebagai sarana memperkuat eksistensi diri. Dengan mulai secara psikologis dan fisik. Dengan melibatkan diri sendiri dan orang lain, baik secara kelompok atau bukan. perang dapat mengakibatkan kesedihan dan kemiskinan yang berkepanjangan. sebagai contah perang dunia yang mengakibatkan hialngnya nyawa beratus ratus orang dijepang dan tentu saja hal ini mengakibatkan kesedihan mendalam dalam diri masyarakat jepang.

Penyebab terjadinya perang di antaranya adalah:

* Perbedaan ideologi
* Keinginan untuk memperluas wilayah kekuasaan
* Perbedaan kepentingan
* Perampasan Sumber Daya Alam (minyak, hasil pertanian, dll)


Jenis-jenis peperangan

Perang Saudara
Perang Saudara merujuk kepada suatu jenis perang di mana bukan dua atau lebih negara yang menjadi kubu yang berlawanan namun beberapa faksi (=saudara) di dalam sebuah entitas politik.

Dalam bahasa Inggris perang saudara disebut civil war yang secara harafiah artinya adalah "perang warga sipil" atau "perang madani".

Tidak jarang sebuah perang saudara merupakan tanda awal perpecahan sebuah entitas politik.

Contoh Perang Saudara

*Perang Saudara Amerika

Kiri atas: Rosecrans di Sungai Stones, Tennessee; kanan atas: tawanan Konfederasi di Gettysburg; bawah: Pertempuran Benteng Hindman, Arkansas
Perang Saudara Amerika adalah perang yang terjadi antara 1861 dan 1865 di Amerika Serikat (AS). Sekelompok negara bagian di bagian selatan ingin merdeka, sedangkan pemerintahan dan negara-negara bagian di utara ingin menjaga AS tetap utuh.

Penyebab

Di Selatan, banyak orang yang menjadi budak yang dimiliki orang lain, dan sebagian besar pekerjaan di ladang dikerjakan oleh mereka. Sedangkan negara-negara bagian di utara telah memutuskan membuat hukum yang menyatakan tak seorang pun bisa memiliki orang lain. Negara-negara utara itu disebut "negara bagian bebas", dan di selatan "negara bagian budak". Selain itu, sebagian besar tanah milik AS di barat belum dibagi atas negara bagian, namun teritori, di mana penduduk bukan penduduk asli tinggal. Tak seperti negara bagian, teritori itu tak membantu memutuskan siapa yang bakal jadi presiden, dan teritori itu tak mengirim wakilnya ke Washington, DC untuk membuat hukum seluruh negeri. Banyak orang kulit putih pindah ke sana, dan tiap orang setuju bahwa suatu hari semua teritori itu harus disebut negara bagian. Di utara, orang ingin negara-negara bagian itu menjadi negara bebas. Di selatan, orang menginginkannya menjadi negara bagian budak. Abraham Lincoln berasal dari utara, dan saat ia berpacu demi jabatan presiden ia berkata bahwa semua negara bagian itu menjadi negara bagian bebas, meski ia tak merencanakan menyuruh tiap budak di negara bagian budak itu. Para pemilik budak di selatan juga takut akan beberapa orang yang mengatakan mereka ingin menjadikannya kejahatan untuk memiliki para budak di semua bagian AS. Banyak juga orang di utara yang tinggal di kota-kota dan bekerja di pabrik, dan mereka menginginkan kebijakan yang membantu ekonominya. Namun banyak orang di seltan yang tinggal di kota kecil dan bekerja di pertanian, dan menginginkan kebijakan yang mendukung ekonominya. Sereka sering tak bisa setuju pada keputusan terbaik.

Saat Lincoln memenangkan pemilu dan menjadi presiden baru, banyak negara budak yang memisahkan diri AS, dan membentuk negara baru, Negara Konfederasi Amerika, yang beribukota di Richmond, Virginia.

Perang

Ada 2 daerah penting di mana perang itu terjadi - di barat dan di timur.

Di wilayah timur, ada ibukota AS, Washington, District of Columbia, dan ibukota Konfederasi di Richmond. Kedua kota itu hanya berjarak 90 mil. Di daerah ini, pemimpin militer Konfederasi ialah Robert E. Lee. Lee adalah jenderal yang baik, dan banyak memenangkan pertempuran. Meski memiliki banyak prajurit, utara tak bisa menduduki Richmond dengan mudah hingga akhir perang pada 1865.

Di wilayah barat, ada sungai besar, Sungai Mississippi. Ulysses Simpson Grant (yang kemudian menjadi Presiden AS) banyak memenangkan pertempuran di sini. Pasukan utara menduduki hampir semua kota di sungai Mississippi, namun Konfederasi masih memegang Vicksburg. Pada 4 Juli 1863, Vicksburg menyerah pada Ulysses S. Grant. Ini membagi Konfederasi menjadi 2.

Lincoln memutuskan bahwa Ulysses S Grant ialah jendral terbaiknya. Ia mengangkat Ulysses Grant jenderal di bagian timur. Grant menyerang Lee kembali. Lee menyadari pasukannya kalah banyak dan ia menyerah pada Grant.


Tanggal 12 April 1861 – 9 April 1865 (pertempuran terakhir selesai 13 Mei 1865)
Lokasi Amerika Serikat Selatan
Hasil Kemenangan pihak Uni, rekonstruksi, penghapusan perbudakan
Casus belli Serangan Konfederasi ke Benteng Sumter

Pihak yang Terlibat
Pihak Uni : Amerika Serikat

Kekuatan : 2.200.000
Jumlah Korban : 110.000 Gugur di medan perang
Total Korban tewas : 360.000 orang
Total yang Terluka : 275.200 Orang


Pihak Konfederasi : Negara Bagian Amerika

Kekuatan : 1.064.000
Jumlah Korban : 93.000 Gugur di medan perang
Totaol Korban tewas : 260.000 orang
Total yang Terluka : lebih dari 137.000 orang



*Perang Saudara Rusia

Perang Saudara Rusia adalah perang saudara yang terjadi dari tahun 1918 sampai tahun 1922 antara beberapa grup di Rusia. Pertempuran utama terjadi antara dua grup: tentara Merah dan tentara Putih. Tentara Merah adalah pasukan komunis. Tentara Putih melawan komunis. Akhirnya, tentara merah memenangkan perang ini. Setelah perang ini, didirikan pemerintah komunis Uni Soviet tahun 1922.


*Perang Saudara Spanyol

Perang Saudara Spanyol, yang berlangsung dari 17 Juli 1936 hingga 1 April 1939, adalah konflik antara kaum Nasionalis yang dipimpin oleh Jenderal Francisco Franco yang mengalahkan kaum Loyalis yang dipimpin oleh Presiden Manuel Azaña dari Republik Spanyol Kedua. Kaum Loyalis mendapatkan senjata dan relawan dari Uni Soviet dan gerakan Komunis internasional, sementara kaum Nasionalis (atau Francois) didukung oleh negara-negara Fasis, termasuk Italia dan Jerman. Kaum Republikan terdiri atas kaum sentris (tengah) yang mendukung demokrasi liberal kapitalis hingga komunis dan kaum revolusioner anarkis. Basis kekuatan mereka terutama adalah sekular dan urban (meskipun juga termasuk kaum buruh tani yang tidak memiliki tanah) dan khususnya kuat di wilayah-wilayah industri seperti Asturias dan Catalunya. Negeri Basque yang konservatif juga memihak dengan Republik, terutama karena ia, bersama-sama dengan tetangganya Catalunya, berusaha mendapatkan otonomi dari pemerintahan pusat yang belakangan ditindas dengan menciptakan sentralisasi terhadap kaum nasionalis. Kaum Francois umumnya memiliki basis dukungan di pedesaan, masyarakat yang kaya dan konservatif. Pada umumnya mereka Katolik Roma, dan mendukung sentralisasi kekuasaan. Sebagian dari taktik-taktik militer dalam perang ini - termasuk penggunaan taktik-taktik teror terhadap kaum sipil - mendahului apa yang kelak terjadi dalam Perang Dunia II, meskipun baik kaum Nasionalis maupun Republikan sangat mengandalkan pasukan infantri ketimbang menggunakan taktik-taktik modern seperti blitzkrieg (serangan kilat) dengan tank dan pesawat-pesawat terbang.

Sementara perang itu berlangsung hanya sekitar tiga tahun, situasi politiknya sudah penuh dengan kekerasan selama beberapa tahun sebelumnya. Jumlah korbannya dipertikaikan. Perkiraan umum menyebutkan antara 300.000 hingga 1 juta orang terbunuh. Banyak di antara para korban ini disebabkan oleh pembunuhan-pembunuhan massal yang dilakukan kedua belah pihak. Perang ini dimulai dengan pemberontakan militer di seluruh Spanyol dan koloni-koloninya, yang diikuti oleh pembalasan kaum Republikan terhadap Gereja, yang dipandang kaum Republikan radikal sebagai lembaga yang menindas yang mendukung orde lama.

Terjadi pembantaian terhadap rohaniwan-rohaniwati Katolik dan gereja-gereja. Biara-biara dibakar. Dua belas uskup, 283 biarawati, 2.365 biarawan dan 4.184 imam Katolik dibunuh.Bekas pemilik tanah dan kaum industrialis juga diserang. Selama dan menjelang pecahnya perang, kaum Nasionalis melaksanakan program pembunuhan massal terhadap lawan-lawan mereka. Dilakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah, dan orang-orang yang tidak disukai seringkali dipenjarakan atau dibunuh. Para aktivis serikat buruh, yang dikenal sebagai simpatisan kaum Republikan dan yang sering mengkritik rezim Franco merupakan orang-orang pertama yang diincar. Kaum Nasionalis juga melakukan pengeboman udara terhadap wilayah-wilayah sipil dengan bantuan angkatan udara Jerman dan Italia. Kebrutalan biasa dilakukan oleh semua pihak.

Dampak perang ini sangat hebat: Dibutuhkan waktu puluhan tahun untuk memulihkan kembali ekonomi Spanyol. Dampak politik dan emosional dari perang ini terus dirasakan jauh melampaui batas-batas negara Spanyol dan menyulut semangat kaum komunitas intelektual dan politik internasional, yang hingga kini masih ditemukan dalam politik Spanyol.

Para simpatisan Republikan menyatakannya sebagai perjuangan antara "tirani dan demokrasi", atau "fasisme dan kebebasan", dan banyak pembaharu muda dan kaum revolusioner yang mempunyai komitmen tinggi bergabung dengan Brigade Internasional, yang merasa bahwa menyelamatkan Republik Spanyol berada di garis depan peperangan melawan fasisme. Namun para pendukung Franco, khususnya anggota-anggota muda dari korps perwira, memandanganya sebagai pertempuran antara gerombolan merah komunisme dan anarkisme di satu pihak melawan "peradaban Kristen" di pihak lain.


Pihak yang Terlibat
Tanggal 1936 - 1939
Lokasi Spanyol
Hasil Kemenangan kaum Nasionalis

Pihak yang terlibat
Republik Spanyol Kedua
Relawan asing
Uni Soviet
milisi CNT
milisi UGT
milisi POUM

Komandan : Manuel Azaña,Francisco Largo Caballero,Juan Negrín


Spanyol Nasionalis
Italia Fasis
Jerman Nazi
Relawan asing
Falangis
Carlis

Komandan : Francisco Franco,Emilio Mola

#2 GenghisKhan

    BlueFame Typer

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 888 posts
Click to view battle stats

Posted 01 December 2008 - 09:20 PM

Perang Teluk I

Pesawat tempur AS melintasi kilang minyak yang terbakar.
Perang Teluk Persia I atau Gulf War disebabkan atas Invasi Irak atas Kuwait 2 Agustus 1990 dengan strategi gerak cepat yang langsung menguasai Kuwait. Emir Kuwait Syeikh Jaber Al Ahmed Al Sabah segera meninggalkan negaranya dan Kuwait dijadikan provinsi ke-19 Irak dengan nama Saddamiyat Al-Mitla` pada tanggal 28 Agustus 1990, sekalipun Kuwait membalasnya dengan serangan udara kecil terhadap posisi posisi Irak pada tanggal 3 Agustus 1991 dari pangkalan yang dirahasiakan.

Invasi Irak ke Kuwait disebabkan oleh kemerosotan ekonomi Irak setelah Perang Delapan Tahun dengan Iran dalam perang Iran-Irak. Irak sangat membutuhkan petro dolar sebagai pemasukan ekonominya sementara rendahnya harga petro dolar akibat kelebihan produksi minyak oleh Kuwait serta Uni Emirat Arab yang dianggap Saddam Hussein sebagai perang ekonomi serta perselisihan atas Ladang Minyak Rumeyla sekalipun pada pasca-perang melawan Iran, Kuwait membantu Irak dengan mengirimkan suplai minyak secara gratis. Selain itu, Irak mengangkat masalah perselisihan perbatasan akibat warisan Inggris dalam pembagian kekuasaan setelah jatuhnya pemerintahan Usmaniyah Turki.

Akibat invasi ini, Arab Saudi meminta bantuan Amerika Serikat tanggal 7 Agustus 1990. Sebelumnya Dewan Keamanan PBB menjatuhkan embargo ekonomi pada 6 Agustus 1990.

Amerika Serikat mengirimkan bantuan pasukannya ke Arab Saudi yang disusul negara-negara lain baik negara-negara Arab kecuali Syria, Libya dan Yordania serta Palestina. Kemudian datang pula bantuan militer Eropa khususnya Eropa Barat (Inggris, Perancis dan Jerman Barat), serta beberapa negara di kawasan Asia. Pasukan Amerika Serikat dan Eropa di bawah komando gabungan yang dipimpin Jenderal Norman Schwarzkopf serta Jenderal Collin Powell. Pasukan negara-negara Arab dipimpin oleh Letjen. Khalid bin Sultan.

Misi diplomatik antara James Baker dengan menteri luar negeri Irak Tareq Aziz gagal (9 Januari 1991). Irak menolak permintaan PBB agar Irak menarik pasukannya dari Kuwait 15 Januari 1991. Akhirnya Presiden Amerika Serikat George H. Bush diizinkan menyatakan perang oleh Kongres Amerika Serikat tanggal 12 Januari 1991. Operasi Badai Gurun dimulai tanggal 17 Januari 1991 pukul 03:00 waktu Baghdad yang diawali serangan serangan udara atas Baghdad dan beberapa wilayah Irak lainnya serta operasi di daratan yang mengakibatkan perang darat yang dimulai tanggal 30 Januari 1991.

Irak melakukan serangan balasan dengan memprovokasi Israel dengan menghujani Israel terutama Tel Aviv dan Haifa, Arab Saudi di Dhahran dengan serangan rudal Scud B buatan Sovyet rakitan Irak, serta melakukan perang lingkungan dengan membakar sumur sumur minyak di Kuwait dan menumpahkan minyak ke Teluk Persia. Sempat terjadi tawar-menawar perdamaian antara Uni Sovyet dengan Irak yang dilakukan atas diplomasi Yevgeny Primakov dan Presiden Uni Sovyet Mikhail Gorbachev namun ditolak Presiden Bush pada tanggal 19 Februari 1991. Sementara Sovyet akhirnya tidak melakukan tindakan apa pun di Dewan Keamanan PBB semisal mengambil hak veto. Israel diminta Amerika Serikat untuk tidak mengambil serangan balasan atas Irak untuk menghindari berbaliknya kekuatan militer Negara Negara Arab yang dikhawatirkan akan mengubah jalannya peperangan.

Pada tanggal 27 Februari 1991 pasukan Koalisi berhasil membebaskan Kuwait dan Presiden Bush menyatakan perang selesai.

Tanggal 2 Agustus 1990 – 28 Februari 1991
Lokasi Teluk Persia
Hasil Kemenangan mutlak koalisi,
pembebasan Kuwait.
Casus belli Invasi Irak ke Kuwait.

Pihak yang terlibat

Koalisi PBB : Norman Schwarzkopf (Amerika)
Kekuatan :660.000
Jumlah korban yang tewas : 378.000 orang
Jumlah korban yang terluka : 1.000 orang



Irak : Saddam Hussein
kekuatan :360.000
Jumlah Korban yang tewas : 25.000 orang
jumlah Korban yang terluka : 75.000 orang

#3 GenghisKhan

    BlueFame Typer

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 888 posts
Click to view battle stats

Posted 01 December 2008 - 09:40 PM

Perang Dingin
Perang Dingin adalah sebutan bagi sebuah periode di mana terjadi konflik, ketegangan, dan kompetisi antara Amerika Serikat (beserta sekutunya disebut Blok Barat) dan Uni Soviet (beserta sekutunya disebut Blok Timur) yang terjadi antara tahun 1947—1991. Persaingan keduanya terjadi di berbagai bidang: koalisi militer; ideologi, psikologi, dan tilik sandi; militer, industri, dan pengembangan teknologi; pertahanan; perlombaan nuklir dan persenjataan; dan banyak lagi. Ditakutkan bahwa perang ini akan berakhir dengan perang nuklir, yang akhirnya tidak terjadi. Istilah "Perang Dingin" sendiri diperkenalkan pada tahun 1947 oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman dari Amerika Serikat untuk menggambarkan hubungan yang terjadi di antara kedua negara adikuasa tersebut.

Setelah AS dan Uni Soviet bersekutu dan berhasil menghancurkan Jerman Nazi, kedua belah pihak berbeda pendapat tentang bagaimana cara yang tepat untuk membangun Eropa pascaperang. Selama beberapa dekade selanjutnya, persaingan di antara keduanya menyebar ke luar Eropa dan merambah ke seluruh dunia ketika AS membangun "pertahanan" terhadap komunisme dengan membentuk sejumlah aliansi dengan berbagai negara, terutama dengan negara di Eropa Barat, Timur Tengah, dan Asia Tenggara.

Meskipun kedua negara adikuasa itu tak pernah bertempur secara langsung, namun konflik di antara keduanya secara tak langsung telah menyebabkan berbagai perang lokal seperti Perang Korea, invasi Soviet terhadap Hungaria dan Cekoslovakia dan Perang Vietnam. Hasil dari Perang Dingin termasuk (dari beberapa sudut pandang) kediktatoran di Yunani dan Amerika Selatan. Krisis Rudal Kuba juga adalah akibat dari Perang Dingin dan Krisis Timur Tengah juga telah menjadi lebih kompleks akibat Perang Dingin. Dampak lainnya adalah terbaginya Jerman menjadi dua bagian yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur yang dipisahkan oleh Tembok Berlin. Namun ada pula masa-masa di mana ketegangan dan persaingan di antara keduanya berkurang. Perang Dingin mulai berakhir di tahun 1980-an ketika Pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev meluncurkan program reformasi, perestroika dan glasnost. Secara konstan, Uni Soviet kehilangan kekuatan dan kekuasaannya terhadap Eropa Timur dan akhirnya dibubarkan pada tahun 1991.

Sejarah
Latar belakang
Kehadiran dan kekuatan Nazi Jerman memaksa pasukan Sekutu Barat dan pasukan Soviet bersatu untuk menghadapinya. Bagaimanapun, sejak awal aliansi antara Uni Soviet, negara komunis pertama di dunia, Amerika Serikat, negara kapitalis terkaya di dunia, dan Britania Raya, kerajaan terbesar di dunia, diwarnai oleh saling ketidakpercayaan dan tekanan ideologi.


Perang Dingin terbagi kedalam 5 era waktu :

1947–1953 | 1953–1962 | 1962–1979 | 1979–1991 | 1985–1991

Kejadian yang berhubungan dengan perang dingin

* Perang Vietnam
* Perang Korea
* Perang Soviet-Afganistan
* Perang sipil Kamboja
* Perang sipil Angola
* Perang sipil Yunani
* Krisis Kongo
* Runtuhnya Tembok Berlin
* Revolusi Hongaria
* Krisis Iran
* Krisis misil Kuba

Peserta Perang Dingin

* NATO
* Pakta Warsawa
* Gerakan Non-Blok
* Republik Rakyat Cina
* Sekutu Amerika Serikat diluar NATO
* Sekutu Uni Soviet diluar Pakta Warsawa




#4 bhuhehehe

    BlueFame Hotter

  • Members
  • PipPipPipPip
  • 658 posts
Click to view battle stats

Posted 01 December 2008 - 09:59 PM

perang perang perang
'selama ada pria, pasti ada perang'

'manusia harus bisa menghentikan perang atau perang akan menghentikan manusia'

#5 GenghisKhan

    BlueFame Typer

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 888 posts
Click to view battle stats

Posted 01 December 2008 - 10:16 PM

Perang Vietnam

Perang Vietnam, juga disebut Perang Indochina Kedua, adalah sebuah perang yang terjadi antara 1957 dan 1975 di Vietnam. Perang ini merupakan bagian dari Perang Dingin.

Dua kubu yang saling berperang adalah Republik Vietnam (Vietnam Selatan) dan Republik Demokratik Vietnam (Vietnam Utara). Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand, Australia, Selandia Baru dan Filipina bersekutu dengan Vietnam Selatan, sedangkan USSR dan Tiongkok mendukung Vietnam Utara yang merupakan negara komunis.

Jumlah korban yang meninggal diperkirakan adalah 280.000 di pihak Selatan dan 1.000.000 di pihak Utara.

Perang ini mengakibatkan eksodus besar-besaran warga Vietnam ke negara lain, terutamanya Amerika Serikat, Australia dan negara-negara Barat lainnya, sehingga di negara-negara tersebut bisa ditemukan komunitas Vietnam yang cukup besar.

Setalah berakhirnya perang ini, kedua Vietnam tersebut pun bersatu pada tahun 1976.

Salah satu korban paling terkenal dari Perang Vietnam adalah Kim Phuc.


Latar belakang

Vietnam dijajah oleh Tiongkok sejak tahun 110 SM sampai mencapai kemerdekaan pada tahun 938. Setelah bebas dari belenggu penjajahan Tiongkok, Vietnam tidak berhenti menentang serangan pihak asing.

Pada abad ke-19, Vietnam menjadi wilayah jajahan Perancis. Perancis menguasai Vietnam setelah melakukan beberapa perang kolonial di Indochina mulai dari tahun 1840-an. Ekspansi kekuasaan Perancis disebabkan keinginan untuk menyaingi kebangkitan Britania Raya dan kebutuhan untuk mendapatkan hasil bumi seperti rempah-rempah untuk menggerakkan industri di Perancis untuk menyaingi penguasaan industri Britania Raya.

Semasa pemerintahan Perancis, golongan rakyat Vietnam dibakar semangat nasionalisme dan ingin kemerdekaan dari Perancis. Beberapa pemberontakan dilakukan oleh banyak kelompok-kelompok nasionalis, tetapi usaha mereka gagal. Pada tahun 1919, semasa Perjanjian Versailles dirundingkan, Ho Chi Minh meminta untuk bersama-sama membuat perundingan agar Vietnam dapat merdeka. Permintaannya ditolak dan Vietnam dan seluruh Indochina terus menjadi jajahan Perancis.

Kelompok Viet Minh akhirnya mendapat dukungan populer dan berhasil mengusir Perancis dari Vietnam. Selama Perang Dunia II, Vietnam dikuasai oleh Jepang. Pemerintah Perancis Vichy bekerjasama dengan Jepang yang mengantar tentara ke Indochina sebagai pasukan yang berkuasa secara de facto di kawasan tersebut. Pemerintah Perancis Vichy tetap menjalankan pemerintahan seperti biasa sampai tahun 1944 ketika Perancis Vichy jatuh setelah tentara sekutu menaklukan Perancis dan jendral Charles de Gaulle diangkat sebagai pemimpin Perancis.

Setelah pemerintah Perancis Vichy tumbang, pemerintah Jepang menggalakkan kebangkitan pergerakan nasionalis di kalangan rakyat Vietnam. Pada akhir Perang Dunia II, Vietnam diberikan kemerdekaan oleh pihak Jepang. Ho Chí Minh kembali ke Vietnam untuk membebaskan negaranya agar tidak dijajah oleh kekuasaan asing. Ia menerima bantuan kelompok OSS (yang akan berubah menjadi CIA nantinya).

Pada akhir Perang Dunia II, pergerakan Viet Minh di bawah pimpinan Ho Chí Minh berhasil membebaskan Vietnam dari tangan penjajah, tetapi keberhasilan itu hanya untuk masa yang singkat saja. Pihak Jepang menangkap pemerintah Perancis dan memberikan Vietnam satu bentuk “kemerdekaan” sebagai sebagian dari rancangan Jepang untuk "membebaskan" bumi Asia dari penjajahan barat. Banyak bangunan diserahkan kepada kelompok-kelompok nasionalis.


Tanggal 1957 – April 30, 1975
Lokasi Asia Tenggara
Hasil Kekalahan politis dan militer Amerika Serikat
Perubahan wilayah Bersatunya Vietnam.

Pihak yang terlibat

Dari kubu Republik Vietnam


Republik Vietnam


Amerika Serikat


Korea Selatan


Thailand


Australia


Selandia Baru


Fillipina

Kekuatan : kurang lebih 1.200.000 orang (1968)

Korban yang tewas dari negara Republik Vietnam : 230.000 orang
korban yang terluka dari negara Republik Vietnam : 300.000 orang

korban yang tewas dari negara Amerika Serikat : 58.209 orang
korban yang terluka dari negara Amerika Serikat : 153.303 orang

korban yang tewas dari negara Korea Selatan : 5000 orang
korban yang terluka dari negara Korea Selatan : 11.000 orang

korban yang tewas dari negara Australia : 520 orang
korban yang terluka dari negara Australia : 0 orang


Dari kubu Republik Demokratik Vietnam


Republik Demokratik Vietnam


Front Nasional Kemerdekaan Vietnam Selatan


Republik Rakyat Cina (RRC)


Korea Utara

kekuatan : Kurang lebih 1.520.000 Orang (1968)

Korban yang tewas dari negara Republik Demokratik Vietnam : 600.000 orang
Korban yang terluka dari negara republik Demokratik Vietnam : 300.000 orang

korban yang tewas dari negara Front Nasional Kemerdekaan Vietnam Selatan : 600.000 orang
korban yang terluka dari negara Front Nasional Kemerdekaan Vietnam Selatan : 420.000 orang

korban yang tewas dari Negara Republik Rakyat Cina : 1.100 orang
korban yang terluka dari Negara Republik Rakyat Cina : 4.200 orang

Warga Sipil yang tewas pada tahun 1968 berjumlah kurang lebih 1.000.000 orang

Beberapa peristiwa
* 9 Februari 1965 - Pasukan kombat AS pertama dikirim ke Vietnam Selatan.
* 30 Januari 1968 - Serangan Tet
* 5 Februari 1968 - Pertempuran Khe Sanh dimulai.
* 11 Februari 1973 - Tahanan perang AS pertama dibebaskan oleh Viet Cong.
* 27 Februari 1973 - Persetujuan Damai Paris secara resmi mengakhiri Perang Vietnam.
* 29 Maret 1973 - Pasukan terakhir Amerika Serikat meninggalkan Vietnam Selatan.




#6 GenghisKhan

    BlueFame Typer

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 888 posts
Click to view battle stats

Posted 01 December 2008 - 10:59 PM

Perang Korea

Perang Korea dari 25 Juni 1950 sampai 27 Juli 1953, adalah sebuah konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan. Perang ini juga disebut "perang yang dimandatkan" (bahasa Inggris proxy war) antara Amerika Serikat dan sekutu PBB-nya dan komunis Republik Rakyat Cina dan Uni Soviet (juga anggota PBB). Peserta perang utama adalah Korea Utara dan Korea Selatan. Sekutu utama Korea Selatan termasuk Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Britania Raya, meskipun banyak negara lain mengirimkan tentara di bawah bendera PBB.

Sekutu Korea Utara termasuk Republik Rakyat Tiongkok, yang menyediakan kekuatan militer, dan Uni Soviet yang menyediakan penasehat perang dan pilot pesawat, dan juga persenjataan, untuk pasukan China dan Korea Utara. Di Amerika Serikat konflik ini diistilahkan sebagai aksi polisi (Konflik Korea) di bawah bendera PBB dari pada sebuah perang, dikarenakan untuk menghilangkan keperluan Kongres mengumumkan perang.

Keterlibatan Republik Rakyat Tiongkok

Republik Rakyat Tiongkok baru terlibat secara langsung dalam perang ini pada bulan Oktober 1950. Ini terutama dikarenakan pemerintah Beijing kuatir bahwa pasukan Amerika Serikat akan mempergunakan kesempatan menduduki Korea Utara untuk kemudian menyerang provinsi-provinsi di timur laut Tiongkok. Di samping itu, faktor lainnya adalah dukungan Stalin kepada RRC untuk terlibat dalam perang Korea ini.

Akhir perang

Perang ini berakhir pada 27 Juli 1953 saat Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, dan Korea Utara menandatangani persetujuan gencatan senjata. Presiden Korea Selatan, Seungman Rhee, menolak menandatanganinya namun berjanji menghormati kesepakatan gencatan senjata tersebut. Namun secara resmi, perang ini belum berakhir sampai dengan saat ini.

Tanggal 25 Juni 1950 sampai gencatan senjata 27 Juli 1953. Karena belum ada perjanjian perdamaian, secara teknis konflik ini masih berlanjut sampai sekarang.
Lokasi Semenanjung Korea
Hasil Gencatan senjata; dibuatnya Zona Demiliterisasi Korea
Casus belli Invasi Korea Utara ke Korea Selatan

Pihak yang terlibat

Dari Kubu Korea Selatan


PBB:


Kore Selatan


Australia


Belgia


Kanada


Kolombia


Ethiopia


Prancis


Yunani


Belanda


Selandia Baru


Fillipina


Afrika Selatan


Thailand


Turki


Inggris


Amerika Serikat

Komandan : Syngman Rhee(Koreas Selatan) , Chung Il Kwon(Korea Selatan) , Doughlas MacArthur(Amerika Serikat) , Mark W.Clark(Amerika Serikat) , Matthew Ridgway(Amerika Serikat)

Kekuatan :

Korea Selatan : 590.911 orang
Amerika Serikat : 480.000 orang
Inggris : 63.000 orang
Kanada : 26.791 orang
Australia : 17.000 orang
Fillipina : 7.000 orang
Turki : 5.450 orang
Belanda : 3.972 orang
Perancis : 3.421 orang
Selandia Baru : 1.389 orang
Thailand : 1.294 orang
Yunani : 1.263 orang
Kolombia : 1.068 orang
Belgia : 900 orang
Afrika Selatan : 826 orang
Luxembourg : 44 orang ( Medic atau Perawat )

Total nya 941.359 - 1.139.518 orang

Korban yang Tewas Dari Negara Amerika Serikat : 50.000 orang
Korban yang Terluka Dari Negara Amerika Serikat : 10.3000 Orang

Korban yang Tewas Dari negara Korea Selatan 673.000 Orang

Total Korban : 1.271.144 - 1.818.410 orang


Dari Kubu Korea Utara / Komunis


Korea Utara


Republik Rakyat Cina (RRC)


Uni Soviet

Kekuatan :

Korea Utara : 260.000 orang
Uni Soviet : 780.000 orang
Republik Rakyat Cina (RRC) : 260.000

Total 1.066.000 orang

Korban yang tewas Dari Negara Republik Rakyat Cina (RRC) : 145.000 orang
Korban yang Terluka Dari Negara Republik Rakyat Cina (RRC) : 260.000 orang

Korban yang tewas dari negara Uni Soviet : 315.000 orang

Total Korban : 1.858.000 - 3.822.000 orang

Warga Sipil yang tewas dan Terluka berjumlah : Jutaan orang dan tak terhitung kerugian dan Kerusakannya.

#7 dee_dee

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 240 posts
Click to view battle stats

Posted 01 December 2008 - 11:37 PM

wah komplit nih bos.....top deh
klo bole ane mo request nih ttg perang di somalia ame di rwanda ntu
ato klo punya mengenai perang2 US yg gagal
thx bgt ye

#8 GenghisKhan

    BlueFame Typer

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 888 posts
Click to view battle stats

Posted 02 December 2008 - 12:15 PM

Perang Saudara Somalia

Perang yang berlangsung dari tahun 1988 - 2006

Perang Saudara di Somalia adalah konflik bersenjata di Somalia yang dimulai pada tahun 1988.Revolusi (1986-92) - intervensi PBB (1992-95) - Upaya di rekonsiliasi (1991-2004) - Konsolidasi (1998-2006) - Advance dari ICU (2006) - Ethiopia intervensi (2006-sekarang)

Tanggal 1988 - Present 1988 - Present
Location Lokasi Somalia Somalia
Status Conflict ongoing Konflik berlangsung
Casualties and losses Korban jiwa dan kerugian

Korban jiwa : 300,000 - 400,000
Korban yang Tewas 300.000 - 400.000 mati

Downfall dari Siad Barre (1986-1992)
Tahap pertama yang membatasi perang sipil dari insurrections terhadap rezim yang represif Siad Barre. Setelah itu ousting dari kuasa pada 26 Januari 1991, sebuah counter-revolusi berlangsung untuk mencoba untuk kembali kepadanya sebagai pemimpin negara.Kekerasan yang semakin berkembang dan semrawut situasi ke krisis kemanusiaan dan keadaan Aksi.

Kemudian pada tahun 1991, untuk menyekat lebih dari memerangi kekerasan di selatan, Republik Somaliland menyatakan dirinya independen, walaupun tidak secara resmi diakui sebagai tersebut oleh masyarakat internasional.Ini meliputi bagian barat laut negara (antara Djibouti dan timur laut daerah yang dikenal sebagai Puntland).

Campurtangan PBB (1992-1995)
Resolusi Dewan Keamanan PBB 733 dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 746 dipimpin untuk pembuatan UNOSOM saya, pertama misi kemanusiaan untuk memberikan bantuan dan membantu memulihkan ketertiban di Somalia setelah terjadinya perceraian dari pemerintah pusat.

Resolusi Dewan Keamanan PBB 794 suara bulat telah disahkan pada 3 Desember 1992, yang disetujui koalisi United Nations peacekeepers dipimpin oleh Amerika untuk membentuk UNITAF, dengan tugas memastikan bantuan kemanusiaan dan perdamaian didistribusikan didirikan di Somalia.Kemanusiaan pasukan PBB mendarat pada tahun 1993 dan mulai dua tahun upaya (terutama di selatan) untuk meringankan kelaparan kondisi.

Kritik dari US menunjukkan bahwa keterlibatan "hanya sebelum pro-US President Mohamed Siad Barre telah terguling pada tahun 1991, hampir dua pertiga dari wilayah negara telah diberikan sebagai konsesi minyak ke Conoco, Amoco, Chevron dan Phillips. Conoco bahkan para pemburu Mogadishu korporat kompleks kedutaan Amerika Serikat untuk beberapa hari sebelum Marines mendarat, dengan pertama Bush administrasi utusan khusus digunakan sebagai markas sementara. yang telah penegasan yang sinis, bukan murni kemanusiaan sikap,Amerika Serikat telah melakukan kontrol untuk mendapatkan minyak konsesi.Somalia tidak memiliki cadangan minyak terbukti, tetapi ada dianggap tidak mungkin cadangan Puntland.Bahkan saat ini, eksplorasi minyak masih kontroversi.Transisi Pemerintah Federal telah memperingatkan investor untuk tidak membuat kesepakatan sampai stabilitas adalah sekali lagi kepada negara.

Untuk alasan tidak banyak yang paling dikhawatirkan imperialisme, Somalis berlawanan dengan keberadaan asing.Pada awalnya, yang Somali people yang senang tentang merangsum PBB dan US membawa pasukan mereka tetapi segera datang untuk percaya bahwa kedua berada di luar dikonversi mereka dari agama mereka. ini ide ini dianggap oleh beberapa telah diperkenalkan oleh laksamana Mohamed Farrah Aidid.Pada periode antara Juni dan Oktober, beberapa gun peperangan di Mogadishu antara gunmen lokal dan peacekeepers mengakibatkan kematian 24 mahu menglangsaikan hutang kad kreditnya dan 19 tentara AS (US total kematian adalah 31), yang kebanyakan dibunuh dalam Pertempuran Mogadishu. 1000 Somali militia were killed in that battle. 1000 milisi Somalia yang dibunuh dalam peperangan. The incident later became the basis for the book and movie Black Hawk Down . Insiden yang kemudian menjadi dasar untuk buku dan film Black Hawk Down. The UN withdrew on March 3 , 1995 ,Pesanan di Somalia masih belum dikembalikan.

Divisi Somalia (1998-2006)
Periode 1998-2006 melihat pernyataan dari sejumlah dinyatakan otonom sendiri menyatakan dalam Somalia.Tidak seperti Somaliland, mereka semua pergerakan dari otonomi, tetapi tidak serentak tuntutan kemerdekaan.pengalaman dari negara Puntland dinyatakan "sementara" kemerdekaan pada tahun 1998, dengan tujuan yang akan berpartisipasi dalam setiap rekonsiliasi Somalia untuk membentuk sebuah pemerintah pusat baru.Kedua pergerakan terjadi pada tahun 1998 dengan pernyataan dari negara Jubaland di selatan.

Ketiga sendiri-pengalaman entitas dipimpin oleh Rahanweyn Ketahanan Army (RRA) didirikan pada tahun 1999, di sepanjang baris yang Puntland.Yang "sementara" adalah reasserted diri pada tahun 2002.Ini menyebabkan otonomi dari Somalia Barat Daya.RRA yang awalnya telah menyiapkan administrasi yang otonom melalui Teluk dan Bakool wilayah selatan dan pusat Somalia di tahun 1999.Jubaland wilayah yang dicanangkan sebagai dicakup oleh negara dari Somalia Barat Daya dan statusnya tidak jelas.

Sebuah keempat menyatakan diri-negara dibentuk sebagai Galmudug pada tahun 2006 di respon terhadap pertambahan daya dari Uni Pengadilan Islam.Somaliland juga dipandang sebagai negara otonom oleh banyak Somalis walaupun asli yang lain pergi langkah dalam pengumuman kemerdekaan penuh.

Juga selama periode ini, berbagai upaya rekonsiliasi di bertemu dengan ukuran lebih kecil atau lebih besar dari keberhasilan.Gerakan seperti ketika suku-Pemerintah Nasional Transisi (tng) dan Rekonsiliasi Somalia dan Pemulihan Council (SRRC) akhirnya menyebabkan yayasan, pada bulan November 2004, dari Pemerintah Transisi Federal (TFG).Namun, suka dan marga-berbasis kekerasan terus sepanjang periode dan yang disebut gerakan nasional pemerintah telah sedikit kontrol negeri pada saat itu.

Naik dari ICU, Perang dengan ARPCT, TFG dan Ethiopia (2006-sekarang)
Pada 2004, Pemerintah Transisi Federal (TFG) didirikan di Nairobi, Kenya.Hal-hal yang masih terlalu kalut dalam bersidang di Somalia ke Mogadishu.Pada awal 2006, TFG dipindahkan untuk mendirikan sebuah kursi sementara pemerintah di Baidoa.

Pada bagian awal tahun 2006, Aliansi untuk Pemulihan Perdamaian dan Kontra-Terorisme (ARPCT) dibentuk sebagai aliansi yang sebagian besar terdiri dari Mogadishu-sekuler berbasis warlords.Mereka yang berlawanan dengan naiknya-hukum Syari'ah yang berorientasi Uni Pengadilan Islam (ICU), yang telah pesat consolidating daya.Mereka didukung oleh dana dari US CIA.Hal ini menyebabkan meningkatnya konflik di ibukota.

Tinggi dari ICU daya
Dengan Juni 2006, ICU berhasil menangkap ibukota, Mogadishu, di Kedua Pertempuran Mogadishu.Mereka pergi yang ARPCT dari Mogadishu, dan berhasil persuading lain atau memaksa mereka untuk bergabung warlords fraksi.Kekuasaan mereka tumbuh sebagai dasar mereka diperluas ke perbatasan Puntland dan mengambil alih selatan dan tengah Jubaland.

Gerakan Islam yang semakin luas dan daya dasar nafsu menyebabkan semakin terbuka perang antara lain Islamists dan golongan Somalia, termasuk Transisi Pemerintah Federal (TFG), Puntland dan Galmudug, yang kedua yang dibentuk sebagai otonomi khusus untuk melawan negara yang Islamists .Ia juga disebabkan campur tangan Ethiopia, yang mendukung kekuatan sekuler Somalia.ICU yang didakwa mendapat dukungan dari Ethiopia's saingan, Eritrea dan asing mujahideen, dan mengisytiharkan jihad terhadap Ethiopia menanggapi dengan pekerjaan dari Gedo dan penyebaran sekitar Baidoa.

Ethiopia dan gagalnya intervensi dari ICU
Pada Desember 2006, ICU dan TFG memulai Pertempuran Baidoa.Perkelahian juga kalau di sekitar kota Somalia Bandiradley di Mudug dan Beledweyn di Hiran daerah.ICU yang bertujuan untuk memaksa Ethiopians off Somalia tanah.Namun, mereka dikalahkan di semua peperangan dan besar dipaksa untuk menarik ke Mogadishu.Setelah singkat akhir tindakan di Pertempuran Jowhar pada 27 Desember, pemimpin-pemimpin yang ICU diri.

Mengikuti Pertempuran Jilib, berjuang 31 Desember 2006, Kismayo jatuh ke TFG dan pasukan Ethiopia, pada 1 Januari 2007.Perdana Menteri Ali Mohammed Ghedi disebut untuk negara untuk mulai bersifat.

Islam kekacauan dan ulangan kemunculan antar suku berkelahi
Tidak cepat memiliki ICU telah diarahkan dari medan perang daripada mereka pasukan dibubarkan untuk memulai perang gerilya terhadap Ethiopia dan Somalia memaksa pemerintah. Simultaneously,Bersamaan dengan itu, akhir yang perang diikuti oleh lanjutan dari konflik kesukuan yang ada.

Untuk membantu mendirikan keamanan, yang diusulkan Misi Uni Afrika untuk Somalia (AMISOM) telah berwenang untuk dikirim sebanyak 8.000 peacekeepers ke negara. Misi ini memperluas cakupan negara yang dapat berpartisipasi dalam misi sebelumnya diusulkan dipimpin oleh Horn dari Afrika-bangsa yang berbasis IGAD.The Islam grup memimpin pemberontakan, yang dikenal sebagai Populer pemuda dalam Gerakan Tanah Dua dari migrasi (PRM), bernazar untuk menentang kehadiran pasukan asing.

#9 dee_dee

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 240 posts
Click to view battle stats

Posted 02 December 2008 - 05:42 PM

top deh..
thx bgt atas penjelasannya bro...

#10 obama

    Youth BlueFame

  • Elite Member
  • 166 posts
Click to view battle stats

Posted 02 December 2008 - 08:47 PM

Mantab kali bro...nambah pengetahuan lagi nih.. thanx

#11 ironbreaker

    BlueFame Hotter

  • Members
  • PipPipPipPip
  • 479 posts
Click to view battle stats

Posted 03 December 2008 - 07:06 AM

Bagus banget ulasannya. Thanks buat informasinya

#12 GenghisKhan

    BlueFame Typer

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 888 posts
Click to view battle stats

Posted 04 December 2008 - 02:38 PM

Peperangan era Napoleon


Gambar atas: Pertempuran Austerlitz
Gambar bawah: Pertempuran Waterloo

Peperangan era Napoleon adalah serangkaian peperangan yang terjadi selama Napoleon Bonaparte memerintah Perancis (1799-1815).

Perang ini terjadi (khususnya) di benua Eropa, tetapi juga dibeberapa tempat di benua lainnya dan merupakan kelanjutan dari perang yang dipicu oleh Revolusi Perancis di tahun 1789.

Perang ini menyebabkan perubahan besar pada sistem militer di Eropa terutama artileri dan organisasi militer, dan juga pada masa inilah pertama kalinya diadakan wajib militer secara resmi sehingga jumlah tentara berlipat ganda.

Kekuatan Perancis dengan cepat berkembang, menaklukkan sebagian besar Eropa dan juga cepat ambruknya setelah mengalami kekalahan telak dari Rusia di tahun 1812. Setelah kekalahan ini Napoleon menyerah total, sehingga dinasti Bourbon kembali berkuasa di Perancis. Sementara itu wilayah kekaisaran Spanyol satu persatu daerah jajahannya mulai lepas akibat invasi Perancis, yang mengakibatkan lemahnya Spanyol sehingga memicu timbulnya revolusi di Amerika Latin.

Tidak ada kesepakatan para sejarawan untuk memastikan kapan Perang Revolusi Perancis berakhir dan peperangan era Napoleon dimulai. Beberapa tanggal yang diajukan antara lain :

* Tanggal 9 November 1799, ketika Napoleon merebut kekuasaan di Perancis
* Tanggal 18 Mei 1803, ketika Inggris dan Perancis melanggar gencatan senjata yang mereka sepakati sebelumnya
* Tanggal 2 Desember 1804, ketika Napoleon mengangkat dirinya sendiri sebagai kaisar.

Peperangan era Napoleon berakhir ketika ia mengalami kekalahan dalam Pertempuran Waterloo (18 Juni 1815) dan disepakatinya pakta Paris yang kedua. Beberapa sumber sejarah (terutama di Inggris) menamakan peperangan dari tahun 1792 sampai 1815 ini dengan nama Perang Perancis Raya, atau sebagai babak penutup dari Perang 200 Tahun antara Inggris dan Perancis yang dimulai sejak tahun 1689 sampai dengan tahun 1815.

Latar belakang, 1789–1802
Revolusi Perancis telah membuat ancaman nyata bagi kerajaan-kerajaan lain di benua Eropa, dan hal ini menjadi persoalan yang lebih serius dengan ditangkapnya raja Louis XVI pada tahun 1792 serta hukuman mati terhadapnya di bulan Januari tahun 1793. Usaha pertama untuk memerangi Republik Perancis ini dimulai pada tahun 1792 ketika Austria, Kerajaan Sardinia, Kerajaan Napoli, Prusia, Spanyol, dan Kerajaan Britania Raya membentuk koalisi (selanjutnya disebut koalisi pertama). Dengan ditetapkan undang-undang Perancis yang baru, termasuk wajib militer secara serentak (levée en masse), pembaharuan sistem militer, dan perang secara total, memberi kontribusi yang nyata bagi kemenangan Perancis atas koalisi pertama. Perang berakhir ketika Austria dipaksa oleh Napoleon menerima syarat-syarat dalam perjanjian Campo Formio. Kerajaan Britania Raya menjadi satu-satunya kerajaan yang tersisa dari koalisi pertama yang anti Perancis sampai dengan tahun 1797.

Koalisi kedua dibentuk pada tahun 1798, terdiri dari beberapa bangsa : Austria, Britania Raya, Kerajaan Napoli, Kesultanan Utsmaniyah, Negara Kepausan, Portugal, dan Rusia. Napoleon Bonaparte, sang arsitek utama kemenangan Perancis tahun lalu atas koalisi pertama, melancarkan aksi militer ke Mesir (beberapa ilmuwan diikutsertakan dalam ekspedisi ini termasuk Jean Baptiste Joseph Fourier dan Jean-Francois Champollion).

Napoleon kembali ke Perancis pada tanggal 23 Agustus 1799. Kemudian ia mengambil alih kontrol pemerintahan pada tanggal 9 November 1799 dalam sebuah kudeta 18 Brumaire. Napoleon menata ulang sistem militer dan membuat pasukan cadangan untuk mendukung aksi militer di sekitar Rhine dan Italia. Di semua front pertempuran, Perancis lebih unggul. Di Italia, Napoleon memenangkan pertempuran dengan Austria di Marengo pada tahun 1800. Tetapi pertempuran yang paling menentukan terjadi di Rhein, wilayah Hohenlinden pada tahun 1800. Dengan kalahnya Austria ini, kekuatan koalisi kedua akhirnya hancur. Akan tetapi sekali lagi Britania Raya tetapi kuat dan memberi pengaruh yang besar kepada negara-negara lainnya agar selalu memusuhi Perancis dan Napoleon menyadari hal ini, tanpa kekalahan Inggris atau perjanjian damai dengannya maka dia tidak akan pernah mencapai perdamaian secara penuh di Eropa.

Perang Inggris dan Perancis, 1803–1814

Dimahkotainya Napoleon (dilukis oleh Jacques-Louis David)

Tidak seperti anggota koalisi lainnya, Inggris tetap berperang secara kecil-kecilan dengan Perancis. Dengan perlindungan dari armada lautnya yang sangat kuat (seperti yang diucapkan Admiral Jervis "Saya tidak menjamin bahwa Perancis tidak akan datang menyerang kita, tetapi saya menjamin bahwa mereka tidak akan datang lewat laut"), Inggris dapat tetap mensuplai dan mengadakan perlawanan didarat secara global selama lebih dari satu dekade. Bala tentara Inggris juga menyokong pemberontak di Spanyol melawan Perancis dalam perang Peninsular di tahun 1808-1814. Dilindungi oleh kondisi alam yang menguntungkan, serta dibantu dengan pergerakan gerilyawan yang sangat aktif, pasukan Anglo-Portugis ini sukses mengganggu pasukan Perancis selama beberapa tahun. Puncaknya pada tahun 1815, tentara Inggris memainkan peran penting dalam mengalahkan pasukan Napoleon pada pertempuran Waterloo.

Sebenarnya perjanjian damai (Treaty of Amiens) antara Inggris dan Perancis telah disepakati pada tanggal 25 Maret 1802. Tetapi kedua belah pihak tidak pernah mematuhinya. Aksi militer kedua belah pihak selalu merusak perjanjian ini seperti misalnya Perancis ikut andil dalam kericuhan sipil di Swiss (Stecklikrieg) dan menduduki beberapa kota di Italia, sementara Inggris menduduki Malta. Napoleon juga berusaha mengembalikan hukum kolonial di laut. Pada awal ekspedisi ini kelihatan sukses, akan tetapi dengan cepat berubah menjadi bencana. Komandan Perancis, juga saudara ipar Napoleon dan hampir sebagian besar tentaranya meninggal akibat wabah penyakit kuning, dan juga karena serangan musuh.

Napoleon menjadi Kaisar Perancis pada tanggal 18 Mei 1804 dan menobatkan dirinya sendiri sebagai penguasa Notre-Dame pada tanggal 2 Desember.

Selanjutnya Napoleon berencana untuk menginvasi Inggris, dengan menempatkan 180 ribu tentaranya disekitar kota Boulogne. Tetapi dia menyadari bahwa untuk memperoleh keberhasilan dalam rencana invasinya ini dia butuh angkatan laut yang kuat atau setidaknya mengalihkan perhatian angkatan laut Inggris dari selat Inggris. Disusunlah rencana yang kompleks untuk mengalihkan perhatian Inggris dengan menyerang posisi mereka di India barat, tetapi mengalami kegagalan ketika armada admiral Villeneuve kembali dari aksinya di tanjung Finisterre pada tanggal 22 Juli 1805. Angkatan laut Inggris memblokade Villeneuve di Cádiz sampai dia meninggalkannya pergi menuju Napoli pada tanggal 19 Oktober , tetapi komandan skuadron Inggris, Lord Nelson (Horatio Nelson) mengejarnya dan berhasil menghancurkan armada ini pada pertempuran Trafalgar tanggal 21 Oktober, yang juga menjemput ajalnya akibat tembakan sniper Perancis (saat itulah disebut-sebut sebagai awal mula adanya penembak jitu yang membidik komandan regu, dan orang-orang penting sebagai sasarannya).

Setelah kekalahan ini, Napoleon tidak pernah lagi mempunyai kemampuan untuk menantang Inggris di laut, bahkan setelah itu semua rencana untuk menginvasi Inggris dibatalkan, dan mengalihkan perhatiannya lagi pada musuh di daratan. Pasukan Perancis meninggalkan Boulogne dan bergerak menuju Austria.

Koalisi ketiga, 1805

Situasi strategis keadaan Eropa tahun 1805 sebelum Perang Koalisi Ketiga

Napoleon berencana menyerang Inggris[11][12][13], dan menyusun 180.000 tentara di Boulogne. Namun, untuk invasinya, ia membutuhkan keunggulan laut - atau paling tidak dapat memukul mundur Britania dari Selat Inggris. Rencana untuk menarik perhatian Britania dengan mengganggu jajahan mereka di India Barat gagal ketika armada Perancis-Spanyol dibawah Laksamana Villeneuve mundur setelah pertempuran Cape Finisterre pada 22 Juli 1805. Angkatan Laut Kerajaan memblokade Villeneuve di Cádiz sampai ia pergi menuju Naples pada 19 Oktober; skuadron Britania menangkap dan menaklukan armadanya dalam Pertempuran Trafalgar tanggal 21 Oktober (komandan Britania, Lord Nelson, tewas dalam pertempuran). Napoleon tidak akan pernah mendapatkan kesempatan untuk menantang Britania di laut. Napoleon membatalkan semua rencananya untuk menyerang Kepulauan Britania, dan membalikan perhatiannya ke musuhnya di Benua Eropa sekali lagi. Tentara Perancis meninggalkan Boulogne dan bergerak menuju Austria.Pada bulan April 1805, Inggris dan Rusia menandatangani kesepakatan dengan tujuan mengusir Perancis dari Belanda dan Swiss. Austria ikut serta dalam aliansi ini setelah pencaplokan wilayah Genoa dan penobatan Napoleon sebagai Raja Italia pada tanggal 17 Maret 1805.

Austria memulai peperangan dengan menginvasi Bayern dengan bala tentaranya yang berjumlah 70 ribu jiwa dibawah pimpinan Karl Mack von Leiberich. Dengan segera tentara Perancis keluar dari Boulogne pada akhir Juli 1805 untuk menghadapinya. Keduanya bertemu di Ulm (25 September – 20 Oktober). Napoleon mengepung tentara Mack memaksanya menyerah. Dengan dikalahkannya tentara Austria diutara pegunungan Alpen (tentara lainnya dibawah pimpinan Archduke Charles berputar balik sehingga bertemu tentara Perancis lainnya pimpinan marsekal André Masséna di Italia), Napoleon menduduki Wina. Jauh dibelakang garis supply-nya, ia berhadapan dengan bala tentara Austria-Rusia yang lebih besar dibawah komandan Mikhail Kutuzov, juga kaisar Alexander dari Russia turut serta. Pada tanggal 2 Desember, Napoleon menyerbu gabungan tentara dua negara ini yang berada di Moravia, Austerlitz (inilah kemenangan terbesar Napoleon). Napoleon hanya kehilangan 7 ribu tentaranya, sementara kerugian tentara gabungan sekitar 25 ribu jiwa.

Austria menandatangani kesepakatan Pressburg pada tanggal 26 Desember 1805 dan keluar dari koalisi. Perjanjian ini meminta Austria menyerahkan Venesia kepada Kekaisaran Perancis yang miliputi Italia dan Tyrol sampai dengan Bayern.

Dengan mundurnya Austria dari perang ini, tentara Napoleon mencatat kemenangan terus menerus di daratan, akan tetapi kekuatan penuh tentara Rusia belumlah ikut serta saat itu.

Koalisi keempat, 1806–1807

Napoleon di Berlin (Lukisan karya Meynier). Setelah mengalahkan tentara Prusia dalam pertempuran Jena-Auerstedt, tentara Perancis memasuki Berlin pada tanggal 17 Oktober 1806

Koalisi keempat terbentuk beberapa bulan setelah runtuhnya koalisi ketiga dan terdiri dari Prusia, Rusia, Saxon, Swedia, dan Inggris. Pada bulan Juli 1806, Napoleon membentuk Konfederasi Rhein untuk menyatukan negara-negara kecil di Jerman.

Akibat terpecahnya kerajaan-kerajaan Jerman, dan atas desakan Napoleon, Kaisar Franz II dari Austria menyatakan bubarnya Kekaisaran Romawi Suci yang dipimpinnya pada tanggal 6 Agustus 1806. Sejak itu berakhirlah suatu imperium longgar bangsa-bangsa Jerman yang berlangsung hampir selama 850 tahun.

Karena tidak bisa menerima hal ini, Friedrich Wilhelm III dari Prusia, yang merupakan anggota imperium, pada bulan yang sama membuat keputusan yang berani dengan menyatakan perang secara terpisah melawan Perancis dan negara-negara koalisi. Di bulan September, Napoleon menggerakkan seluruh pasukannya yang berada di timur Rhein. Napoleon sendirilah yang mengalahkan tentara Prusia di Jena pada tanggal 14 Oktober 1806, dan Marsekal Davout mengalahkan lainnya di Auerstädt pada hari yang sama. Sekitar 160 ribu tentara Perancis (jumlah yang bertambah terus seiring dengan kemenangan-kemenangan yang diraih Napoleon) menyerang Prusia dengan strategi yang jitu disertai pergerakan yang cepat, sehingga berhasil menghancurkan kekuatan militer yang lebih besar dan kuat yaitu sekitar seperempat juta tentara Prusia; dengan korban jiwa 25 ribu orang, menahan sekitar 150 ribu orang, menyita 4 ribu artileri, serta lebih dari 100 ribu musket di Berlin.

Sebenarnya Napoleon hanya melawan satu detasemen tentara Prusia saja di Jena. Di Auerstädt-lah pertempuran besar terjadi, melibatkan satu korps tentara Perancis mengalahkan tentara Prusia yang berjumlah sangat besar. Napoleon memasuki Berlin pada tanggal 27 Oktober 1806. Dia mengunjungi makam Friedrich yang Agung dan menginstruksikan seluruh marsekalnya untuk melepas topi mereka untuk memberi penghormatan seraya berucap
“ Jika Friedrich yang Agung masih hidup, tentulah kita tidak akan sanggup berada di sini sekarang *”

Dalam perang melawan Prusia ini, Napoleon hanya membutuhkan waktu 19 hari saja untuk menyerang tentara Prusia di Jena dan Auerstädt, mengalahkannya, dan akhirnya menduduki Berlin. Hal ini sangat fantastis dan brilian, karena sebaliknya Prusia yang sudah bertempur selama 3 tahun sejak keiikutsertaan dalam koalisi pertama hanya sedikit saja memperoleh keberhasilan.

Selama konflik ini tercatat Malta mengirimkan bantuan kepada Rusia dan Prusia dengan harapan mereka mendapat aliansi politis melawan Napoleon dan Perancis, akan tetapi hal ini tidak berhasil karena bajak laut di sekitar Pantai Barbari menghadang dan merampas bantuan tersebut.

Babak selanjutnya dari peperangan era Napoleon ini, adalah dipaksanya Rusia keluar dari Polandia oleh Perancis dan didirikan negara baru bernama Kadipaten Warsawa. Kemudian Napoleon beralih ke utara untuk berhadapan dengan sisa-sisa tentara Rusia, dan berusaha untuk menduduki ibukota sementara Prusia, Koenigsberg. Dengan taktik berpindah di Pertempuran Eylau (7 Februari – 8 Februari 1807), Perancis berhasil memaksa Rusia mundur ke utara lebih jauh lagi. Lalu Napoleon mengepung mereka di Friedland (14 Juni 1807). Akibat kekalahan ini, Tsar Alexander terpaksa mengadakan perdamaian dengan Napoleon di Tilsit (7 Juli 1807). Pada bulan September, Marsekal Brune secara menyeluruh berhasil menduduki Pomerania. Meskipun demikian, dia tetap mengizinkan pasukan Swedia yang kalah untuk mundur bersama peralatan perang mereka.

Koalisi kelima, 1809

Menyerahnya Madrid (Gros), 1808. Napoleon menduduki ibukota Spanyol, Madrid.
Koalisi kelima terdiri dari Britania Raya dan Austria yang dibentuk untuk melawan Perancis di daratan. Sementara di laut, sekali lagi Inggris berperang sendirian melawan sekutu-sekutu Napoleon. Tercatat sejak koalisi kelima terbentuk, angkatan laut kerajaan Inggris mencapai kesuksesan di daerah koloni Perancis dan memperoleh kemenangan yang besar melawan Denmark di Pertempuran Kopenhagen (2 September 1807).

Di daratan, koalisi kelima berusaha memperluas wilayah tetapi dengan pergerakan militer terbatas. Seperti yang terjadi pada ekspedisi Walcheren pada tahun 1809, yang melibatkan angkatan darat Inggris dibantu oleh angkatan lautnya untuk membebaskan tentara Austria yang berada dalam tekanan tentara Perancis. Ekpedisi ini berakhir menjadi bencana setelah tentara yang dikomandani oleh John Pitt (pangeran kedua dari Chatham) gagal mencapai target yaitu pangkalan angkatan laut Perancis di Antwerpen.

Dalam tahun-tahun selama koalisi kelima ini, pergerakan militer Inggris di daratan, terkecuali di jazirah Iberia (Al-Andalus), masih terbatas pada taktik serang dan lari dibantu oleh angkatan laut yang mendominasi laut setelah sukses menghancurkan hampir seluruh kemampuan angkatan laut Perancis dan sekutunya dan juga memblokade laut di sekitar pangkalan-pangkalan milik Perancis yang masih dipertahankan dengan kuat.

Serangan kilat ini mirip dengan metode serangan yang dilancarkan oleh para gerilyawan. Umumnya angkatan laut membantu angkatan darat untuk menghancurkan kapal-kapal Perancis, mengganggu pengiriman, komunikasi, dan garnisun-garnisun militer disekitar pantai. Dan sering juga angkatan laut datang menolong dengan menurunkan tentara mereka untuk membantu operasi militer yang dilancarkan bermil-mil jauhnya dari pantai.

Kapal-kapal milik angkatan laut Inggris bahkan membantu dengan gempuran artileri dari moncong-moncong meriam mereka jika tentara Perancis yang bertempur tersesat hingga dekat dengan garis pantai. Tetapi bagaimanapun juga, kualitas dan kemampuan dari angkatan darat-lah yang sangat berpengaruh dari sukses tidaknya suatu operasi militer. Sebagai contoh, ketika taktik ini dilancarkan di Spanyol, kadangkala angkatan laut gagal mencapai target karena kurangnya kualitas dan kemampuan tentaranya.
Peperangan ini juga merembet ke perang ekonomi antara sistem kontinental yang diterapkan oleh Perancis menghadapi blokade laut oleh Inggris disetiap wilayah kekuasaan Perancis. Kedua belah pihak selalu membuat konflik baru agar sistem mereka bisa dilaksanakan. Inggris berperang dengan Amerika antara tahun 1812-1815, sementara Perancis ikut serta dalam perang di semenanjung eropa selama tahun 1808-1814. Konflik di andalusia dimulai ketika Portugal melanjutkan perdagangan dengan Inggris meskipun ada larangan dari pihak Perancis. Ketika Spanyol mengalami kegagalan untuk mempertahankan aliansinya dengan Perancis, dengan segera tentara perancis menyerang dan menduduki ibukota madrid.


Wilayah Kekaisaran Perancis di Eropa tahun 1811, saat mendekati puncak kejayaannya. Warna hijau terang atau gelap merupakan wilayah Perancis dan teritorialnya sedangkan warna biru, merah muda dan kuning mengindikasikan negara-negara bentukan Perancis

Austria yang sebelumnya menjadi sekutu Perancis, mengambil kesempatan untuk mengembalikan wilayah mereka di jerman yang pernah dikuasainya sebelum mengalami kekalahan dalam perang di Austerlitz. Mereka memperoleh beberapa kemenangan atas tentara marsekal Davout yang memang terlalu sedikit dalam menjaga seluruh front timur. Napoleon hanya menempatkan sekitar 170.000 tentaranya untuk menjaga seluruh front timur ini. (bandingkan dengan tahun 1790-an, ada sekitar 800.000 tentara yang menjaga front timur ini bahkan lebih pendek jaraknya saat itu).

Napoleon sangat gembira dengan keberhasilan pasukannya merebut Spanyol dan menduduki Madrid dengan mudah, dan memaksa mundur sejumlah besar tentara Inggris dari Andalusia (Pertempuran Corunna, 16 Januari 1809). Akan tetapi serangan yang dilancarkan Austria mencegah Napoleon menyelesaikan pengusiran tentara Inggris dari Andalusia karena dia harus pergi ke Austria untuk memimpin pasukan dan tidak pernah kembali ke arena pertempuran di jazirah ini. Karena ketidakhadirannya beserta marshal terbaiknya (Davout tetap memimpin di timur selama peperangan), situasi di Spanyol makin memburuk, terutama ketika Jenderal Inggris Sir Arthur Wellesley yang terkenal itu tiba untuk memimpin pasukan.

Tentara Austria menyerbu ke kadipaten Warsawa tetapi mengalami kekalahan pada Pertempuran Radzyn pada tanggal 19 April 1809. Tentara Polandia menduduki Galicia barat menambah daftar kesuksesan mereka.

Kemudian Napoleon memimpin sendiri tentaranya untuk melakukan serangan balik ke Austria. Setelah melalui beberapa pertempuran kecil, Austria akhirnya dipaksa mundur dari Bayern, sementara Napoleon terus bergerak memasuki Austria. Akibat keinginannya untuk segera menyeberangi sungai Danube mengakibatkan pertempuran besar yang terkenal dengan nama Pertempuran Aspern-Essling (22 Mei 1809) — Kekalahan telak pertama yang diderita Napoleon dari pasukan Austria yang dipimpin oleh Jenderal Archduke Karl. Baru pada awal bulan Juli (5 Juli – 6 Juli), Napoleon berhasil merebut Vienna dengan mengalahkan tentara Austria pada Pertempuran Wagram. (Pada saat berlangsung pertempuran ini, Napoleon mencopot Marsekal Bernadotte dari jabatannya dan mempermalukan dia di hadapan marsekal senior lainnya. Segera setelah kejadian ini, Bernadotte menerima tawaran dari Swedia untuk mengisi posisi sebagai pangeran. Selanjutnya dia secara aktif berpartisipasi dalam peperangan ini melawan Napoleon.)

Perang koalisi kelima ini berakhir dengan kesepakatan Schönbrunn (14 Oktober 1809). Selanjutnya di timur hanya pemberontak Tyrol-lah yang dipimpin oleh Andreas Hofer yang tetap melanjutkan perlawanan terhadap tentara Perancis-Bayern sampai akhirnya mereka dikalahkan pada bulan November 1809, sementara itu perang di semenanjung eropa barat tetap berlanjut.

Kekaisaran Perancis mencapai puncak kejayaannya pada tahun 1810 dengan wilayah kekuasaan yang begitu luas. Sementara itu Inggris dan Portugal tetap menjaga area disekitar Lisbon (dibelakang garis depan di Torres Vedras) dan untuk mengepung Cadiz. Napoleon menikah dengan Marie-Louise, Putri dari Austria, dengan maksud untuk mempererat aliansi dengan Austria dan memperoleh keturuan untuk menjadi putra mahkota baru. Hal ini tidak didapatkannya dari istri pertama, Josephine. Sebagai kaisar Perancis, Napoleon mengontrol negara-negara konfederasi Swiss, konfederasi Rhine, kadipaten Warsawa dan kerajaan Italia. Wilayah-wilayah dibawah kekaisaraan Perancis termasuk :
* Kerajaan Spanyol (dibawah pimpinan Joseph Bonaparte, saudara laki-laki Napoleon)
* Kerajaan Westphalia (Jerome Bonaparte, saudara laki-laki Napoleon)
* Kerajaan Napoli (Joachim Murat, suami dari Caroline, saudara perempuan Napoleon)
* Kerajaan Lucca dan Piombino (saudara perempuan Napoleon Elisa Bonaparte dan suaminya Felice Bacciocchi) dan bekas musuh Napoleon sebelumnya, Prusia dan Austria.

Invasi ke Rusia, 1812

Seperti yang disebutkan diatas, hasil dari pakta Tilsit tahun 1807 mengakibatkan perang Anglo-Rusia 1807–1812. Tsar Alexander I menyatakan perang kepada Inggris setelah Inggris menyerang Denmark pada bulan September tahun 1807. Banyak pelaut Inggris yang ikut membantu armada laut Swedia selama perang Finlandia dan memperoleh kemenangan atas Rusia di teluk Finlandia pada bulan Juli tahun 1808 dan bulan Agustus tahun 1809, tetapi kemenangan tentara Rusia di daratan memaksa Swedia menandatangani perjanjian damai dengan Rusia di tahun 1809 dan dengan Perancis di tahun 1810 juga harus bergabung untuk memblokade Inggris.

Akan tetapi hubungan Perancis dan Rusia menjadi semakin buruk setelah tahun 1810, sementara perang Rusia dan Inggris telah berakhir. Pada bulan April tahun 1812, Rusia, Inggris dan Swedia menandatangani perjanjian rahasia untuk bergabung melawan Napoleon.

Napoleon menginvasi Rusia pada tahun 1812 dengan maksud memaksa kaisar Alexander I tetap mengikuti sistem kontinental yang diterapkannya dan memperkecil kemungkinan ancaman Rusia yang akan menginvasi Polandia. Dengan membawa pasukan dalam jumlah besar yaitu sekitar 650.000 orang (270.000 orang Perancis, sisanya tentara dari berbagai wilayah lain) pada tanggal 23 Juni 1812 mereka menyeberangi sungai Niemen. Rusia menyatakan ini sebagai perang patriotik membela negara sementara Napoleon menyatakannya sebagai perang Polandia kedua. Hal ini tidak seperti harapan rakyat Polandia (ada sekitar 100.000 tentara Polandia yang bergabung dalam invasi ini) yakni Napoleon ternyata tidak ingin bernegosiasi dengan Rusia.

Rusia menerapkan strategi membumihanguskan kota sambil mundur teratur.Pertempuran hanya terjadi di Borodino pada tanggal 7 September 1812. Pada tanggal 14 September 1812, pasukan Napoleon berhasil masuk kota Moskwa yang sebenarnya sudah ditinggalkan penduduknya dan dibumihanguskan atas perintah gubernur-nya : Pangeran Fyodor Vasilievich Rostopchin.

Akhirnya dimulai-lah penarikan pasukan secara besar-besaran dari kota Moskwa akibat cuaca yang sangat dingin dan juga makin hebatnya serangan Rusia yang memang memanfaatkan cuaca dingin sebagai senjata. Korban mencapai sekitar 380.000 jiwa (kebanyakan akibat kelaparan dan kedinginan) dan 100.000 ditawan.Korban jiwa pada pihak Rusia sekitar 210.000 jiwa.Pada bulan November, sisa dari pasukan besar ini menyeberangi sungai Berezina dan hanya sekitar 27.000 tentara yang masih dalam kondisi fit. Napoleon kemudian meninggalkan tentaranya dan kembali ke Perancis untuk menyiapkan pertahanan di Polandia dari serangan tentara Rusia.

Koalisi keenam, 1812-1814

Tentara Rusia memasuki kota Paris tahun 1814

Melihat adanya kemungkinan untuk mengalahkan Napoleon yang sudah lemah akibat kekalahan besar di Rusia, dengan segera Prusia, Swedia, Austria, dan beberapa negara kecil di Jerman ikut dalam peperangan lagi. Napoleon bersumpah dia akan membentuk tentara baru sebesar tentara yang dia kirimkan ke Rusia, dan memang dengan secara cepat dia membentuk tentaranya di timur dari 30.000 menjadi 130.000 dan pada akhirnya mencapai 400.000 orang. Pertempuran-pun segera terjadi di Lützen (2 Mei 1813) dan Bautzen (20-21 Mei 1813) yang mengakibatkan kerugian besar di pihak koalisi yaitu sekitar 40 ribu jiwa. Tercatat lebih dari 250.000 tentara yang terlibat dalam dua pertempuran ini.

Sementara itu pada peperangan di semenanjung Eropa tepatnya di kota Vitoria ( 21 Juni 1813), pasukan Arthur Wellesley meraih kemenangan atas pasukan Joseph Bonaparte sehingga hancurlah kekuatan Perancis di Spanyol dan memaksa mereka mundur melewati pegunungan Pyrene.

Kedua belah pihak menyatakan gencatan senjata yang mulai efektif tanggal 4 Juni sampai dengan 13 Agustus 1813. Selama masa damai ini kedua belah pihak berusaha pulih dari kerugian yang dideritanya sejak bulan April yang telah menelan korban jiwa hampir seperempat juta. Pihak koalisi juga berhasil mempengaruhi Austria agar berperang melawan Perancis. Akhirnya dua inti dari pasukan Austria yang berjumlah 300.000 orang ikut serta dalam koalisi sehingga menambah kekuatan mereka di Jerman. Total jumlah pasukan koalisi saat itu mencapai 800.000 tentara di garis depan Jerman, dengan cadangan mencapai 350.000 tentara.

Kesuksesan Napoleon dalam dua pertempuran melawan koalisi keenam diatas ternyata membawa pengaruh besar pada kekuatan angkatan perangnya sehingga menjadi sekitar 650.000 tentara — meskipun sebenarnya hanya 250.000 tentara yang langsung dibawah komandonya, sementara lainnya 120 ribu tentara dibawah komando marsekal Nicolas Charles Oudinot dan 30.000 dibawah komando marsekal Davout.

Negara-negara yang bergabung dalam konfederasi Rhine, terutama Saxon dan Bayern adalah penyumbang tentara terbesar untuk Napoleon. Di selatan, Kerajaan Napoli dan Kerajaan Italia turut menambah kekuatan dengan menyediakan sekitar 100.000 tentara. Sementara di Spanyol masih ada sekitar 150-200 ribuan tentara Perancis meskipun saat itu mereka sudah dipaksa mundur oleh Inggris dari wilayah tersebut. Jadi ada sekitar 900.000 tentara Perancis yang tersebar disemua medan pertempuran berhadapan dengan sekitar 1 juta tentara koalisi (belum termasuk tentara cadangan di Jerman).

Setelah masa gencatan senjata selesai, tampaknya Napoleon akan meraih kembali masa kejayaannya setelah meraih kemenangan besar atas tentara koalisi di Dresden pada bulan Agustus tahun 1813. Akan tetapi di medan pertempuran lain semua marsekalnya mengalami kekalahan sehingga kemenangan ini menjadi tidak ada artinya lagi. Pada Pertempuran Leipzig di Saxon (16-19 Oktober 1813) yang juga dikenal dengan nama pertempuran banyak bangsa, sekitar 190.000 tentara Perancis berhadapan dengan 300.000 tentara koalisi, yang pada akhirnya memaksa mereka mundur sampai ke kampung halamannya sendiri, Perancis. Kemudian Napoleon masih memimpin beberapa pertempuran lagi termasuk pertempuran Arcis-sur-Aube di Perancis sendiri , akan tetapi karena banyaknya jumlah tentara koalisi yang terlibat pertempuran membuat mereka kewalahan.Akhirnya pasukan koalisi memasuki Paris pada tanggal 30 Maret 1814. Tercatat Napoleon masih memimpin pasukkannya dan mendapat kemenangan berkali-kali atas pasukan koalisi yang maju terus menuju Paris. Akan tetapi dia hanya memimpin sekitar 70.000 tentara melawan 500.000 tentara koalisi, suatu jumlah yang tidak sebanding. Pada tanggal 9 Maret 1814 diadakan perjanjian Chaumont yang menyetujui agar koalisi tetap dipertahankan sampai pasukan Napoleon dapat dikalahkan seluruhnya.

Napoleon memutuskan tetap bertempur, meskipun dia sudah diambang kekalahan. Selama masa ini tercatat dia mengeluarkan 900.000 surat keputusan wajib militer tetapi hanya beberapa saja yang berhasil dilaksanakan. Akhirnya Napoleon kalah dan turun tahta pada tanggal 6 April 1814, tetapi pasukannya di Italia, Spanyol dan Belanda masih terus melakukan perlawan selama musim semi tahun 1814.

Pihak koalisi memutuskan untuk mengasingkan Napoleon ke pulau Elba, dan mengembalikan Perancis menjadi kerajaan serta mengangkat Louis XVIII sebagai raja. Mereka juga mengadakan perjanjian di Fontainebleau (11 April 1814) serta konggres di Vienna untuk menata ulang peta wilayah di Eropa.

Perang Denmark-Inggris, 1807-1814
Selama peperangan era Napoleon, sebenarnya Denmark - Norwegia menyatakan sebagai negara netral dan hanya mengadakan perdagangan dengan Perancis. Akan tetapi pihak Inggris yang terus menerus menyerang, menangkap dan menghancurkan sebagian besar armada laut Denmark pada pertempuran Kopenhagen pertama (2 April 1801) dan hal ini diulangi lagi pada pertempuran Kopenhagen kedua (Agustus-September 1807) mengakibatkan Denmark melakukan perang gerilya terhadap armada Inggris di laut Denmark-Norwegia dengan menggunakan kapal-kapal kecil yang dilengkapi meriam. Perang ini akhirnya berhenti setelah Inggris meraih memenangkan pada pertempuran Lyngor pada tahun 1812, yang mengakibatkan kerusakan pada kapal Denmark yang terakhir, yaitu kapal perang Najaden.

Koalisi ketujuh, 1815

Peta Pertempuran Waterloo

Koalisi ketujuh yang terdiri atas Britania Raya, Rusia, Prusia,Swedia, Austria, dan Belanda serta sejumlah negara kecil di Jerman terbentuk pada tahun 1815 setelah larinya Napoleon dari pulau Elba (tercatat sekitar seratus hari dia kembali mempimpin Perancis). Napoleon mendarat di Cannes pada tanggal 1 Maret 1815. Dalam perjalanannya ke Paris, ia mengumpulkan tentara yang masih setia kepadanya, dan akhirnya menggulingkan raja Louis XVIII. Pihak koalisi segera mengumpulkan pasukan kembali untuk berhadapan dengannya. Napoleon berhasil mengumpulkan 280.000 orang, yang ia pecah menjadi beberapa kesatuan. Untuk menambah kekuatan, Napoleon memanggil kembali seperempat juta veteran perang serta membuat keputusan untuk mengadakan kembali wajib militer agar dapat menambah jumlah pasukan menjadi 2,5 juta tentara yang pada kenyataannya tidak berhasil dilakukan. Hal ini dilakukan untuk menghadapi pasukan koalisi yang berjumlah sekitar 700.000 tentara.Dengan membawa 124.000 pasukkannya yang berada di utara, Napoleon melakukan serangan kejutan ke posisi pasukan koalisi yang berada di Belgia. Serangan ini dia lakukan dengan harapan mendorong Inggris mundur ke laut dan memaksa Prusia keluar dari peperangan. Serangan kejutan ini mencapai sukses, memaksa Prusia bertempur di Ligny pada tanggal 16 Juni 1815 dan berhasil mengalahkan mereka sehingga mundur dalam keadaan kacau balau. Pada hari yang sama tetapi di lain tempat, pasukan sayap kiri pimpinan marsekal Michel Ney sukses menahan bala bantuan yang akan datang dari tentara Wellington dalam Pertempuran Quatre Bras. Tetapi Ney gagal membersihkan persimpangan jalan Quatre Bras ini sehingga tentara Wellington dapat memperkuat kembali posisinya.

Dengan mundurnya Prusia, pasukan Welington yang tadinya ingin membantu menjadi mundur juga. Mereka kembali ke posisi semula di tebing Gunung Santa Jean, beberapa mil di selatan desa Waterloo. Napoleon membawa cadangan pasukannya yang ada di utara, dan bergabung dengan pasukan Ney untuk mengejar Wellington. Tetapi hal ini dia lakukan sebelum menginstruksikan kepada marsekal Grouchy untuk memimpin pasukan sayap kanan menahan tentara Prusia yang sudah bersatu kembali.

Grouchy gagal melaksanakan perintah ini, meskipun sebenarnya pasukan von Thielmann berhasil mengalahkan barisan belakang pasukan Prusia di Pertempuran Wavre pada tanggal 18-19 Juni, sisa pasukan Prusia tetap menuju Waterloo. Napoleon menunda Pertempuran Waterloo beberapa jam di pagi hari pada tanggal 18 Juni karena belum mengeringnya tanah akibat hujan pada malam sebelumnya. Ternyata sampai petang hari, pasukan perancis belum mampu menaklukkan pasukan Wellington. Ketika pasukan Prusia akhirnya datang dan menyerang sayap kanan Perancis dalam jumlah besar, gagal-lah strategi Napoleon untuk tetap memecah kekuatan koalisi.

Marsekal Grouchy menebus kesalahannya diatas dengan sukses mengorganisasikan pasukan yang mundur dari kota Paris, sementara marsekal Davout dengan 117.000 tentaranya berhadapan dengan 116.000 tentara Blucher-Wellington. Secara militer sangat dimungkinkan Perancis mengalahkan gabungan kedua tentara ini akan tetapi situasi politik membuktikan bahwa kekaisaran sudah mulai jatuh. Jadi, meskipun akhirnya Davout sukses mengalahkan kedua gabungan pasukan ini, sekitar 400.000 tentara Rusia dan Austria tetap maju terus dari arah timur tidak terpengaruh akan kekalahan ini.

Ketika tiba di Paris pada hari ketiga sesudah kekalahan di Waterloo, Napoleon sebenarnya masih berharap timbulnya perlawanan rakyat untuk membela negara terhadap datangnya pasukan asing yang ingin menguasai Perancis. Akan tetapi hal ini tidak menjadi kenyataan karena secara umum rakyat Perancis menolak. Para politisi memaksa Napoleon untuk turun tahta lagi pada tanggal 22 Juni 1815. Meskipun akhirnya kaisar turun tahta, pertempuran sporadis masih terus berlanjut di sepanjang perbatasan timur dan diluar kota Paris sampai disepakatinya gencatan senjata tanggal 4 Juli. Baru pada tanggal 15 Juli, Napoleon menyerahkan dirinya ke skuadron Inggris di Rochefort yang selanjutnya membuangnya kembali ke pulau Saint Helena, tempat dia akhirnya meninggal dunia pada tanggal 5 Mei 1821.

Sementara itu di Italia, Joachim Murat yang masih menjadi Raja Napoli setelah menyerahnya Napoleon, sekali lagi menunjukkan loyalitas yang tinggi kepada saudara iparnya itu dengan melancarkan perang Neapolitan (bulan Maret sampai Mei 1815). Dia berharap mendapat dukungan para nasionalis yang saat itu sedang dilanda ketakutan atas berkembangnya pengaruh Habsburg. Tetapi dukungan yang diharapkannya tidaklah datang, dan akhirnya datanglah pasukan Austria sehingga pecah pertempuran Tolentino pada tanggal 2-3 Mei 1815 yang memaksanya untuk melarikan diri. Dinasti Bourbon akhirnya kembali menduduki tahta Napoli pada tanggal 20 Mei 1815. Murat dieksekusi didepan regu tembak pada tanggal 13 Oktober 1815.

Pengaruh politik

Napoleon sebagai raja Italia (lukisan karya Appiani)

Peperangan era Napoleon membawa perubahan besar di Eropa. Meskipun hampir semua wilayah di Eropa Barat dibawah kekuasaan Napoleon (prestasi yang hanya bisa dibandingkan dengan kekaisaran Romawi tempo dulu), peperangan antara Perancis dengan kekuatan lain di benua Eropa selama lebih dari dua dekade akhirnya sampai pada titik penghabisan. Setelah peperangan era Napoleon berakhir, dominasi Perancis di Eropa praktis lenyap, dan kembali lagi seperti pada masa Louis XIV.

Inggris akhirnya muncul sebagai negara superpower di dunia dan tidak dapat dibantah lagi bahwa Angkatan laut Inggris menjadi yang terkuat di dunia, demikian juga mereka menjadi negara maju di bidang ekonomi dan industri.

Hampir di semua negara Eropa, cita-cita dari Revolusi Perancis (seperti demokrasi, hak dan persamaan dalam bidang hukum, dll.) mulai diadopsi. Hal ini mengakibatkan sulitnya para Raja di Eropa mengembalikan hukum lama mereka dan terpaksa tetap memegang hukum-hukum yang diterapkan oleh Napoleon. Bahkan hingga hari ini beberapa dari hukum tersebut masih dipakai, misalnya di banyak negara Eropa hukum sipil-nya jelas-jelas mengadopsi kode Napoleon.

Faham nasionalisme yang relatif baru saat itu dengan cepat berkembang di Eropa dan nantinya banyak mempengaruhi jalannya sejarah disana, mulai dari berdirinya negara baru atau berakhirnya suatu negara. Peta politik di Eropa berubah drastis setelah era Napoleon, tidak lagi berbasis aristrokat atau monarki mutlak tetapi berdasarkan kerakyatan. Era Napoleon telah menyebarkan benih bagi berdirinya negara Jerman dan Italia dengan bergabungnya negara-negara bagian kecil dan juga kerajaan.

Ide lain yang diadopsi dari Napoleon (walaupun dia sendiri gagal mewujudkannya) adalah harapannya untuk mewujudkan Eropa yang bersatu (ide ini digulirkan lagi setelah berakhirnya Perang Dunia II. Ide ini kini sudah diwujudkan dengan adanya mata uang tunggal Uni Eropa, Euro.

Warisan militer

Peperangan era Napoleon juga memberikan perubahan yang sangat besar di dunia militer. Sebelum era Napoleon, negara-negara di Eropa biasanya memiliki tentara dalam jumlah sedikit dan itupun banyak diisi oleh tentara bayaran - kadangkala mereka bertempur melawan negara asalnya sendiri. Inovasi militer yang timbul dalam era Napoleon yaitu mulai dikenalnya kekuatan rakyat yaitu jika seluruh rakyat ikut berperang.

Napoleon mempraktekkan inovasi-nya seperti yang dipertunjukkan pada pertempuran Austerlitz tahun 1805. Dengan taktik yang brilian untuk menghadapi musuh yang berjumlah lebih besar, ia memerintahkan pasukannya untuk senantiasa berpindah posisi secara cepat dari satu tempat ke tempat lainnya.

Tentara Perancis juga memperbaiki aturan main untuk divisi artileri mereka, menjadi kesatuan terpisah dan dapat bergerak cepat. Hal ini merubah tradisi sebelumnya, yaitu tradisi artileri hanya digunakan sebagai alat untuk mendukung suatu pasukan. Napoleon juga membuat standarisasi ukuran bola-bola meriam agar mudah dibawa dan bisa dipakai disemua jenis artileri.

Dengan populasi jiwa terbesar keempat didunia saat itu, yaitu sekitar 27 juta jiwa (seperti juga Inggris yang berjumlah 12 juta jiwa dan Rusia sekitar 30 sampai 40 juta jiwa), Napoleon dapat mengambil keuntungan dari diberlakukannya wajib militer. Banyak pengamat militer saat ini yang salah persepsi dengan menyatakan bahwa ide wajib militer ini sudah berkembang sejak revolusi Perancis bukan dari Napoleon. Memang tidak semua inovasi militer dari era Napoleon. Adalah Lazare Carnot yang memberi sumbangan besar dalam menata ulang tentara Perancis dari tahun 1793 sampai dengan tahun 1794.

Besarnya jumlah pasukan yang terlibat telah merubah dunia militer saat itu. Sebelum era Napoleon, pada saat perang 7 tahun (1756-1763), hanya sedikit yang terlibat, paling banyak 200 ribu orang saja. Bandingkan dengan Perancis pada tahun 1790-an, telah memperbanyak jumlah personel-nya menjadi 1,5 juta jiwa. Dan total sekitar 2,8 juta personel yang bertempur di daratan dan 150 ribu di laut, sehingga jumlah keseluruhan tentara yang terlibat menjadi hampir 3 juta personel.

Inggris memiliki 747.670 tentara antara tahun 1792 sampai dengan 1815. Ditambah lagi dengan seperempat juta personel di laut. Pada bulan September 1812, Rusia memiliki sekitar 904 ribu tentara yang terdaftar, dan antara tahun 1799 sampai dengan 1815 memiliki total 2,1 juta personel, kemungkinan sekitar 400 ribu bergabung antara tahun 1792 sampai dengan 1799. Sedangkan dilaut, Rusia memiliki 200 ribu tentara sejak tahun 1792 hingga 1815.

Austria memiliki 576 ribu tentara dan hanya sedikit atau tidak memiliki kekuatan dilautan. Mereka memberikan perlawanan terus-menerus kepada Perancis sehingga kemungkinan besar tentara yang terlibat bisa mencapai 1 juta sampai berakhirnya perang. Prusia hanya mempunyai 320 ribu tentara saja selama perang ini, sedangkan Spanyol sekitar 300 ribu ditambah beberapa unit pasukan yang bergerilya.

Amerika Serikat mengirim 286.730 personel, sedangkan konfederasi Maratha, Kesultanan Utsmaniyah, Italia, Napoli dan Duchy of Warsawa menyumbang lebih dari 100 ribu personel. Bahkan setelah perang berakhir, banyak negara-negara kecil yang memiliki pasukan berkekuatan besar juga.

Tetapi harap diperhatikan pula bahwa data jumlah tentara yang disebutkan tadi berasal dari sumber militer resmi dan sering pada kenyataannya jumlahnya jauh lebih sedikit dikarenakan banyaknya tentara yang desersi, penipuan oleh komandan lapangan yang menyetor daftar prajurit yang dilebih-lebihkan untuk mengambil keuntungan dari gaji yang diberikan pemerintah kepada unitnya, kematian, dan di beberapa negara bahkan terang-terangan berbohong untuk memenuhi jumlah tentara yang ditargetkan.

Bangkitnya Revolusi Industri sendiri pada tahap awal banyak dipengaruhi oleh besarnya jumlah pasukan militer. Karena hal ini menjadikan banyak pabrik yang harus memproduksi senjata dan peralatan militer lainnya dalam jumlah besar. Inggris merupakan produsen peralatan perang yang terbesar selama konflik ini, mereka mengirimkan sebagian besar senjata ini kepada sekutu-sekutunya (dan hanya memakainya sedikit). Sebaliknya Perancis yang juga menjadi produsen peralatan perang nomor dua terbesar, memproduksinya untuk memperlengkapi pasukannya sendiri dan juga sekutu-sekutunya.

Warisan untuk dunia militer lainnya adalah digunakannya semaphore oleh Perancis untuk saling berkomunikasi antara Menteri Perang, Carnot, dengan pasukan di perbatasan selama tahun 1790-an. Dan Perancis tetap mempergunakan sistem ini sampai peperangan era Napoleon berakhir. Dan perlu ditambahkan pula bahwa pada konflik inilah pertama kali Perancis menggunakan balon udara untuk memantau posisi musuh pada pertempuran Fleurus, 26 Juni 1794, juga digunakannya roket serta meriam yang telah disempurnakan.

Tanggal : 1803–1815
Lokasi : Eropa, Samudera Atlantik, Río de la Plata, Samudera Hindia
Hasil : Kemenangan pihak koalisi (hasil kongres di Wina, Austria)

Pihak yang terlibat

Pihak Austria

Austria


Portugal


Prusia


Rusia


Sisilia


Sardinia


Britania Raya


Spanyol


Swedia


Elektorat Hanover


Komandan :
Austria : Pangeran Karl, Adipati Teschen,Pangeran Karl Philipp dari Schwarzenberg,Karl Mack von Leiberich

Prusia : Gebhard Leberecht von Blucher,Adipati Karl Wilhelm Ferdinand dari Brunswick,Pangeran Friedrich Ludwig dari Hohenlohe-Ingelfingen

Rusia : Aleksandr I dari Rusia,Mikhail Illarionovich Kutuzov,Michael Andreas Barclay de Tolly

Swedia : Gustav IV Adolf dari Swedia,Pangeran Karl XIV Johan dari Swedia


Spanyol : [bPangeran Francisco Javier Castanos dari Bailen,Miguel de Alava


Britania Raya : Adipati Arthur Wellesley dari Wellington,Horatio Nelson


Pihak Kekaisaran Perancis

Perancis


Belanda


Italia


Kerajaan Napoli


Etrunia


Kadipaten Warsawa


Konfederasi Rhein:


--Bayern


--Sachsen


--Westphalia


--Wurttemberg


Denmark - Norwegia


Komandan
Perancis : # Napoleon Bonaparte,Joseph Bonaparte,Louis Nicolas Davout,Jean-de-Dieu Soult,Andre Massena,Michel Ney

Italia : Eugene Beauharnais

Kerajaan Napoli : Joachim Murat

kadipaten Warsawa : Jozef Poniatowski

Sachsen : Friedrich August I dan marsekal-marsekal lainnya (ada 26 orang dibawah pimpinan Napoleon, 1804 – 1814)


Total Jumlah Korban dari semua pihak : Sekitar 3.250.000 - 6.5 Juta Jiwa

#13 GenghisKhan

    BlueFame Typer

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 888 posts
Click to view battle stats

Posted 04 December 2008 - 03:48 PM

Perang Dunia I

Searah jarum jam dari atas: Parit di Front Barat; tank Mark IV Inggris melintasi parit; kapal perang Inggris HMS Irresistible tenggelam setelah terkena ranjau laut; kru senapan mesin Vickers yang menggunakan masker gas; dan pesawat dua sayap Sopwith Camel.

Perang Dunia I (juga dinamakan Perang Dunia Pertama, dan nama dalam bahasa Inggris lainnya: Great War, War of the Nations, dan "War to End All Wars" (Perang untuk Mengakhiri Semua Perang) adalah sebuah konflik dunia yang berlangsung dari 1914 hingga 1918.

Perang ini dimulai setelah Pangeran Ferdinand dari Austro-Hongaria (sekarang Austria) dibunuh anggota kelompok teroris Serbia, Gavrilo Princip di Sarajevo. Tidak pernah terjadi sebelumnya konflik sebesar ini, baik dari jumlah tentara yang dikerahkan dan dilibatkan, maupun jumlah korbannya. Senjata kimia digunakan untuk pertama kalinya, pemboman massal warga sipil dari udara dilakukan, dan banyak dari pembunuhan massal berskala besar pertama abad ini berlangsung saat perang ini. Empat dinasti, Habsburg, Romanov, Ottoman dan Hohenzollern, yang mempunyai akar kekuasaan hingga zaman Perang Salib, seluruhnya jatuh setelah perang.

Perang Dunia I menjadi saat pecahnya orde dunia lama, menandai berakhirnya monarki absolutisme di Eropa. Ia juga menjadi pemicu Revolusi Rusia, yang akan menginspirasi revolusi lainnya di negara lainnya seperti Tiongkok dan Kuba, dan akan menjadi basis bagi Perang Dingin antara Uni Soviet dan AS. Kekalahan Jerman dalam perang ini dan kegagalan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang masih menggantung yang telah menjadi sebab terjadinya Perang Dunia I akan menjadi dasar kebangkitan Nazi, dan dengan itu pecahnya Perang Dunia II pada 1939. Ia juga menjadi dasar bagi peperangan bentuk baru yang sangat bergantung kepada teknologi, dan akan melibatkan non-militer dalam perang seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Perang Dunia menjadi terkenal dengan peperangan parit perlindungannya, di mana sejumlah besar tentara dibatasi geraknya di parit-parit perlindungan dan hanya bisa bergerak sedikit karena pertahanan yang ketat. Ini terjadi khususnya terhadap Front Barat. Lebih dari 9 juta jiwa meninggal di medan perang, dan hampir sebanyak itu juga jumlah warga sipil yang meninggal akibat kekurangan makanan, kelaparan, pembunuhan massal, dan terlibat secara tak sengaja dalam suatu pertempuran.


Foto bewarna prajurit Perancis yang diabadikan dengan film bewarna yang dipatenkan oleh Lumière bersaudara.
Front

Front Timur
Front Timur adalah Front dimana Jerman berhadapan dengan Russia. Pada awalnya Jerman dapat mengalahkan Russia, meskipun Russia melancarkan Mobilisasi yang menyebabkan ekonomi Russia terbengkalai dan nantinya mencetus Revolusi Russia. Tapi karena musim dingin di Russia, dan tentara Jerman tidak dilengkapi pakaian musim dingin, akhirnya Russia menang

Korban

Sekutu: 5.497.600
* Belgia: 13.700
* Kekaisaran Britania: 908.000
o Australia: 60.000
o Kanada: 55.000
o India: 25.000
o Selandia Baru: 16.000
o Afrika Selatan: 7.000
o Inggris: 715.000
* Perancis: 1.354.000
* Yunani: 5.000
* Italia: 650.000
* Jepang: 300
* Rumania: 336.000
* Rusia: 1.700.000
* Serbia: 450.000
* AS: 50.600

Kekuatan As/Poros: 3.382.500
* Austria-Hungaria: 1.200.000
* Bulgaria: 87.500
* Jerman: 1.770.000
* Kerajaan Ottoman: 325.000

Warga sipil: 6.493.000
* Austria: 300.000
* Belgia: 30.000
* Inggris: 31.000
* Bulgaria: 275.000
* Perancis: 40.000
* Jerman: 760.000
* Yunani: 132.000
* Rumania: 275.000
* Rusia: 3.000.000
* Serbia: 655.000
* Kerajaan Ottoman: 1.005.000


Tanggal : 28 Juli 1914 – 11 November 1918
Lokasi : Eropa, Afrika, dan Timur Tengah
Hasil : Kemenangan sekutu. Akhir dari Kekaisaran Jerman, Kekaisaran Rusia, Kekaisaran Ottoman, dan Austria-Hungaria. Terbentuknya negara-negara baru di Eropa Timur.
Casus belli : Pembunuhan Archduke Franz Ferdinand (28 Juni), deklarasi perang Austria ke Serbia (28 Juli), dan mobilisasi Rusia terhadap Austria-Hungaria (29 Juli).

Pihak yang terlibat

Blok Sekutu :

Rusia


Perancis


Britania Raya


Kanada


Italia


Amerika Serikat


*Negara yang mengikuti Jejak Amerika Serikat :
1. Kerajaan Serbia
2. Kerajaan Rusia (sampai November 1917)
3. Perancis (termasuk pasukan dari negara koloni Perancis)
4. Kerajaan Inggris:
1. Negara Persemakmuran Inggris dan Irlandia
2. Australia
3. Kanada
4. Selandia Baru
5. Newfoundland
6. Afrika Selatan
7. Kerajaan India
8. Negara boneka dan koloni Inggris
5. Kerajaan Belgia (termasuk pasukan negara koloni Belgia)
6. Kerajaan Montenegro
7. Kekaisaran Jepang
8. Kerajaan Italia (April 1915 dan sesudahnya)
9. Portugal
10. Kerajaan Romania (Augutus 1916 dan sesudahnya)
11. Kerajaan Yunani (May 1917 dan sesudahnya)
12. Amerika Serikat (1917 dan sesudahnya)
13. San Marino
14. Andorra
15. Tiongkok
16. Brazil
17. Bolivia
18. Kosta Rika
19. Kuba
20. Guatemala
21. Haiti
22. Honduras
23. Ekuador
24. Nikaragua
25. Uruguay
26. Panama
27. Peru
28. Siam
29. Liberia
30. Republik Demokratik Armenia (1918)
31. Cekoslowakia (1918)

Komandan
Rusia : Nicholas II,Aleksei Brusilov
Perancis : Georges Clemenceau,Joseph Joffre,Ferdinand Foch
Britania Raya : Herbert Henry Asquith,Douglas Haig,John Jellicoe
Kanada : [b]Sir Arthur Currie,Julian Byng

Italia : Victor Emmanuel III,Luigi Cadorna,Armando Diaz
Amerika Serikat : Woodrow Wilson,John Pershing


Blok Sentral:

Austria-Hungaria


Jerman


Kekaisaran Ottoman


Bulgaria


Komandan
Austria-Hungaria : Franz Josef I,Conrad von Hötzendorf
Jerman : Wilhelm II,Erich von Falkenhayn,Paul von Hindenburg,Reinhard Scheer
Kekaisaran Ottoman : Mehmed V,İsmail Enver
Bulgaria : Ferdinand I

#14 Anserk8

    BlueFame Flooder

  • Members
  • PipPipPipPipPipPip
  • 1,842 posts
Click to view battle stats

Posted 04 December 2008 - 04:38 PM

gokil bro thx berat bro, g baca ini sampe 1 jam an. zzzzzzzzzz di tunggu perang2 yg lain bro HeHe.gif

#15 GenghisKhan

    BlueFame Typer

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 888 posts
Click to view battle stats

Posted 04 December 2008 - 05:17 PM

Perang Asia dan Pasifik
Perang Sino-Jepang
Konflik perang mulai di Asia beberapa tahun sesudah pertikaian di Eropa. Jepang telah menginvasi Cina pada tahun 1931, jauh sebelum Perang Dunia II dimulai di Eropa. Pada 1 Maret, Jepang menunjuk Henry Pu Yi menjadi kaisar di Manchukuo, negara boneka bentukan Jepang di Manchuria. Pada 1937, perang telah dimulai ketika Jepang mengambil alih Manchuria.

Roosevelt menandatangani sebuah perintah eksekutif yang tidak diterbitkan (rahasia) pada Mei 1940 mengijinkan personel militer AS untuk mundur dari tugas, sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam operasi terselubung di Cina sebagai "American Volunteer Group" (AVG), juga dikenal sebagai Harimau Terbang Chennault. Selama periode tujuh bulan, kelompok Harimau Terbang berhasil menghancurkan sekitar 600 pesawat Jepang, menenggelamkan sejumlah kapal Jepang, dan menghentikan invasi Jepang terhadap Burma. Dengan adanya tindakan Amerika Serikat dan negara lainnya yang memotong ekspor ke Jepang, maka Jepang merencanakan serangan terhadap Pearl Harbor pada 7 Desember 1941 tanpa peringatan deklarasi perang; sehingga mengakibatkan kerusakan parah pada Armada Pasifik Amerika. Hari berikutnya, pasukan Jepang tiba di Hong Kong, yang kemudian menyebabkan menyerahnya pasukan Inggris pada Hari Natal di bulan itu.

Perang Sino-Jepang Kedua

Peta kekuasaan Jepang tahun 1940.

Perang Sino-Jepang Kedua (7 Juli 1937 sampai 9 September 1945) adalah perang besar antara China dan Jepang, sebelum dan selama Perang Dunia II. Perang ini adalah perang Asia terbesar pada abad ke-20. [2]

Walaupun kedua negara telah sebentar-sebentar berperang sejak tahun 1931, perang berskala besar baru dimulai sejak tahun 1937 dan berakhir dengan menyerahnya Jepang pada tahun 1945. Perang ini merupakan akibat dari kebijakan imperialis Jepang yang sudah berlangsung selama beberapa dekade. Jepang bermaksud mendominasi China secara politis dan militer untuk menjaga cadangan bahan baku dan sumber daya alam yang sangat banyak dimiliki China. Pada saat yang bersamaan, kebangkitan nasionalisme China dan kebulatan tekad membuat perlawanan tidak bisa dihindari. Sebelum tahun 1937, kedua pihak sudah bertempur dalam insiden-insiden kecil dan lokal untuk menghindari perang secara terbuka. Invasi Manchuria oleh Jepang pada tahun 1931 dikenal dengan nama Insiden Mukden. Bagian akhir dari penyerangan ini adalah Insiden Jembatan Marco Polo tahun 1937 yang menandai awal perang besar-besaran antara kedua negara.

Sejak tahun 1937 sampai 1941, China berperang sendiri melawan Jepang. Setelah peristiwa penyerangan terhadap Pearl Harbor terjadi, Perang Sino-Jepang Kedua pun bergabung dengan konflik yang lebih besar, Perang Dunia II.

Tatanama
Dalam bahasa China, perang ini dikenal sebagai Perang Perlawanan terhadap Jepang, dan juga dikenal sebagai Perang Perlawanan Delapan Tahun , atau lebih singkat Perang Perlawanan.

Di Jepang, Perang Jepang-China (Nicchū Sensō?) lebih banyak digunakan karena netralitasnya.

Kata insiden (jihen) digunakan oleh Jepang karena tidak ada negara yang mendeklarasikan perang satu sama lain. Jepang berusaha menghindari campur tangan dari negara lain seperti Inggris dan Amerika Serikat, yang merupakan pengekspor utama besi untuk Jepang. Presiden Amerika Serikat, Roosevelt akan menjatuhkan embargo berdasarkan serangkaian undang-undang yang disebut Akta Netralitas jika pertempuran tersebut disebut perang.

Dalam propaganda Jepang, penyerbuan terhadap China merupakan perang suci (seisen), langkah pertama dari slogan Hakko ichiu (delapan sudut dunia di bawah satu atap). Pada tahun 1940, perdana menteri Konoe membentuk Liga Anggota Parlemen yang Percaya Tujuan Perang Suci. Ketika kedua belah pihak secara resmi mendeklarasikan perang pada Desember 1941, namanya diubah menjadi Perang Asia Timur Raya (Daitōa Sensō).

Pada waktu itu, pemerintah Jepang masih menggunakan istilah "Insiden Shina" dalam dokumen resmi. Berdasarkan alasan penggunaan kata "Shina" dianggap menghina oleh China, media Jepang sering menggantinya dengan istilah-istilah lain yang juga pernah digunakan media tahun 1930-an, seperti: Insiden Jepang-China [Nikka Jihen],[Nisshi Jihen].

Latar belakang

Chiang Kai-shek mengumumkan kebijakan KMT dalam perlawanan terhadap Jepang di Lushan pada 10 Juli 1937, tiga hari setelah pertempuran Jembatan Lugou.

Pada tahun 1915, Jepang mengeluarkan Dua Puluh Satu Tuntutan terhadap China untuk menambah kepentingan dalam bidang politik dan perdagangan dengan China. Setelah Perang Dunia I, Jepang merebut kekuasaan daerah Shandong dari Jerman. China di bawah pemerintahan Beiyang tetap terpecah-belah dan tidak mampu untuk melawan serbuan asing sampai Ekspedisi Utara tahun 1926-1928, yang dilancarkan oleh Kuomintang (KMT, atau Partai Nasionalis China), pemerintahan saingan yang berpusat di Guangzhou. Ekspedisi Utara meluas ke seluruh China hingga akhirnya terhenti di Shandong. Pemimpin militer Beiyang, Zhang Zongchang yang didukung Jepang berusaha menghentikan gerak maju Pasukan Kuomintang dalam menyatukan China. Situasi ini mencapai puncaknya ketika pasukan Kuomintang dan Jepang terlibat dalam pertempuran yang disebut Insiden Jinan tahun 1928. Pada tahun yang sama, pemimpin militer Manchuria, Zhang Zuolin juga dibunuh karena ia tidak lagi mau bekerjasama dengan Jepang. Setelah insiden-insiden ini, pemerintah Kuomintang di bawah pimpinan Chiang Kai-shek akhirnya berhasil menyatukan China pada tahun 1928.
Walaupun demikian, sejumlah pertempuran antara China dan Jepang terus berlanjut karena meningkatnya nasionalisme China, dan untuk memenuhi salah satu tujuan dari Tiga Prinsip Rakyat, yaitu untuk mengeluarkan China dari imperialisme asing. Bagaimanapun, Ekspedisi Utara hanya mampu menyatukan China secara nama saja, dan perang saudara pecah di antara para mantan pemimpin militer dan faksi saingan, Kuomintang. Sebagai tambahan lagi, para komunis China memberontak terhadap pemerintah pusat setelah melakukan pembersihan terhadap anggotanya. Karena situasi-situasi demikian, pemerintahan pusat China mengalihkan banyak perhatian pada perang-perang saudara dan mengikuti kebijakan "pendamaian internal didahulukan sebelum melawan pihak asing". Situasi ini memberikan kesempatan yang mudah bagi Jepang untuk melanjutkan agresinya. Pada tahun 1931, Jepang menginvasi Manchuria segera setelah Insiden Mukden. Setelah bertempur selama lima bulan, pada tahun 1932, negara boneka Manchukuo dibentuk dengan raja terakhir China, Puyi, diangkat sebagai kepala negara. Tidak bisa menantang Jepang secara langsung, China meminta bantuan kepada Liga Bangsa. Investigasi liga ini menerbitkan Laporan Lytton, yang mengutuk Jepang karena telah menyerang Manchuria, dan mengakibatkan Jepang mengundurkan diri dari Liga Bangsa. Sejak akhir tahun 1920-an dan selama tahun 1930-an, ketenangan adalah dasar dari komunitas internasional dan tidak ada satu negara pun yang ingin menunjukkan pendirian secara aktif, melainkan hanya mengeluarkan kecaman-kecaman kecil. Jepang menganggap Manchuria sebagai sebuah sumber bahan baku yang tidak terbatas dan juga sebagai sebuah negara penyangga terhadap ancaman Uni Soviet.


Tentara Jepang memasuki Shenyang selama Insiden Mukden.

Konflik yang terjadi menyusul Insiden Mukden tidak terhenti. Pada tahun 1932, tentara China dan Jepang bertempur dalam sebuah pertempuran singkat pada Insiden 28 Januari di Shanghai. Pertempuran ini menghasilkan demiliterisasi Shanghai, yang melarang China untuk menempatkan tentara di kota mereka sendiri. Di Manchukuo, terdapat sebuah kampanye yang sedang berlangsung untuk mengalahkan tentara sukarelawan yang bangkit karena kekecewaan terhadap kebijakan yang tidak menentang Jepang. Pada tahun 1933, Jepang menyerang wilayah Tembok Besar, dan setelah itu, Gencatan Senjata Tanggu ditandatangani, yang memberi Jepang kendali atas provinsi Rehe dan sebuah zona demiliterisasi antara Tembok Besar dan wilayah Beiping-Tianjin. Jepang bertujuan untuk membuat wilayah penyangga yang lain, kali ini antara Manchukuo dan pemerintah Nasionalis China yang saat itu beribukota di Nanjing.

Selain itu, Jepang semakin memperalat konflik internal antara faksi-faksi China untuk mengurangi kekuatan mereka satu demi satu. Hal ini disebabkan karena fakta bahwa beberapa tahun setelah Ekspedisi Utara, kekuatan politik pemerintah Nasionalis hanya meluas di sekitar Delta Sungai Panjang (Yangtze), dan wilayah lain China yang memang berada dalam kekuatan regional. Jepang sering membeli atau membuat hubungan khusus dengan kekuatan-kekuatan regional ini untuk merusak usaha pemerintah Nasionalis pusat untuk menyatukan China. Untuk itu, Jepang mencari berbagai pengkhianat China untuk bekerjasama dan membantu mereka memimpin beberapa pemerintahan otonomi yang bersahabat dengan Jepang. Kebijakan ini disebut Pengkhususan China Utara (Hanzi: Pinyin: húaběitèshūhùa), atau yang lebih sering diketahui sebagai Gerakan Otonomi China Utara. Provinsi bagian utara yang terlibat dalam kebijakan ini adalah Chahar, Suiyuan, Hebei, Shanxi, dan Shandong.

Pada tahun 1935, di bawah tekanan Jepang, China menandatangani Perjanjian He-Umezu, yang melarang KMT untuk menjalankan kegiatan partainya di Hebei dan secara langsung mengakhiri kekuasaan China atas China Utara. Pada tahun yang sama, Perjanjian Chin-Doihara ditandatangani dan mengakibatkan KMT disingkirkan dari Chahar. Dengan demikian, pada akhir 1935, pemerintahan pusat China telah disingkirkan dari China Utara. Sebagai gantinya, Majelis Otonomi Hebei Timur dan Majelis Politik Hebei-Chahar dibentuk oleh Jepang.

Tokoh besar

China: Nasionalis
* Bai Chongxi
* Chen Cheng
* Chiang Kai-Shek
* Du Yuming
* Fang Xianjue
* Feng Yuxiang
* Gu Zhutong
* He Yingqin
* H. H. Kung
* Hu Kexian
* Hu Zongnan
* Li Zongren
* Long Yun
* Ma Zhanshan
* Song Zheyuan
* Soong May-ling
* T. V. Soong
* Sun Lianzhong
* Sun Liren
* Tang Enbai
* Tang Shengzhi
* Wang Jingwei
* Wei Lihuang
* Xue Yue
* Yan Xishan
* Xie Jinyuan
* Ye Ting
* Zhang Fakui
* Zhang Zhizhong
* Zhang Zizhong
* Zhu Shaoliang


China: Komunis
* Chen Yi
* Deng Xiaoping
* He Long
* Lin Biao
* Liu Bocheng
* Liu Shaoqi
* Luo Ronghuan
* Mao Zedong
* Nie Rongzhen
* Peng Dehuai
* Su Yu
* Xu Xiangqian
* Ye Jianying
* Zhang Aiping
* Zhou Enlai
* Zhu De


Jepang: Tentara Kekaisaran Jepang

* Kaisar Shōwa Hirohito
* Abe Nobuyuki
* Anami Korechika
* Pangeran Asaka Yasuhiko
* Pangeran Chichibu Yasuhito
* Doihara Kenji
* Pangeran Fushimi Hiroyasu
* Hashimoto Kingoro
* Hata Shunroku
* Pangeran Higashikuni Naruhiko
* Honma Masaharu
* Ishii Shiro
* Isogai Rensuke
* Itagaki Seishiro
* Pangeran Kan'in Kotohito
* Konoe Fumimaro (Kyūjitai:Shinjitai
* Kanji Ishiwara
* Koiso Kuniaki
* Matsui Iwane
* Mutaguchi Renya
* Nakajima Kesago
* Nishio Toshizo
* Okamura Yasuji
* Sakai Takashi
* Sugiyama Hajime
* Pangeran Takeda Tsuneyoshi
* Terauchi Hisaichi
* Tojo Hideki (Kyūjitai:Shinjitai)
* Umezu Yoshijiro
* Yamaguchi Tamon
* Yamashita Tomoyuki


Pemerintahan boneka

Manchukuo
* Puyi

Mengjiang
* Demchugdongrub

Dewan Otonomi Hebei Timur
* Yin Ju-keng

Pemerintah Provisional Republik China
* Wang Kemin

Pemerintah Nasionalis Nanjing
* Chen Gongbo
* Wang Jingwei
* Zhou Fohai


Personel asing kubu China
* Alexander von Falkenhausen
* Joseph Stilwell
* Albert Coady Wedemeyer
* Claire Chennault
* Agnes Smedley
* Edgar Snow
* Norman Bethune
* John Rabe
* Jakob Rosenfeld
* Morris Abraham "Two-Gun" Cohen
* James Gareth Endicott
* Dwarkanath Kotnis


Tanggal : 7 Juli 1937 – 9 September 1945 (perseteruan kecil dimulai sejak 1931)
Lokasi : China
Hasil : China menang;Jepang menyerah tanpa syarat.
Casus belli : Insiden Jembatan Marco Polo.
Perubahan wilayah :Pengembalian Manchuria, Taiwan, dan Kepulauan Pescadores kepada China

Pihak yang terlibat

China


Komandan China
Chiang Kai-shek,
Chen Cheng,
Yan Xishan,
Feng Yuxiang,
Li Zongren,
Xue Yue,
Bai Chongxi,
Mao Zedong,
Peng Dehuai

Kekuatan
tentara China : 5.600.000 orang

Jumlah Korban :
3.800.000 militer,
17.530.000 penduduk sipil

Jepang


Komandan Jepang
Hirohito,
Hideki Tojo,
Kotohito Kan'in,
Matsui Iwane,
Hajime Sugiyama,
Shunroku Hata,
Toshizo Nishio,
Yasuji Okamura,
Umezu Yoshijiro,
Fumimaro Konoe

Kekuatan
Tentara Jepang : 4.100.000 (termasuk 900.000 kaki tangan) orang

Jumlah Korban :
1.900.000 militer

#16 GenghisKhan

    BlueFame Typer

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 888 posts
Click to view battle stats

Posted 05 December 2008 - 12:38 PM

Maap kalo repost tp ini lengkap ^^V


Perang Dunia II

Pasukan Amerika Serikat melakukan invasi di Pantai Omaha.
Perang Dunia II, secara resmi mulai berkecamuk pada tanggal 1 September 1939 sampai tanggal 14 Agustus 1945. Meskipun demikian ada yang berpendapat bahwa perang sebenarnya sudah dimulai lebih awal, yaitu pada tanggal 1 Maret 1937 ketika Jepang menduduki Manchuria. Sampai saat ini, perang ini adalah perang yang paling dahsyat pernah terjadi di muka bumi. Kurang lebih 50.000.000 (lima puluh juta) orang tewas dalam konflik ini.

Umumnya dapat dikatakan bahwa peperangan dimulai pada saat pendudukan Jerman di Polandia pada tanggal 1 September 1939, dan berakhir pada tanggal 14 atau 15 Agustus 1945 pada saat Jepang menyerah kepada tentara Amerika Serikat.

Perang Dunia II berkecamuk di tiga benua tua; yaitu Afrika, Asia dan Eropa. Berikut ialah data pertempuran-pertempuran dan peristiwa penting di setiap benua.

Asia dan Pasifik

1937: Perang Sino-Jepang
Konflik perang mulai di Asia beberapa tahun sesudah pertikaian di Eropa. Jepang telah menginvasi Cina pada tahun 1931, jauh sebelum Perang Dunia II dimulai di Eropa. Pada 1 Maret, Jepang menunjuk Henry Pu Yi menjadi kaisar di Manchukuo, negara boneka bentukan Jepang di Manchuria. Pada 1937, perang telah dimulai ketika Jepang mengambil alih Manchuria.

Roosevelt menandatangani sebuah perintah eksekutif yang tidak diterbitkan (rahasia) pada Mei 1940 mengijinkan personel militer AS untuk mundur dari tugas, sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam operasi terselubung di Cina sebagai "American Volunteer Group" (AVG), juga dikenal sebagai Harimau Terbang Chennault. Selama periode tujuh bulan, kelompok Harimau Terbang berhasil menghancurkan sekitar 600 pesawat Jepang, menenggelamkan sejumlah kapal Jepang, dan menghentikan invasi Jepang terhadap Burma. Dengan adanya tindakan Amerika Serikat dan negara lainnya yang memotong ekspor ke Jepang, maka Jepang merencanakan serangan terhadap Pearl Harbor pada 7 Desember 1941 tanpa peringatan deklarasi perang; sehingga mengakibatkan kerusakan parah pada Armada Pasifik Amerika. Hari berikutnya, pasukan Jepang tiba di Hong Kong, yang kemudian menyebabkan menyerahnya pasukan Inggris pada Hari Natal di bulan itu.

Perang Sino-Jepang Kedua

Peta kekuasaan Jepang tahun 1940 (bagian dari perang dunia ke-II).

Perang Sino-Jepang Kedua (7 Juli 1937 sampai 9 September 1945) adalah perang besar antara China dan Jepang, sebelum dan selama Perang Dunia II. Perang ini adalah perang Asia terbesar pada abad ke-20.

Walaupun kedua negara telah sebentar-sebentar berperang sejak tahun 1931, perang berskala besar baru dimulai sejak tahun 1937 dan berakhir dengan menyerahnya Jepang pada tahun 1945. Perang ini merupakan akibat dari kebijakan imperialis Jepang yang sudah berlangsung selama beberapa dekade. Jepang bermaksud mendominasi China secara politis dan militer untuk menjaga cadangan bahan baku dan sumber daya alam yang sangat banyak dimiliki China. Pada saat yang bersamaan, kebangkitan nasionalisme China dan kebulatan tekad membuat perlawanan tidak bisa dihindari. Sebelum tahun 1937, kedua pihak sudah bertempur dalam insiden-insiden kecil dan lokal untuk menghindari perang secara terbuka. Invasi Manchuria oleh Jepang pada tahun 1931 dikenal dengan nama Insiden Mukden. Bagian akhir dari penyerangan ini adalah Insiden Jembatan Marco Polo tahun 1937 yang menandai awal perang besar-besaran antara kedua negara.

Sejak tahun 1937 sampai 1941, China berperang sendiri melawan Jepang. Setelah peristiwa penyerangan terhadap Pearl Harbor terjadi, Perang Sino-Jepang Kedua pun bergabung dengan konflik yang lebih besar, Perang Dunia II.

Tatanama
Dalam bahasa China, perang ini dikenal sebagai Perang Perlawanan terhadap Jepang, dan juga dikenal sebagai Perang Perlawanan Delapan Tahun , atau lebih singkat Perang Perlawanan.

Di Jepang, Perang Jepang-China (Nicchū Sensō?) lebih banyak digunakan karena netralitasnya.

Kata insiden (jihen) digunakan oleh Jepang karena tidak ada negara yang mendeklarasikan perang satu sama lain. Jepang berusaha menghindari campur tangan dari negara lain seperti Inggris dan Amerika Serikat, yang merupakan pengekspor utama besi untuk Jepang. Presiden Amerika Serikat, Roosevelt akan menjatuhkan embargo berdasarkan serangkaian undang-undang yang disebut Akta Netralitas jika pertempuran tersebut disebut perang.

Dalam propaganda Jepang, penyerbuan terhadap China merupakan perang suci (seisen), langkah pertama dari slogan Hakko ichiu (delapan sudut dunia di bawah satu atap). Pada tahun 1940, perdana menteri Konoe membentuk Liga Anggota Parlemen yang Percaya Tujuan Perang Suci. Ketika kedua belah pihak secara resmi mendeklarasikan perang pada Desember 1941, namanya diubah menjadi Perang Asia Timur Raya (Daitōa Sensō).

Pada waktu itu, pemerintah Jepang masih menggunakan istilah "Insiden Shina" dalam dokumen resmi. Berdasarkan alasan penggunaan kata "Shina" dianggap menghina oleh China, media Jepang sering menggantinya dengan istilah-istilah lain yang juga pernah digunakan media tahun 1930-an, seperti: Insiden Jepang-China [Nikka Jihen],[Nisshi Jihen].

Latar belakang

Chiang Kai-shek mengumumkan kebijakan KMT dalam perlawanan terhadap Jepang di Lushan pada 10 Juli 1937, tiga hari setelah pertempuran Jembatan Lugou (bagian dari Perang dunia ke-II)

Pada tahun 1915, Jepang mengeluarkan Dua Puluh Satu Tuntutan terhadap China untuk menambah kepentingan dalam bidang politik dan perdagangan dengan China. Setelah Perang Dunia I, Jepang merebut kekuasaan daerah Shandong dari Jerman. China di bawah pemerintahan Beiyang tetap terpecah-belah dan tidak mampu untuk melawan serbuan asing sampai Ekspedisi Utara tahun 1926-1928, yang dilancarkan oleh Kuomintang (KMT, atau Partai Nasionalis China), pemerintahan saingan yang berpusat di Guangzhou. Ekspedisi Utara meluas ke seluruh China hingga akhirnya terhenti di Shandong. Pemimpin militer Beiyang, Zhang Zongchang yang didukung Jepang berusaha menghentikan gerak maju Pasukan Kuomintang dalam menyatukan China. Situasi ini mencapai puncaknya ketika pasukan Kuomintang dan Jepang terlibat dalam pertempuran yang disebut Insiden Jinan tahun 1928. Pada tahun yang sama, pemimpin militer Manchuria, Zhang Zuolin juga dibunuh karena ia tidak lagi mau bekerjasama dengan Jepang. Setelah insiden-insiden ini, pemerintah Kuomintang di bawah pimpinan Chiang Kai-shek akhirnya berhasil menyatukan China pada tahun 1928.
Walaupun demikian, sejumlah pertempuran antara China dan Jepang terus berlanjut karena meningkatnya nasionalisme China, dan untuk memenuhi salah satu tujuan dari Tiga Prinsip Rakyat, yaitu untuk mengeluarkan China dari imperialisme asing. Bagaimanapun, Ekspedisi Utara hanya mampu menyatukan China secara nama saja, dan perang saudara pecah di antara para mantan pemimpin militer dan faksi saingan, Kuomintang. Sebagai tambahan lagi, para komunis China memberontak terhadap pemerintah pusat setelah melakukan pembersihan terhadap anggotanya. Karena situasi-situasi demikian, pemerintahan pusat China mengalihkan banyak perhatian pada perang-perang saudara dan mengikuti kebijakan "pendamaian internal didahulukan sebelum melawan pihak asing". Situasi ini memberikan kesempatan yang mudah bagi Jepang untuk melanjutkan agresinya. Pada tahun 1931, Jepang menginvasi Manchuria segera setelah Insiden Mukden. Setelah bertempur selama lima bulan, pada tahun 1932, negara boneka Manchukuo dibentuk dengan raja terakhir China, Puyi, diangkat sebagai kepala negara. Tidak bisa menantang Jepang secara langsung, China meminta bantuan kepada Liga Bangsa. Investigasi liga ini menerbitkan Laporan Lytton, yang mengutuk Jepang karena telah menyerang Manchuria, dan mengakibatkan Jepang mengundurkan diri dari Liga Bangsa. Sejak akhir tahun 1920-an dan selama tahun 1930-an, ketenangan adalah dasar dari komunitas internasional dan tidak ada satu negara pun yang ingin menunjukkan pendirian secara aktif, melainkan hanya mengeluarkan kecaman-kecaman kecil. Jepang menganggap Manchuria sebagai sebuah sumber bahan baku yang tidak terbatas dan juga sebagai sebuah negara penyangga terhadap ancaman Uni Soviet.


Tentara Jepang memasuki Shenyang selama Insiden Mukden.

Konflik yang terjadi menyusul Insiden Mukden tidak terhenti. Pada tahun 1932, tentara China dan Jepang bertempur dalam sebuah pertempuran singkat pada Insiden 28 Januari di Shanghai. Pertempuran ini menghasilkan demiliterisasi Shanghai, yang melarang China untuk menempatkan tentara di kota mereka sendiri. Di Manchukuo, terdapat sebuah kampanye yang sedang berlangsung untuk mengalahkan tentara sukarelawan yang bangkit karena kekecewaan terhadap kebijakan yang tidak menentang Jepang. Pada tahun 1933, Jepang menyerang wilayah Tembok Besar, dan setelah itu, Gencatan Senjata Tanggu ditandatangani, yang memberi Jepang kendali atas provinsi Rehe dan sebuah zona demiliterisasi antara Tembok Besar dan wilayah Beiping-Tianjin. Jepang bertujuan untuk membuat wilayah penyangga yang lain, kali ini antara Manchukuo dan pemerintah Nasionalis China yang saat itu beribukota di Nanjing.

Selain itu, Jepang semakin memperalat konflik internal antara faksi-faksi China untuk mengurangi kekuatan mereka satu demi satu. Hal ini disebabkan karena fakta bahwa beberapa tahun setelah Ekspedisi Utara, kekuatan politik pemerintah Nasionalis hanya meluas di sekitar Delta Sungai Panjang (Yangtze), dan wilayah lain China yang memang berada dalam kekuatan regional. Jepang sering membeli atau membuat hubungan khusus dengan kekuatan-kekuatan regional ini untuk merusak usaha pemerintah Nasionalis pusat untuk menyatukan China. Untuk itu, Jepang mencari berbagai pengkhianat China untuk bekerjasama dan membantu mereka memimpin beberapa pemerintahan otonomi yang bersahabat dengan Jepang. Kebijakan ini disebut Pengkhususan China Utara (Hanzi: Pinyin: húaběitèshūhùa), atau yang lebih sering diketahui sebagai Gerakan Otonomi China Utara. Provinsi bagian utara yang terlibat dalam kebijakan ini adalah Chahar, Suiyuan, Hebei, Shanxi, dan Shandong.

Pada tahun 1935, di bawah tekanan Jepang, China menandatangani Perjanjian He-Umezu, yang melarang KMT untuk menjalankan kegiatan partainya di Hebei dan secara langsung mengakhiri kekuasaan China atas China Utara. Pada tahun yang sama, Perjanjian Chin-Doihara ditandatangani dan mengakibatkan KMT disingkirkan dari Chahar. Dengan demikian, pada akhir 1935, pemerintahan pusat China telah disingkirkan dari China Utara. Sebagai gantinya, Majelis Otonomi Hebei Timur dan Majelis Politik Hebei-Chahar dibentuk oleh Jepang.

Tokoh besar

China: Nasionalis
* Bai Chongxi
* Chen Cheng
* Chiang Kai-Shek
* Du Yuming
* Fang Xianjue
* Feng Yuxiang
* Gu Zhutong
* He Yingqin
* H. H. Kung
* Hu Kexian
* Hu Zongnan
* Li Zongren
* Long Yun
* Ma Zhanshan
* Song Zheyuan
* Soong May-ling
* T. V. Soong
* Sun Lianzhong
* Sun Liren
* Tang Enbai
* Tang Shengzhi
* Wang Jingwei
* Wei Lihuang
* Xue Yue
* Yan Xishan
* Xie Jinyuan
* Ye Ting
* Zhang Fakui
* Zhang Zhizhong
* Zhang Zizhong
* Zhu Shaoliang


China: Komunis
* Chen Yi
* Deng Xiaoping
* He Long
* Lin Biao
* Liu Bocheng
* Liu Shaoqi
* Luo Ronghuan
* Mao Zedong
* Nie Rongzhen
* Peng Dehuai
* Su Yu
* Xu Xiangqian
* Ye Jianying
* Zhang Aiping
* Zhou Enlai
* Zhu De


Jepang: Tentara Kekaisaran Jepang

* Kaisar Shōwa Hirohito
* Abe Nobuyuki
* Anami Korechika
* Pangeran Asaka Yasuhiko
* Pangeran Chichibu Yasuhito
* Doihara Kenji
* Pangeran Fushimi Hiroyasu
* Hashimoto Kingoro
* Hata Shunroku
* Pangeran Higashikuni Naruhiko
* Honma Masaharu
* Ishii Shiro
* Isogai Rensuke
* Itagaki Seishiro
* Pangeran Kan'in Kotohito
* Konoe Fumimaro (Kyūjitai:Shinjitai
* Kanji Ishiwara
* Koiso Kuniaki
* Matsui Iwane
* Mutaguchi Renya
* Nakajima Kesago
* Nishio Toshizo
* Okamura Yasuji
* Sakai Takashi
* Sugiyama Hajime
* Pangeran Takeda Tsuneyoshi
* Terauchi Hisaichi
* Tojo Hideki (Kyūjitai:Shinjitai)
* Umezu Yoshijiro
* Yamaguchi Tamon
* Yamashita Tomoyuki


Pemerintahan boneka

Manchukuo
* Puyi

Mengjiang
* Demchugdongrub

Dewan Otonomi Hebei Timur
* Yin Ju-keng

Pemerintah Provisional Republik China
* Wang Kemin

Pemerintah Nasionalis Nanjing
* Chen Gongbo
* Wang Jingwei
* Zhou Fohai


Personel asing kubu China
* Alexander von Falkenhausen
* Joseph Stilwell
* Albert Coady Wedemeyer
* Claire Chennault
* Agnes Smedley
* Edgar Snow
* Norman Bethune
* John Rabe
* Jakob Rosenfeld
* Morris Abraham "Two-Gun" Cohen
* James Gareth Endicott
* Dwarkanath Kotnis


Tanggal : 7 Juli 1937 – 9 September 1945 (perseteruan kecil dimulai sejak 1931)
Lokasi : China
Hasil : China menang;Jepang menyerah tanpa syarat.
Casus belli : Insiden Jembatan Marco Polo.
Perubahan wilayah :Pengembalian Manchuria, Taiwan, dan Kepulauan Pescadores kepada China

Pihak yang terlibat

China


Komandan China
Chiang Kai-shek,
Chen Cheng,
Yan Xishan,
Feng Yuxiang,
Li Zongren,
Xue Yue,
Bai Chongxi,
Mao Zedong,
Peng Dehuai

Kekuatan
tentara China : 5.600.000 orang

Jumlah Korban :
3.800.000 militer,
17.530.000 penduduk sipil

Jepang


Komandan Jepang
Hirohito,
Hideki Tojo,
Kotohito Kan'in,
Matsui Iwane,
Hajime Sugiyama,
Shunroku Hata,
Toshizo Nishio,
Yasuji Okamura,
Umezu Yoshijiro,
Fumimaro Konoe

Kekuatan
Tentara Jepang : 4.100.000 (termasuk 900.000 kaki tangan) orang

Jumlah Korban :
1.900.000 militer

Perang Pasifik

Pesawat Amerika Serikat terbang diatas kapal perang Jepang, Mikuma, yang terbakar (bagian dari perang dunia ke-II)
Perang Pasifik, yang dikenal di Jepang dengan nama Perang Asia Timur Raya dan di Tiongkok sebagai Perang Perlawanan Terhadap Agresi Jepang) (kang-Ri zhanzheng), terjadi di Samudra Pasifik, pulau-pulaunya, dan di Asia. Konflik ini terjadi antara tahun 1937 dan 1945, namun peristiwa-peristiwa yang lebih penting terjadi setelah 7 Desember 1941, ketika Jepang menyerang Amerika Serikat serta wilayah-wilayah yang dikuasai Britania Raya dan banyak negara lainnya.

Perang ini dimulai lebih awal dari Perang Dunia II yaitu pada tanggal 8 Juli 1937 oleh sebuah insiden yang disebut Insiden Jembatan Marco Polo Peristiwa tersebut menyulut peperangan antara Tiongkok dengan Jepang.Konflik antara Jepang dan Tiongkok dan beberapa dari peristiwa dan serangannya yang penting juga merupakan bagian dari perang tersebut. Perang ini terjadi antara Jepang dan pihak Sekutu (yang termasuk Tiongkok, Amerika Serikat, Britania Raya, Filipina, Australia, Belanda dan Selandia Baru). Uni Soviet berhasil memukul mundur Jepang pada 1939, dan tetap netral hingga 1945, saat ia memainkan pernanan penting di pihak Sekutu pada masa-masa akhir perang.

Thailand, setelah dijajah pada 1941, dipaksa bergabung dengan pihak Jepang. Jerman Nazi dan Italia juga adalah sekutu Jepang, dan angkatan laut mereka beroperasi di Samudra Pasifik dan Hindia antara tahun 1940 dan 1945.

Antara tahun 1942 dan 1945, terdapat empat wilayah otorita Sekutu yang berperang melawan Jepang: Tiongkok, wilayah Samudra Pasifik, Asia Tenggara dan wilayah Pasifik Barat Daya.

Perang Pasifik berakhir pada 15 Agustus 1945 dan perjanjian menyerahnya Jepang ditandatangani oleh wakil dari sekutu yaitu Jendral Douglas McArthur dan Jepang diwakili oleh Mamoru Shigemitsu diatas kapal USS Missouri

Akibat Perang Pasifik
Berikut ini adalah beberapa akibat dari Perang yang terjadi antara tahun 1937 sampai 1945 ini:
* Kekalahan Jepang membuatnya kehilangan wilayah jajahannya seperti Manchuria, Korea, Asia Tenggara dan daerah mandat di kepulauan Pasifik yang diberikan pada akhir Perang Dunia I.
* Beberapa negara yang sebelumnya dijajah oleh negara-negara Eropa berhasil memperoleh kemerdekaan seperti Indonesia.
* Kaisar Jepang kehilangan statusnya sebagai dewa. Amerika Serikat sebagai pemenang perang di Pasifik tidak ingin mengadili Hirohito, kaisar Jepang saat itu. Amerika Serikat membutuhkan daerah penyangga (buffer) untuk menahan arus pengaruh komunisme karena Rusia sudah mencapai kawasan timur Asia.
* Jepang tidak diperbolehkan mempunyai angkatan perang, kecuali pasukan pembela diri.

Tanggal : 7 Juli 1937 - 9 September 1945
Lokasi : Asia, Samudra Pasifik, kepulauan dan negara-negara sekitarnya.
Hasil : Kemenangan Sekutu
Casus belli : Penyebaran kekuasaan Jepang

Pihak yang terlibat
China :

Republik Cina


Amerika Serikat (1941)


Britania Raya (1941)


Australia (1941)


Netherlands (1941)


Selandia Baru (1941)


Kanada (1941)


Uni Soviet (1945)


Komandan
Chiang Kai-shek (China)
Franklin D. Roosevelt (Amerika Serikat)
Winston Churchill (britania Raya)
Josef Stalin (1945) (Uni Soviet)


Jepang :

Jepang


Komandan
Hideki Tojo (jepang)
Isoroku Yamamoto (Jepang)


1940: Jajahan Perancis Vichy
Pada 1940, Jepang menduduki Indocina Perancis (kini Vietnam) sesuai persetujuan dengan Pemerintahan Vichy meskipun secara lokal terdapat kekuatan Pembebasan Perancis (Forces Françaises Libres/FFL), dan bergabung dengan kekuatan Poros Jerman dan Italia. Aksi ini menguatkan konflik Jepang dengan Amerika Serikat dan Britania Raya yang bereaksi dengan boikot minyak.

1941: Pearl Harbor, A.S. turut serta dalam perang, invasi Jepang di Asia Tenggara

Serangan udara terhadap USS West Virginia dan USS Tennessee di Pearl Harbor.
Pada 7 Desember 1941, pesawat Jepang dikomandoi oleh Laksamana Madya Chuichi Nagumo melaksanakan serangan udara kejutan terhadap Pearl Harbor, pangkalan angkatan laut AS terbesar di Pasifik. Pasukan Jepang menghadapi perlawanan kecil dan menghancurkan pelabuhan tersebut. AS dengan segera mengumumkan perang terhadap Jepang.

Bersamaan dengan serangan terhadap Pearl Harbor, Jepang juga menyerang pangkalan udara AS di Filipina. Setelah serangan ini, Jepang menginvasi Filipina, dan juga koloni-koloni Inggris di Hong Kong, Malaya, Borneo dan Birma, dengan maksud selanjutnya menguasai ladang minyak Hindia Belanda. Seluruh wilayah ini dan daerah yang lebih luas lagi, jatuh ke tangan Jepang dalam waktu beberapa bulan saja. Markas Britania Raya di Singapura juga dikuasai, yang dianggap oleh Churchill sebagai salah satu kekalahan dalam sejarah yang paling
-Pengeboman Pearl Harbor
Dengan pengeboman Pearl Harbor, Jepang membawa Amerika Serikat kepada Perang Dunia II di daerah Pasifik.
Pengeboman ini dilakukan pada tanggal 8 Desember 1941. Kala itu Angkatan Laut Jepang menyerang markas AL Amerika Serikat secara tiba-tiba di Hawai'i. Hasil serangan ini ialah rusaknya atau tenggelamnya +/- 20 kapal tempur Amerika, 188 pesawat terbang rusak dan 2.403 korban jiwa. Di pihak Jepang, Jepang 'hanya' kehilangan 55 pesawat tempur dari 441 pesawat tempur yang dipakai.
Setelah peristiwa ini, Jepang baru menyatakan perang kepada Amerika Serikat dan memulai kampanye militernya di Asia-Pasifik Raya.

-Selayang Pandang
Pada 26 November 1941 angkatan yang terdiri atas enam kapal induk diperintah oleh Wakil Laksamana Chuichi Nagumo Jepang meninggalkan Teluk Hitokappu di Kepulauan Kuril dan menuju ke Pearl Harbor tanpa melakukan hubungan radio langsung apapun.

Pada pagi 7 Desember 1941, kapal terbang angkatan tersebut mengebom semua pangkalan militer Amerika Serikat di kepulauan Hawaii (terbesar merupakan pangkalan udara Angkatan Darat Amerika Serikat di pangkalan militer Angkatan Udara Hickam), dan kebanyakan kapal yang berlabuh di pelabuhan Pearl, termasuk "Barisan Kapal Tempur". Hampir semua kapal terbang Amerika dimusnahkan di atas tanah; hanya beberapa pejuang berhasil lolos dan bertempur. Dua belas kapal perang dan kapal lain ditenggelamkan atau rusak, 188 kapal terbang dimusnahkan, 155 telah rusak dan 2.403 orang Amerika kehilangan nyawa mereka. Kapal perang USS Arizona diledakkan dan tenggelam menyebabkan 1.100 orang kehilangan jiwa, hampir separuh dari orang Amerika yang mati. Badannya diabadikan menjadi tugu peringatan kepada mereka yang tewas pada hari itu, kebanyakan dari mereka diabadikan di dalam kapal tersebut.

Tembakan Amerika pertama dilepaskan pada Perang Dunia II dan korban pertama serangan Pearl Harbor sebenarnya terjadi saat USS Ward menyerang dan menenggelamkan kapal selam kerdil Jepang. Terdapat lima kapal selam kerdil kelas Ko-hyoteki yang merancang untuk mentorpedo kapal Amerika Serikat saat pengeboman dimulai. Tidak satupun kapal selam tersebut berhasil kembali, dan hanya empat dari lima yang dijumpai semenjak itu. Dari sepuluh kelasi kapal selam tersebut, sembilan mati dan hanya seorang selamat , Sakamaki Kazuo, yang ditangkap; dia merupakan tahanan perang pertama yang ditangkap oleh pihak Amerika dalam Perang Dunia II.

Analisis gambar terkini oleh Institut Angkatan Laut Amerika Serikat - United States Naval Institute menunjukkan bahwa terdapat kemungkinan besar salah sebuah kapal selam kerdil telah berhasil memasuki pelabuhan, dan berhasil menembakkan torpedo ke arah USS West Virginia. Kedudukan terakhir kapal selam ini tidak diketahui. [1]

Kapal induk Jepang yang terlibat dalam serangan tersebut adalah: Akagi, Hiryu, Kaga, Shokaku, Soryu, Zuikaku. Semuanya memiliki sejumlah 441 kapal terbang, termasuk pejuang, pengebom-torpedo, pengebom penyelam dan pengebom-pejuang (fighter-bombers). Dari semuanya, 29 musnah dalam pertempuran. Kapal terbang menyerang dalam dua gelombang, dan Nagumo memutuskan untuk membatalkan serangan ketiga untuk mundur.

Serangan pertama terhadap Pearl Harbor adalah pada pukul 07:53 tanggal 7 Desember, Waktu Hawai'i ataupun pukul 03:23 tanggal 8 Desember Waktu Jepang (lihat Nota Pasukan Penyerang Pearl Harbor). Militer Jepang mulai memasuki perbatasan Jajahan Baru Hong Kong pada subuh 8 Desember 1941[2]. Hong Kong Time adalah satu jam belakang Masa Kemenangan Jepang, dengan itu serangan pada Pearl Harbor merupakan sebagian perperangan pentas luas serangan hampir serentak dan bukannya permulaan —24 jam sebelum serangan di Asia— gambaran yang mungkin kelihatan jika sekilas melihat tanggal.

-Strategi

Angkatan Jepang berlayar ke arah Pearl Harbor tanpa pemberitahuan sampai saat-saat terakhir.

ujuan serangan Pearl Harbor adalah untuk melumpuhkan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pasifik, walaupun untuk sementara. Laksamana Isoroku Yamamoto sendiri menyatakan bahwa serangan yang berhasil sekalipun hanya memberikan setahun dua tahun kebebasan bertindak. Jepang telah terlibat dalam perperangan dengan China selama beberapa tahun (bermula pada tahun 1937) dan telah merampas Manchuria beberapa tahun sebelumnya. Rancangan untuk serangan Pearl Harbor untuk menyokong kelanjutan ketentaraan lanjut bermulai pada Januari 1941, dan latihan untuk misi berlangsung pada pertengahan tahun saat proyek ini dianggap layak setelah perselisihan sesama tentara laut Kekaisaran (Imperial Navy infighting).Sebagian dari rancangan Jepang untuk serangan ini termasuk memutuskan perundingan dengan Amerika Serikat sebelum (dan hanya sebelum) serangan tersebut. Duta dari Kedutaan Jepang di Washington, termasuk wakil istimewa Kurusu Saburu, telah mengadakan perbincangan lanjut dengan Departemen Negara mengenai reaksi Amerika Serikat terhadap pergerakan Jepang ke Indochina pada musim panas. Hanya sebelum serangan, perutusan panjang dengan tujuan mengantarkannya dari Kedutaan ke Kantor Urusan Luar Negeri di Tokyo, dengan tujuan untuk mengantarkannya ke Sekretaris Hull sejurus sebelum serangan dijadwalkan bermula (contoh., 1 PM waktu Washington). Disebabkan kelewatan nyah-enkripsi dan menaip, tangan kanan Kedutaan gagal melakukannya; perutusan panjang memutuskan perundingan diantarkan lama setelah waktu yang sepatutnya, dan lama selepas serangan telah bermulai. Kelewatan penyampaian nota tersebut menambah kemarahan Amerika Serikat terhadap serangan tersebut, dan sebab utama bagi gambaran terkemuka Roosevelt sebagai "… tanggal yang akan abadi dalam kekejian". Yamamoto kelihatannya setuju; dia juga tidak gembira dengan kesalahan waktu. Dia dikatakan telah berkata, "Saya bimbang apa yang kita lakukan adalah membangunkan raksasa yang tidur dan memberikannya tekad yang dashyat", tetapi ini dikatakan petikan yang dicipta untuk filem, Tora! Tora! Tora!. Walaupun petikan itu bukan disebut oleh Yamamoto, ia kelihatannya menggambarkan perasaannya mengenai serangan tersebut.

Kedua bagian perutusan akhir telah dinyah-enkripsi oleh Amerika Serikat lama sebelum Kedutaan Jepang berhasil melakukannya, dan nyah-enkripsi bagian kedua yang menyebabkan Jenderal George Marshall untuk menghantar peringatan terkenalnya ke Hawaii pada pagi — yang sebenarnya diantar oleh, penunggang sepeda perutusan Jepang kelahiran Amerika, kepada Jenderal Walter Short di Pearl Harbor beberapa jam selepas serangan berakhir (terdapat kesulitan dengan komunikasi Militer, dan kelewatan penghantaran akibat kabel perdagangan, dan entah bagaimana kehilangan tanda "PENTING" dalam penghantarannya).


Barisan Kapal Tempur memberikan kepadatan sasaran yang menarik.

Dampak sesaat

Tempat penyimpanan peluru hadapan USS Arizona meledak begitu terkena bom yang digugurkan oleh Kusumi Tadashi.

Dari segi tujuan strategi serangan ke atas Pearl Harbor merupakan, dalam tempo singkat ke serdahana, kejayaan gemilang yang melampaui mimpi terbaik perancangnya dan mempunyai sedikit yang setanding dengannya dalam sejarah ketentaraan di era apapun. Disebabkan kehilangan yang parah di Pearl Harbor dan penjajahan lanjutan Jepang di Filipina, dalam tempo enam bulan berikutnya, angkatan laut Amerika Serikat hampir gagal memainkan peranan penting dalam pentas Asia Perang Dunia II. Dengan Angkatan Pasifik Amerika Serikat hampir keluar dari perkiraan, pihak Jepang bebas dari kebimbangan mengenai kekuasaan laut Pasifik lain. Jepang terus menjajah Asia Tenggara, seluruh barat daya Pasifik dan mengulurkan cengkeramannya jauh ke Samudera Hindia.

Dampak masa panjang
Bagaimanapun, dalam jangka masa panjang serangan ke atas Pearl Harbor merupakan malapetaka strategis bagi Jepang. Malah Laksamana Yamamoto Isoroku, yang mencetuskan ide menyerang Pearl Harbor, telah meramalkan bahwa sungguhpun dengan kejayaan menyerang Angkatan Amerika Serikat tidak akan dan tidak mampu memenangkan peperangan dengan Amerika Serikat, sebab kemampuan pengeluaran Amerika terlalu besar. Salah satu tujuan Jepang adalah untuk memusnahkan tiga kapal induk Amerika Serikat yang diletakkan di Pasifik, tetapi tiada ketika serangan terjadi — Enterprise dalam perjalanan pulang, Lexington telah berlayar keluar beberapa hari sebelumnya, dan Saratoga berada di San Diego selepas pengubah-suaian di Galangan Angkatan Laut Puget Sound. Merusak kebanyakan kapal perang Amerika Serikat dari bertugas, dianggap secara meluas— oleh tenteAngkatan Laut dan pemerhati sedunia —sebagai keberhasilan cermelang bagi pihak Jepang. Kehilangan kapal perang meninggalkan AL AS tiada pilihan kecuali meletakkan keyakinan mereka pada kapal induk dan kapal selam, yang merupakan kebanyakan yang tinggal—dan ini merupakan peralatan dengan mana AL AS menghentikan dan kemudian mengundurkan kemajuan Jepang. Kehilangan kapal perang sebenarnya tidak sepenting yang dipikirkan oleh semua orang sebelum (di Jepang) dan selepas serangan (di Jepang dan Amerika Serikat).

Kemungkinan yang paling penting, serangan Pearl Harbor bertindak sebagai katalisator yang menggerakkan sebuah negara untuk bertindak serta merta yang tidak mungkin dapat dilakukan oleh perkara lain. Dalam waktu semalam saja, ia menyatukan seluruh Amerika dengan tujuan berperang dan memenangkan peperangan dengan Jepang, dan kemungkinan mendorong kedudukan penyerahan tanpa syarat yang ditekankan oleh pihak Sekutu. Sebagian sejarawan percaya bahwa Jepang tetap akan kalah, tanpa memandang samaada depot minyak dan kedai mesin dimusnahkan atau sekiranya kapal induk berada di pelabuhan dan ditenggelamkan.

Tindakan pembalasan Amerika Serikat

Presiden Franklin Delano Roosevelt menandatangani Deklarasi Perang terhadap Jepang pada hari berikutnya selepas serangan.

Pada 8 Desember 1941, Kongres Amerika Serikat menyatakan perang atas Jepang dengan Jeannette Rankin yang merupakan orang yang satu-satunya tak setuju atas pernyataan itu. Franklin D. Roosevelt menandatangani pernyataan perang tidak lama kemudian, menggelar hari sebelumnya "tanggal yang akan kekal dalam keburukan." Pemerintah Amerika Serikat meneruskan pengerahan tentara, dan mulai beralih kepada ekonomi perang.

Permasalahan terkait adalah kenapa Jerman Nazi menyatakan perang atas AS pada 11 Desember 1941 sejurus selepas serangan Jepang. Hitler tidak perlu melakukannya di bawah syarat blok Poros, tetapi tetap melakukannya. In pastinya menggandakan kemarahan penduduk Amerika dan membenarkan Amerika Serikat untuk menningkatkan sokongannya terhadap Britania Raya, yang melewatkan sedikit tempo tindakan pembalasan Amerika atas kekalahan di Pasifik.

Kepentingan dalam sejarah
Pertempuran ini, sebagaimana Pertempuran Lexington dan Concord, mempunyai dampak terhadap sejarah. Ia hanya mempunyai sedikit dampak militer akibat kegagalan angkatan laut Jepang untuk menenggelamkan kapal induk Amerika Serikat, tetapi sungguhpun sekiranya kapal induk telah ditenggelamkan tidak akan membantu Jepang dalam jangka masa panjang. Serangan tersebut membuat Amerika Serikat terlibat penuh dan ekonomi pengilangan dan pelayanannya yang besar kepada Perang Dunia II, mendorong pada kekalahan blok Poros sedunia. Saat mendengar bahwa serangan atas Pearl Harbor akhirnya telah melibatkan Amerika Serikat ke dalam peperangan, Perdana Menteri Britania Raya, Winston Churchill, menulis "Dengan emosi dan penuh perasaan yang puas, saya baring ke pembaringan dan tidur dengan tidur orang yang diselamatkan dan bersyukur". (Sir Winston Churchill – The Second World War, jilid 3, halaman 539)". Kemenangan pihak Sekutu dalam pertempuran ini dan kebangkitan Amerika Serikat sebagai kuasa besar dunia telah membentuk politik internasional sejak saat itu.

1942: Invasi Hindia-Belanda
Penyerbuan ke Hindia Belanda diawali dengan serangan Jepang ke Labuan, Brunei, Singapura, Semenanjung Malaya, Palembang, Tarakan dan Balikpapan yang merupakan daerah-daerah sumber minyak. Jepang sengaja mengambil taktik tersebut sebagai taktik gurita yang bertujuan mengisolasi kekuatan Hindia Belanda dan Sekutunya yang tergabung dalam front ABDA (America (Amerika Serikat), British (Inggris), Dutch (Belanda), Australia) yang berkedudukan di Bandung. Serangan-serangan itu mengakibatkan kehancuran pada armada laut ABDA khususnya Australia dan Belanda.

Sejak peristiwa ini, Sekutu akhirnya memindahkan basis pertahanannya ke Australia meskipun demikian Sekutu masih mempertahankan beberapa kekuatannya di Hindia Belanda agar tidak membuat Hindia Belanda merasa ditinggalkan dalam pertempuran ini.

Jepang mengadakan serangan laut besar-besaran ke Pulau Jawa pada bulan Februari-Maret 1942 dimana terjadi Pertempuran Laut Jawa antara armada laut Jepang melawan armada gabungan yang dipimpin oleh Laksamana Karel Doorman. Armada Gabungan sekutu kalah dan Karel Doorman gugur.

Jepang menyerbu Batavia (Jakarta) yang akhirnya dinyatakan sebagai kota terbuka, kemudian terus menembus Subang dan berhasil menembus garis pertahanan Lembang-Ciater, kota Bandung yang menjadi pusat pertahanan Sekutu-Hindia Belanda terancam. Sementara di front Jawa Timur, tentara Jepang berhasil menyerang Surabaya sehingga kekuatan Belanda ditarik sampai garis pertahanan Porong.

Terancamnya kota Bandung yang menjadi pusat pertahanan dan pengungsian membuat panglima Hindia Belanda Letnan Jendral Ter Poorten mengambil inisiatif mengadakan perdamaian. Kemudian diadakannya perundingan antara Tentara Jepang yang dipimpin oleh Jendral Hitoshi Imamura dengan pihak Belanda yang diwakili Letnan Jendral Ter Poorten dan Gubernur Jendral jhr A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer. Pada Awalnya Belanda bermaksud menyerahkan kota Bandung namun tidak mengadakan kapitulasi atau penyerahan kekuasaan Hindia Belanda kepada Pihak Jepang. Pada saat itu posisi Panglima tertinggi angkatan perang Hindia Belanda tidak lagi berada pada Gubernur Jendral namun diserahkan kepada Ter Poorten sehingga dilain waktu Belanda menganggap bahwa kedudukan di Hindia Belanda masih tetap sah dilanjutkan. Namun setelah Jepang mengancam akan mengebom kota Bandung akhirnya Jendral Ter Poorten setuju untuk menyerah tanpa syarat kepada Jepang.


BERSAMBUNG

#17 GenghisKhan

    BlueFame Typer

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 888 posts
Click to view battle stats

Posted 05 December 2008 - 12:40 PM

SAMBUNGAN


1942: Laut Coral, Port Moresby, Midway, Guadalcanal
, serangan laut terhadap Port Moresby, Papua Nugini digagalkan oleh pasukan Sekutu dalam Perang Laut Coral. Kalau saja penguasaan Port Moresby berhasil, Angkatan Laut Jepang dapat juga menyerang Australia. Ini merupakan perlawanan pertama yang berhasil terhadap rencana Jepang dan pertarungan laut pertama yang hanya menggunakan kapal induk. Sebulan kemudian invasi Atol Midway dapat dicegah dengan terpecahnya pesan rahasia Jepang, menyebabkan pemimpin Angkatan Laut AS mengetahui target berikut Jepang yaitu Atol Midway. Pertempuran ini menyebabkan Jepang kehilangan empat kapal induk yang industri Jepang tidak dapat menggantikannya, sementara Angkatan Laut AS kehilangan satu kapal induk. Kemenangan besar buat AS ini menyebabkan Angkatan Laut Jepang kini dalam posisi bertahan.


Pendaratan AS di Pasifik, Agustus 1942-Agustus 1945

Namun, dalam bulan Juli penyerangan darat terhadap Port Moresby dijalankan melalui Track Kokoda yang kasar. Di sini pasukan Jepang bertemu dengan pasukan cadangan Australia, banyak dari mereka masih muda dan tak terlatih, menjalankan aksi perang dengan keras kepala menjaga garis belakang sampai tibanya pasukan reguler Australia dari aksi di Afrika Utara, Yunani dan Timur Tengah.

Para pemimpin Sekutu telah setuju mengalahkan Nazi Jerman adalah prioritas utama masuknya Amerika ke dalam perang. Namun pasukan AS dan Australia mulai menyerang wilayah yang telah jatuh, mulai dari Pulau Guadalcanal, melawan tentara Jepang yang getir dan bertahan kukuh. Pada 7 Agustus 1942 pulau tersebut diserang oleh Amerika Serikat. Pada akhir Agustus dan awal September, selagi perang berkecamuk di Guadalcanal, sebuah serangan amfibi Jepang di timur New Guinea dihadapi oleh pasukan Australia dalam Teluk Milne, dan pasukan darat Jepang menderita kekalahan meyakinkan yang pertama. Di Guadalcanal, pertahanan Jepang runtuh pada Februari 1943.

1943–45: Serangan Sekutu di Asia dan Pasifik
Pasukan Australia and AS melancarkan kampanye yang panjang untuk merebut kembali bagian yang diduduki oleh Pasukan Jepang di Kepulauan Solomon, New Guinea dan Hindia Belanda, dan mengalami beberapa perlawanan paling sengit selama perang. Seluruh Kepulauan Solomon direbut kembali pada tahun 1943, New Britain dan New Ireland pada tahun 1944. Pada saat Filipina sedang direbut kembali pada akhir tahun 1944, Pertempuran Teluk Leyte berkecamuk, yang disebut sebagai perang laut terbesar sepanjang sejarah. Serangan besar terakhir di area Pasifik barat daya adalah kampanye Borneo pertengahan tahun 1945, yang ditujukan untuk mengucilkan sisa-sisa pasukan Jepang di Asia Tenggara, dan menyelamatkan tawanan perang Sekutu.

Kapal selam dan pesawat-pesawat Sekutu juga menyerang kapal dagang Jepang, yang menyebabkan industri di Jepang kekurangan bahan baku. Bahan baku industri sendiri merupakan salah satu alasan Jepang memulai perang di Asia. Keadaan ini semakin efektif setelah Marinir AS merebut pulau-pulau yang lebih dekat ke kepulauan Jepang.

Tentara Nasionalis Cina (Kuomintang) dibawah pimpinan Chiang Kai-shek dan Tentara Komunis Cina dibawah Mao Zedong, keduanya sama-sama menentang pendudukan Jepang terhadap Cina, tetapi tidak pernah benar-benar bersekutu untuk melawan Jepang. Konflik kedua kekuatan ini telah lama terjadi jauh sebelum Perang Dunia II dimulai, yang terus berlanjut, sampai batasan tertentu selama perang, walaupun lebih tidak kelihatan.

Pasukan Jepang telah merebut sebagian dari Burma, memutuskan Jalan Burma yang digunakan oleh Sekutu untuk memasok Tentara Nasionalis Cina. Hal ini menyebabkan Sekutu harus menyusun suatu logistik udara berkelanjutan yang besar, yang lebih dikenal sebagai "flying the Hump". Divisi-divisi Cina yang dipimpin dan dilatih oleh AS, satu divisi Inggris, dan beberapa ribu tentara AS, membersihkan Burma utara dari pasukan Jepang sehingga Jalan Ledo dapat dibangun untuk menggantikan Jalan Burma. Lebih ke selatan, induk dari tentara Jepang di kawasan perang ini berperang sampai terhenti di perbatasan Burma-India oleh Tentara ke-14 Inggris yang dikenal sebagai "Forgotten Army", yang dipimpin oleh Mayor Jendral Wingate yang kemudian melancarkan serangan balik dan berhasil dengan taktik gerilyanya yang terkenal dan bahkan dijadikan acuan bagi Tentara dan Pejuang Indonesia pada tahun 1945-1949. Setelah merebut kembali seluruh Burma, serangan direncanakan ke semenanjung Malaya ketika perang berakhir.

1945: Iwo Jima, Okinawa, bom atom, penyerahan Jepang

Bom atom berjulukan Fat Man, menimbulkan cendawan asap di atas kota Nagasaki, Jepang.

Perebutan pulau-pulau seperti Iwo Jima dan Okinawa oleh pasukan AS menyebabkan Kepulauan Jepang berada dalam jangkauan serangan laut dan udara Sekutu. Diantara kota-kota lain, Tokyo dibom bakar oleh Sekutu, dimana dalam penyerangan awal sendiri ada 90.000 orang tewas akibat kebakaran hebat di seluruh kota. Jumlah korban yang tinggi ini disebabkan oleh kondisi penduduk yang padat di sekitar sentra produksi dan konstruksi kayu serta kertas pada rumah penduduk yang banyak terdapat di masa itu. Tanggal 6 Agustus 1945, bomber B-29 "Enola Gay" yang dipiloti oleh Kolonel Paul Tibbets, Jr. melepaskan satu bom atom Little Boy di Hiroshima, yang secara efektif menghancurkan kota tersebut.

Pada tanggal 8 Agustus 1945, Uni Soviet mendeklarasikan perang terhadap Jepang, seperti yang telah disetujui pada Konferensi Yalta, dan melancarkan serangan besar terhadap Manchuria yang diduduki Jepang (Operasi Badai Agustus). Tanggal 9 Agustus 1945, bomber B-29 "Bock's Car" yang dipiloti oleh Mayor Charles Sweeney melepaskan satu bom atom Fat Man di Nagasaki.

Kombinasi antara penggunaan bom atom dan keterlibatan baru Uni Soviet dalam perang merupakan faktor besar penyebab menyerahnya Jepang, walaupun sebenarnya Uni Soviet belum mengeluarkan deklarasi perang sampai tanggal 8 Agustus 1945, setelah bom atom pertama dilepaskan. Jepang menyerah tanpa syarat pada tanggal 14 Agustus 1945, menanda tangani surat penyerahan pada tanggal 2 September 1945 diatas kapal USS Missouri di teluk Tokyo.

Afrika dan Timur Tengah
1940: Mesir dan Somaliland
Pertempuran di Afrika Utara bermula pada 1940, ketika sejumlah kecil pasukan Inggris di Mesir memukul balik serangan pasukan Italia dari Libya yang bertujuan untuk merebut Mesir terutama Terusan Suez yang vital. Tentara Inggris, India, dan Australia melancarkan serangan balik dengan sandi Operasi Kompas (Operation Compass), yang terhenti pada 1941 ketika sebagian besar pasukan Persemakmuran (Commonwealth) dipindahkan ke Yunani untuk mempertahankannya dari serangan Jerman. Tetapi pasukan Jerman yang belakangan dikenal sebagai Korps Afrika di bawah pimpinan Erwin Rommel mendarat di Libya, melanjutkan serangan terhadap Mesir.

1941: Suriah, Lebanon, Korps Afrika merebut Tobruk
Pada Juni 1941 Angkatan Darat Australia dan pasukan Sekutu menginvasi Suriah dan Lebanon, merebut Damaskus pada 17 Juni. Di Irak, terjadi penggulingan kekuasaan atas pemerintah yang pro-Inggris oleh kelompok Rashid Ali yang pro-Nazi. Pemberontakan didukung oleh Mufti Besar Yerusalem, Haji Amin al-Husseini. Oleh karena merasa garis belakangnya terancam, Inggris mendatangkan bala bantuan dari India dan menduduki Irak. Pemerintahan pro-Inggris kembali berkuasa, sementara Rashid Ali dan Mufti Besar Yerusalem melarikan diri ke Iran. Namun kemudian Inggris dan Uni Soviet menduduki Iran serta menggulingkan shah Iran yang pro-Jerman. Kedua tokoh Arab yang pro-Nazi di atas kemudian melarikan diri ke Eropa melalui Turki, di mana mereka kemudian bekerja sama dengan Hitler untuk menyingkirkan orang Inggris dan orang Yahudi. Korps Afrika dibawah Rommel melangkah maju dengan cepat ke arah timur, merebut kota pelabuhan Tobruk. Pasukan Australia dan Inggris di kota tersebut berhasil bertahan hingga serangan Axis berhasil merebut kota tersebut dan memaksa Divisi Ke-8 (Eighth Army) mundur ke garis di El Alamein.

1942: Pertempuran El Alamein Pertama dan Kedua

Crusader tank Britania melewati Panzer IV Jerman yang terbakar di tengah gurun

Pertempuran El Alamein Pertama terjadi di antara 1 Juli dan 27 Juli 1942. Pasukan Jerman sudah maju ke yang titik pertahanan terakhir sebelum Alexandria dan Terusan Suez. Namun mereka telah kehabisan suplai, dan pertahanan Inggris dan Persemakmuran menghentikan arah mereka.

Pertempuran El Alamein Kedua terjadi di antara 23 Oktober dan 3 November 1942 sesudah Bernard Montgomery menggantikan Claude Auchinleck sebagai komandan Eighth Army. Rommel, panglima cemerlang Korps Afrika Tentara Jerman, yang dikenal sebagai "Rubah Gurun", absen pada pertempuran luar biasa ini, karena sedang berada dalam tahap penyembuhan dari sakit kuning di Eropa. Montgomery tahu Rommel absen. Pasukan Persemakmuran melancarkan serangan, dan meskipun mereka kehilangan lebih banyak tank daripada Jerman ketika memulai pertempuran, Montgomery memenangkan pertempuran ini.

Sekutu mempunyai keuntungan dengan dekatnya mereka ke suplai mereka selama pertempuran. Lagipula, Rommel hanya mendapat sedikit atau bahkan tak ada pertolongan kali ini dari Luftwaffe, yang sekarang lebih ditugaskan dengan membela angkasa udara Eropa Barat dan melawan Uni Soviet daripada menyediakan bantuan di Afrika Utara untuk Rommel. Setelah kekalahan Jerman di El Alamein, Rommel membuat penarikan strategis yang cemerlang ke Tunisia. Banyak sejarawan berpendapat bahwa berhasilnya Rommel pada penarikan strategis Korps Afrika dari Mesir lebih mengesankan daripada kemenangannya yang lebih awal, termasuk Tobruk, karena dia berhasil membuat seluruh pasukannya kembali utuh, melawan keunggulan udara Sekutu dan pasukan Persemakmuran yang sekarang diperkuat oleh pasukan AS.

1942: Operasi Obor (Operation Torch), Afrika Utara Perancis

Pasukan Sekutu mendarat, dalam serangan bernama sandi Operasi Obor.

Untuk melengkapi kemenangan ini, pada 8 November 1942 dilancarkanlah Operasi Obor (Operation Torch) dibawah pimpinan Jendral Dwight Eisenhower. Tujuan utama operasi ini adalah merebut kontrol terhadap Maroko dan Aljazair melalui pendaratan simultan di Casablanca, Oran, dan Aljazair, yang dilanjutkan beberapa hari kemudian dengan pendaratan di Bône, gerbang menuju Tunisia.Pasukan lokal di bawah Perancis Vichy sempat melakukan perlawanan terbatas, sebelum akhirnya bersedia bernegosiasi dan mengakhiri perlawanan mereka.

1943: Kalahnya Korps Afrika
Korps Afrika tidak mendapat suplai secara memadai akibat dari hilangnya pengapalan suplai oleh Angkatan Laut dan Angkatan Udara Sekutu, terutama Inggris, di Laut Tengah. Kekurangan persediaan ini dan tak adanya dukungan udara, memusnahkan kesempatan untuk melancarkan serangan besar bagi Jerman di Afrika. Pasukan Jerman dan Italia terjepit diantara pergerakan maju pasukan Sekutu di Aljazair dan Libia. Pasukan Jerman yang sedang mundur terus melakukan perlawanan sengit, dan Rommel mengalahkan pasukan AS pada Pertempuran Kasserine Pass sebelum menyelesaikan pergerakan mundur strategisnya menuju garis suplai Jerman. Dengan pasti, bergerak maju baik dari arah timur dan barat, pasukan Sekutu akhirnya mengalahkan Korps Afrika Jerman pada 13 Mei 1943 dan menawan 250.000 tentara Axis.

Setelah jatuh ke tangan Sekutu, Afrika Utara dijadikan batu loncatan untuk menyerang Sisilia pada 10 Juli 1943. Setelah merebut Sisilia, pasukan Sekutu melancarkan serangan ke Italia pada 3 September 1943. Italia menyerah pada 8 September 1943, tetapi pasukan Jerman terus bertahan melakukan perlawanan. Roma akhirnya dapat direbut pada 5 Juni 1944.

Eropa dan Rusia (Uni Soviet)
1939: Invasi Polandia, Invasi Finlandia

Salah satu foto bewarna Perang Dunia II yang selamat dari 40 juta foto hitam putih lainnya. Tampak di tengah-tengah Adolf Hitler.

Perang Dunia II mulai berkecamuk di Eropa dengan dimulainya serangan ke Polandia pada 1 September 1939 yang dilakukan oleh Hitler dengan gerak cepat yang dikenal dengan taktik Blitzkrieg, dengan memanfaatkan musim panas yang menyebabkan perbatasan sungai dan rawa-rawa di wilayah Polandia kering yang memudahkan gerak laju pasukan lapis baja Jerman serta mengerahkan ratusan pembom tukik yang terkenal Ju-87 Stuka. Polandia yang sebelumnya pernah menahan Uni Soviet di tahun 1920-an saat itu tidak memiliki kekuatan militer yang berarti. Kekurangan pasukan lapis baja, kekurang siapan pasukan garis belakang dan koordinasinya dan lemahnya Angkatan Udara Polandia menyebabkan Polandia sukar memberi perlawanan meskipun masih memiliki 100 pesawat tempur namun jumlah itu tidak berarti melawan Angkatan Udara Jerman "Luftwaffe". Perancis dan kerajaan Inggris menyatakan perang terhadap Jerman pada 3 September sebagai komitment mereka terhadap Polandia pada pakta pertahanan Maret 1939.

Setelah mengalami kehancuran disana sini oleh pasukan Nazi, tiba tiba Polandia dikejutkan oleh serangan Uni Soviet pada 17 September dari timur yang akhirnya bertemu dengan Pasukan Jerman dan mengadakan garis demarkasi sesuai persetujuan antara Menteri Luar Negeri keduanya, Ribentrop-Molotov. Akhirnya Polandia menyerah kepada Nazi Jerman setelah kota Warsawa dihancurkan, sementara sisa sisa pemimpin Polandia melarikan diri diantaranya ke Rumania. Sementara yang lain ditahan baik oleh Uni Soviet maupun Nazi. Tentara Polandia terakhir dikalahkan pada 6 Oktober.

Jatuhnya Polandia dan terlambatnya pasukan sekutu yang saat itu dimotori oleh Inggris dan Perancis yang saat itu dibawah komando Jenderal Gamelin dari Perancis membuat Sekutu akhirnya menyatakan perang terhadap Jerman. Namun juga menyebabkan jatuhnya kabinet Neville Chamberlain di Inggris yang digantikan oleh Winston Churchill. Ketika Hitler menyatakan perang terhadap Uni Soviet, Uni Soviet akhirnya membebaskan tawanan perang Polandia dan mempersenjatainya untuk melawan Jerman. Invasi ke Polandia ini juga mengawali praktek-praktek kejam Pasukan SS dibawah Heinrich Himmler terhadap orang orang Yahudi.

Perang Musim Dingin dimulai dengan invasi Finlandia oleh Uni Soviet, 30 November 1939. Pada awalnya Finlandia mampu menahan pasukan Uni Soviet meskipun pasukan Soviet memiliki jumlah besar serta dukungan dari armada udara dan lapis baja, karena Soviet banyak kehilangan jendral-jendral yang cakap akibat pembersihan yang dilakukan oleh Stalin pada saat memegang tampuk kekuasaan menggantikan Lenin. Finlandia memberikan perlawanan yang gigih yang dipimpin oleh Baron Carl Gustav von Mannerheim serta rakyat Finlandia yang tidak ingin dijajah. Bantuan senjata mengalir dari negara Barat terutama dari tetangganya Swedia yang memilih netral dalam peperangan itu. Pasukan Finlandia memanfaatkan musim dingin yang beku namun dapat bergerak lincah meskipun kekuatannya sedikit (kurang lebih 300.000 pasukan). Akhirnya Soviet mengerahkan serangan besar besaran dengan 3.000.000 tentara menyerbu Finlandia dan berhasil merebut kota-kota dan beberapa wilayah Finlandia. Sehingga memaksa Carl Gustav untuk mengadakan perjanjian perdamaian.Ketika Hitler menyerang Rusia (Uni Soviet), Hitler juga memanfaatkan pejuang-pejuang Finlandia untuk melakukan serangan ke kota St. Petersburg.

1940: Invasi Eropa Barat, Republik-republik Baltik, Yunani, Balkan

Perang Dunia II di Eropa. Merah adalah Sekutu atau penguasaannya, Biru adalah Axis atau penguasaannya, dan Hijau adalah Uni Soviet sebelum bergabung dengan Sekutu tahun 1941.

Dengan tiba-tiba Jerman menyerang Denmark dan Norwegia pada 9 April 1940 melalui Operasi Weserübung, yang terlihat untuk mencegah serangan Sekutu melalui wilayah tersebut. Pasukan Inggris, Perancis, dan Polandia mendarat di Namsos, Andalsnes, dan Narvik untuk membantu Norwegia. Pada awal Juni, semua tentara Sekutu dievakuasi dan Norwegia-pun menyerah.

Operasi Fall Gelb, invasi Benelux dan Perancis, dilakukan oleh Jerman pada 10 Mei 1940, mengakhiri apa yang disebut dengan "Perang Pura-Pura" (Phony War) dan memulai Pertempuran Perancis. Pada tahap awal invasi, tentara Jerman menyerang Belgia, Belanda, dan Luxemburg untuk menghindari Garis Maginot dan berhasil memecah pasukan Sekutu dengan melaju sampai ke Selat Inggris. Negara-negara Benelux dengan cepat jatuh ke tangan Jerman, yang kemudian melanjutkan tahap berikutnya dengan menyerang Perancis. Pasukan Ekspedisi Inggris (British Expeditionary Force) yang terperangkap di utara kemudian dievakuasi melalui Dunkirk dengan Operasi Dinamo. Tentara Jerman tidak terbendung, melaju melewati Garis Maginot sampai ke arah pantai Atlantik, menyebabkan Perancis mendeklarasikan gencatan senjata pada 22 Juni dan terbentuklah pemerintahan boneka Vichy.Pada Juni 1940, Uni Soviet memasuki Latvia, Lituania, dan Estonia serta menganeksasi Bessarabia dan Bukovina Utara dari Rumania.


Benito Mussolini (kiri) dan Adolf Hitler.

Jerman bersiap untuk melancarkan serangan ke Inggris dan dimulailah apa yang disebut dengan Pertempuran Inggris atau Battle of Britain, perang udara antara AU Jerman Luftwaffe melawan AU Inggris Royal Air Force pada tahun 1940 memperebutkan kontrol atas angkasa Inggris. Jerman berhasil dikalahkan dan membatalkan Operasi Singa Laut atau Seelowe untuk menginvasi daratan Inggris. Hal itu dikarenakan perubahan strategi Luftwaffe dari menyerang landasan udara dan industri perang berubah menjadi serangan besar-besaran pesawat pembom ke London. Sebelumnya terjadi pemboman kota Berlin yang ddasarkan pembalasan atas ketidaksengajaan pesawat pembom Jerman yang menyerang London. Alhasil pilot peswat tempur Spitfire dan Huricane dapat beristirahat. Perang juga berkecamuk di laut, pada Pertempuran Atlantik kapal-kapal selam Jerman (U-Boat) berusaha untuk menenggelamkan kapal dagang yang membawa suplai kebutuhan ke Inggris dari Amerika Serikat.

Pada 27 September 1940, ditanda tanganilah pakta tripartit oleh Jerman, Italia, dan Jepang yang secara formal membentuk persekutuan dengan nama (Kekuatan Poros).

Italia menyerbu Yunani pada 28 Oktober 1940 melalui Albania, tetapi dapat ditahan oleh pasukan Yunani yang bahkan menyerang balik ke Albania. Hitler kemudian mengirim tentara untuk membantu Mussolini berperang melawan Yunani. Pertempuran juga meluas hingga wilayah yang dikenal sebagai wilayah bekas Yugoslavia. Pasukan NAZI mendapat dukungan dari sebagian Kroasia dan Bosnia, yang merupakan konflik laten di daerah itu sepeninggal Kerajaan Ottoman. Namun Pasukan Nazi mendapat perlawanan hebat dari kaum Nasionalis yang didominasi oleh Serbia dan beberapa etnis lainnya yang dipimpin oleh Josip Broz Tito. Pertempuran dengan kaum Nazi merupakan salah satu bibit pertempuran antar etnis di wilayah bekas Yugoslavia pada dekade 1990-an.

1941: Invasi Uni Soviet
Operasi Barbarossa
Operasi Barbarossa (Jerman: Unternehmen Barbarossa) adalah sebutan invasi tentara Nazi Jerman di Uni Soviet pada Perang Dunia II. Invasi ini dimulai pada tanggal 22 Juni 1941. Barbarossa adalah nama seorang Kaisar Jerman pada Abad Pertengahan.

Mula-mula pasukan Adolf Hitler menang dengan taktik Blitzkrieg nya, tetapi musim dingin tiba dan ini adalah sekutu terbaik Rusia. Pasukan Jerman mampu menghancurkan pasukan-pasukan Uni Soviet namun gagal memperhitungkan kemampuan Uni Soviet untuk secara terus-menerus memperbarui dan mempersenjatai pasaukan baru. Yakin bahwa Jepang tidak akan menyerang di Timur, Stalin juga menarik pasukan Uni Soviet dari Siberia untuk mempertahankan Moskwa dan melakukan serangan balik. Pasukan Jerman dapat menekan sampai beberapa kilometer dari Moskwa, namun serangan balik Uni Soviet di tengah musim dingin akhirnya berhasil mematahkan Operasi Barbarossa. Hitler mengharapkan pukulan cepat dan tidak mempersiapkan perang yang berkelanjutan di tengah musim dingin Rusia.


BERSAMBUNG

#18 GenghisKhan

    BlueFame Typer

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 888 posts
Click to view battle stats

Posted 05 December 2008 - 12:41 PM

SAMBUNGAN


Pertempuran Stalingrad

Tentara Jerman digiring ke kamp tawanan Soviet, melewati reruntuhan di Stalingrad, Februari 1943

Pertempuran Stalingrad, yang terjadi pada 21 Agustus 1942 hingga 2 Februari 1943, merupakan pertempuran sengit antara Jerman dan sekutunya melawan Uni Soviet, memperebutkan kota Stalingrad (yang sekarang bernama Volgograd), dalam Perang Dunia II. Pertempuran ini dianggap sebagai titik balik Perang Dunia II, dan sebagai pertempuran paling berdarah sepanjang sejarah, dimana 1,5 juta orang lebih terbunuh dari kedua pihak. Kedua pihak bertempur dengan brutal dan tidak memperdulikan korban warga sipil. Pertempuran ini terdiri dari beberapa fase, yaitu pengepungan Jerman terhadap Stalingrad, pertempuran dalam kota, serangan balik Soviet, serta pengepungan serta penghancuran kekuatan-kekuatan Poros di sekitar Stalingrad, yang ditulangpunggungi Tentara Keenam Jerman.

Latar Belakang
Pada bulan Juni 1942, Tentara Jerman (Wehrmacht) melancarkan kampanye musim panas kedua mereka terhadap Uni Soviet, yang disebut Operation Blau (Operasi Biru). Sebelumnya dalam operasi Barbarossa Wehrmacht dihalau di pintu gerbang Moskow pada musim dingin 1941-1942. Operasi Biru diarahkan ke Rusia selatan dengan tujuan merebut ladang minyak di Baku, Azerbaijan, dan membuka jalan untuk menguasai ladang-ladang minyak di Timur Tengah. Pasukan penyerbu Jerman dibagi dua kekuatan, Grup Tentara A menyerbu Kaukasus dan Grup Tentara B menuju sungai Volga dan kota Stalingrad.

Pentingnya Stalingrad
Pada mulanya, Tentara Merah Soviet memilih untuk bergerak mundur guna membuat jalur logistik pasukan Jerman keteteran dengan memanfaatkan luasnya wilayah Uni Soviet. Akan tetapi kemudian Stalin memerintahkan pasukannya untuk bertahan di Stalingrad, yang secara harfiah berarti "kota Stalin". Selain karena menyandang nama Stalin, kota Stalingrad juga penting karena merupakan kota industri terbesar di tepi sungai Volga (jalur transportasi penting ke Laut Kaspia). Jatuhnya Stalingrad ke tangan Jerman akan memudahkan gerak maju pasukan Jerman menuju Kaukasus, yang memiliki cadangan minyak besar, yang amat dibutuhkan oleh Jerman.

Jalannya pertempuran
Menurut perkiraan, sekitar empat puluh ribu tentara dari kedua belah pihak terbunuh dalam setiap harinya. Fuhrer Jerman Adolf Hitler memerintahkan pasukannya agar dalam kondisi apapun, kota Stalingrad harus direbut. Akibatnya pasukan Jerman bertempur mati-matian untuk merebut kota tersebut. Namun, rakyat dan tentara di kota Stalingrad juga melakukan perlawanan yang sangat kuat sehingga pasukan Nazi dapat dihadang.

Sementara pasukannya terjebak dalam perang mati-matian di Stalingrad, Komando Tertinggi Jerman tidak menyadari bahwa Stalin telah mengumpulkan bala bantuan untuk menghancurkan pasukan Jerman dalam suatu kampanye musin dingin. Serangan balasan Uni Soviet dilancarkan pada bulan November 1942 ketika salju mulai turun. Serangan tersebut dengan cepat menggulung pasukan Italia, Rumania, dan Hungaria yang melindungi garis belakang Angkatan Darat ke-6 Jerman. Akibatnya, pasukan Jerman yang beroperasi di Stalingrad terkepung.

Sebenarnya, Jerman memiliki kesempatan untuk menarik mundur pasukannya sebelum Tentara Merah menyelesaikan kepungannya. Akan tetapi, Hitler bersikeras agar pasukannya tetap bertahan di Stalingrad dan memerintahkan Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman) untuk mengirimkan perbekalan bagi mereka. Akan tetapi, musim dingin yang ganas menghalangi usaha tersebut sehingga bantuan yang dikirimkan tidak cukup untuk memberi makan 330.000 prajurit Jerman dan sekutunya yang berada di Stalingrad.

Suatu usaha lain untuk membebaskan pasukan Jerman yang terkepung dilakukan dengan mengirimkan Tentara Grup Don pimpinan Marsekal Erich von Manstein, salah seorang ahli strategi Jerman yang cemerlang. Akan tetapi, serangan tersebut berhasil dihentikan oleh bala bantuan Soviet yang masih segar di Kotelnikovo. Akhirnya, ketika dihadapkan pada kemungkinan terkepung, Manstein menarik mundur pasukannya dan meninggalkan rekan-rekannya di Stalingrad menunggu nasib.

Pada tanggal 30 Januari 1943, Tentara Merah pimpinan Marsekal Georgy Zhukov melancarkan serangan umum ke Stalingrad dan dengan cepat menggulung pasukan Poros yang sudah kelelahan dan menderita kelaparan dan penyakit. Dua hari kemudian, Marsekal Friedrich Paulus dan 90.000 prajuritnya yang tersisa menyerah.

Para sejarawan menilai, kekalahan Jerman di Stalingrad merupakan awal dari kejatuhan Nazi. Hingga kini pertempuran ini dianggap sebagai pertempuran terbesar dan paling berdarah dalam sejarah manusia. Jumlah korban jiwa diperkirakan mencapai 3 juta jiwa.

Tanggal :21 Agustus 1942 – 2 Februari 1943
Lokasi : Stalingrad, Uni Soviet
Hasil : Kemenangan Soviet

Pihak yang terlibat
Nazi Jerman :

Jerman


Rumania


Italia


Hungaria


Komandan
Jerman : Adolf Hitler,Friedrich Paulus,Erich von Manstein,Hermann Hoth
Rumania : Petre Dumitrescu,Constantin Constantinescu
Italia : Italo Garibaldi
Hungaria : Gusztav Jany

Kekuatan
Grup Tentara B:
Tentara Keenam Jerman
Grup Panser Keempat Jerman
Tentara Ketiga Rumania
Tentara Keempat Rumania
Tentara Kedelapan Italia
Tentara Kedua Hungaria
Total: 850,000 orang

Jumlah korban
740,000 terbunuh atau terluka parah
110,000 tertangkap


Russia
Uni Soviet


Komandan
Uni Soviet :Vasily Chuikov,Aleksandr Vasilevsky,Georgy Zhukov,Semyon Timoshenko,Konstantin Rokossovsky,Rodion Malinovsky,Andrei Yeremenko[/b]

Kekuatan
Front Stalingrad
Front Barat Daya
Front Don
Total: 1,700,000 orang

Kekuatan
750,000 terbunuh, terluka, atau tertangkap
40,000+ rakyat sipil meninggal

Front Timur di Perang Dunia II
Barbarossa – Silberfuchs – Smolensk – Uman – Kiev ke-1 – Typhoon – Rostov ke-1 – Leningrad – Moskwa – Sevastopol – Rzhev-Vyazma ke-1 – Kharkov ke-2 – Voronezh ke-1 – Stalingrad – Velikiye Luki – Uranus – Rzhev-Sychevka ke-2 – Saturnus – Kharkov ke-3 – Kursk – Belgorod – Kharkov ke-4 – Korsun – Narva – Kantong Hube – Brody –Bagration – Kiev ke-2 – Debrecen – Vistula-Oder – Balaton – Berlin – Halbe – Praha.

1944: Serangan Balik
Invasi Normandia

Kompi E, Infanteri ke-16, Amerika Serikat mendarat di Pantai Omaha, Normandia (bagian dari perang dunia ke-II).

Invasi Normandia, yang nama kodenya adalah Operasi Overlord, adalah sebuah operasi pendaratan yang dilakukan oleh pasukan Sekutu saat Perang Dunia II pada tanggal 6 Juni 1944. Hingga kini Invasi Normandia merupakan invasi laut terbesar dalam sejarah, dengan hampir tiga juta tentara menyeberangi Selat Inggris dari Inggris ke Perancis yang diduduki oleh tentara Nazi Jerman.

Mayoritas satuan tempur pada serangan ini adalah pasukan Amerika Serikat, Britania Raya, dan Kanada. Pasukan Kemerdekaan Perancis dan pasukan Polandia ikut bertempur setelah fase pendaratan. Selain itu, pasukan dari Belgia, Cekoslowakia, Yunani, Belanda, dan Norwegia juga turut serta.

Invasi Normandia dibuka dengan pendaratan parasut dan glider pada dini hari, serangan udara dan artileri laut, dan pendaratan amfibi pagi hari, pada 6 Juni, D-Day. Pertempuran untuk menguasai Normandia berlanjut selama lebih dari dua bulan, dengan kampanye untuk menembus garis pertahanan Jerman dan menyebar dari pantai yang sudah dikuasai Sekutu. Invasi ini berakhir dengan dibebaskannya Paris, dan jatuhnya kantong Falaise pada akhir Agustus 1944.

Persiapan
Persiapan sekutu

Latihan pendaratan di Inggris (bagian dari perang dunia Ke-II)

Setelah invasi Jerman terhadap Uni Soviet (Operasi Barbarossa), Sovietlah yang melakukan mayoritas pertempuran menghadapi Jerman di Eropa. Presiden Franklin D. Roosevelt dan Perdana Menteri Winston Churchill pada tahun 1942 menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Britania Raya siap membuka "front kedua" di Eropa untuk membantu Uni Soviet menghadapi Jerman, pernyataan ini dinyatakan lagi pada musim semi tahun 1943.

Britania Raya, di bawah Winston Churchill, ingin menghindari serangan langsung seperti pada Perang Dunia I yang pasti akan menyebabkan banyak korban. Mereka juga lebih menyukai menggunakan taktik terselubung dengan membantu para pemberontak yang diduduki Jerman, lalu melakukan serangan dari Mediterania, ke Wina, lalu memasuki Jerman dari selatan. Cara seperti ini juga dianggap dapat membatasi masuknnya Soviet ke Eropa.
Rencana pendaratan Sekutu dan posisi pertahanan Jerman.

Namun Amerika Serikat menganggap bahwa cara paling optimal adalah serangan langsung dari markas Sekutu yang paling dekat dan besar. Mereka sangat menginginkan metode ini, dan menyatakan bahwa hanya cara inilah yang akan mereka dukung dalam jangka panjang. Dua proposal awal direncanakan: Operasi Sledgehammer, yang merupakan invasi untuk tahun 1942, dan Operasi Roundup, yaitu invasi lebih besar pada tahun 1943. Proposal yang kedua diterima, lalu diganti namanya menjadi Operasi Overlord dan ditunda sampai 1944.

Peralatan khusus

Rencana pendaratan Sekutu dan posisi pertahanan Jerman ( bagian dari perang dunia ke-II)

Untuk melancarkan jalannya invasi ini, Sekutu mengembangkan banyak peralatan khusus. Mayor-Jenderal Percy Hobart ditugaskan untuk mengetuai pengembangan kendaraan lapis baja khusus. Kendaraan-kendaraan ini, yang dijuluki Hobart’s Funnies, antara lain tank yang bisa berenang Sherman Duplex Drive, tank pembersih ranjau, tank pembuat jembatan, tank pembuat jalanan, dan tank khusus untuk menghancurkan gedung beton. Pengetesan kendaraan-kendaraan ini dilakukan di Kirkham Priory di Yorkshire, Inggris.

Selain kendaraan lapis baja, dibuat juga dua pelabuhan buatan Mulberry Harbour agar bisa mendatangkan persediaan secara cepat, ditambah dengan tidak adanya pelabuhan laut dalam di lokasi pendaratan. Untuk mengirimkan bahan bakar dari Inggris, Sekutu menjalankan Operasi PLUTO (Pipe Line Under The Ocean), yaitu jalur pipa bawah laut.

Persiapan Jerman
Pada tahun 1942 dan 1943, Jerman menganggap bahwa kemungkinan serangan Sekutu dari barat sangat kecil. Persiapan menghadapi invasi hanya berupa pembangunan fortifikasi yang melindungi pelabuhan-pelabuhan utama oleh Organisasi Todt.

Pada akhir 1943, berkumpulnya kekuatan Sekutu di Inggris menyebabkan Komandan Bagian Barat Jerman, Marsekal Medan Gerd von Rundstedt, untuk meminta tambahan pasukan. Pasukan yang dimiliki sebelumnya hanya merupakan formasi statik saja, tanpa alat-alat transportasi dan peralatan dukungan. Selain itu pasukan itu terdiri dari tentara yang tidak sempurna secara fisik (misalnya orang-orang yang kehilangan jarinya oleh dinginnya Front Timur), atau merupakan wajib militer Polandia dan negara non-Jerman lainnya.

Selain tambahan pasukan, von Rundstedt mendapatkan anak buah baru, Marsekal Medan Erwin Rommel. Rommel awalnya hanya ditugaskan untuk memeriksa Tembok Atlantik, namun kemudian meminta untuk diberi tugas memimpin pasukan pertahanan Perancis utara, Belgia, dan Belanda. Permintaan ini dipenuhi dan pasukan yang dipimpinnya digabungkan dalam Grup B Angkatan Darat pada Februari 1944.

Pendaratan
Pendaratan udara

Jenderal Dwight D. Eisenhower berbicara kepada pasukan penerjun payung Amerika Serikat sebelum keberangkatan mereka.

Pendaratan udara dilakukan untuk merebut posisi-posisi kunci, dengan tujuan memblokir serangan balik Jerman, mengamankan bagian samping pendaratan laut, dan melancarkan pergerakan pasukan laut dari pantai. Divisi Lintas Udara Amerika Serikat ke-82 dan 101 ditugaskan untuk mengamankan samping barat, dan Divisi Lintas Udara ke-6 Britania Raya ditugaskan ke samping timur.

Pendaratan udara Britania Raya

Anggota Divisi Lintas Udara ke-101 setelah merebut desa St. Marcouf, 8 Juni.(bagian dari perang dunia ke-II)
Di timur lokasi pendaratan laut, terdapat wilayah yang terbuka dan datar, yang ideal untuk serangan kendaraan lapis baja Jerman. Namun, wilayah terbuka tersebut dan lokasi pendaratan laut dipisahkan oleh Sungai Orne, yang mengalir dari Caen sampai Tanjung Seine. Satu-satunya penyeberangan sungai ini di utara Caen berada tujuh kilometer dari lokasi pendaratan laut, yaitu di dekat Bénouville dan Ranville. Untuk Jerman, ini merupakan satu-satunya rute untuk serangan balik dari samping timur, sementara bagi Sekutu, penyeberangan ini sangat penting untuk serangan ke Caen.
Anggota Divisi Lintas Udara ke-101 setelah merebut desa St. Marcouf, 8 Juni.

Objektif taktis Divisi Lintas Udara ke-6 Britania Raya adalah merebut jembatan-jembatan penyebrangan di Bénouville-Ranville, bertahan menghadapi serangan balik Jerman, menghancurkan meriam artileri di Merville yang menembak ke Pantai Sword, dan menghancurkan lima jembatan di Sungai Dives.

Pendaratan udara Amerika Serikat
Pendaratan udara Amerika Serikat dilakukan oleh Divisi Lintas Udara ke-82 (Operasi Detroit) dan 101 (Operasi Chicago). Pada saat pendaratan, para penerjun payung tersesat dan tidak dapat berkumpul dengan baik. Ini dikarenakan oleh lokasi pendaratan yang tidak ditandai, cuaca yang buruk, dan medan yang sulit. Setelah 24 jam, hanya 2.500 dari 6.000 anggota Divisi Lintas Udara 101 yang telah bergabung kembali. Tetapi, tersebarnya pasukan penerjun payung Amerika Serikat membantu membingungkan tentara Jerman.

Pada pagi hari tanggal 6 Juni, Divisi Lintas Udara ke-82 berhasil merebut Sainte-Mère-Église, kota pertama yang direbut pada invasi ini.

Pantai Sword

Tentara Inggris berlindung setelah mendarat di Pantai Sword (bagian dari perang dunia ke-II)

Pantai Sword merupakan nama kode yang diberikan Sekutu untuk sebuah lokasi pendaratan pantai pada Invasi Normandia, pada tanggal 6 Juni 1944. Pantai ini panjangnya 8 km, dari Ouistreham sampai Saint-Aubin-sur-Mer, dan merupakan pantai paling timur pada invasi pantai ini. Lokasi pendaratan dibagi menjadi empat bagian, yaitu Oboe, Peter, Queen, dan Roger.

Serangan pada Pantai Sword dimulai pada jam 03.00 dengan serangan udara ke pertahan laut dan artileri Jerman. Serangan artileri laut dimulai beberapa jam kemudian. Pada jam 0730, satuan-satuan pertama berhasil mendarat di pantai. Satuan ini adalah satuan tank Sherman DD milik Hussar ke-13/18, yang diikuti oleh infanteri Brigade ke-8.

Pada Pantai Sword, infanteri Britania Raya berhasil mendarat dengan sedikit korban. Pada akhir hari itu, mereka berhasil maju sejauh delapan kilometer, tetapi gagal mendapatkan target ambisius Montgomery, khususnya Caen yang merupakan objektif utama, yang tetap dikuasai Jerman sampai akhir D-Day.


Pantai Juno

Pasukan Kanada menuju Pantai Juno (bagian dari perang dunia ke-II)

Pantai Juno merupakan nama kode yang diberikan Sekutu untuk sebuah lokasi pendaratan pantai pada Invasi Normandia, pada tanggal 6 Juni 1944. Pantai ini berada diantara Pantai Sword dan Pantai Gold, terbentang dari Saint-Aubin-sur-Mer di ujung timur sampai Courseulles-sur-Mer di ujung barat. Lokasi pendaratan ini juga dikenal dengan nama pantai Kanada, karena yang mendarat disini adalah Divisi Infanteri ke-3 dan Brigade Lapis Baja ke-2 Kanada.

Pasukan Kanada yang mendarat di Pantai Juno berhadapan dengan 11 meriam berat 155 mm dan 9 meriam sedang 75 mm, juga senapan mesin, bunker, dan fortifikasi beton lainnya. 50% gelombang pertama yang mendarat tewas, pendaratan ini adalah pendaratan pantai dengan jumlah korban tertinggi ke-2 setelah Pantai Omaha. Pemakaian Sherman DD termasuk sukses di Pantai Juno, dengan beberapa, sesuai rencana, sampai duluan sebelum infanteri dan membantu menghancurkan pertahanan Jerman.

Pantai Gold

Tentara Britania Raya mendarat di Arromanches (bagian dari perang dunia ke-II)

Pantai Gold merupakan nama kode yang diberikan Sekutu untuk sebuah lokasi pendaratan pantai pada Invasi Normandia, pada tanggal 6 Juni 1944. Pantai ini berada diantara Pantai Omaha dan Pantai Juno, panjangnya delapan kilometer, dan dibagi menjadi empat sektor. Dari barat ke timur, empat sektor tersebut adalah How, Item, Jig, dan King.

Korban juga banyak pada Pantai Gold, di mana kedatangan tank perenang Sherman DD tertunda, dan Jerman telah memfortifikasi sebuah desa di pantai dengan baik. Namun Divisi Infanteri ke-50 berhasil mengalahkan pertahanan ini dan maju sampai dekat Bayeux. Divisi ini adalah salah satu yang paling jauh mendekati objektif utamanya.

Pantai Omaha

Tentara Amerika Serikat bersiap-siap untuk mendarat di Pantai Omaha (bagian dari perang dunia ke-II)

Pantai Omaha merupakan nama kode yang diberikan Sekutu untuk sebuah lokasi pendaratan pantai pada Invasi Normandia, pada tanggal 6 Juni 1944. Pantai ini panjangnya sekitar 5,6 kilometer, dari Sainte-Honorine-des-Pertes sampai Vierville-sur-Mer.

Pendaratan di Pantai Omaha merupakan pendaratan yang paling banyak memakan korban. Elemen Divisi Infanteri ke-1 dan ke-29 Amerika Serikat berhadapan dengan Divisi Infanteri ke-352 Jerman, salah satu divisi yang paling berpengalaman di invasi pantai ini. Intelijen Sekutu gagal mengetahui bahwa Divisi Infanteri Statik ke-714 yang relatif berkualitas rendah digantikan oleh Divisi ke-352 beberapa hari sebelum invasi. Omaha merupakan pantai dengan pertahanan yang paling berat, dan serangan udara serta artileri sebelum invasi ternyata tidak efektif.


Kompi E, Infanteri ke-16, Amerika Serikat mendarat di Pantai Omaha, Normandia.

Di bagian timur, 27 dari 32 tank Sherman DD tidak sampai ke pantai. Di bagian Barat, tank DD berhasil mendarat namun banyak yang hancur oleh artileri Jerman. Data resmi mengatakan bahwa "10 menit setelah mendarat, kompi [pemimpin] menjadi tidak berfungsi, tanpa komandan, dan hampir sama sekali tidak bisa bertempur. Setiap perwira dan sersan telah tewas atau terluka [...] Ini berubah menjadi perjuangan untuk bertahan dan penyelamatan". Korban pada Pantai Omaha sampai 2.400 orang pada jam-jam pertama. Beberapa komandan sempat ingin mundur dari pantai itu, tetapi beberapa satuan kecil membentuk tim-tim ad hoc yang akhirnya berhasil menguasai pantai dan maju masuk ke daratan.

Pointe du Hoc

Tebing di Point du Hoc yang harus dipanjat tentara Amerika Serikat.

Point du Hoc merupakan tempat penempatan meriam yang berada pada tebing beton tinggi. Di sini, Batalyon Ranger ke-2, yang dipimpin oleh James Earl Rudder, ditugaskan untuk memanjat tebing-tebing setinggi 30 meter tersebut dengan menggunakan tali, lalu menghancurkan meriam-meriam di atas, yang diperkirakan menembak ke Pantai Omaha dan Utah. Tetapi setelah tiba di atas tebing ternyata meriam-meriam tersebut sudah dipindahkan. Para kemudian Ranger maju masuk ke daratan lalu akhirnya menemukan dan menghancurkan meriam-meriam tersebut.

Pantai Utah

Tank perenang Sherman Duplex Drive di pantai Utah.

Pantai Utah merupakan nama kode yang diberikan Sekutu untuk sebuah lokasi pendaratan pantai pada Invasi Normandia, pada tanggal 6 Juni 1944. Pantai ini panjangnya sekitar tiga mil, dari Pouppeville ke La Madeleine, dan merupakan pantai paling barat diantara lima lokasi pendaratan pantai pada invasi ini.

Pendaratan di Pantai Utah merupakan pendaratan dengan korban paling sedikit. Divisi Infanteri ke-4 yang mendarat di pantai ini ternyata mendarat di tempat yang salah karena arus yang mendorong kendaraan pendarat mereka ke arah tenggara, ke daerah yang tidak dijaga dengan baik. Divisi ini kemudian maju ke daratan dengan mudah, ditambah dengan bantuan dari Resimen Infanteri Parasut ke-502 dan 506. Dengan korban yang sangat sedikit, mereka juga dapat bergerak dengan cepat, dengan tingkat kesuksesan yang sangat tinggi.

Setelah pendaratan

Pendaratan pasukan dan persediaan di Pantai Omaha(bagian dari perang dunia ke-II)

Setelah pantai dikuasai, dua pelabuhan buatan Mulberry Harbour diderek melalui Selat Inggris dan selesai dirakit pada D+3 (9 Juni). Satu dibuat di Arromanches oleh pasukan Britania Raya, dan satu lagi di Pantai Omaha oleh Amerika Serikat. Pada tanggal 19 Juni sebuah badai menunda kegiatan pengiriman persediaan dan menghancurkan pelabuhan buatan di Pantai Omaha. Ketika itu, Britania Raya sudah mendaratkan 314.547 orang, 54.000 kendaraan, dan 102.000 ton persediaan. Sementara Amerika Serikat telah mendaratkan 314.504 orang, 41.000 kendaraan, dan 116.000 ton persediaan.

Cherbourg

Tentara Jerman yang tertangkap di Cherbourg. (bagian dari perang dunia ke-II)

Pertempuran Cherbourg adalah bagian dari Invasi Normandia pada Perang Dunia II, yang terjadi langsung setelah pendaratan pasukan Sekutu pada 6 Juni 1944. Pasukan Sekutu mengisolasi lalu menyerang pelabuhan yang terfortifikasi, yang merupakan aset penting untuk kampanye Eropa Barat.

Di bagian barat invasi, pasukan Amerika Serikat ditugaskan untuk menguasai Semenanjung Cotentin, khususnya Cherbourg, yang memiliki pelabuhan laut dalam. Wilayah dibelakang pantai Utah dan Omaha dicirikan oleh bocage, yaitu parit kuno dan pagar tanaman yang tebalnya sampai tiga meter, tersebar setiap 100 sampai 200 meter, membuatnya sangat menyulitkan untuk tank, peluru, dan penglihatan, dan menjadi tempat bertahan yang ideal. Infanteri Amerika Serikat maju menuju Cherbourg dengan lambat, dan dengan banyak korban. Bagian ujung semenanjung baru didatangi pada 18 Juni. Setelah melawan pasukan Sekutu dengan gigih, komandan Cherbourg, Letnan Jenderal von Schlieben, akhirnya menyerah setelah sebelumnya sempat menghancurkan pelabuhan Cherbourg, yang membuat pelabuhan itu baru bisa dipakai pada pertengahan Agustus.

Caen

Tentara Britania Raya di Caen, 9 Juli 1944.(bagian dari perang dunia ke-II)

Pertempuran Caen terjadi dari Juni sampai Agustus 1944, antara pasukan Sekutu dengan Jerman, pada Invasi Normandia, Perang Dunia II.

Pada D-Day, Caen merupakan objektif strategis Divisi Infanteri ke-3 Britania Raya. Tetapi karena Caen pada saat itu gagal direbut, kota ini menjadi tempat beberapa pertempuran pada Juni, Juli, sampai Agustus.


Peta serangan Operasi Goodwood di Caen.(bagian dari perang dunia ke-II)

Caen dianggap sebagai objektif yang penting oleh Montgomery, maka Caen menjadi target beberapa serangan. Serangan pertama adalah Operasi Perch, yang mencoba menyerang Jerman lewat samping di Villers-Bocage. Tapi serangan ini dihentikan oleh Jerman pada Pertempuran Villers-Bocage. Usaha serangan sempat tertunda karena badai yang menghentikan laju persediaan pada 17 sampai 23 Juni, walau begitu, serangan balik Jerman bisa dihentikan pada Operasi Epsom, dikarenakan serangan balik tersebut sudah diketahui oleh intelijen. Caen kemudian dihujani bom dari pesawat, dan bagian utaranya berhasil diduduki pada Operasi Charnwood, 7 sampai 9 Juli. Ini kemudian dilanjutkan dengan serangan besar-besaran yang dipimpin Jenderal Miles Dempsey, yang diikuti oleh seluruh divisi lapis baja Britania Raya, Operasi Goodwood, 18 sampai 21 Juli, berhasil menguasai sisa Caen beserta dataran tinggi di bagian selatannya.

Menembus garis pantai

Peta kampanye untuk menembus garis pertahanan Jerman.(bagian dari perang dunia ke-II)

Strategi penting yang dilakukan Montgomery adalah membuat Jerman memfokuskan pasukan cadangan mereka ke bagian timur invasi agar garis pertahanan Jerman bisa ditembus di bagian barat. Strategi ini berhasil, dan setelah Operasi Goodwood, Jerman telah memobilisasikan sisa pasukan cadangan mereka untuk menghadapi pasukan Britania Raya dan Kanada di selatan Caen. Operasi untuk menembus garis pantai (beachhead), yang dinamakan Operasi Kobra, dilakukan pada tanggal 24 Juli oleh First Army Amerika Serikat. Operasi ini berhasil dengan baik, Korps VIII berhasil menembus pertahanan Jerman dan memasuki Coutances, di bagian barat Semenanjung Cotentin, pada 28 Juli.

Montgomery lalu melanjutkan serangan di bagian barat dengan bergerak ke selatan, kemudian divisi-divisi lapis baja Britania Raya dibuat ikut maju ke selatan bersama dengan Third Army Amerika Serikat pada Operasi Bluecoat, 30 Juli sampai 7 Agustus. Serangan ini berhasil membuat Jerman terpaksa mengalihkan pasukan ke arah barat, yang kemudian ditindak-lanjuti oleh Britania Raya dan Kanada yang maju dari Caen pada Operasi Totalize, 7 Agustus.

Kantong Falaise

Tentara Amerika Serikat setelah menyisir sisa-sisa pertahanan Jerman di Chambois.(bagian dari perang dunia ke-II)

Kantong Falaise (dikenal juga dengan kantong Chambois, kantong Chambois-Montormel, dan kantong Falaise-Chambois) pada Agustus tahun 1944 merupakan wilayah diantara desa Trun, Argentan, Vimoutiers, dan Chambois di dekat Falaise, Perancis, dimana pasukan Sekutu berusaha untuk mengitari dan mengepung Army ke-7 dan Panzer Army ke-5 Jerman. Pertempuran ini terjadi pada Invasi Normandia, Perang Dunia II.


Serangan Sekutu mengepung Jerman di kantong Falaise.(bagian dari perang dunia ke-II)

Dengan hampir terkepungnya Jerman oleh pasukan Sekutu, Komando Tinggi Jerman menginginkan pasukan cadangan Jerman dari daerah sekitar untuk membantu mundurnya pasukan Jerman ke sungai Seine. Namun keinginan ini ditolak oleh Hitler, yang memerintahkan serangan ke Mortain, bagian barat kantong Falaise, pada 7 Agustus. Serangan ini dimentahkan oleh Sekutu, yang lagi-lagi mendapat pemberitahuan duluan oleh intelijen. Rencana awal Sekutu setelah itu adalah untuk mengitari pasukan Jerman sampai sejauh lembah Loire, tetapi Jenderal Omar N. Bradley menyadari kalau pasukan Jerman sudah tidak bisa bergerak, dan setelah mendapat persetujuan dari Montgomery, ia memerintahkan untuk langsung menuju ke utara dan mengepung Jerman. Perintah ini dilaksanakan oleh George S. Patton, pasukannya bergerak hampir tanpa perlawanan melalui Le Mans, lalu ke utara menuju Alençon. Pasukan Jerman akhirnya terkepung pada tanggal 21 Agustus, dengan 50.000 tentara Jerman terperangkap di kantong Falaise.

Paris berhasil direbut tak lama kemudian. Pemberontak Perancis berdiri menghadapi Jerman pada 19 Agustus, dan Divisi Lapis Baja ke-2 Perancis yang dipimpin Jenderal Jacques Leclerc, bersama dengan Divisi Infanteri ke-4 Amerika Serikat menerima penyerahan pasukan Jerman di Paris pada 25 Agustus.

Penutupan invasi
Kampanye Normandia menurut beberapa sejarawan berakhir pada tengah malam 24-25 Juli 1944, yaitu pada awal Operasi Kobra, atau pada tanggal 25 Juli, dengan direbutnya Sungai Seine. Rencana awal Operasi Overlord memperkirakan kampanye sepanjang 90 hari di Normandia, dengan tujuan akhir mencapai Sungai Seine; target ini tercapai dengan lebih cepat. Pihak Amerika Serikat berhasil mencapai target mereka lebih awal dengan penembusan besar pada Operasi Kobra.

Kemenangan Sekutu di Normandia kemudian dilanjuti dengan usaha untuk menguasai perbatasan Perancis, dan Jerman terpaksa mengirim pasukan dan sumber daya dari Front Timur dan Italia untuk membantu pasukan mereka di front baru ini.

Operasi Bagration

Posisi pasukan saat Operasi Bagration.(bagian dari perang dunia ke-II)

Pada Perang Dunia II, Operasi Bagration adalah serangan umum oleh tentara Soviet untuk mengusir tentara Nazi dari Belarusia yang menyebabkan hancurnya Satuan Tentara Tengah Jerman dan mungkin merupakan kekalahan Wehrmacht yang terbesar selama Perang Dunia II.

Satuan Tentara Tengah terbukti sulit untuk dihancurkan sebagaimana ditunjukkan oleh kekalahan Zhukov dalam operasi Mars. Tetapi pada bulan Juni 1944, situasinya berbeda karena meskipun garis depannya telah diperpendek, Satuan ini jadi terbuka setelah hancurnya Satuan Tentara Selatan pada pertempuran-pertempuran yang terjadi sesudah Pertempuran Kursk, Pembebasan Kiev dan Pembebasan Krimea pada akhir musim panas dan berlanjut sampai musim gugur dan musim dingin 1943 - 1944 yang kemudian dinamakan periode ketiga Perang Patriotik Besar.

Operasi Bagration, digabung dengan Operasi Lvov-Sandomierz yang dimulai beberapa minggu kemudian di Ukraine, menyebabkan Uni Soviet menguasai kembali praktis semua wilayahnya berdasarkan perbatasan tahun 1941, bergerak ke wilayah Jerman di Prusia Timur, dan mencapai pinggiran Warsawa setelah menguasai wilayah Polandia di timur sungai Vistula.

Pertempuran ini digambarkan sebagai kemenangan teori "seni operasi" Soviet - yaitu koordinasi total antara semua gerakan di garis depan dan lalu lintas sinyal untuk menipu musuh mengenai arah serangan yang sebenarnya. Meskipun satuan yang terlibat sangat banyak, para komandan garis depan Soviet membuat musuh mereka bingung tentang poros serangannya hingga pihak Jerman sangat terlambat untuk memperbaiki keadaan.

Serangan
Serangan ini dimulai pada pagi tanggal 22 Juni 1944, tepat tiga tahun setelah serangan Jerman ke Uni Soviet. Namun Panglima Tertinggi Angkatan Perang (OKW) telah memperkirakan serangan terhadap Satuan Tentara Selatan, yang sudah sangat lemah dan dipukul mundur dari sebagian besar Ukraina, dan karena itu mendapatkan bantuan persenjataan dari Satuan Militer Tengah sesaat sebelum serangan.

Operasi Bagration mempertarungkan 1.700.000 tentara Soviet yang terbagi dalam 200 divisi dengan 6000 tank dan artileri melawan 34 divisi Jerman dari Satuan Tentara Tengah. Hasilnya adalah hampir 350.000 tentara Jerman terbunuh atau tertawan.

Operasi Lvov-Sandomierz yang berlangsung tidak begitu jauh dari Operasi Bagration dimulai pada tanggal 17 Juli 1944, dengan cepat memukul mundur tentara Jerman di Ukraina. Serangan yang sangat cepat membawa pasukan Soviet ke gerbang Warsawa pada akhir Juli. Operasi Bagration juga memotong dan mengisolasi unit Jerman dari Satuan Tentara Utara yang bertempur di Courland. Operasi ini membantu Soviet bergerak ke Balkan pada bulan Agustus 1944.

Operasi ini dihentikan hanya setelah garis pasokan Soviet terancam karena terlalu banyak dikerahkan, begitu hebatnya sesuai dengan kemenangan mereka. Namun, masih tetap muncul pertikaian tentang keputusan pasukan Soviet untuk menawarkan bantuan yang terbatas - dan terlambat - kepada Pasukan Polandia dalam Pemberontakan Warsawa yang mulai tepat ketika pasukan-pasukan Soviet mencapai perbatasan timur kota itu.

Yang ikut menyebabkan kekalahan Jerman adalah pemindahan unit-unitnya untuk menghadapi invasi Normandia dua minggu sebelumnya. Karenanya, empat "Front" (satuan militer) Soviet dengan jumlah keseluruhan lebih dari 120 divisi menghantam garis pertahanan Jerman yang dipertahankan oleh sedikit pasukan. Soviet memperoleh rasio sepuluh banding satu untuk tank dan tujuh banding satu untuk pesawat dibandingkan musuhnya. Kelebihan Soviet dalam hal jumlah dan kualitas menyebabkan Jerman kewalahan. Pertahanan Jerman berantakan.

Ibukota Belorusia, Minsk, direbut pada tanggal 3 Juli, memerangkap 50.000 tentara Jerman. Sepuluh hari kemudian Tentara Merah mencapai perbatasan Polandia pada masa sebelum perang. Hancurnya Satuan Tentara Tengah membuat Jerman kehilangan 2.000 tank dan 57.000 kendaraan lainnya. Korban di pihak Jerman diperkirakan 300.000 meninggal, 250.000 terluka, dan sekitar 120.000 tertawan; korban keseluruhan 670.000 orang. Korban di pihak Soviet adalah 60.000 terbunuh, 110.000 terluka, dan sekitar 8.000 hilang. Selain itu Soviet juga kehilangan 2.957 tank, 2.447 artileri, dan 822 pesawat.

Setelah pertempuran
Dibandingkan pertempuran lainnya, pertempuran ini adalah kemenangan terbesar Soviet dalam hal jumlah, karena menyebabkan 4 kali lipat korban di pihak Jerman dan berhasil menguasai kembali wilayahnya dalam jangka waktu 2 bulan. Ini adalah satu dari sedikit pertempuran dimana Jerman kehilangan lebih banyak tentara dibandingkan Soviet.Tentara Jerman tidak pernah pulih dari kehilangan material dan pasukan yang dideritanya kali ini setelah kehilangan seperempat dari tentaranya di Front Timur, sama dengan persentase kehilangan di Stalingrad.Nama operasi ini diambil dari nama Jenderal Petr Bagration, yang gugur pada Pertempuran Borodino.

1945: Runtuhnya Kerajaan Nazi Jerman
Pada akhir bulan april 1945, ibukota Jerman yaitu Berlin sudah dikepung oleh Uni Soviet dan pada tanggal 1 Mei 1945, Adolf Hitler bunuh diri bersama dengan istrinya Eva Braun didalam bunkernya, sehari sebelumnya Adolf Hitler menikahi Eva Braun, dan setelah mati memerintah pengawalnya untuk membakar mayatnya. Setelah menyalami setiap anggotanya yang masih setia. Pada tanggal 2 Mei, Karl Dönitz diangkat menjadi pemimpin menggantikan Adolf Hitler dan menyatakan Berlin menyerah pada tanggal itu juga. Disusul Pasukan Jerman di Italia yang menyerah pada tanggal 2 juga. Pasukan Jerman di wilayah Jerman Utara, Denmark dan Belanda menyerah tanggal 4. Sisa pasukan Jerman dibawah pimpinan Alfred Jodl menyerah tanggal 7 mei di Rheims, Perancis. Tanggal 8 Mei, penduduk di negara-negara sekutu merayakan hari kemenangan, tetapi Uni Soviet merayakan hari kemenangan pada tanggal 9 Mei dengan tujuan politik.

Tanggal : 1 September 1939 – 2 September 1945
Lokasi : Eropa, Pasifik, Asia Tenggara, Timur Tengah, Mediterania dan Afrika.
Hasil : Kemenangan sekutu, munculnya Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai negara adidaya, terbentuknya blok-blok yang menjurus ke Perang Dingin, mulai lepasnya negara-negara jajahan Eropa.

Pihak penting yang terlibat dalam perang dunia ke-II
Sekutu

Britania Raya


Uni Soviet


Amerika Serikat


Republik Cina


Komandan
Britania Raya : Winston Churchill
Uni Soviet : Joseph Stalin
Amerika Serikat : Franklin Roosevelt
Republik China : Chiang Kai-Shek

Jumlah Korban
Militer tewas:
17.000.000
Sipil tewas:
33.000.000
Total tewas:
50.000.000

*Pihak Sekutu di Perang Dunia II
Setelah penyerangan Jerman ke Polandia
* Polandia: 1 September 1939
* Kerajaan Inggris: 3 September 1939 (Termasuk Kerajaan India & Negara Koloni)
* Perancis: 3 September 1939
* Australia: 3 September 1939
* Selandia Baru: 3 September 1939
* Nepal: 4 September 1939
* Afrika Selatan: 6 September 1939
* Kanada: 10 September 1939

Setelah berakhirnya perang Poni
* Norwegia: 9 April 1940
* Belgia: 10 Mei 1949
* Luksemburg: 10 Mei 1940
* Belanda: 10 Mei 1940
* Yunani: 28 Oktober 1940
* Kerajaan Yugoslavia: 6 April 1941
* Uni Soviet: 22 Juni 1941
* Tannu Tuva: 25 Juni 1941

Sesudah penyerangan ke Pearl Harbor
* Panama: 7 Desember 1941
* Kosta RiKa: 8 Desember 1941
* Republik Dominika: 8 Desember 1941
* El Salvador: 8 Desember 1941
* Haiti: 8 Desember 1941
* Honduras: 8 Desember 1941
* Nikaragua: 8 Desember 1941
* Amerika Serikat: 8 Desember 1941
* China: 9 Desember 1941
* Guatemala: 1941, 9 Desember 1941
* Kuba: 9 Desember 1941
* Cekoslowakia : 16 Desember 1941

Sesudah pembentukan perhimpunan bangsa-bangsa
* Meksiko: 22 Mei 1942
* Brazil: 22 Agustus 1942
* Ethiopia: 14 Desember 1942
* Irak: 17 Januari 1943
* Bolivia: 7 April 1943
* Iran: 9 September 1943
* Italy: 13 Oktober 1943(sebelumnya anggota Kekuatan Poros)
* Kolombia: 26 November 1943
* Liberia: 27 Januari 1944

Sesudah Hari-D
* Romania: 25 Agustus 1944(formerly a member of the Axis)
* Bulgaria: 8 September 1944(formerly a member of the Axis)
* San Marino: 21 September 1944
* Albania: 26 October 1944
* Hungaria: 20 January 1945(formerly a member of the Axis)
* Bahawalpur: 2 February 1945
* Ekuador: 2 February 1945
* Paraguay: 7 February 1945
* Peru: 12 February 1945
* Uruguay: 15 February 1945
* Venezuela: 15 February 1945
* Turki: 23 February 1945
* Libanon: 27 February 1945
* Arab Saudi: 1945 March
* Argentina: 27 March 1945
* Chili: 11 April 1945

Sesudah pemboman Hiroshima
* Mongolia: 9 August 1945


Presentasi dari perubahan-perubahan pada pihak Sekutu dan Kekuatan Poros. Biru - Sekutu barat, Merah – Uni Sovyet, Hitam – Kekuatan Poros dan daerah dudukannya, Abu-abu – Netral (bagian dari perang dunia ke-II)


Pihak Axix

Nazi Jerman


Italia


Jepang


Komandan
Nazi Jerman : Adolf Hitler
Italia : Benito Mussolini
Jepang : Hideki Tojo

Jumlah Korban
Militer tewas:
8.000.000
Sipil tewas:
4.000.000
Total tewas:
12.000.000

Pihak Axix di perang dunia ke-II
Anggota Negara-negara Poros yang utama
* Jerman, di bawah Adolf Hitler
* Italia, di bawah Benito Mussolini
* Jepang, Hideki Tōjō dan Kaisar Shōwa (Hirohito)

Anggota Negara-negara Poros minoritas
* Bulgaria
* Hongaria
* Yugoslavia
* Finlandia
* Thailand
* Rumania

Negara Boneka Jepang
* Manchukuo
* Mengjiang (bagian wilayah di Mongolia]]
* Nanking (bagian wilayah di Tiongkok)
* Burma
* Filipina
* India

Negara boneka Italia
* Albania
* Ethiopia

Negara boneka Jerman
* Serbia
* Republik Sosial Italia

Negara lainnya yang berkoalisi
* Negara Merdeka Kroasia
* Perancis Vichy
* Spanyol
* Denmark

Bekas anggota
* Uni Soviet, memihak Sekutu pada 1941.


warna hijau adalah pihak Sekutu(hijau terang adalah yang bergabung setelah penyerangan ke Pearl Harbor), Negara-negara Poros berwarna oranye dan warna abu-abu adalah negara netral (bagian dari perang dunia ke-II)

#19 nakajima

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 103 posts
Click to view battle stats

Posted 05 December 2008 - 01:30 PM

bagus artikelnya bro smile.gif

#20 black love

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 130 posts
Click to view battle stats

Posted 06 December 2008 - 12:17 AM

i like WAR!!!!





BlueFame.Com A Blue Alternative Community for Peace, Love, Friendship, and Cyber Solidarity © 2006 - 2011
All Rights Reserved Unless Otherwise Specified

BlueFame Part Division
BlueFameStyle | BlueFame Upload | BlueFame Radio | BlueFameMail | Advertise here!

BlueFame DMCA Policy