Jump to content



 

 

DISKUSI - Apa Soeharto itu Orang jahat ?


144 replies to this topic

#141 svnhvn

    Carassius Auratus Holic

  • Calon Moderator
  • 6,557 posts
Click to view battle stats

Posted 24 October 2012 - 02:46 AM

View PostAnserk8, on 22 July 2011 - 12:18 AM, said:

View PostLiveWire, on 21 July 2011 - 11:17 PM, said:

Quote

NERAKA REZIM SUHARTO (UNTOLD STORY)

Oleh: Harsutejo

Judul di atas bukanlan bikinan saya, tetapi judul sebuah buku tipis (156 + xi halaman) yang kemudian diikuti sub-judul "Misteri Tempat Penyiksaan Orde Baru" susunan Margiyono dan Kurniawan Tri Yunanto, Spasi & VHRBook, Jakarta, 2007.


Bagi yang mengenal kekejaman rezim Orba, apalagi bagi mereka yang pernah menjadi tapol Orba, dari sebagian daftar isinya dapat membayangkan apa kira-kira kisah di dalamnya: Bab I Rumah Setan di Gunung Sahari; Bab II Rumah Hantu di Menteng Atas; Bab III Kekejaman di Kremlin [Kramat Lima]; Bab IV Jeritan di Rumah Meester Cornelis; Bab V Horor di Gang Buntu; dst. Kedua penulis muda ini tidak sedang bercerita tentang kisah horor yang banyak muncul di televisi belakangan ini, tapi tentang kekejaman yang dialami para tapol, para terculik yang dilakukan rezim militer Orba Suharto sejak 1965 sampai 1998, bagian dari sejarah kelam horor.


Rumah Setan di Gunung Sahari terletak di Gunungsahari III, sebuah rumah besar milik seorang Tionghoa yang dirampas dan dijadikan markas Operasi Kalong setelah tragedi 1 Oktober 1965. Operasi di bawah Mayor Suroso ini pula yang berhasil menangkap orang keempat PKI Sudisman karena pengkhianatan kawan dekat dan pembantunya. Algojo yang bernama Letnan Bob tersohor kekejamannya, setiap tapol di Jakarta gemetar jika dibon olehnya ke markas Kalong. Alat penyiksa standar berupa pentungan kayu dan karet, buntut ikan pari yang dipasangi paku kecil, kabel dengan lempeng-lempeng yang dialiri listrik. Setiap tapol baru dikejutkan dan dihancurkan mentalnya dengan siksaan alat-alat tersebut, apapun yang diakuinya. Sengatan listrik merupakan ujung kekuatan seorang pesakitan berakhir. Setiap tapol perempuan diperiksa dengan telanjang bulat, demikian juga dengan interogatornya.


Di Kalong tersohor pula legenda seorang aktivis Gerwani bernama Sri Ambar yang tetap bungkam meski telah disiksa dengan gebukan, setruman, kemudian digantung telanjang bulat di pohon mangga. Bokongnya kemudian ditusuk bayonet oleh seorang tentara penyiksa. Siksaan berlanjut dengan didatangkannya ibu dan dua orang anaknya yang masih kecil (ketiganya juga ditahan) untuk menyaksikannya.

Seorang pemuda tapol yang kuat badannya berumur sekitar 30 tahun disiksa habis-habisan dengan gebukan dan sengatan listrik di markas Zinpur 8. Ia juga digantung selama seminggu di Lenteng Agung, banyak bagian badannya mengucurkan darah karena diiris silet. Luka itu kemudian disiram bensin. Ia pun menjadi sasaran latihan lemparan pisau komando. Pada suatu malam badannya ditembus tiga peluru, karena keterangannya masih diperlukan, ia dibawa ke RSPAD Gatot Subroto dan mendapatkan transfusi darah sebanyak 10 liter. Dalam keadaan masih sakit, ia berkali-kali diinterogasi, bahkan dengan disetrum. Ia kemudian dilemparkan ke sel Kodim 0505 Jatinegara, salah satu tempat penyiksaan tapol. Dalam sel 5x6 meter itu ia berjubel bersama 200 tapol lainnya



Di bagian akhir terdapat kesaksian sejumlah aktivis muda dan mahasiswa, di antaranya dari PRD. Seperti kita ketahui sejumlah aktivis diculik rezim Suharto pada pertengahan pertama 1998 sebelum diktator militer itu jatuh. Sejumlah aktivis setelah diculik, semula berada di instansi militer resmi seperti Kodim Jakarta Timur, disiksa dan diinterogasi di instansi militer [rahasia] dalam keadaan mata terus ditutup. Tiba-tiba mereka sudah dibawa ke Polda Metro Jaya. Sejumlah aktivis kemudia n dibebaskan dalam bulan Juni 1998 setelah tumbangnya sang diktator.

Seperti kita ketahui masih ada 13 orang aktivis yang diculik oleh instansi yang sama di masa itu tidak pernah kembali, di antaranya aktivis buruh sekaligus penyair, Wiji Thukul dengan seruannya yang tersohor: HANYA ADA SATU KATA: LAWAN! Ketika itu seorang petinggi militer, Jenderal Syarwan Hamid yang amat ditakuti karena jabatannya, menyatakan bahwa Wiji Thukul telah menantang pemerintah. Rupanya rezim militer yang perkasa itu takut juga dengan seorang penyair miskin kerempeng.


Instansi militer penculik [rahasia] yang terang identitasnya di mata beberapa Kodim dan Polda Metro Jaya sampai saat ini belum diusut. Di mana 13 pemuda bibit bangsa itu telah dibunuh dan dikubur? Adakah HAM hanya untuk kaum koruptor dan tersangka koruptor serta Jenderal Besar (Purn) Suharto, dan tidak untuk para [bekas] tapol dan aktivis yang melawan kediktatoran rezim militer Orba?

Bekasi, 9 Januari 2008


* * *

SOURCE.

Oh bukan, Suharto bukan orang jahat. Ia adalah guru bangsa dan Bapak Pembangunan. Di jaman dia BBM murah beras tersedia dan negara kita disegani.

Gw pengeeeen banget kembali ke masa ORBA... :axehead: :axehead: :axehead:


jkjkjkjkjkjkjk bro sadar bro, tu beras sama BBM ada dari hasil apaan, UTANG BRO!
makanya banyak baca buku laporan CIA yang dah di publikasi di sana di jelasin tuntas bagaimana ORBA bisa membangun termasuk uangnya
gw kasih clue yah bro Tambang - tambang sumber daya alam yg ada di Indonesia itu punya siapa? coba deh di cek di google, ada ga yg punya pemerintah Indonesia 100%??? kita cuma di kasih pembagian untung aja, itu siapa yg bikin agreement buat bikin hal itu terjadi?

Nah sekarang saatnya bangsa ini membayar apa yg sudah di lakukan sama Pak Harto termasuk warisan dan budaya "KORUPSI BERJAMAAH"

Btw negara kita apanya yg di segani yaah pas jaman Pak Harto?
hahahaha jgn bikin lelucon bro, negara kita hanya di segani jaman Soekarno, setelah itu negara kita ga lebih dari negara dunia ke tiga yg ngimpi mau jadi negara maju dengan embel2 "Tinggal Landas" yah tingal terus ga terbang2 hahahaha

no offense bro tp itu kenyataan pahit, sry agak keras soalnya gw pribadi paling males klo liat orang beranggapan bahwa orba, maupun orde reformasi saat ini di bilang bagus, buat gw orla lebih baik, meski bangsa kita hidup dengan amat sederhana, tp saat itu bangsa kita hidup dengan jujur dan belajar setahap demi setahap menjadi bangsa yg kuat, sayang Soekarno tidak teguh mewujudkan itu di akhir pemerintahaanya. Andai bangsa kita bisa mengulangi pemilu jaman Soekarno yg di bilang sama seluruh bangsa di dunia sebagai pemilu paling bersih sepanjang sejarah kita, ga bakalan ada tuh anggota2 DPR yg busuk seperti sekarang.

View Postdandy87, on 10 August 2011 - 10:43 PM, said:

Banyak yang masih terlibat dengan subjektivitas dan terkenang dengan romansa masa lalu tentang harga BBM murah, harga sembako murah dan lain-lain.

Memang murah..memang..
Tapi taukah kalo itu semua hasil utangnya Soeharto sama IMF di bawah proyek John Williamson? Begitu pula dengan duit buat pembangunan jalan, proeyk listrik masuk desa, dll. Itu semaunya hasil ngutang. Momentumnya baru kerasa pas krisis moneter global 1997, dan paska itu hutangnya tertagih Indonesia jadi membengkak.
Jadi kalo mau dilihat dari sisi objektifnya, harga-harga sekarang yang semuanya mahal ya itu akibat harga-harga murah yang dulu.

Proyek sosial lain? Coba sebut ABRI masuk desa, yang tujuannya ikut membantu pembangunan desa. Taukah bahwa ABRI yang saat itu masih ber dwifungsi, terintegrasi ke dalam partai Golkar? Bahkan Golkar menasbihkan diri bahwa mereka bukan partai politik, melainkan hanyalah ormas. Get a life dude...semua organisasi yang turut serta di dalam pemilihan umum adalah partai politik. Orang-orang Golkar Orba hanya mengesenkan bahwa mereka adalah pilihan terbaik. Liat nomer urut pemilu yang ga pernah diacak. Golkar selalu di urutan dua, antara PDI dan PPP...berusaha memberikan kesan simbolis bahwa mereka adalah partai perekat yang berdiri di tengah-tengah. ABRI masuk desapun juga punya misi sosialisasi Golkar. Faktanya, di Papua (dulu Irian), banyak masyarkat yang mengaku bahwa mereka disuruh oleh ABRI untuk memilih partai bergambar yang ada di tengah. Dan secara historis, dari tiga partai tersebut, hanya Golkar yang diijinkan untuk membuka ranting hingga ke tingkat kelurahan. Jelas persaingan yang ga adil buat kedua partai lain. Dan proy6ek ABRI masuk desa, jelas merupakan bagian dari keseluruhan rencana besar itu.

Belum lagi menyoal latar belakang historis pribadinya. Pemberontakan 30 September? Peran dia masih menjadi kontroversi, dan posisi beliaupun masih berada di garis abu-abu. Bukan lagi pahlawan pembasmi gerakan pemberontakan yang (katanya) didalangi oleh PKI....zzzzz, kaya di film porpagadan pemberontakan G30S PKI yang ternyata penuh fiksi itu.

Serangan Umum 1 Maret 1949? Jaman Orba, semua buku menulis bahwa beliaulah yang susah payah memrakarsai dan merancang serangan tersebut. Tapi pasca Orba, muncul dokumen yang masih disimpan di kekeratonan Jogjakarta, bahwa kenyataannya Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang merancang serangan tersebut.

Banyak hal lain yang ga bisa ditambahin di sini karena keterbatasan tempat dan waktu. Dan kalau ada yang bilang sambil nyindir : "tapi daripada sekarang? pemerintah ga punya wibawa, harga mahal, dan politikus korup semua?"

Hehehehe, that's out of context bro. :HeHe:
TS cuma bertanaya, apakah Soeharto baik atau jahat? Bukan ngebandingin dengan sekarang. Kondisi sekarangpun juga menurut gw masih berpola kepada demokrais yang kebablasan. Orang banyak salah menafsir makna demokrasi, dan dengan paham itu dengan bebas bisa bilang "suka-suka gw mau ngomong apa, ini negara demokrasi kok". Masalahnya, demokrasi bukan berjalan seperti itu..hehe.

Jadi kalo balik ke pertanyaan TS< bisa ketahuan lah kesimpulan opini gw mengarah kemana :HeHe:

View Postloadknock, on 17 February 2012 - 12:33 PM, said:

suharto itu orang baik, lebih baik daripada HITLER dalam menutupi perbuatannya sehingga dunia internasional tak pernah mempersoalkannya
suharto itu orang hebat, lebih hebat dari POLPOT dalam hal membungkam mulut rakyatnya sehingga rakyatnya tak satupun mampu menyentuhnya hingga akhir hayatnya
suharto itu orang cerdas, lebih cerdas daripada SLOBODAN MILOSEVIC dalam hal mengelak dari jeratan hukum sehingga tak satupun pengadilan mampu mengadilinya
suharto itu orang cekatan, lebih cekatan daripada IDI AMIN dalam membantai rakyatnya sehingga lebih banyak rakyat indonesia yang mati saat suharto berkuasa dibanding rakyat uganda yang mati saat idi amin berkuasa

View PostLiveWire, on 18 February 2012 - 09:59 AM, said:

^
Setuju bro.

Memang masalah utama dari para Suharto fanboys adalah ketidak pedulian mereka terhadap penderitaan/ketidakadilan yang dialami para korban2 orde baru. Para fanboys cenderung berpikir bahwa karena mereka dimanja oleh harga murah (yang sebenernya karena ngutang dan kita sekarang yang kudu bayar) maka biarlah para korban penculikan dan penyiksaan dan pembunuhan beserta keluarganya menderita (yang penting kita hidup nyaman dengan harga sembako murah, orang lain disiksa mah bodo amat). <== Agak egois kalo menurut gw.

Dan kalo mo membandingkan keadaan sekarang dengan dulu, gw tetap pilih era reformasi. Karena walaupun harga mahal dan keadaan susah tapi gw merasa kita memiliki kebebasan yang jauh lebih banyak dibandingkan dulu. Coba bayangkan gimana fasisnya sikap pemerintah ORBA dulu, etnis Tionghoa dipaksa punya nama 'Indonesia', mereka ga boleh melamar jadi PNS, ga boleh jadi tentara dan ga bisa mempraktekan budaya mereka dengan bebas. Barongsai dilarang, Imlek dilarang dll dsb dst. Orang yang berani mengkritik kebijakan pemerintah ditangkap/diculik/dibunuh.

Okelah kalo ada yang bilang semua orang punya 'dua sisi' tapi apakah layak Suharto disebut orang baik hanya karena dia mampu tersenyum diatas dosa dosanya?

Sorry krn membangkitkan thread ini dari kubur.

Soeharto ya? Gw sependapat sama mereka2 yg postingannya gw quote diatas. Hampir semua argumen gw sudah tercover sama mereka.

Oh ya, keluarga kakek gw sampai anak2nya di kategorikan "semi" tapol sama rezim orba.

#142 get blue

    BlueFame Typer

  • Elite Member
  • 1,133 posts
Click to view battle stats

Posted 24 October 2012 - 10:10 AM

View Postvitto corleone, on 17 September 2009 - 01:02 PM, said:

kalo boleh kasih analogi :

misal ada uang satu juta , jaman soeharto setengahnya buat pembangunan , setengahnya masuk kantong pribadi

jaman sekarang , 10 % buat pembangunan , sisanya masuk kantong pribadi ....


artikan saja sendiri.


Bener banget dah... Kangen jaman suharto.. :thumbsup_still:

#143 bambu

    Central Intelligence

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 1,410 posts
Click to view battle stats

Posted 24 October 2012 - 12:48 PM

kangen ke jaman suharto? ckckck...

#144 indonesianegaraku

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 232 posts
Click to view battle stats

Posted 29 October 2012 - 01:29 PM

Pendapat saya begini : untuk tahun 1968-1980an awal, cara kepemimpinan Soeharto mungkin memang diperlukan untuk membangun negara ini, tetapi era 1990an mungkin tidak cocok lagi gaya beliau tersebut, ditambah perasaan yang wajar dari beliau yang sudah terlalu lama menjadi President untuk menjadi sangat egois, merasa paling tau bagaimana mengurus Indonesia, tidak lagi mau mendengar pendapat yang berbeda dengan dirinya, dan sikap pilih kasih dalam membela bisnis kalangan tertentu.
Sebagaimana cara kepemimpinan Soekarno cocok untuk masa 1945-1960an awal, dimana beliau sebagai seorang revolusioner, memerdekakan negara kita, melawan Belanda yang ingin kembali, kemudian begerak melawan para pemberontak yg merajalela di era 1050an sampai merebut kembali Irian Barat, selepas itu, dimana sudah waktunya kita konsentrasi membangun ekonomi karena secara wilayah kita sudah utuh, malah kembali ke tema revolusioner dalam menganyang Malaysia yang membuat berantakan program2 ekonomi yang telah disusun.

Beliau-beliau adalah orang yang tepat dimasanya, sayangnya beliau-beliau lupa waktu dan akhirnya digulingkan.

#145 judikartu

    BlueFame Hotter

  • Members
  • PipPipPipPip
  • 405 posts
Click to view battle stats

Posted 12 January 2014 - 12:54 PM

meskipun di nilai jahat tapi sosok seorang soeharto paling di idolakan para rakyat miskin..
soalny di bawah naungan dia perekonomian indonesia stabil gk kek sekarang yg smakin menurun
dan keamanan pun lebih terjamin





BlueFame.Com A Blue Alternative Community for Peace, Love, Friendship, and Cyber Solidarity © 2006 - 2011
All Rights Reserved Unless Otherwise Specified

BlueFame Part Division
BlueFameStyle | BlueFame Upload | BlueFame Radio | BlueFameMail | Advertise here!

BlueFame DMCA Policy