Jump to content



 

 

(ASK) seputar pertanyaan MSDM


6 replies to this topic

#1 Edhobe

    BlueFame Hotter

  • Members
  • PipPipPipPip
  • 339 posts
Click to view battle stats

Posted 27 March 2010 - 11:36 PM

Salam akademia kepada rekan BFers semua..
saat ini saya sedang menempuh perkuliahan Pasca Sarjana Ilmu Manajemen, saya ingin megajukan beberap pertanyaan seputar MSDM dimana ini ada kaitannya dengan penilitian pada mata kuliah MSDM dan butuh jawaban dan tanggapan untuk mendukung penilitian ini, keragaman pendapat akan semakin memperjelas jawaban dari pertanyaan ini, namun ini bukan penilitian Tesis saya karena Tesis yang sedang saya susun berbeda jauh dengan pertanyaan2 ini...
sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak Terima Kasih
S A L A M ....

1. Selama beberapa tahun terakhir pemerintah telah berusaha meningkatkan kinerja karyawan di lingkungan organisasi pemerintah termasuk BUMN dengan cara menaikkan gaji, insentif, termasuk pendidikan & latihan (diklat). Tetapi, berbagai fenomena empirik menunjukkan bahwa kinerja karyawan tidak mengalami kenaikan secara signifikan. Mengapa demikian?
2. Hal-hal seperti apa saja yang semestinya dilakukan oleh pemerintah dalam rangka perbaikan kinerja karyawan di lingkungan organisasi pemerintah termasuk BUMN?
3. Sehubungan dengan soal no.2 tersebut, bagaimana pendapat anda jika dikaitkan dengan kondisi di lingkungan organisasi anda? Jelaskan fenomena/indikator yang mendukung pendapat anda.


#2 AEL

    Mungkin Tukang Spam

  • Members
  • 4 posts
Click to view battle stats

Posted 28 March 2010 - 03:48 AM

mau coba jawab ya, hehehee, gw juga dapet mata kuliah ini di fakultas Psi*****i.

1. "menaikkan gaji, insentif, termasuk pendidikan & latihan (diklat)", indikator menaikkan kinerja pegawai dengan memberikan variabel2 yang disebut tidak akan secara signifikan menaikkan kinerja kerja. kenapa? kalau mau melihat contoh kasus di atas, asesmen secara mendetail itu penting banget. "individual diferences" juga harus diperhitungkan. contoh aja, perusahaan A melakukan hal kaya yang diatas, memberikan gaji, intensif, dll. tapi kok pekerja gak puas? akhirnya dilakukan metode wawancara dan observasi, ternyata ketemu masalahnya, kondisi lingkungan kerja gak kondusif, salah satunya, wc kotor, bangunan tempat bekerja ga terawat, dll. hal sepele, namun itu mempengaruhi alam bawah sadar pekerja. banyak kok teori2 yang ngebahas tentang MSDM, apalagi di psi*****i, coba deh browse buku2 yang ngebahas tentang hal itu. jurnal2 di pro-quest.com juga banyak.

hal lain yang juga harus dilihat, selama ini budaya kerja karyawan dalam institusi tersebut kaya apa? sebelum memberikan intensif dll, emang kinerja karyawan seperti apa? fenomenanya apa? masalah2 dalam organisasi itu apa? interpersonal relationship antar karyawan dan juga atasan seperti apa? pendidikan & latihan (diklat) yang pernah dilakukan tujuannya apa, dan manfaatnya buat karyawan apa, dan juga diklat2 itu dilakukan kapan aja, dan yang diberikan diklat siapa aja, lalu pas sebelum dilakukan diklat pernah ada pre-test dan post-test ga buat mengetahui diklat itu berhasil atau ga? masih buanyaaaakk pertanyaan lain bos, huhuhuhu, bisa2 ini penelitian ampe setahun (soalnya indikator untuk melihat kinerja kerja BUANYAK BANGET, dan ada hubungannya dengan hal2 lain, contohnya KEPUASAN KERJA, dll) intinya, korelasi antara kepuasan kerja dan kinerja kerja, korelasinya positif. bila seseorang puas pada pekerjaannya, performanya pasti maksimal, tapi seseorang kinerja kerjanya bagus, belum tentu dia puas dalam pekerjaan dia. hehehehhe... (gila, udah kaya dosen aja gw), soalnya gw udah khatam banget soal hal ini, maklum, ambil psi*****i organisasi.

2. kembali ke soal 1, asesmen yang udah dilakukan hasilnya kaya apa? mungkin aja ada kesalahan dalam prosedur pengambilan data buat perumusan masalah yang ada dalam BUMN. kompetensi assesor juga patut diperhitungkan, dan juga dasar pemahaman asesor tentang organisasi juga harus kuat, jadi dia gak menggeneralisir permasalahan. Permasalahan A, karna ada kemiripan dengan B, maka A=B. dan juga, sistem kerja dalam BUMN ada perbedaaanya dengan organisasi lainnya (perusahaan pada umumnya). pokoknya untuk menjawab soal ke 2 ini, harus ada perumusan masalah yang jelas dan mendetail. lalu alur penulisan masalah juga harus linier, gak mentul2 atau loncat2...

3. pertanyaan ini bisa terjawab, ketika permasalahan dalam soal 1 sudah terjawab dengan baik dan terstruktur, dan juga jawaban soal 3 ini ada dalam jawaban soal 2.

gw kasih bantuan buku ya, mungkin bisa membantu :
Robbins, P.Stephen. (1991).Organizational Behavior : Concepts, Controversies, and Applications 5th ed. New Jersey : Prentice-Hall.Inc.

maknyus ni buku, hohohohohoh,, selamat mengerjakan... (^^)

#3 Edhobe

    BlueFame Hotter

  • Members
  • PipPipPipPip
  • 339 posts
Click to view battle stats

Posted 28 March 2010 - 07:48 PM

QUOTE (AEL @ Mar 28 2010, 04:48 AM) <{POST_SNAPBACK}>
mau coba jawab ya, hehehee, gw juga dapet mata kuliah ini di fakultas Psi*****i.

1. "menaikkan gaji, insentif, termasuk pendidikan & latihan (diklat)", indikator menaikkan kinerja pegawai dengan memberikan variabel2 yang disebut tidak akan secara signifikan menaikkan kinerja kerja. kenapa? kalau mau melihat contoh kasus di atas, asesmen secara mendetail itu penting banget. "individual diferences" juga harus diperhitungkan. contoh aja, perusahaan A melakukan hal kaya yang diatas, memberikan gaji, intensif, dll. tapi kok pekerja gak puas? akhirnya dilakukan metode wawancara dan observasi, ternyata ketemu masalahnya, kondisi lingkungan kerja gak kondusif, salah satunya, wc kotor, bangunan tempat bekerja ga terawat, dll. hal sepele, namun itu mempengaruhi alam bawah sadar pekerja. banyak kok teori2 yang ngebahas tentang MSDM, apalagi di psi*****i, coba deh browse buku2 yang ngebahas tentang hal itu. jurnal2 di pro-quest.com juga banyak.

hal lain yang juga harus dilihat, selama ini budaya kerja karyawan dalam institusi tersebut kaya apa? sebelum memberikan intensif dll, emang kinerja karyawan seperti apa? fenomenanya apa? masalah2 dalam organisasi itu apa? interpersonal relationship antar karyawan dan juga atasan seperti apa? pendidikan & latihan (diklat) yang pernah dilakukan tujuannya apa, dan manfaatnya buat karyawan apa, dan juga diklat2 itu dilakukan kapan aja, dan yang diberikan diklat siapa aja, lalu pas sebelum dilakukan diklat pernah ada pre-test dan post-test ga buat mengetahui diklat itu berhasil atau ga? masih buanyaaaakk pertanyaan lain bos, huhuhuhu, bisa2 ini penelitian ampe setahun (soalnya indikator untuk melihat kinerja kerja BUANYAK BANGET, dan ada hubungannya dengan hal2 lain, contohnya KEPUASAN KERJA, dll) intinya, korelasi antara kepuasan kerja dan kinerja kerja, korelasinya positif. bila seseorang puas pada pekerjaannya, performanya pasti maksimal, tapi seseorang kinerja kerjanya bagus, belum tentu dia puas dalam pekerjaan dia. hehehehhe... (gila, udah kaya dosen aja gw), soalnya gw udah khatam banget soal hal ini, maklum, ambil psi*****i organisasi.

2. kembali ke soal 1, asesmen yang udah dilakukan hasilnya kaya apa? mungkin aja ada kesalahan dalam prosedur pengambilan data buat perumusan masalah yang ada dalam BUMN. kompetensi assesor juga patut diperhitungkan, dan juga dasar pemahaman asesor tentang organisasi juga harus kuat, jadi dia gak menggeneralisir permasalahan. Permasalahan A, karna ada kemiripan dengan B, maka A=B. dan juga, sistem kerja dalam BUMN ada perbedaaanya dengan organisasi lainnya (perusahaan pada umumnya). pokoknya untuk menjawab soal ke 2 ini, harus ada perumusan masalah yang jelas dan mendetail. lalu alur penulisan masalah juga harus linier, gak mentul2 atau loncat2...

3. pertanyaan ini bisa terjawab, ketika permasalahan dalam soal 1 sudah terjawab dengan baik dan terstruktur, dan juga jawaban soal 3 ini ada dalam jawaban soal 2.

gw kasih bantuan buku ya, mungkin bisa membantu :
Robbins, P.Stephen. (1991).Organizational Behavior : Concepts, Controversies, and Applications 5th ed. New Jersey : Prentice-Hall.Inc.

maknyus ni buku, hohohohohoh,, selamat mengerjakan... (^^)

seepp bro.. thanks atas masukannya... menanti pendapat yg lain smile.gif

#4 deathwalk

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 103 posts
Click to view battle stats

Posted 28 March 2010 - 08:52 PM

QUOTE (Edhobe @ Mar 27 2010, 11:36 PM) <{POST_SNAPBACK}>
Salam akademia kepada rekan BFers semua..
saat ini saya sedang menempuh perkuliahan Pasca Sarjana Ilmu Manajemen, saya ingin megajukan beberap pertanyaan seputar MSDM dimana ini ada kaitannya dengan penilitian pada mata kuliah MSDM dan butuh jawaban dan tanggapan untuk mendukung penilitian ini, keragaman pendapat akan semakin memperjelas jawaban dari pertanyaan ini, namun ini bukan penilitian Tesis saya karena Tesis yang sedang saya susun berbeda jauh dengan pertanyaan2 ini...
sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak Terima Kasih
S A L A M ....

1. Selama beberapa tahun terakhir pemerintah telah berusaha meningkatkan kinerja karyawan di lingkungan organisasi pemerintah termasuk BUMN dengan cara menaikkan gaji, insentif, termasuk pendidikan & latihan (diklat). Tetapi, berbagai fenomena empirik menunjukkan bahwa kinerja karyawan tidak mengalami kenaikan secara signifikan. Mengapa demikian?
2. Hal-hal seperti apa saja yang semestinya dilakukan oleh pemerintah dalam rangka perbaikan kinerja karyawan di lingkungan organisasi pemerintah termasuk BUMN?
3. Sehubungan dengan soal no.2 tersebut, bagaimana pendapat anda jika dikaitkan dengan kondisi di lingkungan organisasi anda? Jelaskan fenomena/indikator yang mendukung pendapat anda.



Urun rembuk ya ..

1. Menaikan gaji sebenarnya boleh-boleh saja tetapi yang perlu diingat adalah 3-P- Position, Person, and Performance. Selama ini apabila saya lihat dan coba menelaah karyawan yang ada di pemerintah baik BUMN ataupun di pemerintahan murni tidak dapat bekerja dengan maksimal karena banyak faktor, antara lain :
a. Motivasi Kerja di BUMN / Pemerintahan adalah "NYAMAN & TENANG".
b. Tidak ada KPI yang jelas bagi karyawan.
c. Tidak adanya kejelasan Job des dan tumpang tindih wewenang.
d. Lemahnya fungsi kontrol atasan atau lembaga terkait.
e. Lemahnya penegakan disiplin.
f. Akhlaq dan jiwa Leadership karyawan / atasan yang kurang baik.
g. Kerja di Negara identik "BOROS"
h. dll (siapa yang mau nambahin)

hal diatas dirasakan hampir seluruh karyawan baik disisi top management sampai bawahan. Kurangnya gaji dituduh salah satunya faktor yang menyebabkan kinerja / performance menurun. Menaikan gaji seolah-olah dapat menjadi obat mujarab dalam masalah ini. Management sebenarnya juga mengetahui bahwa dengan menaikan gaji tidak serta merta akan menaikan motivasi & performance kerja karyawan, tetapi kenapa hal ini selalu mendapat persetujuan mereka??. Jawabannya adalah karena mereka juga akan menikmatinya. Dengan naiknya gaji karyawan pasti suatu saat gaji top management juga akan naik. Mereka tidak berpikir dari mana uang itu ada, terbersit dalam pemikiran mereka bahwa saya digaji oleh negara. Negara tidak akan rugi jika aparat naik tetapi kinerja minim.

Memang sudah banyak BUMN yang bekerja secara professional, tetapi tidak sedikit pula yang belum.

2. Bagi saya perlu ada perombakan total baik dari sisi system dan prosedur maupun manusianya. Akhlak sangat berperan penting untuk menciptakan suatu system kerja yang baik serta sebagai landasan setiap pelaksanaan prosedural kegiatan. Lakukan pengawasan dan penegakan disiplin yang sebaik-baiknya. Hukum seharusnya tidak tumpul ketika berhadapan dengan top management sekalipun. Sebagai contoh : Perwira Polisi yang terbukti melakukan Pungli di jalanan hanya dihukum mutasi. Bagi saya hal ini adalah kemandulan hukum. Pemecatan perlu dilakukan, tidak ada ampun bagi orang yang sudah berani-berani menggunakan jabatan untuk menginjak rakyat.

3. Bayangkan jika anda dalam situasi pekerjaan di salah satu kantor swasta dimana KPI yang jelas, tidak jarang kita mendengar karyawan yang mengeluh dikejar dateline, sering juga kita melihat Perusahaan memberhentikan karyawan yang performance kerja nya sangat minim. Tidak sedikit pula kita mendengar caci makian bos terhadap anak buahnya yang tidak becus bekerja. Budaya Kerja Perusahaan yang mengharuskan Tidak boleh pulang jika pekerjaan belum selesai. Hal ini sangat kontras dengan pemerintahan bukan.

Demikian dari saya ..semoga dapat membuka wacana berpikir anda.


#5 Edhobe

    BlueFame Hotter

  • Members
  • PipPipPipPip
  • 339 posts
Click to view battle stats

Posted 29 March 2010 - 07:20 PM

QUOTE (deathwalk @ Mar 28 2010, 09:52 PM) <{POST_SNAPBACK}>
QUOTE (Edhobe @ Mar 27 2010, 11:36 PM) <{POST_SNAPBACK}>
Salam akademia kepada rekan BFers semua..
saat ini saya sedang menempuh perkuliahan Pasca Sarjana Ilmu Manajemen, saya ingin megajukan beberap pertanyaan seputar MSDM dimana ini ada kaitannya dengan penilitian pada mata kuliah MSDM dan butuh jawaban dan tanggapan untuk mendukung penilitian ini, keragaman pendapat akan semakin memperjelas jawaban dari pertanyaan ini, namun ini bukan penilitian Tesis saya karena Tesis yang sedang saya susun berbeda jauh dengan pertanyaan2 ini...
sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak Terima Kasih
S A L A M ....

1. Selama beberapa tahun terakhir pemerintah telah berusaha meningkatkan kinerja karyawan di lingkungan organisasi pemerintah termasuk BUMN dengan cara menaikkan gaji, insentif, termasuk pendidikan & latihan (diklat). Tetapi, berbagai fenomena empirik menunjukkan bahwa kinerja karyawan tidak mengalami kenaikan secara signifikan. Mengapa demikian?
2. Hal-hal seperti apa saja yang semestinya dilakukan oleh pemerintah dalam rangka perbaikan kinerja karyawan di lingkungan organisasi pemerintah termasuk BUMN?
3. Sehubungan dengan soal no.2 tersebut, bagaimana pendapat anda jika dikaitkan dengan kondisi di lingkungan organisasi anda? Jelaskan fenomena/indikator yang mendukung pendapat anda.



Urun rembuk ya ..

1. Menaikan gaji sebenarnya boleh-boleh saja tetapi yang perlu diingat adalah 3-P- Position, Person, and Performance. Selama ini apabila saya lihat dan coba menelaah karyawan yang ada di pemerintah baik BUMN ataupun di pemerintahan murni tidak dapat bekerja dengan maksimal karena banyak faktor, antara lain :
a. Motivasi Kerja di BUMN / Pemerintahan adalah "NYAMAN & TENANG".
b. Tidak ada KPI yang jelas bagi karyawan.
c. Tidak adanya kejelasan Job des dan tumpang tindih wewenang.
d. Lemahnya fungsi kontrol atasan atau lembaga terkait.
e. Lemahnya penegakan disiplin.
f. Akhlaq dan jiwa Leadership karyawan / atasan yang kurang baik.
g. Kerja di Negara identik "BOROS"
h. dll (siapa yang mau nambahin)

hal diatas dirasakan hampir seluruh karyawan baik disisi top management sampai bawahan. Kurangnya gaji dituduh salah satunya faktor yang menyebabkan kinerja / performance menurun. Menaikan gaji seolah-olah dapat menjadi obat mujarab dalam masalah ini. Management sebenarnya juga mengetahui bahwa dengan menaikan gaji tidak serta merta akan menaikan motivasi & performance kerja karyawan, tetapi kenapa hal ini selalu mendapat persetujuan mereka??. Jawabannya adalah karena mereka juga akan menikmatinya. Dengan naiknya gaji karyawan pasti suatu saat gaji top management juga akan naik. Mereka tidak berpikir dari mana uang itu ada, terbersit dalam pemikiran mereka bahwa saya digaji oleh negara. Negara tidak akan rugi jika aparat naik tetapi kinerja minim.

Memang sudah banyak BUMN yang bekerja secara professional, tetapi tidak sedikit pula yang belum.

2. Bagi saya perlu ada perombakan total baik dari sisi system dan prosedur maupun manusianya. Akhlak sangat berperan penting untuk menciptakan suatu system kerja yang baik serta sebagai landasan setiap pelaksanaan prosedural kegiatan. Lakukan pengawasan dan penegakan disiplin yang sebaik-baiknya. Hukum seharusnya tidak tumpul ketika berhadapan dengan top management sekalipun. Sebagai contoh : Perwira Polisi yang terbukti melakukan Pungli di jalanan hanya dihukum mutasi. Bagi saya hal ini adalah kemandulan hukum. Pemecatan perlu dilakukan, tidak ada ampun bagi orang yang sudah berani-berani menggunakan jabatan untuk menginjak rakyat.

3. Bayangkan jika anda dalam situasi pekerjaan di salah satu kantor swasta dimana KPI yang jelas, tidak jarang kita mendengar karyawan yang mengeluh dikejar dateline, sering juga kita melihat Perusahaan memberhentikan karyawan yang performance kerja nya sangat minim. Tidak sedikit pula kita mendengar caci makian bos terhadap anak buahnya yang tidak becus bekerja. Budaya Kerja Perusahaan yang mengharuskan Tidak boleh pulang jika pekerjaan belum selesai. Hal ini sangat kontras dengan pemerintahan bukan.

Demikian dari saya ..semoga dapat membuka wacana berpikir anda.


mantep bro...Thanks atas pendapat dan masukannya ..
mana yang lain nich ??

#6 super.pekok

    BlueFame Hotter

  • Members
  • PipPipPipPip
  • 346 posts
Click to view battle stats

Posted 05 April 2010 - 12:02 AM

kalo butuh jurnal ilmiah, silakan PM bro.. mumpung dapet fasilitas akses n donlot semua jurnal neh..
(googling dulu aja, kalo dah dapet judul n nama pengirimnya, ntar saya cariin..)

semoga bermanfaat

#7 Edhobe

    BlueFame Hotter

  • Members
  • PipPipPipPip
  • 339 posts
Click to view battle stats

Posted 22 April 2010 - 07:58 AM

QUOTE (super.pekok @ Apr 5 2010, 01:02 AM) <{POST_SNAPBACK}>
kalo butuh jurnal ilmiah, silakan PM bro.. mumpung dapet fasilitas akses n donlot semua jurnal neh..
(googling dulu aja, kalo dah dapet judul n nama pengirimnya, ntar saya cariin..)

semoga bermanfaat


Seep banget nih bro.. thanks, entar ane PM kalo butuh jurnal, sukses yah bro...





BlueFame.Com A Blue Alternative Community for Peace, Love, Friendship, and Cyber Solidarity © 2006 - 2011
All Rights Reserved Unless Otherwise Specified

BlueFame Part Division
BlueFameStyle | BlueFame Upload | BlueFame Radio | BlueFameMail | Advertise here!

BlueFame DMCA Policy