Jump to content



 

 

Antara Ratu Adil dan satrio piningit


14 replies to this topic

#1 cep intan

    Anak Ingusan

  • Members
  • Pip
  • 24 posts
Click to view battle stats

Posted 12 October 2010 - 03:45 AM

Banyak tulisan-tulisan di internet yang menyamaratakan antara Ratu Adil dan satrio piningit. Satu orang menulis: "Satrio Piningit (Ratu Adil)" maka orang lain menulis seperti itu tanpa tahu duduk persoalannya. Dibandingkan isu Ratu Adil, isu satrio piningit tergolong baru. Isu satrio piningit populer dan dibicarakan dimana-mana sekitar tahun 1998.

Pengalaman saya mengatakan bahwa Ratu Adil dan satrio piningit adalah dua sosok yang berbeda, tetapi bukan berarti keduanya tdak memiliki hubungan sama sekali. Seorang budayawan dan rohaniwan yang mengangkat topik Ratu Adil dalam disertasinya tidak memahami apa arti satrio piningit yang sebenarnya. Berikut ini saya kutipkan tulisan Sindhunata yang berjudul Kera Sakti dalam kumpulan karyanya yang berjudul Bayang-bayang Ratu Adil diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama (GPU) tahun 1999. Dalam artikel tersebut dikatakan: "Bersama kawan-kawannya, Marwoto baru mementaskan lakon ketoprak Kera Sakti Satria Piningit. Satria Piningit sedang diramalkan dan dibicarakan di mana-mana. Tapi tak pernah jelas, siapa itu Satria Piningit. Apakah ia ada dan akan datang, juga masih tanda tanya. Kegemaran kita untuk berkasak-kusuk tentang Satria Piningit yang tidak jelas itu adalah bukti, bahwa kita ini adalah bangsa yang gemar akan politik yang tidak jelas dan penuh
teka-teki" (hlm 193).

Kutipan di atas jelas-jelas menunjukkan sesorang yang mendalami tradisi Ratu Adil dalam disertasinya pun tidak tahu apa itu satrio piningit. Ini juga menunjukkan isu satrio piningit tidak setua isu Ratu Adil.

Ada beberapa buku yang secara khusus membicarakan isu satrio piningit. Dua di antaranya adalah karya Kusumo Lelono (KL) terbitan GPU dan karya D Soesetro & Zein Al Arief (D&Z) terbitan Penerbit Media Pressindo Yogyakarta. Keduanya terbit tahun 1999. Dalam buku KL di bawah judul Satrio Piningit ditambahkan keterangan 25 Sandi Gaib Mengenai Pemimpin Bangsa, Para Tokoh, Partai, dan Situasi Sosial Politik Indonesia. Sementara dalm buku karya D&Z diberi judul tambahn: Sosok Misterius yang akan membawa Indonesia keluar dari Krisis.

Keduanya banyak membahs isu satrio piningit meskipun memiliki pendekatan berbeda. Karya KL berisi sandi gaib berdasarkan pendekatan spiritual KL sebagaiman ditulis dalam pengantar (hlm xx). Sementara karya D&Z menggunakan pendekatan studi pustaka khususnya tabloid dan majalah yang marak mengangkat isu satrio piningit di tahun 1998.

Memang dalam kedua buku itu istilah satrio piningit dikaitan dengan Ratu Adil. Dalam pengantarnya di hlm xii-xiii, KL mengatakan: "Zaman Kalasuba bertepatan dengan munculnya seorang penyelamat berjulukan Sultan Herucakara atau disebut juga Satrio Piningit. Dalam Ramalan Jayabaya tokoh ini dilambangkan sebagai Tunjung Putih Semune Pudak Sinumpet". Sementara itu dalam karya D&Z dikatakan: "Zaman Edan muncul pada tahap sejarah tertentu baru berakhir jika sudah muncul Ratu Adil atau Satrio Piningit untuk memulihkan situasi" (hlm 10).

Mungkin karena kutipan itu lalu orang menyamaratakan satrio piningit dengan Ratu Adil. Pengalaman saya mengatakn keduanya memang memiliki kemiripan tetapi tidak sama. Istilah piningit dalam satrio piningit memang berarti tersembunyi atau disembunyikan, tetapi bisa juga berarti belum dikenal. Airlangga (1021-1042M) dan kisah Damrwulan bisa mengilustrasikan makna satrio piningit. Seorang satrio piningit tidak harus muncul sebagai Ratu Adil tetapi tidak berarti bertentangan dengan Ratu Adil. Dalam pengalaman saya seperti yang telah saya ceritakan dalam postingan terdahulu (Wahyu Keprabon) muncul sebagai raja mataram. Mungkin bagi banyak orang itu aneh, tetapi bagi saya tidak. Persoalannya adalah karena tiak bnyak yang tahu bahwa bumi Mataram pernah dikuasa oleh orang asing yang tidak tahu makna mataram.

Orang yang memahami makna mataram, tindakannya bisa selaras dengan kehendak Ratu Adil yang membela keadilan dan kesejahteraan publik bagi rakyat. Meskipun saya meyakini bahwa saya adalah satrio piningit, saya tidak akan mengaku sebagai Ratu Adil karena yang pantas menjadi Ratu Adil adalah Tuhan sendiri. Tetapi itu bukan berarti saya bertentangan dengan Ratu Adil. Saya telah memahami pantangan-pantangan apa yang harus saya jalani yang ditetapkan Tuhan. Hal ini adalah salah satu bentuk asketisme.

Kalau ada seseorang mengaku sebagai satrio piningit tetapi tidak menjalani pantangan-pantangan tertentu, ia bukan satrio piningit yang ditunggu banyak orang.

#2 Crude

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 122 posts
Click to view battle stats

Posted 20 October 2010 - 03:02 PM

good...nice posting..mudah2an bermanfaat

#3 Sucks

    Darkness of Lov3

  • Elite Member
  • 2,019 posts
Click to view battle stats

Posted 30 October 2010 - 06:27 AM

kalo diliat dari 'perbendaharaan kata' nya sih seperti dua..cuman pertanyaannya..apakah ratu adil juga dipingit..? :axehead: :Hug:

btw bro buku KL kalo di cari di gramedia apakah masih ada sekarang?

matur nuwun
:ImNotWorthy:


pangestu
:Hug:

#4 bfuns

    BlueFame Hotter

  • Members
  • PipPipPipPip
  • 770 posts
Click to view battle stats

Posted 17 November 2010 - 09:58 PM

masih perlu bnyak2 baca tentang sejarah rupanya...

#5 aris.marucil

    BlueFame Hotter

  • Members
  • PipPipPipPip
  • 730 posts
Click to view battle stats

Posted 22 November 2010 - 04:38 PM

antara Ratu Adil dan satrio piningit memang ada tapi mungkin nanti di akhir zaman.

#6 sapu_ijuk

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 104 posts
Click to view battle stats

Posted 25 November 2010 - 10:15 PM

cerita rakyat emang bener kali ya...!!

#7 Andropov

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 125 posts
Click to view battle stats

Posted 15 January 2011 - 06:43 PM

Konsep berfikir seperti ini yang membuat orang Indonesia menjadi terbelakang dan tertinggal dalam pergaulan Internasional. Cobalah berfikir realistic dan membumi.

#8 foxxx

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 106 posts
Click to view battle stats

Posted 04 February 2011 - 05:35 PM

View PostAndropov, on 15 January 2011 - 06:43 PM, said:

Konsep berfikir seperti ini yang membuat orang Indonesia menjadi terbelakang dan tertinggal dalam pergaulan Internasional. Cobalah berfikir realistic dan membumi.


betul

#9 hemohemo

    BlueFame ABG

  • Members
  • PipPip
  • 28 posts
Click to view battle stats

Posted 05 February 2011 - 10:55 PM

kemaren saya baru melihat film "kala" karya Joko anwar.
temanya menyinggung konsep ratu adil. Saya cukup kaget mengetahui ending film.

#10 timarm

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 104 posts
Click to view battle stats

Posted 19 February 2011 - 04:17 PM

mo ratu adil mo satria piningit terserahlah..
dah gak jamannya lg berpangku tangan ato cmn sekedar ngikut.
kesadaran berbangsa dan bernegara lah yg sharusnya lbh sering kita obrolin

#11 Satria Pinandhita

    Mungkin Tukang Spam

  • Members
  • 2 posts
Click to view battle stats

Posted 13 July 2011 - 04:50 PM

View Postcep intan, on 12 October 2010 - 03:45 AM, said:

Banyak tulisan-tulisan di internet yang menyamaratakan antara Ratu Adil dan satrio piningit. Satu orang menulis: "Satrio Piningit (Ratu Adil)" maka orang lain menulis seperti itu tanpa tahu duduk persoalannya. Dibandingkan isu Ratu Adil, isu satrio piningit tergolong baru. Isu satrio piningit populer dan dibicarakan dimana-mana sekitar tahun 1998.
Mungkin karena kutipan itu lalu orang menyamaratakan satrio piningit dengan Ratu Adil. Pengalaman saya mengatakn keduanya memang memiliki kemiripan tetapi tidak sama. Istilah piningit dalam satrio piningit memang berarti tersembunyi atau disembunyikan, tetapi bisa juga berarti belum dikenal. Airlangga (1021-1042M) dan kisah Damrwulan bisa mengilustrasikan makna satrio piningit. Seorang satrio piningit tidak harus muncul sebagai Ratu Adil tetapi tidak berarti bertentangan dengan Ratu Adil. Dalam pengalaman saya seperti yang telah saya ceritakan dalam postingan terdahulu (Wahyu Keprabon) muncul sebagai raja mataram. Mungkin bagi banyak orang itu aneh, tetapi bagi saya tidak. Persoalannya adalah karena tiak bnyak yang tahu bahwa bumi Mataram pernah dikuasa oleh orang asing yang tidak tahu makna mataram.
Orang yang memahami makna mataram, tindakannya bisa selaras dengan kehendak Ratu Adil yang membela keadilan dan kesejahteraan publik bagi rakyat. Meskipun saya meyakini bahwa saya adalah satrio piningit, saya tidak akan mengaku sebagai Ratu Adil karena yang pantas menjadi Ratu Adil adalah Tuhan sendiri. Tetapi itu bukan berarti saya bertentangan dengan Ratu Adil. Saya telah memahami pantangan-pantangan apa yang harus saya jalani yang ditetapkan Tuhan. Hal ini adalah salah satu bentuk asketisme.

Kalau ada seseorang mengaku sebagai satrio piningit tetapi tidak menjalani pantangan-pantangan tertentu, ia bukan satrio piningit yang ditunggu banyak orang.


Satria piningit itu kan sudah lewat, yaitu megawati. Tapi ada kebiasaan menyebut satria piningit kembali, karena satria pinandhita itu mengandung watak-watak satria sebelumnya, diantaranya awalnya tersembunyi dulu.
Sedang Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu, adalah satu julukan berat. Lebih berat dari "satria pinandhita" saja, karena julukan itu berarti nusantara dipimpin presiden nabi, yaitu orang yang dulu-dulunya jika tidak nabi maka raja, ia tak lain adalah Jesus. Selain kelahirankembali Jesus, orang ini juga kelahirankembali raja sulaiman, karena itu mampu "mengerahkan seluruh jin dan setan" membabat tanah jawa untuk keduakalinya (sumber jayabaya).

Edited by Satria Pinandhita, 13 July 2011 - 04:52 PM.


#12 Satria Pinandhita

    Mungkin Tukang Spam

  • Members
  • 2 posts
Click to view battle stats

Posted 13 July 2011 - 04:56 PM

Berikut ini saya tuturkan ramalan Serat Yasadipura:
“Perang, bencana, lan sapanunggalane
Kabeh tedak ing negeri iki
Iki kang kinaran Pendhawa Boyong
Tukule Pari Kesit
Tan busana narendra utawa ksatrian prajurit”

Saat jaman goro-goro terjadi, 5 kekuatan pandawa masuk ke tubuh satu orang yang mampu menampung semuanya, yaitu parikesit.
1. “bukan pendeta tapi disebut pendeta (yudhistira)”
2. “berjalan kebarat berguru pada dewaruci (bima)”
3. “putra indra (arjuna) yang paling sulung”.
4. “menguasai apasaja ilmu (nakula-sadewa).”
5. “naiknya parikesit” yang naik jadi ratu adil adalah parikshit.

Kemunculan satria pininandhita sinisihan wahyu tak lepas dari sejarah nusantara ini. berabad-abad yang lalu telah terjadi suatu perjanjian dimana selama 500 tahun akan menjadi tahun kebangkitan islam namun setelah itu bangsa ini akan dikembalikan lagi pada ajaran lama.
Namun sayangnya kedatangan ajaran ini dan sekaligus proses pendalamannya akan banyak memakan korban jiwa, oleh karena memang sudah disebutkan dalam perjanjian bahwa jika ajaran ini tidak diterima maka akan dibinasakanlah bagi yang tidak mau menerima ajaran tersebut.
Maka tidak mengherankan bahwasanya banyak paranormal yang menyebutkan nantinya penduduk indonesia tinggal sekitar setengahnya saja. sungguh sangat memilukan dimana dalam proses kebangkitan bangsa ini diwarnai dengan banyak tragedi kemanusiaan.
Nah pada akhirnya sang penyelamat inilah yang nantinya akan hadir di saat bangsa ini memang benar-benar memerlukan pertolongan. namun kita juga harus bisa mempersiapkan diri jangan hanya berpangku tangan pada satu orang saja. Alangkah baiknya bila nanti yang ditunggu–tunggu sudah datang, kita bisa membantu dari belakang.

Leluhur negeri lain sebelum Indonesia memang pernah meramalkan bila di Indonesia kelak akan terjadi perang besar yang membawa Indonesia menuju kiamat. Terkait dengan Indonesia, maka kiamat dapat diartikan sebagai berakhirnya kehidupan di Indonesia karena mengalami kehancuran. Saat ini negara Indonesia bisa tegak berdiri karena ditopang oleh sisitem yang bekerja dengan baik di negri ini baik itu sistem dalam pemerintahannya maupun sisitem dalam masyarakatnya dan sistem-sistem lainnya bekerja.
Apabila sistem-sistem yang menopang negri ini rusak bahkan macet total, maka yang pasti akan terjadi yaitu adanya kekacauan dimana-mana sehingga memicu amarah rakyat Indonesia. Apabila amarah rakyat tidak segera diatasi maka dapat meluas hingga ke seluruh wilayah Indonesia. Hasilnya kekacauan pada semua sistem di setiap wilayah akan terjadi dan Indonesia perlahan-lahan akan menemui kehancuran yang nyata.

Berikut ini saya tuturkan jangka jayabaya sabda gaib babon asli kagungan dalem bandara Pangeran Harya Suryanegara Ing Ngayugyakarta:
1. sasampune hardi merapi ,gung kobar saking dahara sigar tengahira kadi lepen mili toya lahar, ngidul ngetan njog pasisir Myang amblese glacapgunung
2. sarta ing madura nagari meh ghatuk lan Surabaya
3. sabibaripun tumuli, wiwit dahuru lonlona saya lami saya ndadi Temah peperangan agung
4. rurusuh mratah sabumi
5. montang manting rebut urip
6. Papati atumpuk undung
7. desa desa morat marit
8. kutha kutha karusakan
Terjemahnya kurang lebih:
1. Gunung Merapi mengeluarkan lahar ke selatan dan timur
2. Madura dan Surabaya hampir menyatu (Jembatan Suramadu)
3. Setelah itu terjadilah perang besar
4. Kerusuhan merata di seluruh wilayah Indonesia
5. Susah payah menyelamatkan diri
6. Kematian bertumpuk-tumpuk
7. Desa-desa hancur-hancuran
8. Kota-kota terjadi kerusakan
Untuk nomor 1 dan 2 telah terjadi. Karena ada yang telah terjadi maka tinggal menunggu waktu untuk peristiwa selanjutnya yaitu akan terjadi perang agung merata di seluruh wilayah Nusantara.

Berikut ini saya tuturkan ramalan Ronggowarsito:
- “Nuli sinalinan mulyaning panjenengan Nata ing kono harjaning tanah Jawa ; wus ilang memalaning bumi, amarga sinapih tekaning Ratu Ginaib, wijiling utama den arani Ratu Amisan, karana luwih dama miskin.” (Kemudian diganti (zaman) kemuliaan Sri Raja dan kesejahteraan tanah Jawa ; sudah hilang penyakitnya dunia, karena datangnya Raja yang digaibkan, keturunan golongan mulia, diberi julukan “Raja semua golongan”, karena bermurah hati kepada (golongan) miskin.)
- “Adege tanpa sarat sedawir, ngadam makdum Panjenengan Nata.” (Menjadi pemimpin tanpa perlu lewat pemilu, sebagai Pemimpin Kerohanianlah kedudukan Beliau sebagai Raja.)
- “Kedatone Sonya ruri, tegese sepi tanpa sarana apa-apa ora ana kara-kara.” (Ada satu masa dimana beliau hidup dalam keadaan kurang.)
- “Duk masih kineker dening Pangeran kesampar kesandung akeh wong ketambuhan.” (Saat masih dipingit oleh Buddha, keadaannya masih seperti orang biasa, banyak orang tidak bisa menduga akan menjadi apa.)
- “Karsaning Suksma kinarya buwana balik.” (Kehendak Yang Maha Gaib semuanya dibalikkan. Lemah jadi kuat, biasa jadi sakti, yang orang tak mengira.)
- “Jumeneng Ratu Pinandita, adil paramarta, lumuh mring arta, kasbut “Sultan Herucakra”.” (Menjadi ‘Raja Kerohanian’, adil ramah tamah, tidak mementingkan harta benda, dijuluki “Sultan Herucakra”)
- “Ing nalika ketemu parangmuka teka tanpa sangkan tanna ngadu bala manungsa, prajurite mung sirullah, tetunggule dikir.” (Bila bertemu musuh datang darimana pun tidak mengajukan bala manusia, tentaranya hanya yang dikehendaki Allah, yang terpenting zikir)
- “Parandene mungsuhe pada rereb sirep kabeh.” (Meskipun begitu musuhnya semuanya agak takut; terhenti semua.)
- “Kang nedya mungsuh kabarubuh.” (Yang hendak memusuhi jatuh.)
- “Tekane sing prau kintir, anake mbok randa kasihan, melas asih mung priyangga.” (Datangnya dengan kapal yang ikut arus (laut), anak janda kasihan pantas dibelaskasihani, hanya sendirian. Ada juga yang menafsirkan arti anak janda kasihan ikut arus adalah si kembar nakula-sadewa, tapi bait-bait yang mendukung mereka kurang banyak dan terlalu kabur, karena itu tetap saja Parikshit yang naik jadi raja.)

Berikut ini saya tuturkan ramalan Jayabaya:
159. “selambat-lambatnya kelak menjelang tutup tahun (sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu) akan ada dewa tampil berbadan manusia berparas seperti Batara Kresna berwatak seperti Baladewa bersenjata trisula wedha tanda datangnya perubahan zaman, orang pinjam mengembalikan, orang berhutang membayar hutang nyawa bayar nyawa hutang malu dibayar malu”.
- “Dan ingatlah keharuman air wangi nanti akan bertahan selama 500 tahun dan 4 jaman,” kata Sabdo Palon dulu. Lawang Sapto Ngesthi Aji menunjuk 1978. 4 jaman = 4 x 8 tahun = 32 tahun, jika ditambah 1978 menjadi tahun 2010. “Dan ingatlah kebenaran kata-kata hamba saat Merapi meletus laharnya mengalir ke Yogya“, kata Sabdo Palon dulu. 2010 lalu Merapi meletus dan laharnya ke Yogya, tak ke Magelang sepertibiasanya, karena di Yogyalah berdiam SPnya.
- Muka SP baubusuk, seperti anak-anak, dan mudah menghukum orang. Bertenaga mutiara Trishula Veda di tangan kanannya (sebelum dikeluarkan berwujud senjata). Kemunculannya sebelum tutup 2011 ini.
- Dibantu dua raja lainnya,
Raja Parikshit bertugas menentukan benarsalah, membuat undang-undang, mensweeping masyarakat.
Raja Ashoka bertugas terus memberi tuntunan pada masyarakat dan mengkonsepkan tatadunia baru.
Raja Alexander bertugas menyatukan keberagaman tapi juga meragamkan lagi jika perlu.
- “Perang, bencana, lan sapanunggalane. Kabeh tedak ing negeri iki. Iki kang kinaran Pendhawa Boyong. Tukule Parikesit. Tan busana narendra utawa ksatrian prajurit.” Pandawa Lima (Yudhistira tentang ramalan sp, Bhima tentang agama buddha, Karna tentang tatadunia, Arjuna tentang perang, Nakula Sadewa tentang senjata) sebelumnya sudah banyak bicara disana-sini juga mengasah pikiran, sekarang saat keluarnya Parikshit. Perlu diketahui bahwa kali ini bukan Kaurava yang menjadi lawan tapi kesalahan, pembodohan, dan kemunafikan itulah musuh Negara Katumaya.
- Di jaman saya, segalanya berubah, misalnya jika dijaman Anda yang banyak orang islam kalo dijaman saya yang banyak orang buddhist, indonesia saat ini meminjam tanah majapahit ini harus dikembalikan, kesalahan-kesalahan orang harus dibayar.

161. “Asalnya dari kaki Gunung Lawu sebelah Timur sebelah timurnya bengawan berumah seperti Raden Gatotkaca berupa rumah merpati susun tiga, seperti manusia yang menggoda.”
Bait ini menggambarkan dunungane, keberadaan orang yang jadi sp itu besok munculnya ternyata dia berasal dari sebelah timur gunung lawu. Ditimurnya lagi ada sungai. Jadi orang yang jadi sp itu berasal antara gunung lawu dan sungai brantas.
Seperti manusia yang sangat ganteng, karena kelima Ratu Adil juga tinggal disitu.

161. “Banyak orang digigit nyamuk mati, banyak orang digigit semut mati, banyak suara aneh tanpa rupa, pasukan makhluk halus sama-sama berbaris, berebut garis yang benar tak kelihatan, tak berbentuk yang memimpin adalah putra Batara Indra, bersenjatakan trisula wedha, para asuhannya menjadi perwira perang, jika berperang tanpa pasukan sakti mandraguna tanpa azimat.”
Banyak orang langsung lemas mendengar nama SP disebut, tak mau salah berbuat. Orang sakithati dikritik SP. Pandawa dan Parikshit membuat blog, berbicara dengan memanfaatkan internet. Jin-jin di belakang orang-orang lalu kompak mendukung SP. Kebijakannya benar, bijak, cinta. Yang diasuh bukannya berdamai tapi memang khusus untuk perang. Tiap orang seperti SP, perang tanpa mengajak teman dan tanpa jimat.

163. “bergelar pangeran perang, kelihatan berpakaian kurang pantas, namun dapat mengatasi keruwetan orang banyak, yang menyembah arca terlentang cina ingat suhu-suhunya dan mendapat perintah, lalu melompat ketakutan”.
Karena setiap ada masalah selalu terpecahkan, SP lalu dipanggil Pangeran Perang. Pakaiannya biasa saja, tapi bisa mengatasi masalah orang. Umat buddhist lalu pergi ke Cina karena takut menjadi korban penyebaran Agama Buddhi oleh SP.

164. “putra kesayangan almarhum yang bermukim di Gunung Lawu yaitu Kyai Batara Mukti, ya Krisna, ya Herumukti menguasai seluruh ajaran (ngelmu) memotong tanah Jawa kedua kali mengerahkan jin dan setan seluruh makhluk halus berada dibawah perintahnya bersatu padu membantu manusia Jawa berpedoman pada trisula weda tajamnya tritunggal nan suci benar, lurus, jujur didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong.”
SP masih ada keturunan dari Sunan Lawu. Jika dulu pulau jawa dibabat jadi Islam, sekarang dibabat jadi Buddhi. Dengan bantuan wahyu yang turun padanya, ia (Sabdo Palon) mendirikan Katumaya di pulau Jawa. Didampingi istri-istrinya (Naya Genggong).

165. “tiap bulan Sura sambutlah kumara yang sudah tampak menebus dosa, dihadapkan ke sang Maha Kuasa, masih muda sudah dipanggil orang tua, warisannya Aji Gatotkaca Sejuta”.
Pertamakali dilantik jadi SP adalah pada suro 2010, tepat setelah Merapi meletus. Ia lalu membersihkan diri sehingga ia tak bisa menjadi Buddha, tapi menjadi Jedi, sehingga ia bisa menjadi raja yang baik tanpa harus kehilangan kemampuan seksualnya. Biksu tak bisa jadi raja karena cenderung mengalah, sedang raja yang bukan jedi masih bisa untuk jahat dan semena-mena.
Meski wajahnya seperti anak-anak tapi ia juga dipanggil “orangtua”. Sifatnya murahhati karena suka berbagi ilmu.
Sejak itu, setiap suro ia selalu kemasukan energy Force yang besar sehingga setiap suro ia selalu diberi upeti wanita oleh rakyat Katumaya. Dihadapkan dan ditunjukkan tubuhnya seperti apa.

166. “ludahnya ludah api sabdanya sakti (terbukti) yang membantah pasti mati baik orang tua muda termasuk bayi, orang yang tidak berdaya, minta apa saja pasti terpenuhi, penjadian sabdanya cepat, beruntunglah bagi yang yakin dan percaya serta menaati sabdanya, tidak mau dihormati orang setanah Jawa tetapi hanya memilih beberapa saja.”
Ucapan SP jika dipercaya yang mempercayainya akan untung sekali, sedang yang meragukannya habis, kadang-kadang sampai satu keluarga. Anakbuahnya cuma sebagian orang jawa saja, lebihbanyak orang dari luar.

168. “oleh sebab itu carilah satria itu yatim piatu, tak berpaman dan bibi, sudah lulus weda Jawa, hanya berpedoman trisula, ujung trisulanya sangat tajam membawa maut atau utang nyawa, yang tengah pantang berbuat merugikan orang lain, yang di kiri dan kanan menolak pencurian dan kejahatan”.
SP punya kebijakan trisula veda dengan memanfaatkan info yang terdapat pada senjata trishula veda. Dalam keadaan damai yang keluar kebijakannnya, dalam keadaan perang yang keluar senjatanya. Dan itu tanda bahwa dia putera batara indera, bahwa dia pemimpin tunggal/raja dunia dan mahluk halus. Siluman seluruh mahluk halus sangat takut dengan pusaka tsb, seandainya sedikit saja tersentuh ujungnya trisula Weda yang paling tengah maka mereka akan musnah. Disetiap ujung trisula weda itu masing-masing merupakan penjelmaan dari dewa.

169. “pantang bila diberi, hati mati dapat terkena kutukan, senang menggoda dan minta secara nista.”
Solusinya segala pemberian harus berupa upeti. Minta secara nista ini bukan pura-pura, karena itulah saya tak tulis bait lengkapnya agar hal ini diperhatikan.

171. “Jangan heran, jangan bingung itulah putranya Batara Indra yang sulung dan masih kuasa mengusir setan, ada manusia yang bisa bertemu tapi ada manusia yang belum saatnya, jangan iri dan kecewa itu bukan waktu anda.”
Prabu Parikshit disebut putra dewa Indra yang paling sulung, karena anak yang paling lama dilatih dari kelahiran demi kelahirannya.

________________________________________________________________



Cepat lambatnya Satria Pinandhita muncul ditengah-tengah masyarakat tergantung cepat-lambatnya terjemahan jangka-jangka pujangga tanah jawa diketahui masyarakat. Semakin cepat jangka diketahui semakin cepat pula Satria Pinandhita muncul.
Satria Pinandhita terdapat dalam jangka, nanti bekerja juga pakai jangka. Sistem ramalan dan bekerjanya juga pakai jangka untuk menata kegiatan-kegiatan di Indonesia dan didunia.
Satrio Pinandhita dan Ratu Adil cuma orang biasa saja, cuma saja selama ini orang-orang tak mengerti jika mereka akan jadi Ratu Adil Satria Pinandhita.
Satrio Pinandhita mengakui dirinya Satria Pinandhita cuma saat memakai topeng. Kejadian seperti ini berlangsung selama beberapa tahun, kemungkinan kurang lebih tiga tahun. Kejadian ini diterangkan dalam jangka pewayangan lampahan “samba sebit”.
Satria Pinandhita disaat memakai topeng hanya membahas jangka tanah jawa. Dalam jangka diceritakan Raden Samba disaat tidak memakai topeng membahas yang sesuai dengan pemikiran masyarakat. Dalam jangka diceritakan ratu yang berbendera klaras (kang selaras). Dalam pewayangan diceritakan Udrayana. Menyampaikan pidato dengan cara kadang bertopeng kadang tidak bertopeng, dengan cara beda penampilan, dalam jangka diceritakan ratu sakembaran. Jadi ratu sakembaran itu adalah satu orang dengan dua penampilan.

Berikut ini saya tuturkan ramalan Serat Centhini:
Prabu Parikshit Satria Pinandhita sejak lahir sudah membawa talenta dan kemampuan luar biasa dalam hal ilmu agama, kesaktian, joyokawijayan, olah kanuragan (beladiri), kawaskitan lahir batin yg sangat tinggi, arif bijaksana, luhur budi pekertinya (sebagai warisan dari ibunya). Satria Pinandhita memiliki keahlian dlm bidang tatanegara, politik, hingga kesenian misalnya beksa atau menari, seni tembang jawa, dan pandai pula dalam tataboga.
Sejak masih di dlm kandungan rahim ibu, badan halus/ruhnya, sudah digembleng oleh para leluhur eyang-eyangnya sendiri dari kalangan priyayi dan bangsawan (garis keturunan dari sang ibu) yang dahulu menjadi Natapraja Ratu Gung Binatara. Dengan materi pelajaran meliputi ilmu kesaktian, kedigjayaan, tatanegara, hukum, politik, ekonomi, kesenian (menari dan tembang), memasak. Materi pelajarannya termasuk di antaranya serat Wulang Reh, Wulang Sunu, sejarah, berbagai macam suluk, kitab Wedhatama, Babad Centini, Pangreh Praja dan masih sekian banyak lagi kitab-kitab Jawa masa lampau hingga lulus semuanya karena terlalu sederhana. Keluhuran budipekerti Satria Pinandhita diperoleh dari kakeknya Drona yang telah banyak sekali mengajarkan tentang keluhuran budi pekerti dan kebersihan hati sejak masih di dalam kandungan.
Juga dikatakan satria pinandhita itu punya 2 saudara satu pria satu wanita. saya punya dua saudara, kelahirankembali walangsungsang dan rara santang.
Kedua saudara saya tidak tertarik mengurusi kepemerintahan secara mendalam, keduanya ada pekerjaan masing-masing sebagai bisnisman dan kepala keperawatan. sesuai bait dalam serat centhini “yang satu jenius” yang satu lagi “berbakat dalam bidang medis”.

Berikut ini saya tuturkan ramalan Prabu Siliwangi:
“Kalian harus terus hidup kedepan nanti, agar besok lusa, kalian bisa mendirikan Pajajaran baru. Bukan Pajajaran saat ini tapi Pajajaran yang baru yang berdiri oleh perjalanan waktu.”
Prabu Siliwangi menyuruh pengikutnya agar mendirikan Negara Katumaya.

“Kalian yang di sebelah barat! Carilah oleh kalian Ki Santang! Sebab nanti, keturunan kalian yang akan mengingatkan saudara kalian dan orang lain.”
Prajurit dan resi-resi Pajajaran sekarang berkumpul dengan saya.

“Suatu saat nanti, apabila tengah malam, dari gunung Halimun terdengar suara tetabuhan, nah itu adalah tandanya. Semua keturunan kalian dipanggil oleh yang mau menikah di Lebak Cawéné.”
Itu adalah awalmulanya saya menunjukkan jatidiri saya, tapi kejadian itu masih lama.

“Semenjak hari ini, Pajajaran hilang dari alam nyata. Hilang kotanya, hilang negaranya. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak, selain nama untuk mereka yang berusaha menelusuri. Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak! Tapi suatu saat akan ada yang mencoba, supaya yang hilang bisa ditemukan kembali.”
Jika dikatakan Prabu Siliwangi kafir akan banyak yang menolak, begitupula jika dikatakan Jawabarat sekarang bukan Pajajaran. Cuma anak gembala dari Jawabarat yang akan terus menelusurinya.

“Tapi yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong. dan bahkan berlebihan kalau bicara.”
Hal ini menyebabkan ia tak menjadi anak gembala meski keinginannya begitu, sebaliknya ia justru menjadi ‘gagak yang berkoar pada dahan yang mati (Indonesia).’

“Anak Gembala, rumahnya di belakang sungai, pintunya setinggi batu, tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang. Apa yang dia gembalakan? Materi dan tulisan anti islam.”
Penyebab runtuhnya Pajajaran adalah Islam, bukan saya. Rumah ini ada dua, satu di jawabarat dan satu di jawatimur. Anak gembala punya forum internet dimana ia menyimpan semua tulisan anti islam. Jadi, anak gembala ini bukanlah penulis meski bisa menulis. Ia lebih sering menggembalakan tulisan orang kafir, karena kesibukannya.

“Dia terus mencari, mengumpulkan semua yang dia temui. Tapi akan menemui banyak sejarah/kejadian, selesai jaman yang satu datang lagi satu jaman yang jadi sejarah/kejadian baru, setiap jaman membuat sejarah. setiap waktu akan berulang itu dan itu lagi.”
Untuk memenuhi forumnya ia harus sering mencari materi. Dan ini bukan berarti ia hidup dari jaman ke jaman, melainkan tulisannya saja yang terjadi di berbagai jaman. Dan kelakuan muslim ia lihat itu-itu saja.

“Mencari sambil melawan, melawan sambil tertawa.”
Browsing sambil membuat status facebook diantara teman-teman muslim, status-statusnya terus menekan.

“Di bekas negara kita, berdiri lagi sebuah negara. Negara di dalam negara dan pemimpinnya bukan keturunan Pajajaran.”
Maksudnya itu Indonesia. ‘Negara di dalam negara’ karena ini kan tanah Pajajaran. Sedang di Jawa Timur tanah Majapahit. Tak dianggap negara yang sah oleh Prabu Siliwangi, dan pemimpinnya pun bukan putra beliau.

“Lalu akan ada penguasa penguasa yang mendirikan benteng yang tidak boleh dibuka, yang mendirikan pintu yang tidak boleh ditutup, membuat pancuran ditengah jalan, memelihara elang dipohon beringin. Pada saat itu datang pemuda berjanggut, datangnya memakai baju serba hitam sambil menyandang tas tua.”
Di jaman Suharto lalu muncul saya, yang sering berjanggut tipis. Memakai pakaian serba hitam, menyandang ransel tua.

“Membangunkan semua yang salah arah, mengingatkan pada yang lupa, tapi tidak dianggap. Karena pintar kebelinger, maunya menang sendiri. Mereka tidak sadar, langit sudah memerah, asap mengepul dari perapian. Alih-alih dianggap, pemuda berjanggut ditangkap dimasukan kepenjara.”
Setelah saya memberi peringatan mereka tak menggubrisnya. Mereka tidak sadar saya sudah lama berlatih. Dan sering damati oleh dewa-dewi.

“Nanti, saat munculnya anak gembala! Di situ akan banyak huru-hara yang bermula di satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara. yang tidak tahu menjadi gila dan ikut-ikutan menyerobot dan bertengkar.”
Saat anak gembala membuka forum untuk pertamakalinya, Indonesia lalu mulai ribut, yang bermula di satu daerah, lalu meluas ke seluruh Indonesia.

“Yang bertengkar lalu terdiam dan sadar ternyata mereka memperebutkan pepesan kosong, sebab tanah sudah habis oleh mereka yang punya uang. Para penguasa lalu menyusup, yang bertengkar ketakutan, ketakutan kehilangan negara, lalu mereka mencari anak gembala.”
Orang indonesia akhirnya capek, lalu mereka beralih berpikir bagaimana membangun negeri. Untuk itu mereka mencari anak gembala untuk menjadi pasangan presiden mereka.

“Semua mencari tumbal, tapi anak gembala sudah tidak ada, sudah pergi bersama pemuda berjanggut, pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné! Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati.”
Semua ingin wahyu keprabon, tapi anak gembala sudah memilih pemuda berjanggut. Mereka akhirnya lenyap disedot UFO. Sedang orang Indonesia mendapat orang biasa.

“Dengarkan! jaman akan berganti lagi, tapi nanti, Setelah Gunung Gede meletus, disusul oleh tujuh gunung. Ribut lagi seluruh bumi. Orang sunda dipanggil-panggil, orang sunda memaafkan. Baik lagi semuanya.”
Setelah selesai goro-goro, Satria Pinandhita dan Ratu Adil diturunkan disatu tempat di Jawa, dan membangun negeri. Tri Budi Dharma dipanggil-panggil, Tri Budi Dharma memaafkan. Baik lagi semuanya.

“Negara-negara bersatu kembali. Pajajaran-Majapahit jaya lagi, sebab berdiri ratu adil, ratu adil yang sejati. Tapi ratu siapa? Darimana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu. Sekarang, cari oleh kalian anak gembala.”
Satria Pinandhita mengambil lagi seluruh tanah negara, lalu berdirilah ratu adil yang terdiri dari Tri Budi Dharma, Panji Trisula, 5 anak gembala, Prabu Siliwangi III, Prabu Brawijaya V, dan Sabdo Palon serta Naya Genggong. Tapi sebelumnya resi-resi Pajajaran memilihkan 5 orang yang disebut anak gembala. Mengumpulkannya itu repot, karena harus menunggu mereka sama-sama mudanya di jaman ini (karena yang dipilih orang top semua), karena itulah lama sekali baru dimulai revolusi ini.


Sumber:
Serat Sabdo Palon, Uga Wangsit Siliwangi, Serat Yasadipura, Jongko Joyoboyo, Serat Centhini, Serat Ronggowarsito.

Edited by Satria Pinandhita, 29 July 2011 - 03:37 PM.


#13 Toshihiko

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 282 posts
Click to view battle stats

Posted 14 July 2011 - 08:07 PM

oooO.....ternyata begitu ya......bwt nmbah wawasan bro... :thumbsup: :thumbsup:

#14 rery

    Mungkin Tukang Spam

  • Members
  • 5 posts
Click to view battle stats

Posted 22 July 2011 - 10:36 PM

Hadooh..kok saya jadi bingung ya? Ratu adil dan satrio piningit itu beneran ada ya?... :Confused: :Confused:
Pasrah aja sama Yang Membuat Hidup aja lah...

:Angel: :Angel: :Angel: :Angel: :Angel: :Angel: :Angel: :Angel:

#15 khariskasep

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 83 posts
Click to view battle stats

Posted 24 September 2011 - 05:23 PM

nice share bro, mudah-mudahan ratu adil ny selalu ada di Indonesia





BlueFame.Com A Blue Alternative Community for Peace, Love, Friendship, and Cyber Solidarity © 2006 - 2011
All Rights Reserved Unless Otherwise Specified

BlueFame Part Division
BlueFameStyle | BlueFame Upload | BlueFame Radio | BlueFameMail | Advertise here!

BlueFame DMCA Policy