Jump to content



 

 
Photo

Syekh Siti Jenar (abad XV)


  • Please log in to reply
180 replies to this topic

#61 Chi Boy

Chi Boy

    Elite Ingusan

  • Elite Member
  • 1,180 posts

Posted 29 January 2008 - 08:41 PM

QUOTE (dennyamz @ Jun 21 2007, 08:05 PM) <{POST_SNAPBACK}>
dalam tahapan hakikat : AGAMA ADALAH AMAL,TIDAK ADA CERITA
Jadi semua cerita wali songo , sitijenar dll , semua bisa dibuktikan oleh SETIAP priBAdi yang belajar
BARANG SIAPA MENCARI TUHANNYA, MAKA AKAN TERBUKA BAGINYA JALAN...
SESUNGGUHNYA TUJUAN ILMU SUFI ADALAH BAGAIMANA MANUSIA BISA BERDIALOG DENGAN TUHANNYA
SECARA NYATA,
Cerita wali songo dll merupakan hasil dr pendekatan mereka pd Tuhannya
NAH SELANJUTNYA sudahkah anda menemukan hasil anda dalam beragama selama ini ??, hasil tiap orang yg belajar akan berbeda tp ada kesamaan .................


Betul Skali Bro

Intinya Semesta Yang nota bene Ciptaan Tuhan akan kembali kepadaNYA
  • 0

#62 pejalan

pejalan

    Anak Ingusan

  • Members
  • Pip
  • 17 posts

Posted 06 February 2008 - 02:49 AM

manunggaling kawula gusti intinya kan sesat,....masa sih qta bersatu ma Sang Pencipta,..ra beres,...cuma sekedar pemikiran gak ada kerjaan ,...eh para jin langsung iut bantuin
  • 0

#63 ikancupang

ikancupang

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 56 posts

Posted 22 March 2008 - 10:52 AM

nice post......

sori yah gwah ikut nimbrung ( JUST SHARING yah....)

menurut gw konsep keTuhanan yg diajarkan oleh Seh Siti Jenar pada dasarnya adalah suatu kebenaran. Intinya, Manusia dengan Tuhannya adalah suatu kesatuan yang tidak mungkin dipisahkan ( I BELIEVE That). cuman ada satu hal yang pada saat itu menjadi pertentangan dengan para Wali, karena Beliau ( Syech Siti Jenar /SSJ) mengajarkan ilmu tingkat tinggi ini kepada siapapun tanpa memandang dasar pengikutnya. Hal ini juga tidak bisa disalahkan karena Ilmu Muhammad adalah HAK setiap INSAN. tapi, tidak semua manusia DAPAT mencapai tingkatan ini. tetap harus melalui proses dari dasar. mengapa? karena manusia adalah makhluk yang mempunyai JASAD. jadi, otomatis yg namanya SYARIAT adalah suatu keharusan. tidak mungkin seseorang ( MUKMIN sekalipun) bisa langsung MAKRIFAT. kecuali manusia tertentu yang diridloi dan diberkahi ALLAH SWT.

hal inilah yang ditentang oleh Wali Songo. mengajarkan Ilmu Ketuhanan tingkat tinggi ke sembarang orang. Bahkan Sunan Kalijogo sendiri sampai dibawa ke tengah Danau oleh Sunan Giri Hanya untuk menurunkan rahasia ini.

ada yg bertanya, dimanakah TUHAN itu? apakah dilangit? di bumi? ato ada dimana-mana?...menurut gwa, ALLAH ada bersama AKU, seperti AIR dan Gelombangnya........

AKU berasal dari TUHANKU, dan UMATKU berasal daripada AKU.......

Belajar mengenai diri adalah belajar tentang Ilmu MUHAMMAD, karena dari dialah AKU berasal....

Belajar Ilmu ALLAH adalah seperti menaiki Bahtera yang berlayar tak berketepian....

Belajar Ilmu MUHAMMAD adalah TUJUAN HIDUP yang sesungguhnya... crying_anim.gif

untuk bro BF-er semuah ( yang MUSLIM & MUKMIN), marilah kita Bershalawat atas Jungjungan Nabi Kita, Nabi Besar Muahmmad SAW...semoga Beliau selalu memberikan Safaatnya bagi kita di dunia dan di akhirat besok..amien....
  • 0

#64 marbun

marbun

    BlueFame Typer

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 847 posts

Posted 23 March 2008 - 12:28 PM

siti siti.....ga ada habisnya nih, siti yang satu ini..................
  • 0

#65 bantaisapi

bantaisapi

    BlueFame ABG

  • Members
  • PipPip
  • 45 posts

Posted 23 March 2008 - 03:11 PM

wedew...
luengkap
wajib bukmark
  • 0

#66 kadalmania

kadalmania

    BlueFame Typer

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 804 posts

Posted 23 March 2008 - 04:12 PM

bahasanya ketinggian neh...
tp bwat nambah2 elmu ga papa deh
  • 0

#67 williamzblue

williamzblue

    BlueFame Hotter

  • Members
  • PipPipPipPip
  • 306 posts

Posted 26 March 2008 - 05:10 AM

QUOTE (pejalan @ Feb 6 2008, 02:49 AM) <{POST_SNAPBACK}>
manunggaling kawula gusti intinya kan sesat,....masa sih qta bersatu ma Sang Pencipta,..ra beres,...cuma sekedar pemikiran gak ada kerjaan ,...eh para jin langsung iut bantuin


sesat? bisa ya bisa tidak! dalam membahas manunggaling kawula gusti jarak antara sesat dan tidak sangat tipis sekali, dan sangat sering jin maupun setan bermain disana. Manuggaling kawula gusti tidak ada salahnya kita terjemahkan menjadi kembalinya (kesadaran sempurna) secara utuh hamba kepada Tuhannya, dalam konteks masih di dunia, dan disaat itu kedirian (ke aku an hilang menjadi ke AKU an). Karena pada prinsipnya ke aku an atau kedirian seseorang atau mm.. bahasa lain adalah ruh adalah rahasia besar dan <b>bagian<b> dari ke Tuhan an. Titik awal pelajaran adalah pertanyaan dimanakah aku ketika tidur? Padahal pada posisi tidur tersebut kedirian seseorang mendekati limit hilang, sehingga kadang untuk orang orang yg berhati bersih dapat menangkap tanda tanda kebesaran Tuhan tentang apa yang akan terjadi.

Yang sering kali tanpa kita sadari, kita sering meng AKU - aku. atau merasa bisa, merasa memiliki. Contoh: ini mobil(?)ku, padahal kita punya mobil karena Tuhan mengijinkan, tetapi orang tersebut merasa memiliki bahkan terkadang cenderung berlebihan dan berakibat kesombongan.

Apabila kita sudah bisa membedakan atau menghilangkan ke aku an disaat itu kita akan menembus ke dalam dunia Engkau. Karena Engkau ya Allah aku bisa punya mobil, atau karena Engkau ya Allah aku bisa bla bla bla.. disini kesadaran akan posisi antara mahluk dan Tuhan mulai jelas. Oleh karena itu, para sufi jarang sekali mengaku aku, apalagi memfonis kamu .. bla bla bla.. nah disaat ke aku an yg dilatih mendekati kesempurnaan, dan hilang maka atas seijin Tuhannya maka AKU akan muncul, dan kadang kadang itu hanya sesaat! yang kadang ditunjukkan dengan hal hal yang keluar dari kebiasaan atau bahkan luar biasa. Akan tetapi jangan tertipu oleh fenomena ini. karena atas bantuan jin dan setan pun hal yg luar biasa bisa timbul atau kadang sering disebut dg sihir. keikhlasan para sufi dalam beribadah jelas sangat berbeda dg orang yang baru mengenal agama. karena penekanan ibadah para sufi adalah karena Engkau. sehingga ego personalnya hilang atau berkurang.

disinilah beda dari ketinggian ibadah dengan ketekunan ibadah (kwalitas dan kwantitas).

karena kesadaran tentang posisi aku dan Tuhannya begitu tinggi maka tidak heran bahwa doa orang itu dikabulkan oleh Tuhannya yg kadang tidak masuk akal sekalipun. Dan para nabi sendiri karena mereka orang pilihan dan dekat dengan Tuhannya maka mereka dapat menunjukkan sesuatu yg tidak masuk akal termasuk menyampaikan tentang hal yang akan terjadi namun bukan dalam bentuk ramalan. banyak sekali perkataan perkataan para nabi yang diluar wahyu yg mengatakan apa yg akan terjadi yg jelas jelas itu dari Tuhan, buka bisikan setan atau jin.

manunggaling kawula Gusti bukannya seseorang menjadi Tuhan, selama kedirian mahluknya masih ada. dan itu harus dalam koridor kesadaran, karena kalo tidak yg ada adalah fenomena "kesurupan". Manunggaling kawula Gusti adalah kesadaran akan kedudukan aku dan Engkau dengan menekan ego ke aku an.

untuk ssj masalah yg muncul adalah masalah ibadah normatif yg menurut ceritanya tdak dikerjakan, dan itu perlu pembahasan tersendiri.
  • 0

#68 ghetooman

ghetooman

    BlueFame Hotter

  • Members
  • PipPipPipPip
  • 453 posts

Posted 26 March 2008 - 11:14 AM

@williamzblue: good explanation bro Applause.gif thumbsup_still.png
gw suka cara lu nge-jabarin nya. Gw sependapat ma lu soal inti dari ajaran "Manunggaling Kawula Gusti".
  • 0

#69 israstamaniac

israstamaniac

    BlueFame Hotter

  • Members
  • PipPipPipPip
  • 559 posts

Posted 26 March 2008 - 12:57 PM

ga tau de sesat apa ga sesat tapi cara bro menjabarkan sangat lengkap dan pdat.....
  • 0

#70 ikancupang

ikancupang

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 56 posts

Posted 26 March 2008 - 01:28 PM

thumbsup_anim.gif Nice Post Bro...(mas @williamzblue....), mudah-mudahan tulisannya dapat menambah dan mempertebal keimanan kita kepada ALLAH SWT...Amien.. Praying.gif




  • 0

#71 bocah_edan

bocah_edan

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 248 posts

Posted 07 April 2008 - 12:00 PM

Mungkin kalo loe baca bukunya Agus Mustofa yg judulnya TERPESONA DI SIDRATUL MUNTAHA lu bisa agak berfikir mengenai fahamnya Syekh Siti Jenar, ada sedikit persamaan persepsi. Tentang Manunggaling Kawulo Gusti, secara tidak langsung disitu dijelaskan secara ilmiah.

  • 0

#72 inst369

inst369

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 204 posts

Posted 07 April 2008 - 02:37 PM

Terimakasih infonya.
Menurut gw, tanpa bermaksud menghakimi syech siti jenar. rukun islam itu kan wajib bagi setiap orang yang mengakui islam sebagai agamanya.

  • 0

#73 ipeh

ipeh

    BlueFame ABG

  • Members
  • PipPip
  • 34 posts

Posted 11 April 2008 - 11:45 PM

Terusin dong diskusinya... bagus kok. jadi banyak info yg kita2 dapet. thanx buat bro2 semua.. salut..
  • 0

#74 sena909

sena909

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 98 posts

Posted 05 June 2008 - 04:26 AM

sufi itu berat man , hati2 aja
  • 0

#75 williamzblue

williamzblue

    BlueFame Hotter

  • Members
  • PipPipPipPip
  • 306 posts

Posted 06 June 2008 - 03:36 AM

QUOTE (sena909 @ Jun 5 2008, 04:26 AM) <{POST_SNAPBACK}>
sufi itu berat man , hati2 aja


tul! sangat berbahaya, walaupun kelihatannya sangat simple. jurang pemisah antara benar dan salah sangat tipis sekali, lebih tipis dari rambut dibelah 7. dan itu hanya terjadi pada dunia hati atau kalbu, dan berdasarkan niat!

contoh pelajaran dasar kebersihan hati atau niat yg gwe alami di awal awal perjalanan yaitu ketika nolong cewek cantik yg mengalami kecelakaan, cihuiiiii.... asik khan..habis ngebawa dia kerumah sakit dan semua urusan selesai, trus langsung pulang, bahkan hingga hari ini gwe nggak tahu siapa dia! apakah persoalannya selesai?

tidak!

ketika pulang waktu udah agak malam, trus gwe pergi ke sebuah taman yg sepi dimana dari situ gwe bisa ngeliat pemandangan lampu kota yg indah sekali (maklum diujung bukit). nah secara nggak sadar nanya dalam hati, seandainya yg gwe tolong itu ce yg jelek? atau mungkin dia penyakitan kulit atau kudis? apa gwe masih juga mau menolong? apakah tadi gwe menolong berdasarkan ikhlas karena sesama manusia atau karenan cantik? nah sejak itu pertentangan batin dalam segala hal berjalan... sehingga kita semakin hati hati menjaga hati dan niat!

contoh yg paling berbahaya bagi seseorang yg menjalani kehidupan sufi..

kisah nabi Ibrahim (bapak para nabi, baik itu nabi orang islam, kristen, maupun yahudi). kita tahu bahwa beliau mengajak umatnya mengenal Tuhan yg saat itu menyembah berhala. dengan melakukan kebaikan dan mengajak semua orang menuju perbaikan dan kebaikan! nah ketika dia diperintahkan Tuhannya MENYEMBELIH anaknya hanya dengan melalui MIMPI! saat itu bila kita pahami jelas akan terjadi kegoncangan batin yg sangat dahsyat! setidaknya ada pertanyaan dalam hati, apa kata dunia nanti, bila aku yg selama ini melakukan dan mengajak hal yg baik harus menjalankan perintah yg "KONYOL" yg orang paling tidak waraspun tidak mungkin melakukan itu? anda jangan melihat peristiwa itu sesudah terjadi, tetapi pada saat itu akan terjadi! Orang biasa pasti akan gila! atau dianggap gila! Bayangin saja menyembelih anak yg sholeh hanya karena MIMPI. ada yg bisa terima?

pertanyaannya, apakah kamu takut hai Ibrahim dg apa kata orang, lebih dari apa yg Aku kehendaki? adakah kamu akan menduakan AKU dengan hanya rasa MALUmu?

berhubung beliau seorang Nabi dan sudah dilatih sejak dari bayi dalam mengenal Tuhannya, maka beliau tahu pasti bahwa itu adalah ujian terbesar yg diberikan Tuhannya, dan dia sesungguhnya sudah mengenal Tuhannya, sehingga mampu membedakan bahwa itu perintah dari Tuhan atau bisikan Iblis! akhirnya: sejarah dan kitab membuktikan bahwa ada orang yg telah melampaui ujian berat dan sangat sangat berat, sehingga ketika beliaunya tamat menjalankan ujian itu Allah mengkabarkan bahwa beliau (Nabi Ibrahim) pantas menjadi bapak para nabi! Sehingga dalam islampun hal hal sehubungan dg Nabi Ibrahim tetap menjadi bagian dari kehidupan beragama, seperti halnya dalam sholat dan juga menjadi Peringatan Hari Raya Kurban.

Maha Besar Allah dg apa yg ada padaNya.

Apabila ujian itu dilakukan oleh orang awam, he..he..he.. pasti gila atau dapat tambahan gelar kehormatan dg sebutan sesat!

contoh lagi:

ada seseorang yg meminta pada seorang kiai untuk mendapatkan ilmu yg bisa mengetahui apa yg akan terjadi. yg dimaksud disini adalah amalan yg membuat Allah ridho untuk memberikan salah satu perbendaharaanNya yg berwujud sedikit pengetahuan gaib!

akhirnya karena pertimbangan tertentu, diberikannya suatu ibadah yg diharapkan Allah memberikan ilmu tersebut!

apa yg terjadi! dia pikir dg tahu apa yg akan terjadi menjadikan dirinya hebat! enak! ah ternyata tidak, dan hampir saja orang itu gila!

mengapa demikian?

suatu hari dia mendapat firasat orang yg paling disayangi akan mengalami kecelakaan fatal, bahkan hal itu terjadi dg tubuh yg hancur dg kepala yg pecah berantakan. betapa ngerinya melihat semua itu, sementara dia tidak bisa apa apa! bahkan mencegahpun tak bisa karena sesungguhnya hidup dan mati ada di tangan Tuhannya! Dia berusaha mencegah orang yg disayangi itu agar tidak pergi, akan tetapi apa alasannya? setiap akan pergi, dilarang. kesekolah dilarang, kepasar dilarang, jelas yg timbul adalah pertentangan. dan ketika berangkat ke sekolah terjadilah hal itu!

apa kata orang? adakah orang mengatakan dia "sakti"? boro boro dikatakan sakti, kata orang malah gara gara kamu melakukan semua itu, maka kejadiannya secara jiwa menjadi tidak tenang, dan kestabilan serta kontrol dari si anak tidak sempurna, sehingga terjadilah kecelakaan itu! wah... nasib! he..he..he..

berhari hari si anak itu senewen (gila)....

akhirnya si kiai turun tangan dan memohonkan pada Tuhan bahwa anugerah itu memang tidak pantas dan segera dihilangkan dari anak itu! dan SEJAK saat itu si anak sangat dekat dan sangat tekun beribadah pada Tuhannya.

itu hanya sebagian kecil dari dunia hikmah!

makanya untuk ssj, banyak ulama dan para wali disaat itu sudah memperhitungkan hal tersebut! Adalah lebih baik memperkenalkan Tuhan dg secara bertahap, walaupun secara konsukwensinya secara kwantitas setahap demi setahap naik dari pada langsung ke pokok persoalannya akan tetapi dalam prosesnya bisa menimbulkan hal hal yg tragis. bahkan sejumlah besar rasul sendiri tidak berani mengajarkan hal hal seperti itu, secara sembarangan!

akan tetapi bila kita bertanya apakah ssj benar atau salah, bukan wilayah kita! lihat kembali kisah Nabi Ibrahim! dan juga kisah Nabi Khidir!

sedangkan apabila ada yg mempertentangkan ssj dan Nabi Muhammad, hal itu sangat rumit dan harus hati hati sekali! Karena pada dasarnya (sering kali kita lupa) banyak sekali hal hal keluarbiasaan yg terjadi pada Nabi Muhammad.

dan sesungguhnya pada suatu ketika istrinya berkata ya Rasul..engkau telah diampuni dosa akan datang dan dosa yang lalu dan engkau telah dijamin oleh Allah untuk masuk surga tetapi mengapa engkau masih melakukan sholat hingga kakimu bengkak??tapi Rasul menjawab: tidak boleh kah aku bersyukur kepada Rabb ku???

Begitu tingginya dasar Rasullulah melakukan sholat!
Betapa dasyatnya ujian Nabi Ibrahim!







apa yg saya lakukan ini bukannya lepas dari topik sejarah dan membelokkan ke arah agama akan tetapi hanya untuk mendekonstruksi (membongkar ulang) pemahaman SSJ.
(segala kebesaran dan kebenaran berasal dari Allah, dan tidak sedikitpun saya berani mengatakan tidak)
  • 0

#76 Kimosamose

Kimosamose

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 109 posts

Posted 21 June 2008 - 12:23 PM

Walisongo pasti punya pertimbangan untuk menghukumnya, ...........

  • 0

#77 fifthrays

fifthrays

    BlueFame ABG

  • Members
  • PipPip
  • 36 posts

Posted 22 June 2008 - 08:52 AM

SSJ itu orang mana? Bpk-nya siapa? Keturunannya siapa? dan kuburannya dimana?
Kasih pencerahan dong, klo bs disertai sumber yg jelas Peace.gif Peace.gif Peace.gif
  • 0

#78 pusaran

pusaran

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 86 posts

Posted 23 June 2008 - 02:31 PM

Syekh siti jenar tetap bagi saya salah satu tokoh penting dalam penyebaran agama islam di jawa..
  • 0

#79 mbenk91

mbenk91

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 206 posts

Posted 24 June 2008 - 02:47 PM

Saya setuju dengan sdr. Kimosamose. Para walisongo itu bukan orang yang picik yang hanya mementingkan urusan duniawi saja banyak pertimbangan menuntukan bahwa seorang itu kafir atau tidak. Resiko dosanya sangat berat.
Beberapa tarekat ini yang kadang kalo saya lihat mempertanyakan hal2 yang sudah jelas dalam pencarian hakekat-nya sehingga akhirnya malah timbul pemahaman yang salah. ingat kemampuan manusia itu hanya sedikit untuk mengetahui hal-hal yang gaib.
  • 0

#80 mbenk91

mbenk91

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 206 posts

Posted 24 June 2008 - 02:50 PM

Saya setuju dengan sdr. Kimosamose. Para walisongo itu bukan orang yang picik yang hanya mementingkan urusan duniawi saja banyak pertimbangan menuntukan bahwa seorang itu kafir atau tidak. Resiko dosanya sangat berat.
Beberapa tarekat ini yang kadang kalo saya lihat mempertanyakan hal2 yang sudah jelas dalam pencarian hakekat-nya sehingga akhirnya malah timbul pemahaman yang salah. ingat kemampuan manusia itu hanya sedikit untuk mengetahui hal-hal yang gaib.
Ingat lagi ada pribahasa mengatakan semakin tinggi pohon semakin besar terpaan anginnya. Sampai akhirnya angin tersebut mematahkan pohon tersebut.
  • 0




BlueFame.Com A Blue Alternative Community for Peace, Love, Friendship, and Cyber Solidarity © 2006 - 2011
All Rights Reserved Unless Otherwise Specified

BlueFame Part Division
BlueFameStyle | BlueFame Upload | BlueFame Radio | BlueFameMail | Advertise here!

BlueFame DMCA Policy