#21
Posted 29 January 2012 - 10:28 PM
masih menggelut gerimis
serutkan kepingan sepi
mengurai ucap bibirmu...
Aku rindu pada sepiku
slalu..
#22
Posted 02 February 2012 - 09:38 AM
engkau semakin tak mau tau
dalam nafaskupun, ragu
untuk sekedar melupakanmu
kini engkau selalu merindu pada sepimu
mengapa harus kutau
rusa berbulu kelabu
menangis di musim salju
adakah karena beku
turut menutup batu
mentari pergi terburuburu
maafkan aku
selalu menunggumu
didalam mimpiku
Edited by arum-Lim, 02 February 2012 - 09:40 AM.
#23
Posted 22 February 2012 - 06:13 AM
tlah menjebakku
hati q hampir patah
nyaris bernanah...
#24
Posted 27 February 2012 - 10:22 AM
dan kau matahari
aku adalah dedaunan
dan kau embun pagi
kemarilah
tuntaskan segala duka resah
yg mnghimpit kita sejak tenggelamnya matahari
Hel...
aku malu menyebut cinta padamu
aku tkut kau hempaskan rinduku
tolong beri aku senyummu
sedikit saja
agar aku mampu mniti warna q
tuk malam ini...
#25
Posted 07 February 2013 - 06:55 PM
Pahit mengentaskan luka menganga
kau hanya dedaunan
kau hanya embun pagi
Menelisik sepi
sedari tadi
febuari ..
masih menyisakan gerimis januari
rintiknya menuaikan aksara langit hingga akhirnya,..
Aku berpalung sepi
meretas diri
sedang kau hanya sebuah sepi
di ujung belati ini.......
#26
Posted 11 February 2013 - 05:49 PM
merayapi sisa sore hari ini
merekahkan bulir- bulir gerimis di wajahmu
Aku rindu senyummu
aku rindu tawamu
Tatapmu buncahkan segala yang ada
di hati ku
Rie..
ijinkan aku memandangmu sejenak saja
agar tidurku tak lagi terjaga
lihatlah
hujan semakin tertawa
melontarkan liur - liurnya
d wajahku
basah
meliput saput rinai ku
Rie...
beri aku senyummu sedikit saja
mau kan..?
#27
Posted 24 February 2013 - 09:37 AM
matamu bercelak
meranggaskan sisa- sisa endapan pagi
ini ..
sayang
beri aku sinarmu sedikit saja
biar terang
biar tenang
biar tak lagi gelap
di kamar ini...
















