Jump to content



 

 

Anggota Kopassus Tewas Ditikam, Polisi Gerebek Asrama


30 replies to this topic

#1 Bagindo Sati

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 66 posts
Click to view battle stats

Posted 21 March 2013 - 12:58 PM

Quote

Imbas penikaman yang menewaskan anggota Kopassus TNI AD, Sertu Santosa, di Hugo's Café, Kabupaten Sleman, DIY, petugas Brimob Polda DIY menggerebek sebuah asrama.


Personel Brimob Polda DIY, bersenjata lengkap, menggerebek sebuah asrama di Lempuyangan, Danurejan, yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku pengeroyokan Sertu Santosa. Dari asrama tersebut, polisi mengamankan dua orang yang diduga terlibat pengeroyokan.

Kasat Brimob Polda DIY, Kombes Pol Gatot Sudibyo, enggan berkomentar banyak terkait penggerebekan tersebut.

"(Pelaku) Dibawa ke Polda DIY, silakan ke sana untuk mencari informasi selengkapnya," kata Gatot, Selasa (19/3/2013).

Kata Gatot, kasus ini ditangani Direktorat Reserse Kriminal (Ditreskrim) Polda DIY. Pihaknya hanya membantu menangkap pelaku sesuai perintah Kapolda DIY, Brigjen Pol Sabar Raharjo.

Sebagaimana diketahui, Sertu Santosa tewas ditikam dan dikeroyok saat berkunjung di Hugo’s Café dini hari tadi sekira pukul 02.20 WIB. Dia tewas setelah dadanya ditusuk menggunakan pecahan botol minuman keras.

Pelaku penikaman, Dicky, lebih dulu diamankan petugas. Namun masih ada pelaku pengeroyokan yang melarikan diri.



http://jogja.okezone...-gerebek-asrama


Bagus digrebek duluan, daripada disisir.

#2 Bagindo Sati

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 66 posts
Click to view battle stats

Posted 21 March 2013 - 01:00 PM

Berikut Peristiwa Penikaman Anggota Kopassus di Sleman


Quote

Anggota Kopassus TNI AD, Sertu Santosa, tewas dianiaya preman di Hugos's Cafe, Jalan Adisucipto, Km 8,5, Maguwoharjo, Depok, Kabupaten Sleman, DIY, dini hari tadi.


Santosa ditikam pelaku menggunakan botol minuman. Selain itu, dia juga dikeroyok oleh rekan-rekan penikam.

“Ini kejadian yang kedua kalinya pengunjung tewas. Dulu ada mahasiswa asal Bali yang tewas akibat dipukul menggunakan cor, kali ini anggota Kopassus ditikam botol pecahan miras,” kata seorang sumber Polda DIY kepada Okezone, Selasa (19/3/2013).

Dia membeberkan bagaimana penganiayaan tersebut terjadi. Awalnya, korban datang ke Hugos Café bersama rekannya yang juga anggota Kopassus Kandang Menjanga, Kecamatan Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, atas nama Alen Rimando Sembiring (28). Mereka datang sekira pukul 02.20 WIB.

Sesampai di depan Hugo's Cafe, korban dihadang oleh pria bernama Dicky. Dicky bertanya kepada Santosa terkait asal daerahnya. Santosa pun menjawab bahwa dia anggota Kopassus.

Entah mengapa, Dicky menyindir Santosa dan mengajat berperang. Ajakan itu diabaikan Santosa. Dia kemudian memenui sekuriti kafe dan menanyakan siapa pemuda yang menghadangnya. Dijawab oleh sekuriti bahwa Dicky preman di sini.

Di dalam kafe, korban dipukul menggunakan botol miras. Pukulan itu mengenai pelipis kanan Santosa hingga robek. Botol tersebut pun pecah. Belum sempat memberi perlawanan, korban ditusuk menggunakan botol yang sama di bagian dada. Tusukan itu menyebabkan enam tulang rusuk korban patah.

Korban juga dikeroyok sekira 15 rekan Dicky. Saat itu, teman korban melerai dan membawanya ke RS Bethesda. Namun, alam perjalanan, korban meninggal dunia.

Sementara, Dicky diamankan sekuriti kafe kemudian diserahkan ke polisi.



http://jogja.okezone...assus-di-sleman

#3 Rakkana

    ~JengkolHolic Sebenarnya~

  • Moderator
  • 15,147 posts
Click to view battle stats

Posted 23 March 2013 - 09:12 AM

LP Cebongan Sleman Diserbu, Empat Tewas







Quote

Lembaga Pemasyarakatan Cebongan di Sleman, DI Yogyakarta, diserbu sekelompok orang pada hari Sabtu (23/3/2013) pukul 01.00 dini hari tadi. Empat orang dilaporkan tewas.

Informasi dari Polda Daerah Istimewa Yogyakarta Sabtu pagi ini menyebutkan, LP Cebongan didatangi tiga truk bermuatan sekitar 15 orang bersenjata lengkap dan menggunakan tutup kepala serta pelindung tubuh. Mereka memaksa masuk LP, tetapi dilarang oleh penjaga LP.

Kelompok bertopeng ini kemudian melempar granat dan melukai penjaga LP, lalu mencari pelaku pengeroyokan anggota TNI di Hugos Cafe, Yogyakarta. Kelompok bersenjata ini pun menembak mati empat pelaku pengeroyokan terhadap anggota TNI di Hugos Cafe.

Setelah melakukan aksinya, kelompok ini langsung kabur meninggalkan LP.



Apakah ini sebuah aksi Balas Dendam? Mari kita tunggu fakta dan bukti selanjutnya


http://regional.komp...rbu.Empat.Tewas

#4 Rakkana

    ~JengkolHolic Sebenarnya~

  • Moderator
  • 15,147 posts
Click to view battle stats

Posted 23 March 2013 - 09:28 AM

Ini Kata Kopassus Terkait Insiden Penyerangan Lapas di Sleman




Quote

Lapas Kelas IIB Sleman, Yogyakarta, diserang oleh kelompok massa yang dikabarkan dari anggota TNI kesatuan Kopassus. Assintel Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Letkol Infantri Richard mengatakan, akan segera memastikan apakah pelaku penyerangan tersebut merupakan anggota Kopassus atau bukan.

"Saya sudah dengar. Tapi belum ada informasi yang pasti. Namun informasi tersebut akan kita cek, akan kita pastikan," ujar Letkol Infantri Richard saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (23/3/2013).

Richard menegaskan, institusi Kopassus tidak membenarkan segala macam tindakan anarkisme, apalagi sampai merusak tempat dan menimbulkan korban jiwa.

"Secara institusi atau perorangan, itu tidak ada. Dengan tegas Danjen Kopassus menyatakan secara institusi secara perorangan hal semacam itu tidak boleh," tegasnya.

Namun demikian, jika benar pelaku penyerangan Lapas Kelas IIB tersebut adalah anggota Kopassus, kasus tersebut akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang, dan pelaku harus mendapatkan hukuman yang berat.

"Kita menyerahkan peristiwa ini ke pihak terkait dan akan ditindak lanjuti dengan hukuman seberat-beratnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tegas Richard.

Sebelumnya menurut Humas Ditjen PAS Akbar Hadi menyebut ada 4 tahanan yang tewas. Di bawah ancaman pistol, para penjaga ditodong oknum Kopassus yang menyerbu Lapas dini hari tadi.

Setelah menemukan para pelaku pengeroyokan rekan mereka hingga tewas di Cafe Hugos beberapa waktu lalu, akhirnya 4 tahanan dieksekusi.



http://m.detik.com/n...lapas-di-sleman

#5 Rakkana

    ~JengkolHolic Sebenarnya~

  • Moderator
  • 15,147 posts
Click to view battle stats

Posted 23 March 2013 - 09:32 AM

Oknum Kopassus Rusak CCTV dan Aniaya Sipir Lapas Sleman





Quote

Lapas Kelas II B Sleman, Yogyakarta, dini hari tadi diserbu belasan orang yang diduga merupakan anggota TNI dari kesatuan Kopassus. Dalam penyerbuannya, kelompok ini merusak kamera pengintai (CCTV) dan menganiaya sipir lapas.

Dirjen Keamanan dan Ketertiban (Dir Kamtib) Kementerian Hukum dan HAM, Wibowo Joko mengatakan, saat menyerang pelaku menggunakan penutup muka. Mereka memaksakan diri untuk masuk dengan mengancam petugas lapas dengan senjata api.

"Kamera CCTV dirusak sama tempat penyimpanan kunci-kunci blok. Pelaku melakukan tembakan ke udara supaya sipir dan napi yang lain tiarap untuk mencari orang yang mereka incar," ujar Wibowo Joko saat dihubungi detikcom, Sabtu (23/3/2013).

Joko menambahkan, pelaku penyerangan juga sempat menganiaya sipir agar memberikan kunci ruang tahanan orang yang mereka cari.

"Sipir dianiaya untuk mengambil kunci, supaya membuka pintu," katanya.

Saat ini, terang Joko, pihak Polri dan TNI sudah berada di lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan pemeriksaan. Sementara itu empat orang yang tewas ditembak, masih berada di lokasi kejadian.

"Yang tewas masih berada di lokasi. Ada empat yang tewas, dalam satu ruangan," jelas Joko.

Sementara itu Assintel Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Letkol Infantri Richard mengatakan, akan segera memastikan apakah pelaku penyerangan tersebut merupakan anggota Kopassus atau bukan.

"Kita menyerahkan peristiwa ini ke pihak terkait dan akan ditindak lanjuti dengan hukuman seberat-beratnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tegas Richard.


http://m.detik.com/n...ir-lapas-sleman


#6 Rakkana

    ~JengkolHolic Sebenarnya~

  • Moderator
  • 15,147 posts
Click to view battle stats

Posted 23 March 2013 - 09:47 AM

4 Tahanan Tewas Baru Sehari Dipindah ke LP Cebongan




Quote

Kuasa hukum empat tersangka kasus pengeroyokan yang menewaskan anggota Kopassus TNI AD, Sertu Santosa, mempertanyakan alasan penyidik Polda DIY memindahkan penahanan kliennya.

Mereka menemukan banyak kejanggalan terkait pemindahan dari tahanan Mapolda DIY ke LP Cebongan, Sleman. Terlebih, satu hari pascapemindahan ada insiden penembakan yang menyebabkan empat kliennya tewas.

"Kami akan tanyakan alasan penyidik apa kok dipindah. Kami kemarin siang diberitahu kalau klien kami dipindah ke sini (LP Cebongan). Ini kami juga belum boleh masuk," kata Rio Ramabaskara, kuasa hukum empat tersangka, Sabtu (23/3/2013).

Rio datang bersama tiga penasehat hukum lainnya, Wandu Marseli, Akbar Pasa, dan Muh. Maksum. Selain itu, dia datang ke LP Cebongan bersama salah satu istri dari empat pelaku berinisial J yang tak lain merupakan pecatan anggota polisi.

"Kami masih akan menunggu apakah nanti perlu dipraperadilan atau tidak, yang jelas kami tunggu penjelasan dari penyidik Polda DIY," jelasnya.

Hingga pukul 08.30 WIB, suasana di sekitar LP Cebongan masih mencekam. Polisi bersenjata lengkap bersama puluhan prajurit TNI AD masih berjaga-jaga di lokasi kejadian.

Empat jenazah juga belum dievakuasi dan masih berada di dalam lapas. Petugas belum mengizin sejumlah jurnalis masuk ke dalam LP untuk mengambil gambar.


http://m.okezone.com...-ke-lp-cebongan


#7 Rakkana

    ~JengkolHolic Sebenarnya~

  • Moderator
  • 15,147 posts
Click to view battle stats

Posted 23 March 2013 - 11:04 AM

Kopassus Bantah Anggotanya Serbu Lapas Cebongan





Quote

Sekelompok bercadar menembaki empat tersangka pengeroyok anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman,Yogyakarta, Sabtu dinihari 23 Maret 2013.

Kopassus membantah jika kelompok penyerang itu adalah anggotanya. "Kelompok ini banyak musuh. Penyerangnya bisa siapa saja dari musuh-musuhnya itu," kata Asintel Kopassus, Letkol Infanteri Richard, saat dihubungi VIVAnews, hari ini.

Meski begitu, dia mengaku tak tahu siapa penyerang keempat tersangka itu. "Informasi baru saya baca di media online," jelasnya.

Sebelumnya, keempat tahanan tersebut diduga menyerang anggota Kopassus, Sertu Heru Santosa, hingga tewas. Kemudian keempatnya ditahan di Lapas Cebongan.

Namun, Sabtu dinihari, sekelompok bersenjata datang ke lapas dan menembaki keempat tersangka ini hingga tewas. Adapun keempat tersangka itu adalah Dicky Sahetapi atau Dicky Ambon, Dedi, Ali, dan YD alias Johan.

Menurut Richard, pelaku pengeroyokan itu adalah preman yang memiliki banyak musuh. Sebelum menyerang Heru, kelompok ini terlibat perkelahian dengan anggota TNI lain. "Mereka mengira Heru ini bagian dari anggota itu," jelas Richard.



http://m.news.viva.c...-lapas-cebongan

#8 .OYON.

    shadowless sword

  • Moderator
  • 16,128 posts
Click to view battle stats

Posted 23 March 2013 - 11:39 AM

tinggal 9 orang lagi dibantai.
bravo kopassus :speak_cool:

gw dukung 1000% dah....
preman2 emang kudu dibabat habis...nunggu polisi kelamaan...


Sent from my GT-S5670 using Tapatalk 2

#9 Rakkana

    ~JengkolHolic Sebenarnya~

  • Moderator
  • 15,147 posts
Click to view battle stats

Posted 23 March 2013 - 08:38 PM

Kelompok Bersenjata Bawa Surat dari Polda DIY





Quote

Rombongan misterius yang melakukan penembakan terhadap empat tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sleman pada Sabtu (23/3) ternyata datang membawa dan menunjukkan surat izin dari Polda Daerah Istimewa Yogyakarta sebelum masuk ke dalam lapas. Meski belum diketahui mengapa mereka bisa mengantongi surat itu untuk bisa masuk ke dalam Lapas.

Hal ini diungkapkan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana yang sudah memperoleh laporan kronologis lengkap terkait penyerangan dan penembakan yang terjadi di Lapas Sleman itu.

"Saya mendapat laporan, mereka datang dengan berpakaian rapi dan menunjukkan surat dari Polda DIY minta untuk masuk. Tetapi oleh penjaga pintu utama Supratikno ditolak sehingga mereka menodongkan senjata pada petugas," ujar Denny dalam jumpa persnya di gedung utama Kemenkumham, Jakarta Selatan, Sabtu siang.

Tak hanya menodongkan senjata, kata Denny, rombongan ini juga menunjukkan granat dan memaksa sambil mengancam masuk. Setelah berada di area pintu utama, baru diketahui ternyata rombongan itu berjumlah kurang lebih 10 hingga 15 orang.

Mereka lalu meminta kunci blok hunian. Namun oleh petugas dijawab, kunci disimpan oleh Kepala KPLP Margo Utomo di rumah dinasnya. Meski mendapat keterangan itu, dua orang dari rombongan tetap memaksa salah satu petugas yaitu Supratikno untuk mengantarkan ke rumah Margo dengan todongan senjata laras panjang.

Sementara itu, lanjut Denny, Kepala Jaga Edi Prasetyo dipaksa dengan todongan senjata laras panjang oleh dua orang anggota rombongan untuk menunjukan ruangan Kalapas dan tempat penyimpanganan alat perekam cctv di lantai II.

"Setelah sampai depan ruang Ka Lapas, Edi dipaksa tiarap sehingga tidak tahu apa yang terjadi di ruang Kalapas," kata Denny.

Setelah mendapatkan kunci dari Margo yang membawa kunci kotak, kata Denny, rombongan memaksa Margo membuka dan mencari kunci yang dibutuhkan. Margo enggan dan berusaha menelpon Kalapas untuk meminta persetujuan terlebih dahulu.

Namun, belum juga direspon teleponnya, handphone milik Margo pun dirampas para orang asing itu. Mereka lalu meminta Edi untuk menunjukkan kunci yang diperlukan dengan menodong senjata laras panjang.

Petugas blok Widayat dan Tri Widodo yang melihat aksi itu, papar Denny, berusaha membantu para kepala Lapas itu. Namun dicegah oleh beberapa orang dari kelompok itu. Mereka ditodong senjata laras panjang dan diminta tiarap.

Tri Widodo kemudian diminta membuka Blok A Kamar no 5 yang berisi 35 orang tahanan. Setelah itu ia didorong dan diminta tiarap lagi. Punggungnya diinjak dan ditodong senjata laras panjang.

"Petugas tidak tahu lagi apa yang mereka lakukan, setelah beberapa menit mereka berlari keluar meninggalkan blok. Saat petugas bangun dan melihat kamar sudah ada empat tahanan yang tewas. Rombongan itu keluar lapas pukul 01.05 WIB. Mereka melarikan diri dengan mobil yang diparkir di area lapas," pungkas Denny. Ia mengaku belum mengetahui, laporan selanjutnya atas kasus ini.



http://m.jpnn.com/news.php?id=164071

#10 Rakkana

    ~JengkolHolic Sebenarnya~

  • Moderator
  • 15,147 posts
Click to view battle stats

Posted 23 March 2013 - 08:53 PM

Saksi: Nama 4 Tahanan Dipanggil Satu-Satu lalu Ditembaki





Quote

Empat tahanan LP Kelas IIB Cebongan, Kabupaten Sleman, DIY, diberondong senjata laras panjang hingga tewas oleh kelompok bersenjata.

Beberapa pelaku yang mengenakan penutup muka memanggil empat tahanan tersebut satu per satu dari luar sel.

”Dipanggil dari luar nama-namanya. Kemudian, mereka menembaki hingga tewas. Kejadinya tidak sampai lima menit, setelah itu pergi,” ujar salah seorang napi, berinisial K, yang berada di dalam satu ruangan dengan empat korban tersebut, Sabtu (23/3/2013).

K mengaku syok dengan penyerangan yang terjadi sekira pukul 01.00 WIB itu. Begitu juga dengan napi lainnya yang berada dalam satu ruangan dengan para korban. Ruangan tersebut dihuni sekira 35 orang.

”Dini hari itu suasana dalam keadan tertidur semua, dibangunin, setelah itu terjadi penembakan,” ulasnya.

Kapolres Sleman, AKBP Hery Sutrisman, membenarkan informasi itu. Eksekusi dilakukan para pelaku di hadapan tahanan lainnya.

”Ruangannya sudah kami sterilkan. Penghuni tempat itu dipindah ke blok lainnya,” jelas Hery.



http://m.okezone.com...-lalu-ditembaki

#11 Rakkana

    ~JengkolHolic Sebenarnya~

  • Moderator
  • 15,147 posts
Click to view battle stats

Posted 23 March 2013 - 08:57 PM

Pangdam IV/Diponegoro: Sertu Santosa Bukan Kopassus




Quote

Pandam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Hardiono Saroso, menepis anggapan pelaku penyerangan LP Cebongan di Kabupaten Sleman, DIY, merupakan anggota TNI AD.

“Pelakunya orang tak dikenal, bukan anggota Kopassus TNI AD. Tidak ada hubungannya dengan Kopassus,” tegas Hardiono di LP Cebongan, Sleman, Sabtu (23/3/2013).

Hardiono juga meluruskan kabar yang sudah beredar terkait kasus pembunuhan Sertu Santosa.

“Dia (Sertu Santosa) bukan anggota Kopassus, tapi anggota Kodam IV/Diponegoro yang sedang bertugas. Dia merupakan anggota Intel Kodam IV/Diponegoro,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Sertu Santosa tewas di Hugo's Cafe, Jalan Adisucipto Km 8,5 Maguwoharjo, Depok, Sleman, setelah ditikam dan dikeroyok empat preman setempat pada Selasa, 19 Maret 2013.

Empat tahanan tersebut tewas dalam penyerangan di LP Cebongan dini hari tadi.


http://m.okezone.com...-bukan-kopassus


#12 Rakkana

    ~JengkolHolic Sebenarnya~

  • Moderator
  • 15,147 posts
Click to view battle stats

Posted 25 March 2013 - 02:41 PM

"Ada Ketidakberesan Intelijen Kita"




Quote

Anggota Komisi III DPR dari fraksi Gerindra Desmond Mahesa, menilai perlunya Panitia Khusus (Pansus) gabungan antara Komisi I dengan Komisi III DPR, untuk mencari akar masalah terjadinya penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.


"Perlu adanya pansus antara komisi satu dan tiga. Akhir April ini kan mulai reses, ini harus segera diselesaikan. Kalau perlu rapat gabungan antara komisi satu dengan tiga," ujar Desmond di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/3/2013).

Desmond meduga adanya unsur kesengajaan yang dilakukan oleh Kepolisian, dengan memindahkan empat tersangka pembunuh anggota Kopassus Sertu Santoso ke LP Cebongan. Menurutnya, jika tersangka terlibat dalam kasus yang sensitif, maka harus mendapat pengawalan khusus.

"Hari ini kan yang terjadi bukan teroris, tapi para pemegang senjata. Ada ketidakberesan intelijen kita juga. Sudah saatnya memanggil Kapolri dan Panglima TNI," tuturnya.

Desmond menyesalkan tak adanya pengamanan khusus kepada para terpidana yang terlibat kasus sensitif. Padahal, lanjut Desmond, pengamanan LP di seluruh negara memiliki standard operasional prosedural (SOP) yang sama. "Selama ini tidak ada pengamanan khusus seperti kasus teroris ada Abu Bakar Baasyir. Ini kesengajaan atau tidak ini jadi pertanyaan kita," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, empat tersangka kasus pembunuhan anggota Kopassus, Sertu Santoso, yakni Hendrik Angel Sahetapi, Adrianus Candra Galaga, Yohanis Juan Mambait dan Gamaliel Yerminyanto Rohi Riwu, tewas akibat diberondong gerombolan pria bersenjata yang menyerbu Lapas Cebongan, pada Sabtu, 23 Maret dini hari.



http://news.okezone....-intelijen-kita

#13 Rakkana

    ~JengkolHolic Sebenarnya~

  • Moderator
  • 15,147 posts
Click to view battle stats

Posted 25 March 2013 - 03:20 PM

Operasi Buntut Kuda Penjara Cebongan Sleman


Posted Image



Quote

Penyerangan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, diduga dilakukan secara terencana. Haris Azhar, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, menyatakan dari investigasi dan wawancara sejumlah saksi di lapangan, ditemukan indikasi tersebut.


Menurut dia, sejumlah saksi menyatakan penyerangan dan penembakan terhadap empat tahanan di Penjara Cebongan berlangsung rapi dan cepat karena hanya berlangsung selama 15 menit. Salah satu saksi melihat seorang pelaku terus-menerus melihat jam di tangannya. "Sepertinya dia menjadi time keeper alias penjaga waktu," ujar Haris dalam keterangan pers di kantor Imparsial, Ahad, 24 Maret 2013.

Sekelompok orang bersenjata api laras panjang, pistol, dan granat datang menyerang penjara Cebongan, Sabtu dinihari lalu. Sekitar 17 orang menerobos penjara Cebongan. Mereka memberondong empat tahanan di sel 5A. Empat tahanan itu adalah Hendrik Angel Sahetapy alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu. Mereka adalah tersangka penusukan Sersan Satu Santosa, anggota Komando Pasukan Khusus, di Hugo's Cafe, 19 Maret lalu.

Menurut Haris, penyerangan dilakukan oleh 17 orang, tapi penembakan dilakukan satu orang. "Ini seperti operasi buntut kuda. Yang menerobos banyak, semakin dekat dengan sasaran semakin sedikit," ujarnya.

Sumber Tempo yang mengetahui peristiwa itu mengatakan, saat diketahui ada 35 orang di sel 5A, salah seorang bersenjata itu bertanya di mana kelompok Deki. "Yang bukan kelompok Deki, minggir!" kata sumber mengutip pernyataan seorang pelaku. Para tahanan lalu memisahkan diri dan tersisa tiga orang. "Tanpa ampun, tiga orang itu langsung diberondong, tanpa penyiksaan," kata sumber. Setelah itu menyusul satu tahanan lagi.

Kepala Biro Penerangan Mabes Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar belum bisa memastikan apakah penyerangan tersebut terencana. “Belum ada kesimpulan, kami masih terus menganalisis fakta di lapangan,” ujar Boy kemarin. Ia mengatakan polisi telah memeriksa 45 orang berkaitan dengan insiden ini--12 orang di antaranya sipir.



http://www.tempo.co/...Cebongan-Sleman

#14 Rakkana

    ~JengkolHolic Sebenarnya~

  • Moderator
  • 15,147 posts
Click to view battle stats

Posted 25 March 2013 - 03:26 PM

BIN: Senjata Penyerang LP Sleman Bukan Standar TNI




Quote

Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Marciano Norman menyatakan, senjata yang digunakan para pelaku penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, Yogyakarta, tidak lagi menjadi standar anggota TNI. Ia menjelaskan, jenis peluru yang digunakan para pelaku adalah peluru kaliber 7,62 milimeter.


"Setahu saya, itu sudah bukan standar TNI lagi," kata Marciano saat ditemui di Istana Negara, Senin, 25 Maret 2013.

Namun, Marciano tak mau menduga-duga siapa pelaku penyerangan tersebut. BIN memilih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan yang tengah dilakukan Kepolisian Daerah Yogyakarta. "Prinsipnya, kami mendukung kepolisian untuk mengungkapnya," ucap dia.

BIN, menurut Marciano, sangat mendukung kepolisian untuk berani membongkar identitas para pelaku. Penyerangan terhadap lembaga pemasyarakatan dianggap hal yang tidak dapat ditoleransi.

Serangan terhadap LP Cebongan, Jumat, 23 Maret 2013, memunculkan sejumlah dugaan. Penyerangan yang rapi itu dilakukan dalam waktu singkat, hanya berlangsung sekitar 15 menit.

Setelah membunuh para korban, pelaku langsung meninggalkan tempat kejadian dengan dua mobil yang diparkir di halaman depan LP. Pelaku juga mencuri rekaman kamera closed-circuit television (CCTV) di LP tersebut.

Dalam penyerangan tersebut, empat tahanan tewas diberondong 31 peluru. Mereka adalah Hendrik Benyamin Sahetapy alias Diki, Yohanis Juan Manbait alias Juan, Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu alias Adi, dan Adrianus Chandra Galaja alias Dedi. Keempatnya adalah tersangka kasus penganiayaan hingga tewas anggota Komando Pasukan Khusus TNI AD, Sersan Satu Santoso, di Hugo's Cafe, Sleman, pada 19 Maret 2013.


#15 svnhvn

    Carassius Auratus Holic

  • Calon Moderator
  • 6,557 posts
Click to view battle stats

Posted 26 March 2013 - 02:12 AM

Polda pintar, daripada di gangbang macam di OKU mending "dititipkan" ke lapas setempat saja. Pelaku penyerangan 14 orang, detail selebihnya seperti kata berita, bedanya pelaku di eksekusi pakai FN dulu lalu diberondong menggunakan MP5 (bukan AK). 14 orang tsb lalu split pakai 3 mobil yg dikemudikan oleh anggota dari BaIntel (karena hanya mereka2 yg punya privilege keluar markas tanpa tercatat di logbook).

*laporan "black op" ke PM.

#16 Bagindo Sati

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 66 posts
Click to view battle stats

Posted 26 March 2013 - 09:31 AM

View Postsvnhvn, on 26 March 2013 - 02:12 AM, said:

Polda pintar, daripada di gangbang macam di OKU mending "dititipkan" ke lapas setempat saja. Pelaku penyerangan 14 orang, detail selebihnya seperti kata berita, bedanya pelaku di eksekusi pakai FN dulu lalu diberondong menggunakan MP5 (bukan AK). 14 orang tsb lalu split pakai 3 mobil yg dikemudikan oleh anggota dari BaIntel (karena hanya mereka2 yg punya privilege keluar markas tanpa tercatat di logbook).

*laporan "black op" ke PM.

Wa tertarik dengan pernyataan ente mengenai senjata yang digunakan. Awal munculnya berita mengenai senjata yang digunakan itu dari kesaksian sipir penjara yang mengatakan gerombolan itu menggunakan jenis AK. Lalu ente bilang MP5, 2 senata ini (MP5 dan AK) itu mempunyai perbedaan bentuk yang nyata, terutama AK47 yang sangat khas, wa rasa untuk sekelas sipir penjara tentu tau mana AK mana bukan :HeHe:

Lalu mengenai MP5 sendiri, analisa wa yang hanya orang awam ini jika pelaku menggunakan MP5 sudah akan langsung ketahuan pelakunya dari mana, sebab hanya kesatuan "itu" yang pake MP5. Ga masuk akal lah, mana mereka sebodoh itu langsung membuka kedok mereka dengan menggunakan MP5, orang awam aja tau apalagi orang sangat terlatih :))

Lalu MP5 varian apa yang kalibernya 7.62 mm :ngakak:

Jika menggunaka AK47 masih masuk akal mengingat akan susah melacaknya. Ak47 itu sudah lama dihapus dari kesatuan TNI sebagai senjata organik, seingat wa hanya Brimob yang masih pake, itupun varian AK 101 bukan AK47. Lihat aja tu PIC #13, Brimob nenteng varian AK di pintu utama Lapas.


Jika itu Black Op, TNI tidak akan sebodo itu merusak namanya sendiri "lagi" setelah kasus OKU, belum lagi nyanyian HAM yang selalu menghantui TNI dari dulu. Ingat beli MP5 aja dulu TNI sempat ditolak :LMAO:

#17 Rakkana

    ~JengkolHolic Sebenarnya~

  • Moderator
  • 15,147 posts
Click to view battle stats

Posted 26 March 2013 - 10:58 AM

Densus 88 Diminta Turun Tangan Buru Pelaku Penembakan di Lapas Cebongan





Quote

Tim Detasemen Khusus 88 Mabes Polri perlu segera diturunkan guna memburu 17 anggota pasukan siluman yang menyerbu LP Cebongan Sleman dan membantai empat tahanan hingga tewas di dalam sel.


Kecepatan untuk memburu, menangkap, dan mengungkapkan kasus ini sangt diperlukan agar masyarakat merasa nyaman dan tidak berada di bawah bayang-bayang ketakutan akibat teror penyerbuan tersebut.

"Selain itu, kecepatan untuk mengungkap kasus ini diperlukan agar ada kepastian hukum di negeri ini, sehingga pihak-pihak tertentu tidak sewenang-wenang lagi dalam menghabisi orang-orang yang tidak disukainya, meski orang tersebut sudah ditahan di dalam sel LP," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane dalam pernyataannya yang diterima Tribunnews.com, Selasa(26/3/2013).

Indonesia Police Watch (IPW) menilai, saat ini sangat mudah bagi Polri untuk mengungkap kasus penyerangan ke Lapas Cebongan Sleman. Sebab elit-elit TNI sudah memastikan bahwa tidak ada oknum TNI yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Dengan demikian kata Neta Polri tidak perlu ewuh pakewuh lagi untuk segera memburu dan menangkap pelaku penyerangan. Dalam mengungkap kasus ini Polri pun tak perlu melibatkan TNI karena oknum TNI tidak terlibat.

"Selama ini Densus 88 sangat piawai dalam memburu, menangkap dan mengungkap kasus-kasus terorisme. Untuk itu Polri perlu segera menugaskan Densus 88 dalam menangani ksus LP Sleman. Sikap profesional Densus 88 tentu dipertaruhkan dalam menuntaskan kasus yang sudah mendapat perhatian internasional ini,"kata Neta.


http://www.tribunnew...-lapas-cebongan

Tempo hari di Jawapos gw baca kalo Pangdam IV Diponegoro juga mau nurunin Gultor 81 untuk memburu gerombolan tersebut :D

#18 svnhvn

    Carassius Auratus Holic

  • Calon Moderator
  • 6,557 posts
Click to view battle stats

Posted 26 March 2013 - 11:07 AM

Bro yg namanya versi berita buat publik sama yg versi laporan ke kantor Polisi Militer pasti beda.Gw ga akan bahas lebih dalam mengenai keabsahan jenis senjata yg dipakai maupun proyektil yg digunakan (antara versi berita publik sama versi internal).Kalau menurut lu jenis senjata tertentu ga bisa pakai peluru ukuran tertentu yaa gini aja, gw punya bengkel tuning motor yg kebetulan banyak tentara pada nongkrong juga disitu. Awalnya memang malu2, tetapi sekarang semua dremmel kits gw lebih banyak terpakai buat modifikasi senjata dibanding buat modifikasi part motor. Dari yg modifikasi fisik luar sampai internal dalam (termasuk barrel dan chamber). Dan satu lagi, mereka ga hanya punya satu senjata, rata2 punya lebih dari satu, yg std buat pelengkap kala apel dan upacara, yg lainnya buat "tugas".

Ga ada yg mengatakan mereka bodoh kok. Coba mikirnya gini, lu bilang ngapain mereka nunjukin identitas diri dengan pakai senjata signature mereka? Kalau misalkan sebagai "pesan" bahwa "don't fish with us" gimana? Toh tiap pelaku pakai ski mask, dan kalau takut diusut dan lain sebagainya selama Pangdam dan dan Danjen Kopassus sudah keluar statement "tidak ada anggota kami yg keluar" dan semua logbook mengatakan tidak ada anggota keluar malam itu gw rasa bakal stop sampai disitu.

Oh gw ingat memang sempat ditolak waktu mau beli MP5, tapi situ pernah main ke arsenal mereka nggak? Ga usah ngomongin arsenal pusat deh, arsenal Brigif2 lokal aja dulu. Ga usah cuma MP5, semua senjata made in rusia macam dragunov yg kalau ditembakan keluar pijar api 4 penjuru dari ujung barrelnya sama sebagian senjata made in israel ada kok dan jumlahnya gak sedikit.

Tentara itu dididik sedari dini menggunakan prinsip korsa yg kuat banget. Satu disenggol yaa siap2 aja digangbang sama yg lain, apalagi kalau bicara teman satu angkatan/satu barak/apalagi satu ranjang.

Mungkin lu hebat lah soal knowledge senjata dll, tapi saran gw sih jangan selalu makan berita mentah2 apa adanya.

#19 svnhvn

    Carassius Auratus Holic

  • Calon Moderator
  • 6,557 posts
Click to view battle stats

Posted 26 March 2013 - 11:09 AM

View PostRakkana, on 26 March 2013 - 10:58 AM, said:

Tempo hari di Jawapos gw baca kalo Pangdam IV Diponegoro juga mau nurunin Gultor 81 untuk memburu gerombolan tersebut :D


Basa basi om, palingan kalau memang desakan publik amat sangat kuat baru akan "terpaksa" ditahan di (tapi mereka pegang sendiri kuncinya).

#20 Bagindo Sati

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 66 posts
Click to view battle stats

Posted 26 March 2013 - 11:56 AM

View Postsvnhvn, on 26 March 2013 - 11:07 AM, said:

Bro yg namanya versi berita buat publik sama yg versi laporan ke kantor Polisi Militer pasti beda.Gw ga akan bahas lebih dalam mengenai keabsahan jenis senjata yg dipakai maupun proyektil yg digunakan (antara versi berita publik sama versi internal).Kalau menurut lu jenis senjata tertentu ga bisa pakai peluru ukuran tertentu yaa gini aja, gw punya bengkel tuning motor yg kebetulan banyak tentara pada nongkrong juga disitu. Awalnya memang malu2, tetapi sekarang semua dremmel kits gw lebih banyak terpakai buat modifikasi senjata dibanding buat modifikasi part motor. Dari yg modifikasi fisik luar sampai internal dalam (termasuk barrel dan chamber). Dan satu lagi, mereka ga hanya punya satu senjata, rata2 punya lebih dari satu, yg std buat pelengkap kala apel dan upacara, yg lainnya buat "tugas".

Ga ada yg mengatakan mereka bodoh kok. Coba mikirnya gini, lu bilang ngapain mereka nunjukin identitas diri dengan pakai senjata signature mereka? Kalau misalkan sebagai "pesan" bahwa "don't fish with us" gimana? Toh tiap pelaku pakai ski mask, dan kalau takut diusut dan lain sebagainya selama Pangdam dan dan Danjen Kopassus sudah keluar statement "tidak ada anggota kami yg keluar" dan semua logbook mengatakan tidak ada anggota keluar malam itu gw rasa bakal stop sampai disitu.

Oh gw ingat memang sempat ditolak waktu mau beli MP5, tapi situ pernah main ke arsenal mereka nggak? Ga usah ngomongin arsenal pusat deh, arsenal Brigif2 lokal aja dulu. Ga usah cuma MP5, semua senjata made in rusia macam dragunov yg kalau ditembakan keluar pijar api 4 penjuru dari ujung barrelnya sama sebagian senjata made in israel ada kok dan jumlahnya gak sedikit.

Tentara itu dididik sedari dini menggunakan prinsip korsa yg kuat banget. Satu disenggol yaa siap2 aja digangbang sama yg lain, apalagi kalau bicara teman satu angkatan/satu barak/apalagi satu ranjang.

Mungkin lu hebat lah soal knowledge senjata dll, tapi saran gw sih jangan selalu makan berita mentah2 apa adanya.


Modifikasi ya! Terlalu jauh jika harus memodifikasi kaliber 9mm dengan 7.62 mm, ibaratnya memaksakan sebuah submachine gun menembakkan peluru untuk assault rifle. Coba ente tanya sama tentara yang suka nongkrong di bengkel tuning mtor ente itu, mungkin ga memodifikasi hal tersebut dilihat dari sisi akurasi dan efektifitas?

Satu hal lagi, memodifikasi kaliber itu dilakukan untuk menghilangkan jejak. Bukan membuat "dia" menjadi terang benderang

"don't fish with us" >> mereka akan bersinggungan lagi dengan Pelanggaran HAM, kisah 1997/8 aja belum hilang dari ingatan. Efeknya panjang loh, pengadilan HAM, pencekalan sampai embargo. Dan wa yakin, mereka tidak akan melakukan itu.

Dan segimanapun Pangdam, Danjen Kopassus ataupun KASAD sekalian yang ngomong kalo "unsur" mereka tidak terlibat, tapi fakta hukumnya membuktikan gimana? Lebih kuat mana "katanya" dibanding "alat bukti". Makanya "don't fish with us" itu menurut wa hal yang tidak mungkin mereka lakukan.

Jika mau nyawa dibalas nyawa pun pasti berbentuk operasi senyap yang mereka lakukan. Ngapin ngotorin tangan sendiri yang berbuntut panjang. Lagian untuk SF selevel "itu" ga butuh belasan orang untuk menggorok macan yang sudah dikandangin, ga percaya coba tanya teman2 ente yang tentara itu :))

Oiya, bagian mana dari pendapat wa yang menelan mentah2 berita yang ada?


Bagian peluru kaliber pun wa telaah dari kesaksian sipir yang bilang kalo senjata yang digunakan AK ditambah dengan pernyataan aparat tentang proyektil yang ditemukan. Itu pun ane analisa dari penampakan korban.

PIC mengandung DP, ga kuat jangan buka
Spoiler


Coba ente lihat, bekas luka tembakan ditubuh korban, mungkin ga itu hasil dari MP5 yang sangat tinggi akurasinya.




Wa lebih condong aksi ini lebih kepada "aksi" fitnah untuk menjatuhkan TNI atau "aksi" pengalihan isu, tau kan yang wa maksud :HeHe:




Semua pendapat dari 2 komen wa ini hanya analisa orang awam, mohon dikoreksi jika adalah kesalahan. Tentunya aparat terkait yang lebih mengetahui hal ini :D





BlueFame.Com A Blue Alternative Community for Peace, Love, Friendship, and Cyber Solidarity © 2006 - 2011
All Rights Reserved Unless Otherwise Specified

BlueFame Part Division
BlueFameStyle | BlueFame Upload | BlueFame Radio | BlueFameMail | Advertise here!

BlueFame DMCA Policy