Jump to content



 

 

Jalannya pertempuran Perang Dunia Ke II


61 replies to this topic

#1 keat'Z Luph Blue Fame

    Keat'Z In da House Luph BF

  • Members
  • PipPipPip
  • 168 posts
Click to view battle stats

Posted 16 October 2007 - 11:40 PM

Perang Dunia II, secara resmi mulai berkecamuk pada tanggal 1 September 1939 sampai tanggal 14 Agustus 1945. Meskipun demikian ada yang berpendapat bahwa perang sebenarnya sudah dimulai lebih awal, yaitu pada tanggal 1 Maret 1937 ketika Jepang menduduki Manchuria. Sampai saat ini, perang ini adalah perang yang paling dahsyat pernah terjadi di muka bumi. Kurang lebih 50.000.000 (lima puluh juta) orang tewas dalam konflik ini.

Umumnya dapat dikatakan bahwa peperangan dimulai pada saat pendudukan Jerman di Polandia pada tanggal 1 September 1939, dan berakhir pada tanggal 14 atau 15 Agustus 1945 pada saat Jepang menyerah kepada tentara Amerika Serikat.

Perang Dunia II berkecamuk di tiga benua tua; yaitu Afrika, Asia dan Eropa. Berikut ialah data pertempuran-pertempuran dan peristiwa penting di setiap benua.




Asia dan Pasifik

1937: Perang Sino-Jepang

Konflik perang mulai di Asia beberapa tahun sebelum pertikaian di Eropa. Jepang telah menginvasi China pada tahun 1931, jauh sebelum Perang Dunia II dimulai di Eropa. Pada 1 Maret, Jepang menunjuk Henry Pu Yi menjadi kaisar di Manchukuo, negara boneka bentukan Jepang di Manchuria. Pada 1937, perang telah dimulai ketika Jepang mengambil alih Manchuria.

Roosevelt menandatangani sebuah perintah eksekutif yang tidak diterbitkan (rahasia) pada Mei 1940 mengijinkan personel militer AS untuk mundur dari tugas, sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam operasi terselubung di China sebagai "American Volunteer Group" (AVG), juga dikenal sebagai Harimau Terbang Chennault. Selama periode tujuh bulan, kelompok Harimau Terbang berhasil menghancurkan sekitar 600 pesawat Jepang, menenggelamkan sejumlah kapal Jepang, dan menghentikan invasi Jepang terhadap Burma. Dengan adanya tindakan Amerika Serikat dan negara lainnya yang memotong ekspor ke Jepang, maka Jepang merencanakan serangan terhadap Pearl Harbor pada 7 Desember 1941 tanpa peringatan deklarasi perang; sehingga mengakibatkan kerusakan parah pada Armada Pasifik Amerika. Hari berikutnya, pasukan Jepang tiba di Hong Kong, yang kemudian menyebabkan menyerahnya pasukan Inggris pada Hari Natal di bulan itu.


1940: Jajahan Perancis Vichy
Pada 1940, Jepang menduduki Indochina Perancis (kini Vietnam) sesuai persetujuan dengan Pemerintahan Vichy meskipun secara lokal terdapat kekuatan Perancis Bebas (Free French), dan bergabung dengan kekuatan Poros Jerman dan Italia. Aksi ini menguatkan konflik Jepang dengan Amerika Serikat dan Britania Raya yang bereaksi dengan boikot minyak.


1941: Pearl Harbor, A.S. turut serta dalam perang, invasi Jepang di Asia Tenggara


Pada 7 Desember 1941, pesawat Jepang dikomandoi oleh Laksamana Madya Chuichi Nagumo melaksanakan serangan udara kejutan terhadap Pearl Harbor, pangkalan angkatan laut AS terbesar di Pasifik. Pasukan Jepang menghadapi perlawanan kecil dan menghancurkan pelabuhan tersebut. AS dengan segera mengumumkan perang terhadap Jepang.

Bersamaan dengan serangan terhadap Pearl Harbor, Jepang juga menyerang pangkalan udara AS di Filipina. Setelah serangan ini, Jepang menginvasi Filipina, dan juga koloni-koloni Inggris di Hong Kong, Malaya, Borneo dan Birma, dengan maksud selanjutnya menguasai ladang minyak Hindia Belanda. Seluruh wilayah ini dan daerah yang lebih luas lagi, jatuh ke tangan Jepang dalam waktu beberapa bulan saja. Markas Britania Raya di Singapura juga dikuasai, yang dianggap oleh Churchill sebagai salah satu kekalahan dalam sejarah yang paling memalukan bagi Britania.


1942: Invasi Hindia-Belanda
Penyerbuan ke Hindia Belanda diawali dengan serangan Jepang ke Labuan, Brunei, Singapura, Semenanjung Malaya, Palembang, Tarakan dan Balikpapan yang merupakan daerah-daerah sumber minyak. Jepang sengaja mengambil taktik tersebut sebagai taktik gurita yang bertujuan mengisolasi kekuatan Hindia Belanda dan Sekutunya yang tergabung dalam front ABDA (America (Amerika Serikat), British (Inggris), Dutch (Belanda), Australia) yang berkedudukan di Bandung. Serangan-serangan itu mengakibatkan kehancuran pada armada laut ABDA khususnya Australia dan Belanda.

Sejak peristiwa ini, Sekutu akhirnya memindahkan basis pertahanannya ke Australia meskipun demikian Sekutu masih mempertahankan beberapa kekuatannya di Hindia Belanda agar tidak membuat Hindia Belanda merasa ditinggalkan dalam pertempuran ini.

Jepang mengadakan serangan laut besar-besaran ke Pulau Jawa pada bulan Februari-Maret 1942 dimana terjadi Pertempuran Laut Jawa antara armada laut Jepang melawan armada gabungan yang dipimpin oleh Laksamana Karel Doorman. Armada Gabungan sekutu kalah dan Karel Doorman gugur.

Jepang menyerbu Batavia (Jakarta) yang akhirnya dinyatakan sebagai kota terbuka, kemudian terus menembus Subang dan berhasil menembus garis pertahanan Lembang-Ciater, kota Bandung yang menjadi pusat pertahanan Sekutu-Hindia Belanda terancam. Sementara di front Jawa Timur, tentara Jepang berhasil menyerang Surabaya sehingga kekuatan Belanda ditarik sampai garis pertahanan Porong.

Terancamnya kota Bandung yang menjadi pusat pertahanan dan pengungsian membuat panglima Hindia Belanda Letnan Jendral Ter Poorten mengambil inisiatif mengadakan perdamaian. Kemudian diadakannya perundingan antara Tentara Jepang yang dipimpin oleh Jendral Hitoshi Imamura dengan pihak Belanda yang diwakili Letnan Jendral Ter Poorten dan Gubernur Jendral jhr A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer. Pada Awalnya Belanda bermaksud menyerahkan kota Bandung namun tidak mengadakan kapitulasi atau penyerahan kekuasaan Hindia Belanda kepada Pihak Jepang. Pada saat itu posisi Panglima tertinggi angkatan perang Hindia Belanda tidak lagi berada pada Gubernur Jendral namun diserahkan kepada Ter Poorten sehingga dilain waktu Belanda menganggap bahwa kedudukan di Hindia Belanda masih tetap sah dilanjutkan. Namun setelah Jepang mengancam akan mengebom kota Bandung akhirnya Jendral Ter Poorten setuju untuk menyerah tanpa syarat kepada Jepang.


1942: Laut Coral, Port Moresby, Midway, Guadalcanal
Pada Mei 1942, serangan laut terhadap Port Moresby, Papua Nugini digagalkan oleh pasukan Sekutu dalam Perang Laut Coral. Kalau saja penguasaan Port Moresby berhasil, Angkatan Laut Jepang dapat juga menyerang Australia. Ini merupakan perlawanan pertama yang berhasil terhadap rencana Jepang dan pertarungan laut pertama yang hanya menggunakan kapal induk. Sebulan kemudian invasi Atol Midway dapat dicegah dengan terpecahnya pesan rahasia Jepang, menyebabkan pemimpin Angkatan Laut AS mengetahui target berikut Jepang yaitu Atol Midway. Pertempuran ini menyebabkan Jepang kehilangan empat kapal induk yang industri Jepang tidak dapat menggantikannya, sementara Angkatan Laut AS kehilangan satu kapal induk. Kemenangan besar buat AS ini menyebabkan Angkatan Laut Jepang kini dalam posisi bertahan.


Namun, dalam bulan Juli penyerangan darat terhadap Port Moresby dijalankan melalui Track Kokoda yang kasar. Di sini pasukan Jepang bertemu dengan pasukan cadangan Australia, banyak dari mereka masih muda dan tak terlatih, menjalankan aksi perang dengan keras kepala menjaga garis belakang sampai tibanya pasukan reguler Australia dari aksi di Afrika Utara, Yunani dan Timur Tengah.

Para pemimpin Sekutu telah setuju mengalahkan Nazi Jerman adalah prioritas utama masuknya Amerika ke dalam perang. Namun pasukan AS dan Australia mulai menyerang wilayah yang telah jatuh, mulai dari Pulau Guadalcanal, melawan tentara Jepang yang getir dan bertahan kukuh. Pada 7 Agustus 1942 pulau tersebut diserang oleh Amerika Serikat. Pada akhir Agustus dan awal September, selagi perang berkecamuk di Guadalcanal, sebuah serangan amfibi Jepang di timur New Guinea dihadapi oleh pasukan Australia dalam Teluk Milne, dan pasukan darat Jepang menderita kekalahan meyakinkan yang pertama. Di Guadalcanal, pertahanan Jepang runtuh pada Februari 1943.


1943–45: Serangan Sekutu di Asia dan Pasifik
Pasukan Australia and AS melancarkan kampanye yang panjang untuk merebut kembali bagian yang diduduki oleh Pasukan Jepang di Kepulauan Solomon, New Guinea dan Hindia Belanda, dan mengalami beberapa perlawanan paling sengit selama perang. Seluruh Kepulauan Solomon direbut kembali pada tahun 1943, New Britain dan New Ireland pada tahun 1944. Pada saat Filipina sedang direbut kembali pada akhir tahun 1944, Pertempuran Teluk Leyte berkecamuk, yang disebut sebagai perang laut terbesar sepanjang sejarah. Serangan besar terakhir di area Pasifik barat daya adalah kampanye Borneo pertengahan tahun 1945, yang ditujukan untuk mengucilkan sisa-sisa pasukan Jepang di Asia Tenggara, dan menyelamatkan tawanan perang Sekutu.

Kapal selam dan pesawat-pesawat Sekutu juga menyerang kapal dagang Jepang, yang menyebabkan industri di Jepang kekurangan bahan baku. Bahan baku industri sendiri merupakan salah satu alasan Jepang memulai perang di Asia. Keadaan ini semakin efektif setelah Marinir AS merebut pulau-pulau yang lebih dekat ke kepulauan Jepang.

Tentara Nasionalis China (Kuomintang) dibawah pimpinan Chiang Kai-shek dan Tentara Komunis China dibawah Mao Zedong, keduanya sama-sama menentang pendudukan Jepang terhadap China, tetapi tidak pernah benar-benar bersekutu untuk melawan Jepang. Konflik kedua kekuatan ini telah lama terjadi jauh sebelum Perang Dunia II dimulai, yang terus berlanjut, sampai batasan tertentu selama perang, walaupun lebih tidak kelihatan.

Pasukan Jepang telah merebut sebagian dari Burma, memutuskan Jalan Burma yang digunakan oleh Sekutu untuk memasok Tentara Nasionalis China. Hal ini menyebabkan Sekutu harus menyusun suatu logistik udara berkelanjutan yang besar, yang lebih dikenal sebagai "flying the Hump". Divisi-divisi China yang dipimpin dan dilatih oleh AS, satu divisi Inggris, dan beberapa ribu tentara AS, membersihkan Burma utara dari pasukan Jepang sehingga Jalan Ledo dapat dibangun untuk menggantikan Jalan Burma. Lebih ke selatan, induk dari tentara Jepang di kawasan perang ini berperang sampai terhenti di perbatasan Burma-India oleh Tentara ke-14 Inggris yang dikenal sebagai "Forgotten Army", yang dipimpin oleh Mayor Jendral Wingate yang kemudian melancarkan serangan balik dan berhasil dengan taktik gerilyanya yang terkenal dan bahkan dijadikan acuan bagi Tentara dan Pejuang Indonesia pada tahun 1945-1949. Setelah merebut kembali seluruh Burma, serangan direncanakan ke semenanjung Malaya ketika perang berakhir.


1945: Iwo Jima, Okinawa, bom atom, Jepang menyerah kalah

Perebutan pulau-pulau seperti Iwo Jima dan Okinawa oleh pasukan AS menyebabkan Kepulauan Jepang berada dalam jangkauan serangan laut dan udara Sekutu. Diantara kota-kota lain, Tokyo dibom bakar oleh Sekutu, dimana dalam penyerangan awal sendiri ada 90.000 orang tewas akibat kebakaran hebat di seluruh kota. Jumlah korban yang tinggi ini disebabkan oleh kondisi penduduk yang padat di sekitar sentra produksi dan konstruksi kayu serta kertas pada rumah penduduk yang banyak terdapat di masa itu. Tanggal 6 Agustus 1945, bomber B-29 "Enola Gay" yang dipiloti oleh Kolonel Paul Tibbets melepaskan satu bom atom Little Boy di Hiroshima, yang secara efektif menghancurkan kota tersebut.

Pada tanggal 8 Agustus 1945, Uni Soviet mendeklarasikan perang terhadap Jepang, seperti yang telah disetujui pada Konferensi Yalta, dan melancarkan serangan besar terhadap Manchuria yang diduduki Jepang (Operasi Badai Agustus). Tanggal 9 Agustus 1945, bomber B-29 "Bock's Car" yang dipiloti oleh Mayor Charles Sweeney melepaskan satu bom atom Fat Man di Nagasaki.

Kombinasi antara penggunaan bom atom dan keterlibatan baru Uni Soviet dalam perang merupakan faktor besar penyebab menyerahnya Jepang, walaupun sebenarnya Uni Soviet belum mengeluarkan deklarasi perang sampai tanggal 8 Agustus 1945, setelah bom atom pertama dilepaskan. Jepang menyerah tanpa syarat pada tanggal 14 Agustus 1945, menanda tangani surat penyerahan pada tanggal 2 September 1945 diatas kapal USS Missouri di teluk Tokyo.


Afrika dan Timur Tengah

1940: Mesir dan Somaliland
Pertempuran di Afrika Utara bermula pada 1940, ketika sejumlah kecil pasukan Inggris di Mesir memukul balik serangan pasukan Italia dari Libya yang bertujuan untuk merebut Mesir terutama Terusan Suez yang vital. Tentara Inggris, India, dan Australia melancarkan serangan balik dengan sandi Operasi Kompas (Operation Compass), yang terhenti pada 1941 ketika sebagian besar pasukan Persemakmuran (Commonwealth) dipindahkan ke Yunani untuk mempertahankannya dari serangan Jerman. Tetapi pasukan Jerman yang belakangan dikenal sebagai Korps Afrika di bawah pimpinan Erwin Rommel mendarat di Libya, melanjutkan serangan terhadap Mesir.


1941: Suriah, Lebanon, Korps Afrika merebut Tobruk
Pada Juni 1941 Angkatan Darat Australia dan pasukan Sekutu menginvasi Suriah dan Lebanon, merebut Damaskus pada 17 Juni. Di Irak, terjadi penggulingan kekuasaan atas pemerintah yang pro-Inggris oleh kelompok Rashid Ali yang pro-Nazi. Pemberontakan didukung oleh Mufti Besar Yerusalem, Haji Amin al-Husseini. Oleh karena merasa garis belakangnya terancam, Inggris mendatangkan bala bantuan dari India dan menduduki Irak. Pemerintahan pro-Inggris kembali berkuasa, sementara Rashid Ali dan Mufti Besar Yerusalem melarikan diri ke Iran. Namun kemudian Inggris dan Uni Soviet menduduki Iran serta menggulingkan shah Iran yang pro-Jerman. Kedua tokoh Arab yang pro-Nazi di atas kemudian melarikan diri ke Eropa melalui Turki, di mana mereka kemudian bekerja sama dengan Hitler untuk menyingkirkan orang Inggris dan orang Yahudi. Korps Afrika dibawah Rommel melangkah maju dengan cepat ke arah timur, merebut kota pelabuhan Tobruk. Pasukan Australia dan Inggris di kota tersebut berhasil bertahan hingga serangan Axis berhasil merebut kota tersebut dan memaksa Divisi Ke-8 (Eighth Army) mundur ke garis di El Alamein.


1942: Pertempuran El Alamein Pertama dan Kedua

Pertempuran El Alamein Pertama terjadi di antara 1 Juli dan 27 Juli 1942. Pasukan Jerman sudah maju ke yang titik pertahanan terakhir sebelum Alexandria dan Terusan Suez. Namun mereka telah kehabisan suplai, dan pertahanan Inggris dan Persemakmuran menghentikan arah mereka.

Pertempuran El Alamein Kedua terjadi di antara 23 Oktober dan 3 November 1942 sesudah Bernard Montgomery menggantikan Claude Auchinleck sebagai komandan Eighth Army. Rommel, panglima cemerlang Korps Afrika Tentara Jerman, yang dikenal sebagai "Rubah Gurun", absen pada pertempuran luar biasa ini, karena sedang berada dalam tahap penyembuhan dari sakit kuning di Eropa. Montgomery tahu Rommel absen. Pasukan Persemakmuran melancarkan serangan, dan meskipun mereka kehilangan lebih banyak tank daripada Jerman ketika memulai pertempuran, Montgomery memenangkan pertempuran ini.

Sekutu mempunyai keuntungan dengan dekatnya mereka ke suplai mereka selama pertempuran. Lagipula, Rommel hanya mendapat sedikit atau bahkan tak ada pertolongan kali ini dari Luftwaffe, yang sekarang lebih ditugaskan dengan membela angkasa udara Eropa Barat dan melawan Uni Soviet daripada menyediakan bantuan di Afrika Utara untuk Rommel. Setelah kekalahan Jerman di El Alamein, Rommel membuat penarikan strategis yang cemerlang ke Tunisia. Banyak sejarawan berpendapat bahwa berhasilnya Rommel pada penarikan strategis Korps Afrika dari Mesir lebih mengesankan daripada kemenangannya yang lebih awal, termasuk Tobruk, karena dia berhasil membuat seluruh pasukannya kembali utuh, melawan keunggulan udara Sekutu dan pasukan Persemakmuran yang sekarang diperkuat oleh pasukan AS.



1942: Operasi Obor (Operation Torch), Afrika Utara Perancis
Untuk melengkapi kemenangan ini, pada 8 November 1942 dilancarkanlah Operasi Obor (Operation Torch) dibawah pimpinan Jendral Dwight Eisenhower. Tujuan utama operasi ini adalah merebut kontrol terhadap Maroko dan Aljazair melalui pendaratan simultan di Casablanca, Oran, dan Aljazair, yang dilanjutkan beberapa hari kemudian dengan pendaratan di Bône, gerbang menuju Tunisia.

Pasukan lokal di bawah Perancis Vichy sempat melakukan perlawanan terbatas, sebelum akhirnya bersedia bernegosiasi dan mengakhiri perlawanan mereka.


1943: Kalahnya Korps Afrika
Korps Afrika tidak mendapat suplai secara memadai akibat dari hilangnya pengapalan suplai oleh Angkatan Laut dan Angkatan Udara Sekutu, terutama Inggris, di Laut Tengah. Kekurangan persediaan ini dan tak adanya dukungan udara, memusnahkan kesempatan untuk melancarkan serangan besar bagi Jerman di Afrika. Pasukan Jerman dan Italia terjepit diantara pergerakan maju pasukan Sekutu di Aljazair dan Libia. Pasukan Jerman yang sedang mundur terus melakukan perlawanan sengit, dan Rommel mengalahkan pasukan AS pada Pertempuran Kasserine Pass sebelum menyelesaikan pergerakan mundur strategisnya menuju garis suplai Jerman. Dengan pasti, bergerak maju baik dari arah timur dan barat, pasukan Sekutu akhirnya mengalahkan Korps Afrika Jerman pada 13 Mei 1943 dan menawan 250.000 tentara Axis.

Setelah jatuh ke tangan Sekutu, Afrika Utara dijadikan batu loncatan untuk menyerang Sisilia pada 10 Juli 1943. Setelah merebut Sisilia, pasukan Sekutu melancarkan serangan ke Italia pada 3 September 1943. Italia menyerah pada 8 September 1943, tetapi pasukan Jerman terus bertahan melakukan perlawanan. Roma akhirnya dapat direbut pada 5 Juni 1944.


Eropa dan Rusia (Uni Soviet)

1939: Invasi Polandia, Invasi Finlandia
Perang Dunia II mulai berkecamuk di Eropa dengan dimulainya serangan ke Polandia pada 1 September 1939 yang dilakukan oleh Hitler dengan gerak cepat yang dikenal dengan taktik Blitzkrieg, dengan memanfaatkan musim panas yang menyebabkan perbatasan sungai dan rawa-rawa di wilayah Polandia kering yang memudahkan gerak laju pasukan lapis baja Jerman serta mengerahkan ratusan pembom tukik yang terkenal Ju-87 Stuka. Polandia yang sebelumnya pernah menahan Uni Soviet di tahun 1920-an saat itu tidak memiliki kekuatan militer yang berarti. Kekurangan pasukan lapis baja, kekurang siapan pasukan garis belakang dan koordinasinya dan lemahnya Angkatan Udara Polandia menyebabkan Polandia sukar memberi perlawanan meskipun masih memiliki 100 pesawat tempur namun jumlah itu tidak berarti melawan Angkatan Udara Jerman "Luftwaffe". Perancis dan kerajaan Inggris menyatakan perang terhadap Jerman pada 3 September sebagai komitment mereka terhadap Polandia pada pakta pertahanan Maret 1939.

Setelah mengalami kehancuran disana sini oleh pasukan Nazi, tiba tiba Polandia dikejutkan oleh serangan Uni Soviet pada 17 September dari timur yang akhirnya bertemu dengan Pasukan Jerman dan mengadakan garis demarkasi sesuai persetujuan antara Menteri Luar Negeri keduanya, Ribentrop-Molotov. Akhirnya Polandia menyerah kepada Nazi Jerman setelah kota Warsawa dihancurkan, sementara sisa sisa pemimpin Polandia melarikan diri diantaranya ke Rumania. Sementara yang lain ditahan baik oleh Uni Soviet maupun Nazi. Tentara Polandia terakhir dikalahkan pada 6 Oktober.

Jatuhnya Polandia dan terlambatnya pasukan sekutu yang saat itu dimotori oleh Inggris dan Perancis yang saat itu dibawah komando Jenderal Gamelin dari Perancis membuat Sekutu akhirnya menyatakan perang terhadap Jerman. Namun juga menyebabkan jatuhnya kabinet Neville Chamberlain di Inggris yang digantikan oleh Winston Churchill. Ketika Hitler menyatakan perang terhadap Uni Soviet, Uni Soviet akhirnya membebaskan tawanan perang Polandia dan mempersenjatainya untuk melawan Jerman. Invasi ke Polandia ini juga mengawali praktek-praktek kejam Pasukan SS dibawah Heinrich Himmler terhadap orang orang Yahudi.

Perang Musim Dingin dimulai dengan invasi Finlandia oleh Uni Soviet, 30 November 1939. Pada awalnya Finlandia mampu menahan pasukan Uni Soviet meskipun pasukan Soviet memiliki jumlah besar serta dukungan dari armada udara dan lapis baja, karena Soviet banyak kehilangan jendral-jendral yang cakap akibat pembersihan yang dilakukan oleh Stalin pada saat memegang tampuk kekuasaan menggantikan Lenin. Finlandia memberikan perlawanan yang gigih yang dipimpin oleh Baron Carl Gustav von Mannerheim serta rakyat Finlandia yang tidak ingin dijajah. Bantuan senjata mengalir dari negara Barat terutama dari tetangganya Swedia yang memilih netral dalam peperangan itu. Pasukan Finlandia memanfaatkan musim dingin yang beku namun dapat bergerak lincah meskipun kekuatannya sedikit (kurang lebih 300.000 pasukan). Akhirnya Soviet mengerahkan serangan besar besaran dengan 3.000.000 tentara menyerbu Finlandia dan berhasil merebut kota-kota dan beberapa wilayah Finlandia. Sehingga memaksa Carl Gustav untuk mengadakan perjanjian perdamaian.

Ketika Hitler menyerang Rusia (Uni Soviet), Hitler juga memanfaatkan pejuang-pejuang Finlandia untuk melakukan serangan ke kota St. Petersburg.


1940: Invasi Eropa Barat, Republik-republik Baltik, Yunani, Balkan

Perang Dunia II di Eropa. Merah adalah Sekutu atau penguasaannya, Biru adalah Axis atau penguasaannya, dan Hijau adalah Uni Soviet sebelum bergabung dengan Sekutu tahun 1941.

Dengan tiba-tiba Jerman menyerang Denmark dan Norwegia pada 9 April 1940 melalui Operasi Weserübung, yang terlihat untuk mencegah serangan Sekutu melalui wilayah tersebut. Pasukan Inggris, Perancis, dan Polandia mendarat di Namsos, Andalsnes, dan Narvik untuk membantu Norwegia. Pada awal Juni, semua tentara Sekutu dievakuasi dan Norwegia-pun menyerah.

Operasi Fall Gelb, invasi Benelux dan Perancis, dilakukan oleh Jerman pada 10 Mei 1940, mengakhiri apa yang disebut dengan "Perang Pura-Pura" (Phony War) dan memulai Pertempuran Perancis. Pada tahap awal invasi, tentara Jerman menyerang Belgia, Belanda, dan Luxemburg untuk menghindari Garis Maginot dan berhasil memecah pasukan Sekutu dengan melaju sampai ke Selat Inggris. Negara-negara Benelux dengan cepat jatuh ke tangan Jerman, yang kemudian melanjutkan tahap berikutnya dengan menyerang Perancis. Pasukan Ekspedisi Inggris (British Expeditionary Force) yang terperangkap di utara kemudian dievakuasi melalui Dunkirk dengan Operasi Dinamo. Tentara Jerman tidak terbendung, melaju melewati Garis Maginot sampai ke arah pantai Atlantik, menyebabkan Perancis mendeklarasikan gencatan senjata pada 22 Juni dan terbentuklah pemerintahan boneka Vichy.

Pada Juni 1940, Uni Soviet memasuki Latvia, Lituania, dan Estonia serta menganeksasi Bessarabia dan Bukovina Utara dari Rumania.

Jerman bersiap untuk melancarkan serangan ke Inggris dan dimulailah apa yang disebut dengan Pertempuran Inggris atau Battle of Britain, perang udara antara AU Jerman Luftwaffe melawan AU Inggris Royal Air Force pada tahun 1940 memperebutkan kontrol atas angkasa Inggris. Jerman berhasil dikalahkan dan membatalkan Operasi Singa Laut atau Seelowe untuk menginvasi daratan Inggris. Hal itu dikarenakan perubahan strategi Luftwaffe dari menyerang landasan udara dan industri perang berubah menjadi serangan besar-besaran pesawat pembom ke London. Sebelumnya terjadi pemboman kota Berlin yang ddasarkan pembalasan atas ketidaksengajaan pesawat pembom Jerman yang menyerang London. Alhasil pilot peswat tempur Spitfire dan Huricane dapt berisirahat. Perang juga berkecamuk di laut, pada Pertempuran Atlantik kapal-kapal selam Jerman (U-Boat) berusaha untuk menenggelamkan kapal dagang yang membawa suplai kebutuhan ke Inggris dari Amerika Serikat.

Pada 27 September 1940, ditanda tanganilah pakta tripartit oleh Jerman, Italia, dan Jepang yang secara formal membentuk persekutuan dengan nama (Kekuatan Poros).

Italia menyerbu Yunani pada 28 Oktober 1940 melalui Albania, tetapi dapat ditahan oleh pasukan Yunani yang bahkan menyerang balik ke Albania. Hitler kemudian mengirim tentara untuk membantu Mussolini berperang melawan Yunani. Pertempuran juga meluas hingga wilayah yang dikenal sebagai wilayah bekas Yugoslavia. Pasukan NAZI mendapat dukungan dari sebagian Kroasia dan Bosnia, yang merupakan konflik laten di daerah itu sepeninggal Kerajaan Ottoman. Namun Pasukan Nazi mendapat perlawanan hebat dari kaum Nasionalis yang didominasi oleh Serbia dan beberapa etnis lainnya yang dipimpin oleh Josip Broz Tito. Pertempuran dengan kaum Nazi merupakan salah satu bibit pertempuran antar etnis di wilayah bekas Yugoslavia pada dekade 1990-an.


1941: Invasi Uni Soviet
Operasi Barbarossa, invasi Uni Soviet dilakukan oleh Jerman
Pertempuran Stalingrad

1944: Serangan Balik
Invasi Normandia (D-Day), invasi di Perancis oleh pasukan Amerika Serikat dan Inggris, 1944

1945: Runtuhnya Kerajaan Nazi Jerman
Pada akhir bulan april 1945, ibukota Jerman yaitu Berlin sudah dikepung oleh Uni Soviet dan pada tanggal 1 Mei 1945, Adolf Hitler bunuh diri bersama dengan istrinya Eva Braun didalam bunkernya, sehari sebelumnya Adolf Hitler menikahi Eva Braun, dan setelah mati memerintah pengawalnya untuk membakar mayatnya. Setelah menyalami setiap anggotanya yang masih setia. Pada tanggal 2 Mei, Karl Dönitz diangkat menjadi pemimpin menggantikan Adolf Hitler dan menyatakan Berlin menyerah pada tanggal itu juga. Disusul Pasukan Jerman di Italia yang menyerah pada tanggal 2 juga. Pasukan Jerman di wilayah Jerman Utara, Denmark dan Belanda menyerah tanggal 4. Sisa pasukan Jerman dibawah pimpinan Alfred Jodl menyerah tanggal 7 mei di Rheims, Perancis. Tanggal 8 Mei, penduduk di negara-negara sekutu merayakan hari kemenangan, tetapi Uni Soviet merayakan hari kemenangan pada tanggal 9 Mei dengan tujuan politik.



#2 namigel

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 114 posts
Click to view battle stats

Posted 17 October 2007 - 01:44 AM

bagus!!! rajin sekali... kalo boleh tau sumber tulisannya apa ya???

#3 hoshino

    bluefame spamer

  • Elite Member
  • 1,382 posts
Click to view battle stats

Posted 18 October 2007 - 08:50 AM

Terus terang aje,Perang seh udah biasa,manusia berperang dimana2,tapi dari seluruh taktik perang yg ada,g paling mengutuk ttg peluncuran bom atom di Jepang,karena bekas2 dari bom atom tsb,bkn hanya dirasakan pada saat perang itu saja,tapi dirasakan sampai masa yg panjang,sedangkan,anggaplah penyerangan mendadak Jepang dibilang pengecut,ok,tapi itu juga merupakan taktik perang,dan hasilnya tidak akan terasa sampai dimasa yg panjang ^_^

#4 Hiawata Koga

    -UnderGround-

  • Elite Member
  • 2,310 posts
Click to view battle stats

Posted 18 October 2007 - 03:32 PM

jadi keinget maen medal of honor

#5 keat'Z Luph Blue Fame

    Keat'Z In da House Luph BF

  • Members
  • PipPipPip
  • 168 posts
Click to view battle stats

Posted 18 October 2007 - 04:23 PM

QUOTE(hoshino @ Oct 18 2007, 08:50 AM) View Post
Terus terang aje,Perang seh udah biasa,manusia berperang dimana2,tapi dari seluruh taktik perang yg ada,g paling mengutuk ttg peluncuran bom atom di Jepang,karena bekas2 dari bom atom tsb,bkn hanya dirasakan pada saat perang itu saja,tapi dirasakan sampai masa yg panjang,sedangkan,anggaplah penyerangan mendadak Jepang dibilang pengecut,ok,tapi itu juga merupakan taktik perang,dan hasilnya tidak akan terasa sampai dimasa yg panjang ^_^



Yach namanya juga pemenang perang bro

Apapun yang dya lakukan pada saat perang dianggap sah sah aza
padahal pemboman hiroshima dan nagashaki yang memakan korban sipil sangat banyak
jelas jelas melanggar HAM
dan pelakunya (presiden US atw para panglima perang US) bisa dikategorikan sebagai penjahat perang n bisa diadili di mahkamah Internasional

Tapi pada kenyataannya tidak ada tindakan apa apa dari PBB atw dari negara korban Perang


#6 nanaade

    Youth BlueFame

  • Elite Member
  • 207 posts
Click to view battle stats

Posted 31 October 2007 - 01:46 PM

Well bro...banyak sekali pihak yang menyesali bom atom di hiroshima dan nagasaki itu. Korban jiwa yang jatuh dan kehancuran sesudahnya seperti kelaparan, penyakit dll sangat mengerikan.
Tapi apa mau dikata...diakui atau tidak apa yang dilakukan oleh US dapat menghentikan perang, dan menyelamatkan jutaan manusia lain dari kematian dan kehancuran akibat serangan yang dilakukan Jepang.
Coba tanya orang2 tua kita...mana yang lebih kejam Belanda atau Jepang... jawabnya 80% Jepang!

#7 kaythree

    BlueFame Hotter

  • Members
  • PipPipPipPip
  • 417 posts
Click to view battle stats

Posted 02 November 2007 - 09:48 PM

stuju banget gw... Bom atom yang diluncurkan k Jepang oleh Amerika menorehkan luka yang mendalam bagi generasi selanjutnya.

Gw juga baru dapet berita pilot B-29 yang mengebom Hiroshima, Paul Tibet, baru saja meninggal disebabkan oleh serangan jantung. Saat ditanya apakah dia menyesal telah menjatuhkan bom k Hiroshima, dia bilang dia tidak menyesal karena tugasnya telah menggantikan tugas beratus ribu tentara amerika untuk menaklukan Jepang.. Ya smoga aja Tuhan menerima disisiNYa dengan adil..

#8 Elrhio

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 54 posts
Click to view battle stats

Posted 03 November 2007 - 12:38 PM

lengkap oiii xixixixi

#9 prolog

    BlueFame ABG

  • Members
  • PipPip
  • 29 posts
Click to view battle stats

Posted 03 November 2007 - 07:04 PM

bagus pak, ada lagi yang lain?

#10 zoids

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 191 posts
Click to view battle stats

Posted 17 November 2007 - 01:10 PM

keren man!!!! gw jg doyan tuh..


#11 Gun_awan

    BlueFame Typer

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 1,108 posts
Click to view battle stats

Posted 19 November 2007 - 08:05 AM

Sebenarnya sih sebelum dijatuhkannya bom atom pada bulan Agusus, Jepang sudah tidak bisa apa2 lagi alias mau kalah, Jepang sudah tidak bisa lagi mengadakan ofensif dalam artian pada posisi defensif. Apalagi kekuatan poros sudah tidak ada lg dengan menyerahnya Itali yang disusul Jerman pada bulan Mei. Tapi mengapa pihak Amerika masih jg menjatuhkan bom atom yg tdk berperikemanusiaan??!! Sepertinya pihak amerika pengen show power aja alias unjuk kebolehan, krn menurut rumor saat perang berlangsung, pihak Jerman jg sudah memiliki teknologi pembuatan bom atom yg mana selangkah lebih maju dibandingkan pihak sekutu. Tapi sebelum rampung sudah dihancurkan oleh pihak sekutu yang dalam hal ini lebih hebat dlm spionase dan jg daratan Jerman berada di kawasan perang dibandingkan pihak Amerika, sehingga lebih mudah diserang. Sudah seharusnya pemboman dengan bom atom disebut kejahatan perang!!!
Tapi syukur skrg bom atom/nuklir sudah ada pengawasannya, walaupun masih saja dimanfaatkan oleh pihak2 tertentu....

#12 svnhvn

    Carassius Auratus Holic

  • Calon Moderator
  • 6,562 posts
Click to view battle stats

Posted 21 November 2007 - 03:23 PM

biasa lah bro, amerika klo udah panik emang gitu..

#13 encepy

    Mungkin Tukang Spam

  • Members
  • 4 posts
Click to view battle stats

Posted 27 November 2007 - 01:00 AM

tergantung bro ,kalo eropa timur juga masuk kategori , amrik vs rusia berpotensi, soalnya rusia udah mulai men upgrade teknologi militernya terus dia juga naikin anggaran untuk militer, amrik kan paling parno dalam hal gituan, apalagi akses untuk memantau persenjataan rusia sekarang udah ditutup secara sepihak oleh kremlin. tinggal tunggu siapa yang ngak bisa menahan diri dan melepaskan misile pertama.
tapi kalo yg dimaksus eropa hanya sebatas uni eropa, kayaknya ngak mungkin deh . justru dari segi keamanan regional uni eropa sangat bergantung sama amrik.

#14 anggik

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 77 posts
Click to view battle stats

Posted 14 December 2007 - 11:51 PM

QUOTE(nanaade @ Oct 31 2007, 01:46 PM) View Post
Well bro...banyak sekali pihak yang menyesali bom atom di hiroshima dan nagasaki itu. Korban jiwa yang jatuh dan kehancuran sesudahnya seperti kelaparan, penyakit dll sangat mengerikan.
Tapi apa mau dikata...diakui atau tidak apa yang dilakukan oleh US dapat menghentikan perang, dan menyelamatkan jutaan manusia lain dari kematian dan kehancuran akibat serangan yang dilakukan Jepang.
Coba tanya orang2 tua kita...mana yang lebih kejam Belanda atau Jepang... jawabnya 80% Jepang!




yang salah kan militer dan pemerintahnnya,, bukan sipil nya kan?
Pembunuhan itu kan yang melakukan militer apa salah rakyat Jepangnya?
Kenapa ngga di Tokyo (ato Kyoto ya?) yang merupakan Ibu kota Jepang?



QUOTE(Gun_awan @ Nov 19 2007, 08:05 AM) View Post
Sebenarnya sih sebelum dijatuhkannya bom atom pada bulan Agusus, Jepang sudah tidak bisa apa2 lagi alias mau kalah, Jepang sudah tidak bisa lagi mengadakan ofensif dalam artian pada posisi defensif. Apalagi kekuatan poros sudah tidak ada lg dengan menyerahnya Itali yang disusul Jerman pada bulan Mei. Tapi mengapa pihak Amerika masih jg menjatuhkan bom atom yg tdk berperikemanusiaan??!! Sepertinya pihak amerika pengen show power aja alias unjuk kebolehan, krn menurut rumor saat perang berlangsung, pihak Jerman jg sudah memiliki teknologi pembuatan bom atom yg mana selangkah lebih maju dibandingkan pihak sekutu. Tapi sebelum rampung sudah dihancurkan oleh pihak sekutu yang dalam hal ini lebih hebat dlm spionase dan jg daratan Jerman berada di kawasan perang dibandingkan pihak Amerika, sehingga lebih mudah diserang. Sudah seharusnya pemboman dengan bom atom disebut kejahatan perang!!!
Tapi syukur skrg bom atom/nuklir sudah ada pengawasannya, walaupun masih saja dimanfaatkan oleh pihak2 tertentu....





sepakat ma diatas, Bom atom membuat AS menjadi Negara SuperPower, smua negara jadi ngga ada yang berani ma AS,,,
Macam2 pada saat itu ntar dibilang Neo Nazi/Fasis trus di bom atom,,
mana ada yang mau ngadilin mereka?

#15 killerbeginner

    BlueFame Hotter

  • Members
  • PipPipPipPip
  • 572 posts
Click to view battle stats

Posted 18 December 2007 - 08:28 AM

QUOTE(anggik @ Dec 14 2007, 11:51 PM) View Post
QUOTE(nanaade @ Oct 31 2007, 01:46 PM) View Post
Well bro...banyak sekali pihak yang menyesali bom atom di hiroshima dan nagasaki itu. Korban jiwa yang jatuh dan kehancuran sesudahnya seperti kelaparan, penyakit dll sangat mengerikan.
Tapi apa mau dikata...diakui atau tidak apa yang dilakukan oleh US dapat menghentikan perang, dan menyelamatkan jutaan manusia lain dari kematian dan kehancuran akibat serangan yang dilakukan Jepang.
Coba tanya orang2 tua kita...mana yang lebih kejam Belanda atau Jepang... jawabnya 80% Jepang!




yang salah kan militer dan pemerintahnnya,, bukan sipil nya kan?
Pembunuhan itu kan yang melakukan militer apa salah rakyat Jepangnya?
Kenapa ngga di Tokyo (ato Kyoto ya?) yang merupakan Ibu kota Jepang?



QUOTE(Gun_awan @ Nov 19 2007, 08:05 AM) View Post
Sebenarnya sih sebelum dijatuhkannya bom atom pada bulan Agusus, Jepang sudah tidak bisa apa2 lagi alias mau kalah, Jepang sudah tidak bisa lagi mengadakan ofensif dalam artian pada posisi defensif. Apalagi kekuatan poros sudah tidak ada lg dengan menyerahnya Itali yang disusul Jerman pada bulan Mei. Tapi mengapa pihak Amerika masih jg menjatuhkan bom atom yg tdk berperikemanusiaan??!! Sepertinya pihak amerika pengen show power aja alias unjuk kebolehan, krn menurut rumor saat perang berlangsung, pihak Jerman jg sudah memiliki teknologi pembuatan bom atom yg mana selangkah lebih maju dibandingkan pihak sekutu. Tapi sebelum rampung sudah dihancurkan oleh pihak sekutu yang dalam hal ini lebih hebat dlm spionase dan jg daratan Jerman berada di kawasan perang dibandingkan pihak Amerika, sehingga lebih mudah diserang. Sudah seharusnya pemboman dengan bom atom disebut kejahatan perang!!!
Tapi syukur skrg bom atom/nuklir sudah ada pengawasannya, walaupun masih saja dimanfaatkan oleh pihak2 tertentu....





sepakat ma diatas, Bom atom membuat AS menjadi Negara SuperPower, smua negara jadi ngga ada yang berani ma AS,,,
Macam2 pada saat itu ntar dibilang Neo Nazi/Fasis trus di bom atom,,
mana ada yang mau ngadilin mereka?


kapan lagi ngetes senjata baru (waktu itu bom atom) ke sasaran hidup. mumpung. sasarannya diskriminatif --->cuma jepang, mestinya jerman juga kebagian. biang keroknya kan dari sana.
hmm.. mungkin krn sekutu2 amrik pada ngumpul di benua itu, mungkin krn org amrik asalnya dr eropa juga, mungkin...

#16 Massimo del Nero

    BlueFame Hotter

  • Members
  • PipPipPipPip
  • 328 posts
Click to view battle stats

Posted 21 May 2008 - 11:09 AM

pengeboman hiroshima dan nagasaki dg bom atom merupakan kesempatan untuk mencoba senjata baru tersebut pada objek makhluk hidup...

kenapa dipilih jepang?

-amerika masih memiliki dendam atas peristiwa Pearl Harbour
-bangsa jerman sama2 berkulit putih, untuk itu dicobakan pd bangsa jepang yg dianggap berbeda


#17 mazor

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 101 posts
Click to view battle stats

Posted 22 May 2008 - 02:56 PM

bagus infonya

#18 Vi-Q

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 153 posts
Click to view battle stats

Posted 23 May 2008 - 01:03 PM

wow
jd tambah mengerti sejarah nich
thx pren

#19 @jiraya

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 161 posts
Click to view battle stats

Posted 23 May 2008 - 04:25 PM

Dari dulu sampai sekarang memang Amerika seperti itu, semua serba diselesaikan dengan senjata yang modern dan mematikan. Tapi yang membuat muak, Amerika selalu mengatasnamakan menghindari korban yang lebih banyak lagi. Sebelum di bom atom aja Jepang sudah kelihatan pasti kalah, tinggal menunggu waktu saja. Jadi korban yang jatuh untuk menaklukkan jepabf secara jantan gak akan melewati jumlah bom atom Hirosima dan Nagasaki.

#20 eddytansil

    Youth BlueFame

  • Members
  • PipPipPip
  • 113 posts
Click to view battle stats

Posted 23 May 2008 - 05:10 PM

perang....sakit...





BlueFame.Com A Blue Alternative Community for Peace, Love, Friendship, and Cyber Solidarity © 2006 - 2011
All Rights Reserved Unless Otherwise Specified

BlueFame Part Division
BlueFameStyle | BlueFame Upload | BlueFame Radio | BlueFameMail | Advertise here!

BlueFame DMCA Policy