Jump to content



 

 

FASE LATEN DALAM PERSALINAN


2 replies to this topic

#1 brotherlim

    mungkin tukang bajak progie

  • Moderator
  • 3,379 posts
Click to view battle stats

Posted 09 March 2008 - 12:00 PM

FASE LATEN DALAM PERSALINAN

PENDAHULUAN
Indonesia dengan tingkat kematian ibu 450/100000 kelahiran hidup perlu segera mengambil langkah-langkah yang positif untuk menanggulanginya antara lain agar setap ibu hamil dapat di periksa oleh petugas kesehatan dan di mana agar segala kelainan yang timbul pada proses persalinan dapat diketahui lebih awal dan dapat segera diatasi.
Mengetahui lebih awal persalinan abnormal dan mencegah terjadinya persalinan lama akan menurunkan resiko perdarahan postpartum dan sepsis secara bermakna yang pada akhirnya akan meniadakan persalinan macet, pecahnya kandungan atau peranakan (ruptura uteri) dan akhirnya menurunkan kematian dan kesakitan ibu serta mengurangi risiko infeksi pada bayi yang baru lahir. Perpanjangan fase laten terjadi bila lebih dari 14 jam pada primigravida dan lebih dari 20 jam pada multipara.
Menurut statistik persalinan macet dan pecahnya peranakan menyumbangkan 70% dari semua kematian ibu.
Dengan mengetahui fase laten dalam persalinan maka akan membantu perugas kesehatan dalam pengambilan keputusan lebih awal kapan seorang ibu harus dipercepat atau diakhiri persalinan dan juga dapat meningkatkan mutu dan keteraturan pemantau janin dan ibu selama persalinan dan juga membantu menurunkan masalah janin dan ibu.

DEFINISI DAN PENGERTIAN
Kemajuan dari persalinan mungkin tergambar dalam suatu grafik. Sebagian besar persalinan normal mengikuti suatu kurva yang digambarkan oleh friedman. Pengetahuan tentang kurva ini akan mendeteksi kelainan dari persalinan yang bersifat dini.

Pada umumnya keadaan umum medis dari pasien, arsitek panggul besar, posisi dan presentasi janin, kekuatan kontraksi uterus serta perlunakan dan penipisan serviks akan mempengaruhi kemajuan persalinan sebagaimana yang akan digambarkan daripada kurva persalinan.
Dengan mengetahui lebih dalam dari beberapa faktor ini akan memungkinkan dokter untuk meramal jenis persalinan pada pasien dan oleh karena itu dapat mengantisipasi masalah-masalah yang timbul serta melakukan intervensi yang mungkin diperlukan.
Klinis dapat dinyaktakan partus dimulai bila timbul his dan wanita tersebut mengeluarkan lendir yang bersemu darah. Lendir yang bersemu darah itu berasal dari kanalis servikalis karena serviks mulai membuka atau mendatar, sedangkan darahnya berasal dari pembuluh darah kapiler yang berada disekitar servikalis itu pecah karena pergeseran-pergeseran keruban maka seviks membuka.
Fase laten persalinan dimulai sejak awal persalinan sampai pembukaan 3 cm, kalau fase laten ini berlangsung lebih dari 8 jam dengan his 2 kali dalam 10 menit maka persalinan akan cenderung mengalami kesulitan. Kalau ibu bersalin di puskesmas maka harus segera dirujuk kerumah sakit. Fase laten pada multipara 5 - 6 jam.
Fase laten biasanya diukur dalam jam, lamanya tergantung pada beberapa keadaan, jika penipisan yang sempurna atau hampir sempurna telah terjadi ketika kontraksi dimulai maka fase laten akan lebih singkat. Jika kontraksi uterus dimulai dengan penipisan serviks kurang baik dan bagian bawah masih dalam station yang tinggi maka terjadinya fase laten relatif lebih lama, meskipun hal ini tak selalu berarti patologik.

TANDA-TANDA PERSALINAN 3
1. Timbulnya his persalinan adalah his pembukaan dengan sifarnua sebagai berikut:
-. Nyeri melingkar dari punggung memancar ke perut bagian depan
-. Teratur
-. Makin lama makin pendek intervalnya dan makin kuat intensitasnya
-. Kalau dibawa berjalan bertambah kuat
-. Mempunyai pengaruh pada pendataran dan atau pembukaaan cervik


2. Keluarnya lendir berdarah dari jalan lahir (show)
dengan pendataran dan pembukaan, lendir dari kanalis cervikalis keluar disertai dengan sedikit darah. Perdarahan yang sediki ini disebabkan karena lepasnya selaput janin pada bagian bawah segmen rahim hingga beberapa capilar terputus.
3. Keluarnya cairan banyak dengan sekonyong konyong dari jalan lahir
hal ini terjadi kalau ketuban pecah atau selaput janin robek. Ketuban itu pecah kalau pembukaan lengkap atau hampir lengkap dalam hal ini keluar cairan merupakan tanda yang lambat sekali. Tetapi kadan-kadang ketuban itu pecah pada pembukaan kecil, malahan kadan-kadang selaput robek sebelum persalinan.
Sebab mulainya persalinan dapat dipengaruhi oleh beberapa sebab misalnya terjadinya penurunan kadar estrogen dan progesteron yang disebabkan plasenta menjadi tua pada kehamilan tua, serta juga dapat akibat terjadi iskemia otot-otot uterus sehingga terganggunya sirkulasi uteroplasenta sehingga plasenta mengalami degenerasi. Faktor lain misalnya tekanan pada ganglion servikale dari plexus frankenhauser yang terdapat dibelakang serviks, akibatnya kontraksi uterus dibangkitkan.

Faktor-faktor yang menyebabkan pembukaan servik
1. Mungkin otot-otot seviks menarik pada pinggir ostium dan membesarkannya.
2. Waktu kontraksi segmen bawah rahim dan seciks deregang oleh isi rahim terutama oleh air ketuban dan ini menyebabkan tarikan pada serviks
3. Waktu kontraksi, bagian dari selaput yang terdapat diatas kanalis sevikalis ialah yang disebut selaput ketuban, menonjol kedalam canalis servikalis, dan membukanya. Kalau tidak ada ketuban, karena misalnya ketuban sudah pecah, faal dilatasi dari ketuban diambil oleh kepala.

Faal ketuban ini mungkin karena selaput anak pada segmen bawah rahim merupakan pendahuluan dari pembukaan serviks, kadang-kadang pada kehamilan cukup bulan, pelepasan selaput janin dengan jari kita dapat memulai persalinan.. Agar anak dapat keluar rahim maka perut terjadi pembukaan dari serviks. Yang dimaksud dengan pembukaan serviks ialah pembesaran dari ostium eksternum yang tadinya merupakan suatu lobang dengan diameter beberapa milimeter menjadi lobang yang dapat dilalui anak, kira-kira 10 cm.
Pembukaan serviks ini biasanya didahului oleh pendataran dari serviks. Yang dimaksud pendataran dari serviks ialah pemendekan dari kanalis servikalis yang semula berupa sebuah saluran yang panjanganya 1 – 2 cm, menjadi suatu lobang saja dengan pinggir yang tipis. Bagi pemeriksa, pendataran terutama nampak pada portio yang makin pendek dan akhirnya rata dengan majunya persalinan. Pendataran dari serviks ini terjadi dari atas ke bawah, mula-mula bagian serviks didaerah ostium internum ditarik ke atas dan menjadi lanjuran dai segmen bawah rahim sedangkan ostium eksternum sementara tidak berubah. Sebetulnya pendataran serviks yang pendek (lebih dari setengahnya telah merata) merupakan tanda dari serviks yang matang.


FASE LATEN YANG MEMANJANG ATAU ABNORMALITAS PERSALINAN

Dapat disebabkan beberapa faktor:
1. kecemasan dan ketakutan
2. pemberian analgetik yang kuat atau pemberian analgetik yang terlalu cepat pada persalinan dan pemberian anastesi sebelum fase aktif.
3. abnormalitas pada tenaga ekspulsi
4. abnormalitas pada panggul
5. kelainan pada letak dan bentuk janin

1. Kecemasan dan ketakutan
hamil dan persalinan merupakan suatu pengalaman yang paling indah, tetapi merupakan suatu tugas biologis yang terberat dalam kehidupannya. Banyak perubahan-perubahan yang terjadi setelah wanita tersebut itu hamil. Misalnya perubahan fisik yang nyata seperti perubahan pada genitalia, adanya hiperpigmentasi antara lain topeng kehamilan, bertambah besarnya perut dan sebagainya. Demikian pula perubahan-perubahan psikis misalnya takut atau cemas menghadapi proses persalinan dan sebagainya, ketegangan jiwa ini dibawa terus sampai kepada proses persalinan, sehingga menimbulkan lingkaran fear tension pain yang akan mengakibatkan proses persalinan tidak lancar.
Perasaan takut dan keadaan yang menggelisahkan wanita hamil dapat menimbulkan ketegangan, sehingga ketenangan yang harus dikuasai selama persalinan tidak tercapai, semua ini dapat dapat diatasi dengan menanamkan kepercayaan pada diri sendiri dan kepada penolong yang dapat dicapai dengan:
- Dokter atau bidan memberi perawatan selama kehamilan dan memberi perhatian terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi wanita hamil tersebut, disertai deiskusi dan sikap penuh kesabaraan selama memeriksa kehamilan.
- Dengan mengikuti dan melakukan latihan senam hamil secara teratur dan intensif.
Dengan persiapan tersebut diatas diharapkan wanita menghadapi persalinan dengan tenan, penuh percaya diri. Dengan demikian dapat dihindarkan sejauh mungkin penggunaan alat-alat narkosa yang dapat merugikan kesehatan ibu dan anak.

2. Pemberian analgetika yang kuat dan anastesia sebelum fase aktif
Usaha-usaha mengurangi sakit pada wanita yang bersalin dapat dibagi menjadi 2 golongan:
1. Usaha-usaha mengurangi nyeri dalam kala I dan permulaan kala II yang disebut analgesia. Pada masa ini tidak usah dalam, tetapi harus mencakup waktu yang lama sekali ialah kadang-kadang sampai 18 jam.
2. Usaha-usaha mengurangi rasa nyeri menjelang bayi lahir disebut anastesi. Usaha mengurangi nyeri harus lebihg intensif, tetapi hanya perlu selama waktu yang terbatas sekali.
Semua obat yang dipergunakan untuk mengurangi nyeri waktu persalinan harus memenuhi syarat-syarat sbb:
- Tidak membahayakan ibu
- Tidak membahayakan anak
- Tidak memperngaruhi his, kalau obat anastesia mempengaruhi his, maka tentu mempengaruhi kemajuan janin.

Tidak banyak obat yang mempengaruhi ketiga syarat tersebut, terutama syarat kedua sukar untuk dipenuhi karena semua obat anestesia yang diberkan secara umum menembus plasenta dan juga mempengaruhi janin, sehingga timbul hipoksia pada janin tersebut. Saat kita memulai memberikan analgesi hrus tepat. Kalau terlalu cepat kita memulai memberi analgesia, maka dapat menimbulkan partus lama. Biasanya analgesia baru diberikan kalau ternyata bahwa pendataran dan pembukaan cervix lancar. Pada seorang primigravida biasanya baru dimulai pada pembukaan 3 cm, dan pada multi para pada pembukaan 4 cm.

Obat-obat yang diberikan untuk analgetik obstetris ialah:
- Inhalasi chloroform atau eter
- Morphin, demerol, barbiturat
- Scopolamin
- Kombinasi antara salah satu obat: misal morphin, demerol, barbiturat dengan scopolamin
- Paracervical blok

Obat yang diberikan untuk anasthesia obstetris:
- Obat-obat yang menghilangkan kesadaran : inhalasi anastesi (chloroform, ether NO2 cyclopran) atau anastesia yang diberikan seperti pent*tal.
- Obat-obat dan cara-cara yang tidak mengurangi kesadaran : anasthesi spinal atau anestesi infiltrasi.

3. Abnormalitas pada tenaga ekspulsi
Terbagi atas:
Ad.1 Inersia uteri
Inersia uteri primer atau hipotonik
Disini his bersifat biasa dalam arti bahwa fundus berkontraksi lebih kuat dan lebih dahulu dari pada bagian lain. Peranan fundus tetap menonjol. Kelainan terletak dalam hal bahwa kontraksi uterus lebih aman, singkat dan jarang dari pada biasa. Keadaan umum penderita biasa lebih baik dan rasa nyeri tidak seberapa.

Inersia uteri sekunder
Timbul setelah berlangsungnya his kuat untuk waktu yang lama, seting timbul terjadi pada wanita yang tidak diberi pengawasan yang baik tentang persalinan.

Diagnosis :
Insersia uteri paling sulit pada masa laten karena konteaksi uterus yang disertai rasa nyeri, tidak cukup untuk membuat diagnosis bahwa persalinan telah dimulai diperlukan kenyataan bahwa sebagai akibat kontraksi itu terjadi perubahan pada serviks yakni pendataran dan pembukaan.

Terapi :
 Program terapi istirahat
 Infus oksitosin
 Seksio sesaria bila ada tanda gawat

Ad.2 Incoordinate uteri action
Sifat his berubah, tonus otot uterus meningkat, juga diluar his dan kontraksinya tidak berlangsung seperti biasanya karena tidak ada sinkron pada bagian-bagiannya . tidak ada koordinasi antara kontraksi bagian atas, tengah dan bawah menyebabkan his tidak efisien dalam mengadakan pembukaan.4
Ada kalanya persalinan tidak maju karena kelainan pada serviks yang dinamakan distosia servikalis. Kelainan ini bisa primer atau sekunder. Distosia servikalis di katakan primer jika serviks tidak membuka karena tidak mengadakan relaksasi berhubungan dengan incoordinate uterie action. Distosia servikalis sekunder disebabkan oleh kelainan organik pada serviks misal karena ketuban yang sudah lama pecah, kelainan his ini menyebabkan spasme sirkuler setempat sehingga terjadi penyempitan kavum uteri. Ini dinamakan lingkaran kontraksi atau lingkaran konstriksi.

Penanganan :
- Pemberian analgetika seperti morphin dan petidin
- Sectio caesaria pada distosia cervikalis sekunder

4. Abnormalitas pada panggul
Sering disebut CPD atau cephalopelvic disproportion, dimana sering terjadi ketika kepala fetus terlalau besar untuk melalui rongga pelvis. Ini dapat terjadi bila kepala terlalu besar, misalnya pada kasus hidrosephalus, atau pelvis terlalu kecil atau kelainan bentuk. Panggul keci dapat disebabkan oleh karena penyakit rakhitis yang terjadi pada masa anak-anak. Kelainan tulang pada masa anak-anak menyebabkan kelainan bentuk pada pelvis. Bentuk yang sering terjadi pada cephalopelvic disproportio adalah dimana kelainan posisi dari oksipito posterior. Di beberapa kasus tidak ada kelainan pada pelvis atau kepala fetus. Kelainan dari diameter presentasi dari defleksi oksipito posterior lebih banyak dari posisi anterior dan akan menyebabkan terjadinya kesulitan dalam persalinan. Pada beberapa kasus cephalopelvic disproportio relatif dapat melahirkan persalinan pervaginam.

Diagnosis :
Kelainan-kelainan yang terjadi seperti hidrosefalus atau cephalopelvic disproportion harus dapat terdeteksi selama persalinan. Dimana biasanya kala I memanjang. Dan terjadi kelainan pada penurunan kepala, nyata dapat diperksa pada pemeriksaan vagina atau abdomen. Moulding akan terjadi pada penurunan kepala dimana tulang tengkorak fetus akan saling mendesak satu sama lain. Tulang parietal terlalu mendesak dengan yang lainnya dan juga pada tulang frontal. Moulding sering terjadi pada proses persalinan dan pada cephalopelvic disproportion, tulang-tulang menjadi saling tumpang tindih. Jaringan subkutan dan kulit kepala menjadi edema akibat waktu yang lama pada persalinan akibat cephalopelvic disproportio
Penanganan : -. Sectio caesaria

5. Abnormalitas dalam kelainan lerak dan bentuk janin
a. Kelainan letak
adalah komplikasi yang sering dengan kemungkinan prognosis yang serius bagi jenin. Diagnosis dini menekan resiko karena memberi kesempatan bagi dokter obstetrik melakukan tindakan untuk memperbaiki masalah. Pemeriksaan abdomen pada tiap kunjungan prenatal adalah penting untuk diagnosis dini.
Misalnya :

- Posisi oksipitalis posterior persisten
Pada persalinan belakang kepala, kepala janin turun melalui pintu atas panggul dengan sutura sagitalis melintang atau miring, sehingga ubun-ubun kecil dapat berada di kiri melintang, kanan melintang, kiri depan, kanan depan, kiri belakang atau kanan belakang. Meskipun ubun-ubun kecil berada dikiri atau dikanan belakang pada umumnya tidak akan terjadi kesulitan perputarannya kedepan, yaitu bila kepala janin dalam keadaan fleksi dan panggul mempunyai bentuk serta ukuran normal. Dalam keadaan fleksi, bagian kepala yang pertama mencapai dasar panggul ialah oksiput. Oksiput akan memutar kedepan karena dasar panggul dengan levator aninya membentuk ruang yang lebih luas kedepan, sehingga memberi tempat yang sesuai dengan oksiput. Dengan demikian keberadaan ubun-ubun kecil diberlakang masih dapat dianggap sebagai variase persalinan biasa. Pada kurang dari 10 % keadaan, kadan-kadang ubun-ubun kecil tidak berputar kedepan sehingga tetap dibelakang. Keadaan ini dinamakan posisi posterior persisten.

- Presentasi puncak kepala, dahi dan muka
Pada persalinan normal,kepala janin pada waktu mellewati jalan lahir berada dalam keadaan fleksi. Dalam keadaan tertentu fleksi kepala tersebut tidak terjadi sehingga kepala dalam keadaan defleksi. Tergantung pada derajat defleksinya maka dapat terjadi presentasi puncak kepala, presentasi dahi atau presentasi muka. Presentasi puncak kepala yang disebut presentasi sinsiput, terjadi apabila derajat defleksinya ringan, sehingga ubun-ubun besar merupakan bagian terendah. Presentasi dahi bila derajat defleksinya lebih gerat, sehingga dahi merupakan dahi bagian yang terendah. Presentasi muka bila derajat defleksinya maksimal, sehingga muka janin merupakan bagian yang terendah

- Letak sungsang
Letak sungsang merupakan keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala terletak difundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri. Dikenal beberapa jenis lerak sungsang, yakni : presentasi bokong, presentasi bokong kaki sempurna, presentasi bokong kaki tidak sempurna dan presentasi kaki. Pada presentasi bokong, akibat ekstensi kedua sendi lutut, kedua kaki terangkat keatas sehingga ujungnya terdapat setinggi bahu atau kepala janin. Dengan demikian dengan pemerikasaan dalam hanya dapat diraba bokong. Pada presentasi bokong kaki sempurna disamping bokong, dapat diraba kedua kaki. Pada presentasi bokong kaki tidak sempurna hanya terdapat satu kaki disamping bokong, sedangkan kaki yang lain terangkar keatas.

- Letak lintang
Adalah suatu keadaan dimana janin melintang didalam uterus dengan kepala pada sisi-sisi yang satu sedangkan bokong pada sisi yang lain.

- Presentasi ganda
Adalah keadaan dimana disamping kepala janin didalam rongga panggul dijumpai tangan, lengan atau kaki, atau keadaan dimana disamping bokong janin dijumpai tangan.


b. Kelainan dalam bentuk janin
- Hidrosefalus
Adalah keadaan dimana terjadi penimbunan cairan cerebrospinal dalam ventrikel otak, sehingga kepala menjadi besar serta terjadi pelebaran sutura-sutura dan ubun-ubun. Cairan yang tertimbun dalam ventrikel biasana anatara 500-1500 ml, akan tetapi kadang-kadang mencapai 5 liter. Hidrosefalus akan menyebabkan sefalopelvik disproporsi dengan segala akibatnya.

- Janin kembar melekat
Adalah keadaan dimana terdapat perlekatan antara 2 janin kehamilan kembar. Janin yang satu lebih kecil daripada yang lain tetapi kadang kala kedua janin sama besar.

- Janin dengan perut besar
Pembesaran perut menyebabkan distosia akibat dari asites atau tumor hati, limpa, ginjal dan ovarium. Kandung kencing yang sangat penuh dapat pula menimbulkan gejala yang sama.

- Prolapsus funikuli
Keadaan dimana tali pusat berada disamping atau melewati bagian terendah janin didalam jalan lahir setelah ketuban pecah.































#2 SatPoL_KePle

    BlueFame Hotter

  • Members
  • PipPipPipPip
  • 336 posts
Click to view battle stats

Posted 09 March 2008 - 09:18 PM

om nya dokter kandungan apa gimana?
ko topiknya serba hamil smua c?

#3 brotherlim

    mungkin tukang bajak progie

  • Moderator
  • 3,379 posts
Click to view battle stats

Posted 10 March 2008 - 10:30 PM

QUOTE (SatPoL_KePle @ Mar 9 2008, 10:18 PM) <{POST_SNAPBACK}>
om nya dokter kandungan apa gimana?
ko topiknya serba hamil smua c?


kebetulan hobbynya kumpulin makalah kedokteran khususnya ilmu kebidanan dan penyakit kandungan






BlueFame.Com A Blue Alternative Community for Peace, Love, Friendship, and Cyber Solidarity © 2006 - 2011
All Rights Reserved Unless Otherwise Specified

BlueFame Part Division
BlueFameStyle | BlueFame Upload | BlueFame Radio | BlueFameMail | Advertise here!

BlueFame DMCA Policy